HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Gagasan Absurditas Dalam L’etranger Karya Albert Camus

Gagasan Absurditas Dalam L'etranger Karya Albert Camus

ABSTRAK

Judul : Gagasan Absurditas Dalam L’Étranger Karya Albert Camus Gagasan absurditas Albert Camus membahas mengenai konfrontasi antara nalar manusia yang selalu mencari jawaban dan kepastian mengenai kehidupan dan dunia yang tidak pernah memberikan jawaban tersebut. Satu-satunya hal yang pasti hanyalah kematian, hal ini membuat Camus mengatakan bahwa hidup yang dijalani manusia di dunia ini adalah sia-sia dan membandingkannya dengan mite Sisifus. Skripsi ini membahas bagaimana gagasan absurditas Camus tersebut ditampilkan dalam L’Étranger, sebuah roman yang bercerita mengenai Meursault, seorang manusia yang hidup tanpa mempedulikan norma-norma masyarakat dan dijatuhi hukuman mati. Pembahasan ini dilakukan baik melalui analisis alur dan pengaluran maupun analisis tokoh serta latar.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Selepas Perang Dunia II, masyarakat Eropa, khususnya Prancis, mengalami situasi yang sangat buruk. Belum sembuh dari luka mendalam yang disebabkan oleh Perang Dunia I, mereka telah diharuskan menghadapi dampak dari kekerasan Perang Dunia II. Perang Dunia II ini, tak hanya menyisakan kerugian material bagi masyarakat Prancis, namun juga merenggut jiwa sanak saudaramereka dan meninggalkan duka yang mendalam.

Realitas dari kehidupan sehari-hari yang pahit menyebabkan timbulnya keraguan dalam benak masyarakat Prancis akan kehidupan yang bahagia. Perang Dunia II yang merenggut kebahagiaan hidup mereka serta merta membuat masyarakat Prancis mempertanyakan kembali arti hidup mereka. Pembunuhan massal, kebrutalan serta penderitaan saat Hitler berkuasa selama Perang Dunia II juga menyebabkan kekosongan spiritual meraja di daratan Eropa.

Bagi kaum intelektual, dunia pada saat itu telah kehilangan artinya. Mereka sudah tidak percaya lagi pada dunianya, mereka tidak bisa optimis lagi memandang dunia ini. Tiba-tiba mereka disadarkan bahwa mereka dihadapkan pada dunia yang menakutkan dan tidak masuk akal, dengan kata lain dunia yang absurd, dunia yang tidak dapat dimengerti. (Esslin, 1971:13) Terlebih lagi, mereka mulai merasakan kesia-siaan dari usaha mereka dalam mempertahankan kehidupan yang pada akhirnya hanya berujung pada kematian. Hal inilah yang mendukung munculnya pemikiran-pemikiran baru, contohnya, pemikiran tentang absurditas oleh Albert Camus.

Incoming search terms:

Leave a Reply