HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Konteks, dan Inferensi dalam Novel Asmara Tanpa Weweka Karya Widi Widayat

ABSTRAK

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah kohesi dalam wacana novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat? (2) Bagaimanakah koherensi dalam wacana novel ATW karya Widi Widayat? (3) Bagaimanakah konteks dan inferensi dalam novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat? (4) Bagaimanakah kekhasan wacana novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat?

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan kohesi dalam wacana novel berbahasa ATW karya Widi Widayat (2) Mendeskripsikan koherensi dalam wacana novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat. (3) Menjelaskan konteks dan inferensi dalam novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat. (4) Mendeskripsikan kekhasan dari wacana novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat.

Kajian wacana diambil untuk mengungkapkan kohesi dan koherensi yang terdapat dalam novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat, serta mengungkapkan konteks dan inferensi dalam novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat. Teori struktural diambil untuk mengungkapkan mengenai analisis praktik wacana seperti yang terdapat dalam novel berbahasa Jawa ATW karya
Widi Widayat.

Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian yang sifatnya alamiah dan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang, perilaku, atau data-data lainnya yang diamati oleh peneliti. Sumber datanya berupa naskah atau teks novel ATW karya Widi Widayat yang terbit tahun 1964 oleh Fa. Nasional Sala, sedang yang menjadi data dalam penelitian ini adalah data tulis yang berbentuk kalimat-kalimat atau paragraf berbahasa Jawa yang mengandung kohesi dan koherensi dalam wacana novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutannya teknik catat. Setelah data terkumpul data dianalisis dengan menggunakan metode distribusional dan metode padan.

Simpulan hasil penelitian ini yaitu, (1) Penanda kohesi wacana novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat ada dua, yaitu kohesi gramatikal dan leksikal. Penanda kohesi gramatikal meliputi pengacuan, penyulihan, pelesapan, perangkaian. Sedangkan penanda kohesi leksikal meliputi pengulangan, padan kata, sanding kata, hubungan atas-bawah, lawan kata, kesepadanan atau paradigma. (2) Koherensi yang ditemukan dalam wacana novel ATW karya Widi Widayat yaitu koherensi yang bermakna sebab-akibat, bermakna penekanan, bermakna lokasi/kala, penambahan, penyimpulan, dan pertentangan. (3)Konteks dan inferensi yang ditemukan dalam wacana novel ATW karya Widi Widayat yaitu analisis konteks situasi, budaya, dan inferensi. (4) Adanya kekhasan wacana novel berbahasa Jawa ATW karya Widi Widayat.

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa hidup di dalam masyarakat dan dipakai oleh penuturnya untuk berkomunikasi. Kelangsungan hidup sebuah bahasa sangat dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi dalam dan dialami penuturnya. Sebagai makluk sosial, dalam hidup bermasyarakat, manusia tidak akan terlepas dari peristiwa komunikasi. Alat komunikasi yang paling utama adalah bahasa, karena bahasa digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari. Bagi masyarakat tutur Jawa, bahasa Jawa merupakan sarana komunikasi yang digunakan untuk mengungkapkan dan mengemukakan segala sesuatu yang menjadi buah pikiran dan perasaannya.

Bahasa Jawa mempunyai kaidah pemakaian yang bersifat sistemis. Kaidah atau aturan itu merupakan suatu himpunan patokan yang berdasarkan struktur bahasa yang lebih dikenal dengan istilah tata bahasa. Tata bahasa terbagi dalam lima bagian, yaitu tata bunyi (fonologi), tata kalimat (sintaksis), tata bentuk (morfologi) dan semantik serta wacana. Sama halnya dengan alat komunikasi, wacana juga dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu wacana tulis dan wacana lisan. Yang termasuk wacana lisan bisa berupa ceramah, pidato, khotbah, siaran berita berbahasa Jawa, tembang bahasa Jawa seperti macapat, geguritan, dan karawitan. Wacana tulis dapat berupa surat kabar, majalah, buku-buku teks, koran, naskah kuno dan sebagainya.

Penelitian ini berupaya mengupas isi keseluruhan novel sebagai suatu wacana yang padu. Novel Asmara Tanpa Weweka karya Widi Widayat dapat dikategorikan sebagai wacana. Berdasarkan isi dan sifatnya, wacana dapat diklasifikasikan sebagai jenis naratif, prosedural, hartatorik, ekspositorik, dan deskriptif. Dari kelima jenis klasifikasi wacana tersebut, novel Asmara Tanpa Weweka ini cenderung termasuk wacana jenis naratif dan deskriptif. Wacana naratif adalah rangkaian tuturan yang menceritakan atau menyajikan suatu kejadian melalui penonjolan tokoh atau pelaku (orang pertama atau ketiga) dengan maksud memperluas pengetahuan pendengar atau pembaca, sementara wacana deskriptif pada dasarnya berupa rangkaian tuturan yang memaparkan atau melukiskan sesuatu, baik berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan penuturnya.

