HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembahasan Lengkap Teori E-Filing menurut Para Ahli dan Contoh Tesis E-Filing

Gambaran dari  E-Filing

1. Sejarah E-Filing

e-Filing adalah sebuah layanan pengiriman atau penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) secara elektronik baik untuk Orang Pribadi (OP) maupun Badan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggunakan jaringan internet melalui ASP (Application Service Provider) atau Penyedia Jasa Aplikasi lainnya, sehingga WP tidak perlu lagi melakukan pencetakan semua formulir laporan.

Pembahasan Lengkap Teori E-Filing menurut Para Ahli dan Contoh Tesis E-Filing

Penyampaian SPT melalui pelayanan e-filing atau e-SPT pertama kali diatur dengan keputusan dirjen pajak melalui KEP- 05/PJ./2005 tentang tata cara penyampaian Surat Pemberitahuan secara elektronik (e-filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP). Adapun beberapa Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP). Selain 2 (dua) jenis SPT Tahunan WP OP 1770 S dan 1770 S, untuk jenis SPT lainnya dilaporkan melalui Penyedia Jasa Aplikasi (Application Service Provider-ASP) yang telah ditunjuk oleh Dirketorat Jenderal Pajak

2. Motivasi Penyampaian Melalui E-Filing

Beberapa orang mengatakan bahwa penyampaian laporan SPT Tahunan melalui e-filing adalah dalam rangka kepedulian Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap lingkungan  sehingga salah satunya sistem e-filing yang akhirnya tidak banyak menggunakan volume berkas fisik kertas dokumen.

Adapun motivasi sebenarnya adalah dalam rangka menyesuaikan perkembangan teknologi informasi serta meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak. Maka Direktorat Jenderal Pajak  memberi kemudahan kepada wajib pajak dalam penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan khususnya bagi wajib pajak Orang Pribadi (OP) yang menggunakan formulir 1770S dan 1770SS yaitu melalui e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yaitu www.pajak.go.id .

 

3. Dasar Hukum E-Filing

  • PMK – 181/PMK.03/2007 tentang Bentuk dan Isi SPT, Serta Tata Cara Pengambilan, Pengisian, Penandatanganan, dan Penyampaian SPT stdd PMK-152/PMK.03/2009.
  • PER – 1/PJ/2014 tanggal 6 Januari 2014 tentang Tata Cara Penyampaian SPT Tahunan bagi wajib pajak Orang Pribadi (OP) yang menggunakan formulir 1770S dan 1770SS yaitu melalui e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

 

Teori-teori dari gambar model teori

1. Beberapa Istilah sehubungan E-Filing

Beberapa istilah yang perlu dipahami sehingga memudahkan untuk memahami e-Filing diantaranya adalah memahami pengertian sebagai berikut :

  • E-SPT, adalah data SPT Wajib Pajak dalam bentuk Elektronik yang dibuat oleh wajib pajak dengan menggunakan aplikasi e-SPTyang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
  • E-Filling, adalah suatu cara penyampaian SPT Tahunan secara elektronik yang dilakukan secara onlinedan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak  (pajak.go.id) atau penyedia jasa aplikasi atau Application Service Provider (ASP).
  • E-FIN (Electronic Filing Identification Number), adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak kepada wajib pajak yang mengajukan permohonan untuk melaksanakan e-filling.
  • Tentang Bukti Penerimaan Elektronik (BPE), adalah informasi yang meliputi nama, NPWP, tanggal, jam, Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) yang tertera pada hasil cetakan bukti penerimaan dalam hal e-fillingdilakukan melalui website DJP atau informasi yang meliputi nama, NPWP, tanggal, jam, Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) dan Nomor Transaksi Pengiriman ASP (NTPA) serta nama Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi, yang tertera pada hasil cetakan SPT Induk dalam hal e-fillingdilakukan melalui Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP).
  • Tanda tangan elektronik atau tanda tangan digital adalah informasi elektronik yang dilekatkan dan memiliki hubungan langsung  atau terasosiasi pada suatu informasi elektronik lain termasuk sarana administrasi perpajakan yang ditujukan oleh wajib pajak untuk menunjukan identitas dan status yang bersangkutan.
  • Kode verifikasi adalah sekumpulan angka atau huruf atau kombinasi angka dan huruf yang di-generate oleh sistem DJP yang digunakan untuk keamanan dalam proses e-filing melalui website DJP (pajak,go.id).
  • Notifikasi adalah pemberitahuan kepada wajib pajak  mengenai status e-SPT disampaikan secara e-filing  melalui website DJP.
  • Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) adalah nomor yang tertera pada bukti penerimaan negara yang diterbitkan melalui Modul Penerimaan Negara.

