HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengaruh Pengumuman Right Issue Terhadap Capital Gain Dan Dividen

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan terhadap 28 perusahaan Non Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta yang melakukan kebijakan right issue. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh pengumuman right issue terhadap capital gain dan dividen yang diterima pemegang saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perubahan capital gain dan dividen antara sebelum dan setelah dilakukan pengumuman right issue. Sesuai permasalahan yang diteliti, maka variabel penelitian ini adalah return saham ( capital gain ) dan Dividen Per Share. Alat pengujian hipotesis yang digunakan adalah Metode Uji beda Dua Rata-rata dari dua kelompok berpasangan ( T-test : Paired two sample for means ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan rata-rata return saham antara sebelum dan setelah pengumuman right issue yang cukup signifikan atau material. Sedangkan untuk rata-rata dividen per share ( DPS ) antara sebelum dan setelah right issue juga terdapat penurunan yang cukup material atau signifikan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pasar finansial (financial market) terdiri dari pasar uang (money market) dan pasar modal (capital market). Yang membedakan segmen pasar keuangan ialah perbedaan pengaruh permintaan dan penawaran. Jika harta dan kewajiban keuangan yang diperjual belikan mempunyai jatuh tempo kurang dari satu tahun, maka itu digolongkan sebagai pasar uang. Sedangkan yang lain, tempat instrument keuangan jangka panjang lebih dari satu tahun diperdagangkan dianggap sebagai pasar modal.

Keberadaan pasar modal sekarang ini tidak dapat dipandang sebelah mata dalam perekonomian. Ini dikarenakan pasar modal merupakan salah satu indikator dalam perkembangan ekonomi suatu negara. Selain itu pasar modal juga memiliki manfaat bagi banyak pihak, khususnya bagi pemerintah, lembaga penunjang pasar modal, pemodal dan dunia usaha. Bagi pemerintah, keberadaan pasar modal akan sangat membantu dalam memberikan alternatif pembiayaan pembangunan. Seperti telah diketahui pembiayaan pembangunan tidak akan cukup bila hanya mengandalkan tabungan pemerintah oleh karena itu partisipasi dari masyarakat amat diharapkan. Selain perbankan, pasar modal merupakan sarana yang tepat dalam memobilisasi dana masyarakat guna membiayai dana pembangunan itu.

Kemudian bagi lembaga penunjang pasar modal seperti penjamin emisi, akuntan publik, wali amanat, notaris, biro administrasi efek, konsultan hukum, guarantor, pialang dan pedagang efek keberadaan pasar modal amat membantu mereka untuk meningkatkan profesionalisme. Keberhasilan proses go public dan transaksi bursa memperlihatkan pula keberhasilan peran serta aktif lembaga penunjang tersebut.

Manfaat yang terakhir ialah bagi dunia usaha, dengan adanya pasar modal berarti memperluas kesempatan untuk melakukan pemupukan modal. Dalam usaha meningkatkan modal dengan menarik dana dari sumber eksternal, perusahaan dapat memilih apakah ia akan melalui transaksi secara langsung dari pemasok dana (suppliers of funds), lembaga finansial (financial institutions) seperti bank, dana pensiun, perusahaan asuransi atau pasar finansial seperti pasar uang dan pasar modal.

Bank tidak selalu dapat memenuhi permintaan kredit perusahaan. Posisi keuangan yang telah melampaui rasio hutang dibagi modal sendiri (debt to equity ratio) yang aman tidak memungkinkan bagi bank untuk meningkatkan kredit (modal pinjaman) bagi perusahaan yang bersangkutan. Dalam kondisi yang demikian ini maka pasar modal memberikan peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan modal melalui penambahan modal sendiri (saham). Penambahan modal (saham) tersebut dapat dilakukan dengan penawaran umum ataupun penawaran terbatas kepada para investor. Pada penawaran umum, saham yang ditawarkan kepada para investor yaitu secara keseluruhan, sedangkan pada penawaran terbatas, saham yang ditawarkan perusahaan hanya kepada pemegang saham lama dan harga per lembar sahamnya pun di bawah harga pasar. Penawaran terbatas ini sering juga disebut dengan kata right issue. Right issue ini merupakan salah satu cara perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Right Issue atau saham penawaran terbatas ini mulai muncul di pasar modal sekitar tahun 1992. Adapun tujuan mengapa perusahaan melakukan penghimpunan modal dengan cara right issue, ini dikarenakan 1) right issue dinilai lebih aman dibanding dengan pinjaman langsung atau dengan penerbitan surat hutang. Dengan right, dana masuk sebagai modal sama sekali tidak membebani perusahaan. Sedangkan jika dana diperoleh dari pinjaman, maka perusahaan harus memikul beban bunga. 2) Right issue juga dapat mengurangi biaya emisi, karena prosesnya lebih mudah dan biasanya tidak menggunakan jasa penjamin. 3) Dengan adanya right issue, maka secara kuantitas jumlah saham yang beredar di pasar akan bertambah dan dengan bertambahnya jumlah saham beredar tersebut akan dapat meningkatkan likuiditas saham (Jogiyanto, 1998).

