HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Metode Pembelajaran Problem Based Introduction

Pengertian Problem Based Introduction

Model pembelajaran PBI (Problem Based Instruction) merupakan salah satu dari banyak model pembelajaran inovatif. Model ini menyajikan suatu kondisi belajar siswa aktif serta melibatkan siswa dalam suatu pemecahan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah. Melalui PBI ini diharapkan siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah yang disajikan serta dapat memiliki suatu keterampilan dalam memecahkan masalah. Menurut Sugiyanto (2009: 152), peran guru harus sering memfungsikan diri sebagai pembimbing dan fasilitator sehingga siswa dapat belajar untuk berpikir dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Beberapa ahli telah mengungkapkan definisi Problem Based Introduction secara lebih terperinci. Berikut adalah beberapa pendapat para ahli berkaitan dengan PBI:

–          Dewey (Trianto, 2007)

PBI (Problem Based Instruction) adalah interaksi antara stimulus dengan respon, atau dapat pula didefinisikan sebagai sebuah interaksi antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan membantu siswa menyediakan masalah-masalah tertentu, sedangkan sistem syaraf otak membantu menafsirkan bantuan sehingga masalah yang tersedia di lingkungan dapat terpecahkan dengan baik. Pengalaman siswa dalam memecahkan masalah dapat dijadikan sebagai materi untuk memperoleh pengertian.

–          Arends (Trianto, 2007)

PBI (Problem Based Instruction) merupakan pembelajaran di mana siswa mengerjakan masalah secara otentik supaya mereka dapat menyusun pengetahuan mereka sendiri, menyusun sebuah penemuan (inkuiri), keterampilan berpikir tingkat tinggi serta mengembangkan kemandirian dan sifat percaya diri.

 

Ciri-ciri Problem Based Introduction

  1. Mengidentifikasi Masalah,
  2. Mengumpulkan Data,
  3. Menganalisis Data,
  4. Memecahkan Masalah Berdasarkan Pada Data Yang Ada Dan Analisisnya,
  5. Memilih Cara Untuk Memecahkan Masalah,
  6. Merencanakan Penerapan Pemecahan Masalah,
  7. Melakukan Ujicoba Terhadap Rencana Yang Ditetapkan, Dan
  8. Melakukan Tindakan (Action) Untuk Memecahkan Masalah.

 

Kelebihan dan Kekurangan Problem Based Introduction

Kelebihan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pemanfaatannya adalah sebagai berikut.

  1. Mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan kreatif
  2. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
  3. Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar
  4. Membantu siswa belajar untuk mentransfer pengetahuan dengan situasi baru
  5. Dapat mendorong siswa/mahasiswa mempunyai inisiatif untuk belajar secara mandiri
  6. Mendorong kreativitas siswa dalam pengungkapan penyelidikan masalah yang telah ia lakukan
  7. Dengan PBM akan terjadi pembelajaran bermakna.
  8. Dalam situasi PBM, siswa/mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan.
  9. PBM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif siswa/mahasiswa dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.

Kekurangan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pemanfaatannya adalah sebagai berikut.

  1. Kurang terbiasanya peserta didik dan pengajar dengan metode ini. Peserta didik dan pengajar masih terbawa kebiasaan metode konvensional, pemberian materi terjadi secara satu arah.
  2. Kurangnya waktu pembelajaran. Proses PBM terkadang membutuhkan waktu yang lebih banyak. Peserta didik terkadang memerlukan waktu untuk menghadapi persoalan yang diberikan. Sementara, waktu pelaksanaan PBM harus disesuaikan dengan beban kurikulum.
  3. Menurut Fincham et al. (1997), “PBL tidak menghadirkan kurikulum baru tetapi lebih pada kurikulum yang sama melalui metode pengajaran yang berbeda,” (hal. 419).
  4. Siswa tidak dapat benar-benar tahu apa yang mungkin penting bagi mereka untuk belajar, terutama di daerah yang mereka tidak memiliki pengalaman sebelumnya.
  5. Seorang guru mengadopsi pendekatan PBL mungkin tidak dapat untuk menutup sebagai bahan sebanyak kursus kuliah berbasis konvensional. PBL bisa sangat menantang untuk melaksanakan, karena membutuhkan banyak perencanaan dan kerja keras bagi guru. Ini bisa sulit pada awalnya bagi guru untuk “melepaskan kontrol” dan menjadi fasilitator, mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan yang tepat daripada menyerahkan mereka solusi

 

Tujuan Model Problem Based Introduction

Pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) bertujuan untuk:

  1. Membantu siswa mengembangkan ketrampilan berfikir dan ketrampilan pemecahan masalah,
  2. Belajar peranan orang dewasa yang otentik,
  3. Menjadi siswa yang mandiri,
  4. Untuk bergerak pada level pemahaman yang lebih umum, membuat kemungkinan transfers pengetahuan baru,
  5. Mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan kreatif
  6. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
  7. Meningkatkan motivasi belajar siswa
  8. Membantu siswa belajar untuk mentransfer pengetahuan dengan situasi baru
Incoming search terms:

Leave a Reply