2. Kriteria Pengguna dan Prosedur E-Filing

Bagi wajib pajak orang pribadi (WP OP) yang memenuhi kriteria 1770-S (WP OP yang mempunyai penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja dari dalam negeri lainnya atau yang dikenakan PPh Final dan atau bersifat final) dan 1770-SS (WP OP  yang mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasilan bruto tidak lebih dari Rp. 60.000.000,-) dapat menggunakan e-filing dalam penyampaian SPT Tahunannya.  Adapun prosedur dan tahapan yang harus dilakukan bagi wajib pajak yang ingin menggunakan e-filing ini adalah melakukan hal sebagai berikut :

Wajib pajak harus memiliki E-FIN, e-FIN diperoleh dengan cara  mengajukan secara tertulis permohonan untuk mendapatkan e-FIN (Electronic Filing Identification Number) secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat oleh wajib pajak sendiri atau oleh kuasa dengan menggunakan formulir yang ditentukan.

Permohonan dengan menyertakan :

  1. Asli kartu identitas diri wajib pajak atau kuasanya untuk ditunjukan kepada petugas pajak.
  2. Fotokopi identitas diri wajib pajak dan fotokopi NPWP atau surat keterangan terdaftar wajib pajak, dan
  3. Surat kuasa bermaterai sebagai lampiran formulir permohonan e-FIN dalam hal permohonan disampaikan oleh kuasa wajib pajak.
  4. Permohonan dianggap lengkap apabila nama dan NPWP yang tercantum sesuai dengan nama dan NPWP dalam Master File nasional DJP.
  5. KPP harus menerbitkan e-FIN paling lama 1 (satu) hari kerja sejak permohonan diterima lengkap dan benar.
  6. E-FIN yang sudah jadi disampaikan secara langsung kepada wajib pajak atau kuasa wajib pajak.
  7. Setelah memiliki e-FIN maka wajib pajak harus mendaftarkan diri melalui website DJP yaitu www.pajak.go.id paling lama 30 hari kalender sejak diterbitkannya e-FIN. Apabila tidak mendaftar lebih dari 30 hari kalender maka e-FIN yang telah diterbitkan tidak dapat digunakan lagi.
  8. Pendaftaran dilakukan dengan mencantumkan a. Alamat surat elektronik (e-mail address); b. Nomor telepon genggam (handphone) untuk pengiriman kode verifikasi, notifikasi dan Bukti Penerimaan Elektronik.
  9. Apabila telah mendaftarkan diri maka wajib pajak dapat menyampaikan SPT Tahunan secara e-filing dengan cara mengisi aplikasi e-SPT dengan benar, lengkap, dan jelas.
  10. Apabila hasil pengisian aplikasi e-SPT menunjukkan status kurang bayar, maka wajib pajak harus mencantumkan NTPN atas pembayaran PPh Pasal 29 sebagai bukti pembayaran.
  11. Wajib pajak yang telah mengisi aplikasi e-SPT meminta kode verifikasi pada website DJP tersebut.
  12. Hasil pengisian aplikasi e-SPT dibubuhi tanda tangan elektronik atau tanda tangan digital dengan cara memasukan kode verifikasi yang diperoleh dari DJP.
  13. Hasil pengisian aplikasi e-SPT dinyatakan lengkap apabila seluruh elemen  data digitalnya telah diisi.
  14. Apabila hasil pengisian aplikasi e-SPT dinyatakan lengkap maka kepada wajib pajak diberikan bukti penerimaan elektronik sebagai tanda terima penyampaian SPT Tahunan.
  15. Bukti penerimaan elektronik disampaikan kepada wajib pajak melalui alamat surat elektronik (e-mail address).
  16. Wajib pajak mendapatkan notifikasi atas setiap penyampaian SPT Tahunan secara e-filing melalui websitet DJP.

