HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pendekatan Pembelajaran CTL dgn Metode Problem Solving dan Problem Posing

Judul Tesis : Pendekatan Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) dengan Metode Problem Solving dan Problem Posing Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berkomunikasi Verbal

A. Latar Belakang Masalah

Kemampuan berkomunikasi verbal juga diperlukan dalam mempelajari materi sistem pernapasan. Kemampuan berkomunikasi verbal adalah kecakapan siswa dalam menyampaikan pesan yang berupa materi secara tertulis maupun lisan kepada orang lain. Kemampuan berkomunikasi verbal yang baik apabila pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan tidak menimbulkan salah tafsir. Kemampuan berkomunikasi verbal sangat diperlukan pada saat siswa mempresentasikan hasil diskusi baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga konsep/materi menjadi jelas dan tidak menimbulkan salah persepsi.

Berdasarkan uraian di atas dan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus sebagai solusi terhadap permasalahan pembelajaran biologi di SMA Negeri 3 Madiun, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul: “Pendekatan Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dengan metode Problem Solving dan Problem Posing Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berkomunikasi Verb

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pendekatan pembelajaran CTL dengan metode problem solving dan metode problem posing terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Apakah ada pengaruh siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Apakah ada pengaruh siswa yang memiliki kemampuan berkomunikasi verbal aktif dan siswa yang memiliki kemampuan berkomunikasi verbal pasif terhadap prestasi belajar siswa?

C. Kajian Teori

CTL (Contextual Teaching and Learning)

Dasar pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah, belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorintasi target penguasaan terbukti berhasil dalam kompetensi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.

Metode Problem Solving

Istilah problem solving menurut Sumardyono (2007) berasal dari dua kata yaitu problem dan solving. Problem secara harfiah berarti masalah, sedangkan solving adalah pemecahan. Secara umum orang memahami masalah (problem) sebagai kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Namun dalam pembelajaran biologi, istilah “problem” memiliki makna yang lebih khusus. Kata “problem” terkait erat dengan suatu pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan problem solving. Dalam hal ini tidak setiap soal dapat disebut problem atau masalah. Ciri-ciri suatu soal disebut “problem” dalam perspektif ini paling tidak memuat 2 hal yaitu: 1) soal tersebut menantang pikiran (challenging); 2) soal tersebut tidak otomatis diketahui cara penyelesaiannya (nonroutine).

 

D. Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2011 – Mei 2012. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Madiun Tahun Pelajaran 2011/2012.

Sampel penelitian ada 4 kelas terbagi dua kelompok yang diambil secara cluster random sampling. Kelas XI A1 dan XI A4 menggunakan metode problem solving dan kelas XI A2 dan XI A3 menggunakan metode problem posing.

Data dikumpulkan dengan metode tes untuk prestasi belajar kognitif dan kemampuan berpikir kritis, angket untuk kemampuan berkomunikasi verbal, prestasi afektif dan psikomotorik, dan lembar observasi untuk prestasi afektif dan psikomotorik. Data dianalisis menggunakan ANOVA tiga jalan dengan desain faktorial 2x2x2 dengan menggunakan bantuan Software SPSS 18.

E. Kesimpulan

1. Tidak terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran CTL dengan metode problem solving dan problem posing terhadap prestasi belajar siswa baik terhadap aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Pembelajaran biologi dengan pendekatan CTL melalui metode problem solving (PS) dan problem posing (PP) sama baiknya diterapkan dengan nilai rerata kognitif untuk kelas PS = 76,96 dan untuk PP = 72,94, untuk rerata afektif untuk PS = 83,52 dan PP = 83,39, sedangkan untuk rerata psikomotor PS = 82,56 dan PP = 82,00.

2. Terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa baik terhadap aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi memiliki presatsi belajar lebih tinggi dibandingkan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah. Nilai rerata kemampuan berpikir kritis tinggi terhadap prestasi belajar: aspek kognitif = 77,97; afektif = 84,52; psikomotor = 83,03. Nilai rerata kemampuan berpikir kritis rendah terhadap prestasi belajar: aspek kognitif = 70,68; afektif = 81,93; psikomotor = 81,20.

3. Terdapat pengaruh kemampuan berkomunikasi verbal terhadap prestasi belajar siswa untuk aspek kognitif dan tidak ada pengaruhnya terhadap aspek afektif dan psikomotor. Siswa yang mempunyai kemampuan berkomunikasi verbal aktif memiliki prestasi belajar kognitif lebih baik daripada siswa yang memiliki kemampuan berkomunikasi verbal pasif, dengan nilai rata-rata konitif berturut-turut adalah 77,71 dan 72,48.

Leave a Reply