Pengeluaran saham penawaran terbatas atau right issue yang dilakukan perusahaan secara otomatis juga mempengaruhi struktur modal perusahaan tersebut. Struktur modal adalah merupakan ratio antara modal sendiri dan jumlah utang. Jika struktur modal tersebut diubah dengan menggunakan cara right issue, akan berakibat jumlah saham yang beredar semakin besar. Permasalahannya adalah seberapa besar perubahan jumlah saham yang beredar akan berpengaruh terhadap capital gain dan dividen yang diterima.

Penelitian mengenai right issue ini telah banyak dilakukan sebelumnya. Arif Budiarto dan Zaki Baridwan ( 1999 ) meneliti perusahaan yang melakukan right issue selama tahun 1994-1996 di BEJ ternyata pengumuman right issue tersebut tidak mengakibatkan reaksi pada pasar. Ini dikarenakan karena harga saham mengalami penurunan pada saat pengumuman dan terus mengalami penurunan sesudah hari pengumuman selama periode jendela. Kemudian tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return pada hari pengumuman dengan pada hari sebelum dan sesudah pengumuman. Selain itu aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan sesudah pengumuman juga tidak terdapat perubahan yang cukup berarti.

Temuan empiris oleh ( Scholes, 1972; Myers dan Majluf, 1984; Kothare, 1997) dalam jurnal Fitri Wulandari dan Hadri Kusuma menunjukkan bahwa nilai pasar perusahaan turun sampai 3% pada saat pengumuman penambahan saham baru. Setelah dilakukannya penambahan jumlah lembar saham yang beredar juga akan menyebabkan dividen per lembar saham ( DPS ) yang diterima sesudah right issue menjadi lebih kecil. Heri Siswanto dan Muqodim tahun 1999 melakukan pengujian dengan mengambil sampel 24 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan melakukan right issue antara tahun 1997 sampai 1999. Pada penelitian ini pengumuman right issue tidak mampu mempengaruhi pengambilan keputusan investor. Mereka juga mengemukakan pengumuman right issue tidak berpengaruh terhadap harga saham dan tingkat keuntungan saham, akan tetapi berpengaruh negatif terhadap likuiditas saham yang menyebabkan likuiditasnya menurun.

Susilo Wibowo (1998), mengemukakan bahwa kebijakan right issue yang dilakukan perusahaan mengakibatkan terjadi kenaikan rata-rata pada capital gain dan untuk dividen per lembar saham yang diterima pemegang saham setelahpengumuman right issue mengalami penurunan atau lebih kecil dibanding dengan sebelum pengumuman right issue. Fitri Wulandari dan Hadri Kusuma (2001), dengan penelitiannya yang berjudul analisa pengaruh right issue terhadap dividen dan capital gain di Bursa Efek Jakarta tahun 1992-1999. Mereka menyimpulkan bahwa penurunan dari rata-rata dividen per lembar saham setelah pengumuman right issue cukup signifikan dibanding sebelum pengumuman right issue, sedangkan untuk rata-rata capital gain terjadi penurunan setelah pengumuman right issue tetapi tidak signifikan dibanding sebelum pengumuman right issue.

Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti terdorong untuk meneliti kembali (mereplikasi) penelitian yang telah dilakukan Fitri wulandari dan Hadri Kusuma (2001). Perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sampel perusahaan, periode pengamatan dan pengumuman right issue yang dipengaruhi peristiwa seperti stock split, bonus share, stock dividen dan lain-lain.. Untuk penelitian sebelumnya perusahaan yang dijadikan sampel adalah perusahaan manufaktur dengan periode pengamatan mulai dari tahun 1992 sampai tahun 1999 dan pengumuman right issue tidak dipengaruhi peristiwa stock split, bonus share, stock dividen dan lain-lain, sedangkan untuk penelitian yang akan dilakukan penulis adalah perusahaan non manufaktur dengan periode pengamatan dari tahun 1996 sampai tahun 2003 dan pengumuman right issue dipengaruhi oleh peristiwa stock split, bonus share, stock dividen dan lain-lain. Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini diberi judul “ ANALISA PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP CAPITAL GAIN DAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN NON MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA. “

Incoming search terms:

Leave a Reply