3. Aplikasi E-Filing Online Pajak

Untuk menghindari sekian persoalan pada aplikasi efiling, Anda dapat menggunakan OnlinePajak. Aplikasi efiling yang ditawarkan OnlinePajak lebih mudah digunakan dan minim eror. Berikut ini sejumlah keunggulan OnlinePajak dibandingkan aplikasi pajak sejenis:

  1. Bukti pelaporan pajak (BPE/NTTE) resmi dari DJP
  2. Gratis selamanya
  3. Dapat digunakan untuk melaporkan semua jenis pajak
  4. Mudah menemukan bukti pelaporan pajak
  5. Aman
  6. Hitung-setor-lapor cukup dari satu aplikasi
  7. Dilengkapi dengan fitur impor data.

 

Contoh Tesis yang membahas tentang E-Filing

Adapun contoh tesis yang membahas mengenai E-Filing antara lain:

Contoh Tesis 1 : Pengaruh Penerapan Sistem E-Filling Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Pemahaman Internet Sebagai Variabel Pemoderasi Pada Kpp Pratama Klaten

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penerapan Sistem E- Filling terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dengan Pemahaman Internet sebagai Variabel Pemoderasi pada KPP Pratama Klaten. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner (Primer) yang dibagikan kepada Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Pratama Klaten dengan metode sampling incidental. Populasi penelitian ini adalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar sebagai Wajib Pajak e-filling di KPP Pratama Klaten. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 103 responden. Kuesioner di uji valditas dan uji reliabilitas sebelum penelitian. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas, dan uji linearitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah regresi linier sederhana dan Moderated Regression Analysis.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penerapan Sistem E-Filling berpengaruh postif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Hal ini dibuktikan melalui analisis regresi linier sederhana yang diperoleh nilai R Square sebesar 0,358, yang dapat diartikan bahwa besarnya pengaruh Penerapan Sistem E-Filling terhadap Kepatuhan Wajib Pajak adalah 35,8%. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikansi lebih kecil dari level of significant yaitu 0,000 < 0,05. (2) Pemahaman Internet dapat memoderasi pengaruh Penerapan Sistem E- Filling terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Hal tersebut dibuktikan melalui Moderated Regression Analysis yang memberikan nilai koefisien sebesar 0,071, yang dapat diartikan Pemahaman Internet dapat memoderasi pengaruh Penerapan Sistem E-Filling terhadap Kepatuhan Wajib Pajak sebesar 71%. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikan lebih kecil dari level of significant yaitu 0,005 < 0,05.

 

Contoh Tesis 2 : Perilaku Wajib Pajak Orang Pribadi dalam Penggunaan Sistem Informasi E-Filing : Sebuah Pendekatan Fenomenologi

Pada penelitian ini tahun 2017 menyatakan bahwa Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku wajib pajak dalam penggunaan sistem informasi perpajakan (e-filling). Penelitian ini bersifat kualitatif  dengan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk memahami fenomena secarra komprehensif dan mendalam dengan menekankan pada subjektivitas dan mengungkapkan inti dari pengalaman melalui penggabungan antara noerma (objektivitas) dan noesis (subjectivitas) informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawncara dan observasi langsung terhadap informan wajib pajak yang menggunakan sistem informasi e-filling.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku enggan dalam penggunaan sistem informasi e-filling disebabkan karena kurangnya pemahaman wajib pajak terkait penggunaan e-filling, selain itu wajib acuh dalam penggunaan e-filling karena faktor kesibukan. Wajib pajak merasa belum memahami sepenuhnya penggunaan e-filling, selain itu wajib pajak untuk menggunakan e-filling itu sangat rendah. Rasa takut wajib pajak atas penggunaan e-filling merupakan dampak dari tidak tersedianya bandwidth atau kecepatan internet.

 

Contoh Tesis 3: Pengaruh Penerapan E-Filing, Tingkat Pemahaman Perpajakan Dan Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di KPP Pratama Yogyakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh penerapan e-filing terhadap kepatuhan wajib pajak. (2) Pengaruh tingkat pemahaman perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. (3) Pengaruh kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. (4) Pengaruh penerapan e-filing, tingkat pemahaman perpajakan dan kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Populasi penelitian ini adalah Wajib Pajak pengguna e-filing di KPP Pratama Yogyakarta dengan sampel sebanyak 70 responden. Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner.Teknik pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Penerapan e-filing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan nilai koefisien determinasi 0,454. (2) Tingkat pemahaman perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan koefisien determinasi 0,444. (3) Kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan nilaikoefisien determinasi 0,621. (4) Penerapan e-filing, tingkat pemahaman perpajakan dan kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dengan Nilai F hitung lebih besar dari F tabel yaitu 59.820>3,94.

