HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Metode Pembelajaran Penugasaan (Resitasi)

Pengertian Metode Resitasi

Soekartawi mendefinisikan bahwa metode resitasi adalah suatu cara yang menyajikan bahan pelajaran dengan memberikan tugas kepada siswa untuk dipelajari yang kemudian dipertanggungjawabkan di depan kelas. Juga metode resitasi sering disebut dengan metode pemberian tugas yakni metode dimana siswa diberi tugas khusus di luar jam pelajaran.

Defenisi metode resitasi yang dikemukakan di atas, dapat di deskripsikan bahwa metode resitasi atau pemberian tugas merupakan salah satu cara atau metode mengajar yang menuntut agar siswa dapat berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga ia mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan di luar jam pelajaran.

 

Langkah-langkah Resitasi

Dijelaskan oleh Mulyasa (2007 : 113) bahwa agar metode pemberian tugas terstruktur dapat berlangsung secara efektif, guru perlu memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Tugas harus direncanakan secara jelas dan sistematis, terutama tujuan penugasan dan cara pengerjaannya.
  2. Tugas yang dberikan harus dapat dipahami peserta didik, kapan mengerjakannya, bagaimana cara mengerjakannya, berapa lama tugas tersebut harus dikerjakan, secara individu atau kelompok, dan lain-lain.
  3. Apabila tugas tersebut berupa tugas kelompok, perlu diupayakan agar seluruh anggota kelompok dapat terlibat secara aktif dalam proses penyelesaian tugas tersebut, terutama kalau tugas tersebut diselesaikan di luar kelas.
  4. Perlu diupayakan guru mengontrol proses penyelesaian tugas yang dikerjakan oleh peserta didik. Jika tugas diselesaikan di luar kelas, guru bisa mengontrol proses penyelesaian tugas melalui konsultasi dari peserta didik. Oleh karena itu dalam penugasan yang harus diselesaikan di luar kelas, sebaiknya peserta didik diminta untuk memberikan laporan kemajuan mengenai tugas yang dikerjakan.
  5. Berikanlah penilaian secara proporsional terhadap tugas-tugas yang dikerjakan peserta didik. Penilaian yang diberikan sebaiknya tidak hanya menitikberatkan pada produk (ending), tetapi perlu dipertimbangkan pula bagaimana proses penyelesaian tugas tersebut. Penilaian hendaknya diberikan secara langsung setelah tugas diselesaikan, hal ini disamping akan menimbulkan minat dan semangat belajar peserta didik, juga menghindarkan bertumpuknya pekerjaan peserta didik yang harus diperiksa.

 

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Resitasi

Kelebihan Metode Resitasi

  1. Peserta didik belejar membiasakan untuk mengambil inisiatif sendiri dalam segala tugas yang diberikan.
  2. Meringankan tugas pendidik yang diberikan
  3. Dapat mempertebal rasa tanggung jawab karena hasil-hasil yang dikerjakan dipertanggung jawabkan dihadapan pendidik.

Kekurangan Metode Resitasi

  1. Peserta didik yang terlalu bodoh sukar sekali belajar.
  2. Kemungkinan tugas yang diberikan tapi dikerjakan oleh orang lain.
  3. Kadang-kadang peserta didik menyalin atau meniru pekerjaan temannya sehingga pengalamannya sendiri tidak ada.

 

Fase-fase Pembelajaran Resitasi

Dengan metode resitasi terdapat tiga fase:

  1. Pendidik memberikan tugas. Tugas yang diberikan oleh pendidik harus sesuai dengan kemampuan peserta didik. Dalam pelaksanaan tugas itu kemungkinan peserta didik akan menjawab dan menyelesaikan suatu bentuk hitungan dan adapula berbentuk sesuatu yang harus diselesaikan, adapula berbentuk sesuatu yang baik dari berbagai aspek.
  2. Peserta didik melaksanakan tugas (belajar) cara peserta didik belajar akan terlaksana denganan baik apa bila dia belajar sesuai dengan tujuan yang hendak di capai.
  3. Peserta didik mempertanggung jawabkan hasil,pekerjaannya (resitasinya). Resitasi itu juga akan wajar apabila sesui dengan tujuan pemberian tugas.

 

Unsur-unsur Dalam Model Resitasi

Metode ini mengandung tiga unsur, antara lain :

  1. Pemberian tugas
  2. Belajar
  3. Resitasi
Incoming search terms:

Leave a Reply