HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Penerapan Model Blended Learning pada Materi Reformasi terhadap Prestasi Belajar Sejarah

Judul Skripsi : Pengaruh Penerapan Model Blended Learning pada Materi Reformasi terhadap Prestasi Belajar Sejarah Ditinjau dari Kelompok Jurusan IPS dan IPA Siswa Kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri di Wonogiri

 

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang begitu cepat, sehingga menuntut sumber daya manusia yang bisa tanggap akan perkembangan tersebut. Pengaruh teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan semakin terasa sejalan dengan adanya pergeseran pola face to face learning yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka dan bermedia. Dalam dunia pendidikan, perkembangan teknologi sangat mempengaruhi akan sebuah model pembelajaran yang berdasarkan teori-teori belajar yang ada. Dalam proses pembelajaran, guru sebagai salah satu sumber daya manusia tentunya memegang peranan penting akan keberhasilan dan keefektifan sebuah pendidikan.

Keberhasilan seorang guru dalam menyampaikan suatu materi pelajaran, tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuannya (kompetensi guru) dalam menguasai materi yang akan disampaikan. Akan tetapi ada faktor-faktor lain yang harus dikuasainya sehingga mampu menyampaikan materi secara profesional dan efektif. Faktor-faktor tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 Bab IV Bagian Kesatu Pasal 10 yakni, “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.” Kompetensi-kompetensi tersebut dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2007. Dalam kompetensi pedagogik, salah satunya poinnya adalah seorang guru harus menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Penguasaan meliputi kompetensi guru dalam menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah yang telah dikemukakan di atas, rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Apakah terdapat perbedaan pengaruh penerapan model Blended Learning dan model pembelajaran interaktif terhadap prestasi belajar sejarah pada materi Reformasi siswa kelas XII SMA Negeri di Kabupaten Wonogiri?
  2. Apakah terdapat perbedaan pengaruh siswa yang berasal dari kelompok jurusan IPS dan IPA terhadap prestasi belajar sejarah pada materi Reformasi kelas XII SMA Negeri di Kabupaten Wonogiri?
  3. Apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kelompok jurusan terhadap prestasi belajar sejarah pada materi Reformasi siswa kelas XII SMA Negeri di Kabupaten Wonogiri?

 

C. Kajian Teori

Pengertian Prestasi Belajar

Menurut Zainal Arifin (1990: 4) “Prestasi adalah hasil yang dicapai oleh siswa selama mengikuti proses belajar mengajar”. Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah hasil yang diperoleh seseorang berupa kemampuan, keterampilan dan sikap setelah mengerjakan sesuatu hal sebelumnya.

 

Prestasi Belajar Sejarah

Prestasi belajar ini didapat dari mengikuti ulangan, keaktifannya selama mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas yang diberikan guru. Seorang guru dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap mata pelajaran dengan mengadakan ulangan, memberikan tugas secara rutin. Dari ulangan dan tugas tersebut dapat dilihat siswa mana yang sudah paham materi yang diajarkan dan siswa mana yang belum paham. Bagi siswa yang belum paham dengan materi yang diajarkan, guru harus memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan kemudian dibahas lagi pokok bahasan yang belum jelas supaya lebih jelas. Jika sudah jelas diberikan soal latihan untuk dikerjakan di depan kelas.

 

Pengertian Blended Learning sebagai Model Pembelajaran

Secara etimologi istilah Blended Learning terdiri dari dua kata yaitu Blended dan Learning. Kata blend berarti campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik (Collins Dictionary), atau formula suatu penyelarasan kombinasi atau perpaduan (Oxford English Dictionary) (Heinze and Procter, 2006: 236). Sedangkan learning memiliki makna umum yakni belajar, dengan demikian Blended Learning mengandung makna pola pembelajaran yang mengandung unsur pencampuran, atau penggabungan, atau perpaduan antara satu pola dengan pola yang lainnya. Campuran yang dimaksud disini menurut Elenena Mosa dalam Cepi Riyana (2010: 21) menyampaikan bahwa yang dicampurkan adalah dua unsur utama, yakni pembelajaran di kelas (classroom lesson) dengan online learning.

 

D. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Wonogiri.

Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik multi stage sampling, sebanyak 60 siswa, terdiri dari 30 siswa untuk kelompok eksperimen dan 30 siswa untuk kelompok kontrol. Uji coba instrumen tes prestasi belajar sejarah dilakukan di SMA Negeri 1 Wonogiri dengan jumlah responden 30 siswa.

Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk variabel hasil belajar sejarah. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalan (Two Way Anava).

 

E. Kesimpulan Skripsi

1. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penerapaan model Blended Learning dan model pembelajaran interaktif terhadap prestasi belajar sejarah pada materi Reformasi siswa kelas XII SMA Negeri di Kabupaten Wonogiri (Fhitung > Ftabel atau 17,320 > 3,11). Hasil penelitian membuktikan bahwa nilai perolehan mean prestasi belajar sejarah pada materi Reformasi sebesar 20,433 lebih baik dibandingkan dengan nilai mean dengan penerapan model pembelajaran interaktif sebesar 17,600. Penerapan model Blended Learning mampu menciptakan hubungan positif antara model pembelajaran dengan siswa, sehingga siswa dapat mempelajari materi yang belum dipahami dengan mengakses materi dan bisa bertanya kapan saja dimana saja melalui jejaring sosial yang termuat dalam media web berupa blog.

2. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara siswa kelompok jurusan IPS dan IPA terhadap prestasi belajar sejarah pada materi Reformasi siswa kelas XII SMA Negeri di Kabupaten Wonogiri (Fhitung < Ftabel atau 0,060 < 3,11). Dengan kata lain kelompok jurusan IPS dan IPA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar sejarah.

3. Tidak terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran dan kelompok jurusan terhadap prestasi belajar sejarah pada materi Reformasi siswa kelas XII SMA Negeri di Kabupaten Wonogiri (Fhitung < Ftabel atau 0,405 < 3,11). Prestasi belajar sejarah pada materi Reformasi siswa dapat ditingkatkan apabila guru dapat memilih dan menerapkan model pembelajaran yang tepat dan adanya motivasi belajar yang tinggi dari siswa. Dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat berdampak pada meningkatnya prestasi belajar sejarah pada materi Reformasi.

 

Leave a Reply