Novel yang menjadi kajian dalam penelitian ini terdiri dari 52 halaman, belum termasuk pengantar dan halaman pertama yang digunakan untuk penulisan label Asmara Tanpa Weweka. Novel ini terdiri dari empat bab, yaitu bab pertama Tentreming Swasana, bab kedua Kesandhung Godha, bab ketiga Ati Kang Rusak, dan bab keempat Tuwa Musibat.

Penelitian mengenai wacana novel berbahasa Jawa cukup banyak dilakukan. Berikut penelitian yang berhubungan dengan penelitian wacana berbahasa Jawa :
Penelitian dengan judul Aspek Keterpaduan Wacana Bahasa Jawa dalam Tiga Buah Cerkak (Sebuah Analisis Wacana dari Segi Kohesi dan Konstektual) oleh Suranto (1994), membahas bentuk, fungsi, dan makna aspek keterpaduan wacana yang terdapat dalam tiga buah cerkak dengan judul Bedhug, Klanthung Sastrasintring, dan Si Wuragil. Bentuk aspek keterpaduan wacana yang terdapat di dalamnya diwujudkan dengan alat kohesi yang berupa morfem, kata, frasa, atau kalimat. Makna kalimat dalam cerkak tersebut diketahui secara lengkap dengan analisis fungsional.

Analisis Wacana Cerpen (Suatu Pendekatan Mikro dan Makrostruktural) oleh Y. Suwanto 1995, mendeskripsikan wacana cerpen yang berjudul Dia Bernama Paijo karya Martua Radja Pane. Pendekatan makrostruktural berkaitan dengan analisis wacana membahas mengenai pengacuan (referensi), penyulihan (substitusi), pelesapan (elipsis), konjungsi (perangkaian) dan leksikon. Pendekatan makrostruktural melibatkan situasi, kondisi, kepekaan terhadap konteks yang melatarbelakanginya. Juga diungkap mengenai repetisi (pengulangan), kolokasi (sanding kata), dan inferensi.

Analisis Wacana Naskah Drama Radio oleh Nunik Murni Rahayu (1998), membahas mengenai kohesi dan koherensi, mendiskripsikan bentuk dan substitusi penanda kohesi dan koherensi wacana drama radio dalam bahasa Jawa dengan judul Jinising Janji karya Siti Aminah Subanto. Penelitian ini berupa skripsi Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Berikutnya adalah Analisis Wacana Puisi “Jaka Ijo lan Tresnawulan” Karya N. Sakdani Tinjauan dari segi Konteks Kultural dan Situasi serta Aspek Gramatikal dan Leksikal oleh Sumarlam. Analisis ini membahas konteks kultural dan situasi dari puisi ini, dan juga aspek gramatikal dan leksikal yang terdapat dalam puisi tersebut.

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini akan membahas mengenai penanda kohesi dan makna koherensi dalam wacana novel berbahasa Jawa berjudul Asmara Tanpa Weweka dengan alasan yang pertama karena novel Asmara Tanpa Weweka merupakan novel yang mempunyai karakteristik pada bahasa penulisannya yaitu pemakaian ejaan bahasa Jawa lama tanpa adanya perbedaan aksara. Sehingga untuk dapat memahaminya, terlebih dahulu harus mengetahui isi cerita dari novel tersebut. Yang kedua, dari aspek kohesi dan koherensi novel Asmara Tanpa Weweka memiliki semua penanda kohesi dan makna koherensi yang lengkap serta analogi prinsip penafsirannya mempertimbangkan beberapa faktor yang erat hubungannya dengan konteks dan inferensi. Selain itu peneliti juga ingin memahami kohesi dan koherensi dari wacana tersebut.

Widi Widajat termasuk penulis dan pengarang cerita penghibur hati. Widi Widajat dilahirkan di Imogiri pada 10 Mei 1928, telah banyak hasil dari karangan ceritanya yang beredar. Adapun karya-karya novel dari Widi Widajat di antaranya Prawan Semarang terbit tahun 1964 diterbitkan oleh Fa. Penerbit keluarga Soebarno Solo, Prawan Kaosan terbit tahun 1973 diterbitkan oleh TB. K. S. Solo, Dhawet Aju terbit tahun 1964 diterbitkan oleh Fa. Penerbit keluarga Soebarno, Sri Detektif Penganten Wurung terbit tahun 1966 diterbitkan oleh CV. Keng Semarang, Mursal terbit tahun 1966 diterbitkan oleh CV. Keng Semarang, Paukumaning Pangeran terbit tahun 1966 diterbitkan CV. Dawud, Semarang, Asmara Tanpa Weweka terbit tahun 1964 diterbitkan oleh Fa. Nasional Solo.

Incoming search terms:
2 Comments
  1. siapa bisa bantu??
    mau buat skripsi ttg lokusi, ilokusi, perlokusi……
    Lebih mudah analisis novel atau pada radio????????????

    • @muhtar : skripsi yang membahas tentang novel ataupun radio sudah banyak dilakukan… anda bisa memilih berdasarkan ketertarikan dan ketersediaan data yang lebih lengkap, kedua faktor tersebut yang membuat analisis menjadi lebih mudah

Leave a Reply