HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Penanda Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Cerpen ”The Killers” Karya Ernest Hemingway

Judul Skripsi : Penanda Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Cerpen ”The Killers” Karya Ernest Hemingway

A. Latar Belakang Masalah

Harimurti, dalam kamus Linguistik (2008: 204) mendefinisikan wacana atau ‘Discourse‘ sebagai satuan bahasa yang lengkap, yaitu dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi ataupun terbesar. Wacana direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh seperti novel, buku seri ensiklopedia, paragraf, atau kalimat yang membawa amanat yang lengkap. Dari definisi tersebut, dapat dipahami bahwa wacana merupakan satuan bahasa di atas tataran kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial. Satuan bahasa tersebut dapat berupa rangkaian kalimat atau ujaran. Selain itu, wacana dapat berbentuk lisan atau tulis dan dapat bersifat transaksional ataupun interaksional.

Dalam peristiwa komunikasi secara lisan, wacana dipandang sebagai proses komunikasi antar penyapa dan pesapa, sedangkan dalam komunikasi secara tulis, wacana terlihat sebagai hasil dari pengungkapan ide/gagasan penyapa. Sedangkan wacana dapat bersifat transaksional artinya wacana dapat melibatkan satu orang saja sebagai penutur, dan sebaliknya wacana bersifat interaksional artinya wacana dapat melibatkan dua atau lebih penutur.

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah kohesi gramatikal pada cerpen ”The Killers”?
  2. Bagaimanakah kohesi leksikal pada cerpen ”The Killers”?
  3. Apa alasan yang melatarbelakangi penggunaan kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dalam cerpen The Killers?

C. Tinjauan Pustaka

Koherensi dalam wacana

Sejalan dengan pandangan bahwa bahasa terdiri atas bentuk (form) dan makna (meaning), maka hubungan antarbagian wacana dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hubungan bentuk yang disebut kohesi (cohesion) dan hubungan makna atau hubungan semantis yang disebut koherensi (coherence). Dengan demikian, wacana yang padu adalah wacana yang apabila dilihat dari segi hubungan bentuk atau struktur lahir bersifat kohesif, dan dilihat dari segi hubungan makna atau struktur batinnya bersifat koheren. (Sumarlam, 2008: 23).

Kohesi

Istilah kohesi mengacu pada hubungan antarbagian dalam sebuah teks yang ditandai oleh penggunaan unsur bahasa sebagai pengikatnya. Halliday dan hasan (1976: 4) menyatakan “The concept of cohesion is a semantic one; it refers to the relations of meaning that exist within the text”. Ini berarti bahwa kohesi itu memungkinkan terjalinnya keteraturan hubungan semantik antara unsur-unsur dalam wacana, sehingga memiliki tekstur yang nyata.

Kohesi Leksikal

Kohesi leksikal adalah hubungan antar unsur dalam wacana secara semantis. Dalam hal ini, untuk menghasilkan wacana yang padu pembicara atau penulis dapat menempuhnya dengan cara memilih kata-kata yang sesuai. dengan isi kewacanaan yang dimaksud. Hubungan kohesif yang diciptakan atas dasar aspek leksikal, dengan pilihan kata yang serasi, yang menyatakan hubungan makna atau relasi semantik antara satuan lingual yang satu dengan satuan lingual yang lain dalam wacana. (Sumarlam, 2008: 35).

Kohesi Gramatikal

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Halliday dan Hasan (1976: 6) membagi kohesi menjadi dua jenis, yaitu kohesi gramatikal (grammatical cohesion) dan kohesi leksikal (lexical cohesion). Aspek gramatikal merupakan segi bentuk atau struktur lahir wacana. Aspek gramatikal wacana meliputi pengacuan (reference), penyulihan (substitution), pelesapan (ellipsis), dan perangkaian (conjunction).

D. Metodelogi Penelitian

Dari hasil analisis data, disimpulkan bahwa wacana cerpen The Killers merupakan sebuah wacana yang padu karena didukung oleh penanda kohesi gramatikal dan leksikal.

Dalam wacana ini ditemukan adanya empat aspek kohesi gramatikal, yaitu referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi.

Kohesi gramatikal ini didominasi oleh penggunaan aspek referensi sebanyak 91,1%, kemudian aspek konjungsi 6,49%, aspek elipsis 2,04%, dan aspek substitusi 0,37%. Selain itu, dalam wacana ini juga terdapat aspek kohesi leksikal, yaitu repetisi sebanyak 22,5%, sinonim 20%, hiponim 12,5%, antonim 32,5%, dan meronimi 12,5%. Masing-masing aspek dari kohesi, baik kohesi gramatikal maupun kohesi leksikal ini memiliki peran dalam pembentukan teks dalam wacana, sehingga wacana dapat tersusun secara koheren.

E. Simpulan

1. Di dalam wacana cerpen The Killers ditemukan empat aspek kohesi gramatikal, yaitu referensi, substitusi, ellipsis, dan konjungsi. Kohesi gramatikal ini didominasi oleh penggunaan aspek referensi atau pengacuan, yakni sebanyak 491 pengacuan, yang terdiri atas pengacuan persona sebanyak 312, pengacuan demonstratif sebanyak 171, dan pengacuan komparatif sebanyak 8. Kemudian, substitusi atau penyulihan merupakan aspek kohesi gramatikal yang paling sedikit jumlahnya dalam wacana ini, yakni sebanyak 2 substitusi klausal. Selanjutnya, ellipsis atau pelesapan sebanyak 11, terdiri atas 5 elipsis nominal, dan 6 elipsis klausal. Dan yang terakhir adalah konjungsi atau perangkaian yaitu sebanyak 35, yang terdiri atas 23 konjungsi aditif, 4 konjungsi adversatif, 6 konjungsi kontinuatif, dan 2 konjungsi temporal. Jadi, secara keseluruhan, kohesi gramatikal dalam wacana cerpen The Killers berjumlah 539. Apabila dipersentasikan maka dalam kohesi gramatikal terdapat sebanyak 91,1% aspek referensi, 0,37% aspek substitusi, 2,04% aspek elipsis, dan 6,49% aspek konjungsi.

2. Dalam wacana cerpen The Killers juga ditemukan kelima jenis kohesi leksikal, yakni repetisi, sinonim / sinonim dekat, hiponimi, antonimi, dan meronimi. Repetisi dalam wacana cerpen ini terdapat dalam 9 kata dan frasa, sinonim atau sinonim dekat sebanyak 8 pasang kata dan frasa, hiponimi dalam 5 kelompok kata dan frasa, antonimi dalam 13 pasang kata dan frasa, dan meronimi dalam 5 kelompok kata dan frasa. Jadi, secara keseluruhan kohesi leksikal dalam wacana cerpen ini berjumlah 40. Apabila dipersentasikan maka dalam kohesi leksikal terdapat sebanyak 22,5% repetisi, 20% sinonimi, 12,5% hiponimi, 32,5% antonimi, dan 12,5% meronimi.

3. Penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal dalam cerpen The Killers dilatarbelakangi oleh beberapa alasan. Pada dasarnya penggunaan beberapa aspek dari kohesi gramatikal dan kohesi leksikal yang mendominasi wacana cerpen ini dilatarbelakangi oleh ciri minimalisme dalam gaya penulisan cerpen Hemingway. Ciri minimalisme ini direalisasikan dalam pengungkapan alur cerita yang didominasi oleh penggunaan dialog-dialog singkat.

Incoming search terms:

Leave a Reply