HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembelajaran Kontekstual terhadap Prestasi Belajar Barisan dan Deret dari Kemampuan Awal

Judul Skripsi : Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual terhadap Prestasi Belajar Barisan dan Deret Ditinjau dari Kemampuan Awal

 

A. Latar Belakang Masalah

Permasalahan rendahnya prestasi belajar matematika yang sering dihadapi dalam pembelajaran di SMA adalah pada siswa –siswa jurusan Ilmu Sosial ( IS). Nilai rata-rata pelajaran matematika siswa jurusan Ilmu Sosial (IS) masih jauh dibawah dari nilai ratarata siswa jurusan Ilmu Alam (IA). Ini terbukti pada nilai rata-rata Ujian semester ganjil tahun ajaran 2006/2007 di Kabupaten Sragen. Nilai rata-rata siswa jurusan Ilmu Sosial (IS) adalah 6,02 sedangkan nilai rata-rata matematika jurusan Ilmu Alam (IA) adalah 6,85. Apakah rendahnya prestasi belajar matematika pada siswa jurusan ilmu sosial disebabkan oleh kemampuan awal yang tendah. Hal ini dapat dilihat dari angket yang peroleh dari 220 responden siswa jurusan ilmu sosial. 83 responden mengatakan bahwa mereka masuk program jurusan ilmu sosial karena tidak lolos pada seleksi jurusan ilmu alam. Ini disebabkan karena nilai-nilai mata pelajaran program ilmu alam yang didalamnya termasuk matematika tidak memenuhi syarat. Ini berati kemampuan awal siswa jurusan ilmu sosial lebih rendah dibanding dengan siswa jurusan ilmu alam.

Materi pelajaran matematika yang diajarkan di kelas XII ilmu sosial diantaranya; integral, program linier, matriks serta barisan dan deret. Dari keempat pokok bahasan tersebut yang paling mendukung dalam program ilmu sosial adalah barisan dan deret , alasanya adalah barisan dan deret digunakan sebagai dasar dalam menghitung buga tunggal maupun bunga majemuk pada dunia perbangkan. Pemahaman siswa pada pokok bahasan ini perlu ditingkatkan karena sangat mendukung peningkatan prestasi materi pelajaran ilmu- ilmu sosial.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah prestasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran kontekstual lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung?
  2. Apakah prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang atau rendah dan apakah prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah?
  3. Pada masing-masing klasifikasi kemampuan awal, apakah prestasi belajar siswa pada model pembelajaran kontekstual lebih dari pada model pembelajaran langsung?

 

C. Landasan Teori

Belajar Matematika

Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan. Tujuan belajar matematika dapat dilihat dari kemampuan seseorang memfungsionalkan materi matematika yang dipelajari, baik secara konseptual maupun secara praktik. Secara konseptual dimaksudkan dapat mempelajari matematika lebih lanjut, sedangkan secara praktik dimaksudkan menerapkan matematika pada bidang lain.

 

Prestasi Belajar

Syaiful Bachri (1994 : 23) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah yang diperoleh dari suatu aktifitas yang mengakibatkan perubahan dalam individu,sedangkan menurut Muhibbin Syah dalam bukunya Psikologi Pendidikan (1995 : 141) mengungkapkan bahwa prestasi belajar adalah alat ukur yang banyak digunakan untuk menentukan taraf keberhasilan proses belajar mengajar.

 

Pembelajaran Kontekstual pada Matematika

Pembelajaran matematika kontekstual telah berkembang dinegara-negara lain dengan berbagai nama, di Belanda dengan nama RME (Realistic Mathematics Education), di Amerika berkembang dengan nama CTL (Contextual Teaching Learning in Mathematics) atau CME (Contextual Methematics Education).Di Belanda RME telah berkembang sejak Tahun 1970-an, namun usaha pengembangannya masih terus berlanggung hingga kini. Model pembelajaran kontekstual adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek akademik dengan konteks dalam kehidupan sehari-hari mereka, yaitu dengan konteks keadaan pribadi, sosial dan budaya mereka (Jonhson E.B: 2006 : 67).

 

Kemampuan Awal Siswa

Kemampuan awal adalah sebuah potensi yang dimiliki oleh siswa dalam melakukan sesuatu yang sebelumnya sudah dipelajari atau dilatih sehingga menunjukkan kemampuannya dengan sebuah prestasi. Dalam hal ini prestasi yang dimiliki siswa minimal sama untuk sebelum dan sesudah pembelajaran.

 

D. Metode Penelitian

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII.IS SMA Negeri di Sragen Propinsi Jawa Tengah.

Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Banyak anggota sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 159 siswa kelas XII. IS SMA Negeri.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan metode dokumentasi.Instrumen yang digunakan untuk mengetahui prestasi belajar siswa adalah tes pilihan ganda. Untuk menguji validitas intrumen dilakukan oleh pakar atau validator. Untuk uji konsistensi internal menggunakan korelasi momen produk dari Karl Pearson. Sedangkan untuk uji reliabilitas tes menggunakan metode Kruder-Richardson 20.

Prasarat analisis menggunakan uji Liiliefors untuk uji normalitas, uji homogenitas menggunakan uji Bartlet.

Dengan taraf signifikan a =0,05 disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Dari perhitungan uji homogenitas disimpulkan bahwa penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi homogen.

 

E. Kesimpulan Tesis

1. Prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran kontekstual lebih baik dari pada prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran langsung.

2. Prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang atau rendah dan prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah.

3. Pada klasifikasi kemampuan awal tinggi dan sedang pada model pembelajaran kontekstual sama baiknya dengan model pembelajaran langsung terhadap prestasi belajar siswa, sedangkan pada kemampuan awal rendah pada model pembelajaran kontekstual lebih baik dari pada model pembelajaran langsung terhadap prestasi belajar siswa.

Leave a Reply