HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Pendidikan Karakter di Sekolah Islam

Judul Skripsi : Pendidikan Karakter di Sekolah Islam (Studi Kasus SMA Muhammadiyah I dan MA Muallimin Yogyakarta)

 

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan karakter yang dimasukan dalam setiap pelajaran diharapkan mampu menciptakan manusia-manusia yang mempunyai moralitas baik dan berwawasan kebangsaan serta mempunyai patriotisme yang tinggi terhadap negara. Tentunya pendidikan karakter akan tercapai dalam setiap pembelajaran apabila seluruh unsur dalam pembelajaran terpenuhi. Unsur pokok pembelajaran seperti guru, siswa, sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran dan budaya lingkungan harus saling mendukung.

Selain di sekolah negeri milik pemerintah, pendidikan karakter diterapkan juga di sekolah berbasis keagamaan (Islam). Sekolah seperti ini tentunya memiliki kekhasan dalam kurikulum pembelajarannya, pendidikan keagamaan (Islam) mempunyai bagian lebih banyak dibandingkan dengan sekolah umum lainnya. Pelajaran seperti pelajaran akidah, akhlak, tafsir, al-Quran, Hadis, dan sebagainya diajarkan di sekolah Islam di samping ilmu-ilmu umum lainnya. Tentu hal tersebut akan mempengaruhi dan memberi warna yang berbeda terhadap pola pembentukan karakter kepada siswa.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pemahaman guru mengenai pendidikan karakter di SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta?
  2. Apa sumber pendidikan karakter di SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta?
  3. Bagaimana proses penanaman nilai karakter di SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Pendidikan Karakter

Yoyon Bakhtiar Irianto (2010: 3) mengungkapkan bahwa pendidikan karakter sesungguhnya bukan sekedar mendidik benar dan salah, tetapi mencakup proses pembiasaan (habituation) tentang perilaku yang baik sehingga siswa dapat memahami, merasakan, dan mau berperilaku baik. Sehingga tebentuklah sifat yang baik. Dalam ajaran Islam, pendidikan karakter identik dengan pendidikan akhlak. Walaupun pendidikan akhlak sering disebut tidak ilmiah karena terkesan bukan sekuler, namun sesungguhnya antara karakter dengan spiritualitas memiliki keterkaitan yang erat. Dalam prakteknya, pendidikan akhlak berkenaan dengan kriteria ideal dan sumber karakter yang baik dan buruk, sedangkan pendidikan karakter berkaitan dengan metode, strategi, dan teknik pengajaran yang sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

 

Karakteristik Siswa SMA/MA (Usia Remaja)

Masa remaja memiliki ciri perubahan yang bersifat umum dan dialami oleh setiap remaja. Perubahan itu adalah pertama, meningginya emosi. Kedua perubahan tubuh, minat dan perubahan peran dalam kelompok sosial. Ketiga, pergeseran nilai-nilai, hal yang dianggap penting ketika masa anak-anak sekarang sudah tidak penting lagi. Keempat, mempunyai perasaan yang bertentangan dalam setiap perubahan, menginginkan kebebasan tetapi tidak mau bertanggung jawab atas kebebasan tersebut (Hurlock, 2004: 207).

 

Pendidikan Islam Pola Pembaruan

Peran Islam sebagai agama dalam kehidupan sebagai suatu sistem nilai yang diakui dan dan diyakini kebenarannya dan merupakan jalan kearah keselamatan hidup. Menurut Mawardi Lubis (2009: 29) Agama adalah suatu pandangan yang mencakup berbagai kepercayaan yang lahir melalui ide, pikiran atau gagasan manusia baik dalam bentuk budaya, maupun agama. Majid dalam Mawardi Lubis (2009: 29) mengungkapkan agama adalah sesuatu yang berkisar pada kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan seluruh yang ada termasuk manusia sebagai makhluk yang bertanggung jawab kepada Tuhan. Jadi agama adalah keyakinan adanya kekuatan di luar kekuatan yang dimiliki manusia yang dimiliki oleh Tuhan serta memiliki cara tertentu (ritual) dengan norma tertentu sebagai pengatur hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan. Dalam penerapan ajaran agama tentu biasa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya yakni dengan pendidikan keagamaan di sekolah, madrasah, pesantren atau dalam keluarga.

 

D. Metodelogi Penelitian

Bentuk penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan strategi studi kasus tunggal terpancang. Penelitian ini menggunakan teknik cuplikan yakni purposive sampling atau criterion-based selection. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dan pencatatan dokumen. Untuk mengetahui kesahihan (validitas) data dilakukan dengan triangulasi yaitu triangulasi data, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Analisis penelitian menggunakan model analisis interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.

 

E. Kesimpulan

1. Pemahaman guru mengenai pendidikan karakter di SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta tidak terlepas dari latar belakang sekolah tempat mereka mengajar. Di sekolah Islam, pendidikan karakter sering disamakan dengan pembentukan akhlaqul karimah (akhlak mulia) yang ditanamkan kepada siswa melalui pembelajaran, keteladanan, pembiasaan dan penciptaan lingkungan yang kondusif dan terkontrol. Pendidikan karakter banyak diserap dari ajaran Islam dengan asimilasi model Muhammadiyah sebagai organisasi yang melindunginya. Pendidikan karakter SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta condong pada pendekatan agama Islam. Penanaman nilai-nilai Islami kepada menjadi tujuan dalam pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta sebagai calon generasi bangsa sekaligus bagian dari kader-kader Muhammadiyah. Dengan demikian pendidikan karakter di sekolah Islam Guru berusaha membentuk kepribadian siswa berlandaskan wahyu Allah Swt dengan al-Quran dan Hadis disamping ijtihad sebagai sumber nilai-nilai Islami.

2. Pendidikan karakter di SMA Muhammadiyah dan MA Muallimin Yogyakarta mengacu pada sumber pokok yakni al-Quran dan Sunah/Hadis ditambah dengan ijtihad. Pedoman hidup umat Islam adalah al-Quran dan Sunah/Hadis. Kitab al- Quran merupakan wahyu Allah Swt sedangkan Sunah merupakan keteladanan dari Muhammad Saw sebagai sumber acuan dalam setiap aspek kehidupan umat Islam termasuk dalam hal dunia pendidikan. Kecenderungan ini semakin mengarahkan pendidikan karakter di SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta kepada karakter Islam sebagai keseimbangan antara ilahiyah dan insaniyah.

3. Proses penanaman nilai karakter di SMA Muhammadiyah 1 dan MA Muallimin Yogyakarta dilakukan melalui beberapa cara yakni sebagai berikut:

  1. Melalui proses pembelajaran dengan memadukan nilai pembentuk karakter di setiap proses pembelajaran, metode (diskusi, tanya jawab, dan cooperative learning), nasihat, dan motivasi keteladanan guru dalam kelas.
  2. Melalui keteladanan para tokoh Islam seperti Nabi Muhammad Saw, KH. Ahmad Dahlan dan tokoh Muhammadiyah lainnya. Selain itu keteladanan diberikan juga oleh guru siswa senior kepada juniornya.
Incoming search terms:

Leave a Reply