 

Contoh Tesis 4: Analisis Perilaku Wajib Pajak terhadap Penerapan Sistem E-Filing Direktorat Jenderal Pajak

Untuk meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak, Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2005 meluncurkan sistem pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak secara online dan real time berbasiskan Internet yang disebut e-filing. Dalam perjalanannya hingga saat ini e-filing kurang populer dilihat dari jumlah Wajib Pajak yang menggunakannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah sistem e-fiing dapat diterima oleh Wajib Pajak dan bagaimana perilaku penerimaannya berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan analisis jalur Structural Equation Modelling berbasis Variance (Partial Least Square) dengan alat bantu perangkat lunak SmartPLS versi 2.0. Hasil pengujian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penerimaan Wajib Pajak terhadap e-filing adalah persepsi kegunaan, persepsi kemudahaan penggunaan, sikap terhadap penggunaan, kesukarelaan menggunakan dan norma subyektif. Faktor-faktor lain seperti persepsi kemampuan mengontrol, persepsi resiko, pengalaman menggunakan dan jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap niat perilaku untuk menggunakan e-filing. Mayoritas responden menyatakan bahwa efiling dapat diterima sebagai sistem pelaporan pajak secara online dan real time.

 

Contoh Tesis 5:  Efektivitas Penggunaan e-Filing dalam Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi

Pelaporan pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan Negara dan pembangunan nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana Efektivitas penggunaan e-Filing dalam pelaporan SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data Deskriptif kualitatif, yaitu teknik analisis data dengan mendeskripsikan data yang diperoleh secara menyeluruh yaitu dimulai dari tata cara pendaftaran, pelaporan serta dokumen bukti pelaporan secara elektronik yang ada pada Kantor Konsultan Pajak I Wayan Artayasa, SE., Ak.

Hasil penelitian ini menunjukkan efektivitas penggunaan e-Filing dalam pelaporan SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi yaitu secara sistem, pelaporan pajak lebih efektif dalam hal pelaporan pajak tahunan dan lebih akurat karena system membimbing wajib pajak dalam pengisian surat pemberitahuan tahunan (SPT Tahunan). Secara prosedur, pelaporan pajak lebih mudah karena pengisian SPT dalam bentuk wizard serta lebih cepat karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja yaitu 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu karena memanfaatkan jaringan internet.

Contoh Tesis 6 : Analisis Perilaku Wajib Pajak Dalam Menggunakan E- Filing Berdasarkan Unified Theory Of Acceptance And Use Of Technology (UTAUT) (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara)

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan sistem e-Filing dan pengaruhnya dalam dunia perpajakan Indonesia. Untuk menguji hal tersebut, model Venkatesh et al., (2003) dipakai sebagai alat analisis. Alasan dilakukan penelitian adalah karena: pertama, sistem e-Filing telah cukup lama diterapkan dalam pelaporam perpajakan. Kedua, masih kurangnya wajib pajak yang menggunakan e-Filing. Ketiga, terdapat ketidakkonsistenan beberapa hasil penelitian sebelumnya sehingga perlu dilakukan pengujian kembali.

Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari persepsi individu wajib pajak pemakai sistem e-Filing pada kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada para wajib pajak pemakai e-Filing. Sebanyak 104 kuesioner yang dapat diolah dari 128 kuesioner yang disebar. Analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan menggunakan software SPSS 21.0

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja berpengaruh posistif dan signifikan terhadap niat menggunakan e-Filing. Sedangkan ekspektasi usaha dan pengaruh sosial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap niat menggunakan e-Filing. Sementara itu, niat menggunakan e-Filing berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku menggunakan e-Filing. Sedangkan Kondisi memfasilitasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku wajib pajak dalam menggunakan e-Filing.

 

Contoh Tesis 7 : Implementasi Electronic Filing System (E-Filing) dalam Praktik Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) di Indonesia

Penerimaan pajak merupakan sumber pendapatan negara yang semakin hari semakin penting. Berbagai terobosan yang terkait dengan aplikasi Teknologi Informatika dalam kegiatan administrasi perpajakan pun terus dilakukan guna meningkatkan dan mengoptimalkan pelayanan kepada Wajib Pajak. Berdasarkan hal tersebut maka di-introduksikanlah Electronic Filing System guna memudahkan Wajib Pajak dalam menyampaikan Surat Pemberitahuannya.  Namun pada kenyataannya, Indonesia belum memiliki peraturan perundang-undangan yang mengatur secara lengkap mengenai Informasi dan Transaksi yang dilakukan secara elektronik. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana proses pelaksanaan e-Filing dalam praktik penyampaian Surat Pemberitahuan oleh Wajib Pajak serta untuk mengetahui perlindungan hukum yang diberikan kepada Wajib Pajak yang menggunakan sistem ini. Di samping itu juga untuk menganalisa mengenai keabsahan tanda Bukti Penerimaan Surat Pemberitahuan elektronik yang diterima oleh Wajib Pajak.

Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris, yaitu penelitian yang mengutamakan penelitian lapangan dan wawancara terhadap Wajib Pajak yang telah menggunakan sistem e-Filing serta pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan pelaksanaan sistem ini untuk memperoleh data primer.  Setelah dilakukan penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa sistem e-Filing terbukti cepat, akurat, efisien dan efektif karena Wajib Pajak dapat langsung menyampaikan Surat Pemberitahuannya secara on-line tanpa harus ke Kantor Pelayanan Pajak dan akan menerima konfirmasi laporan yang telah disampaikan, langsung pada saat laporan tersebut diterima (real time). Untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan data yang telah disampaikan maka diberikanlah e-FIN dan Digital Sertificate kepada Wajib Pajak. Selain itu, juga diberikan tanda Bukti Penerimaan Surat Pemberitahuan elektronik berupa print out Induk SPT elektronik yang memuat informasi akurat, yang meliputi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Tanggal dan Jam Transaksi, Nomor Transaksi Penyampaian Surat Pemberitahuan (NTPS), Nomor Transaksi Pengiriman ASP (NTPA) serta nama Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP). Print out tanda Bukti Penerimaan SPT elektronik ini merupakan alat bukti yang sah. Walaupun pihak yang berwenang telah memberikan jaminan keamanan data, disarankan agar Wajib Pajak selalu membuat back up atas data yang di upload maupun hasil print out dari sistem e-Filing ini.

 

Contoh Tesis 8 : Analisis Perilaku Penerimaan Wajib Pajak terhadap Penggunaan E-Filling (Kajian Empiris di Wilayah Kota Semarang)

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Dody dan Zulaikha (2007) dan telah dimodifikasi oleh Peneliti. Tujuan penelitian ini untuk menguji Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean pada system e-filling. Variabelvariabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kualitas sistem, kualitas informasi, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dampak individual, dan dampak organisasional.

Penelitian ini merupakan studi empiris yang menggunakan teknik random sampling dalam pengumpulan data. Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Subjek penelitian ini adalah Wajib Pajak yang menggunakan e-filling di Semarang. Analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan program AMOS 16.0.

Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa semua hipotesis diterima. Hipotesis 1 menunjukkan bahwa kualitas informasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Hipotesis 2 menunjukkan bahwa kualitas sistem secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Hipotesis 3= menunjukkan bahwa kualitas informasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem. Hipotesis 4 menunjukkan bahwa kualitas sistem secara signifikan berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem. Hipotesis 5 menunjukkan bahwa kepuasan pengguna secara signifikan berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem. Hipotesis 6 menunjukkan bahwa penggunaan sistem secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Hipotesis 7 menunjukkan bahwa penggunaan sistem secara signifikan berpengaruh positif terhadap dampak individual. Hipotesis 8 menunjukkan bahwa kepuasan pengguna secara signifikan berpengaruh positif terhadap dampak individual. Hipotesis 9 menunjukkan bahwa dampak individual secara signifikan berpengaruh positif terhadap dampak organisasional.

Contoh Tesis 9 : Analisis Perilaku Penerimaan Wajib Pajak terhadap Penggunaan E-Filling

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Dody dan Zulaikha (2007) dan telah dimodifikasi oleh Peneliti. Tujuan penelitian ini untuk menguji Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean pada system e-filling. Variabelvariabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kualitas sistem, kualitas informasi, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dampak individual, dan dampak organisasional.

Penelitian ini merupakan studi empiris yang menggunakan teknik random sampling dalam pengumpulan data. Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner. Subjek penelitian ini adalah Wajib Pajak yang menggunakan e-filling di Semarang. Analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan program AMOS 16.0.

Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa semua hipotesis diterima. Hipotesis 1 menunjukkan bahwa kualitas informasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Hipotesis 2 menunjukkan bahwa kualitas sistem secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Hipotesis 3 menunjukkan bahwa kualitas informasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem. Hipotesis 4 menunjukkan bahwa kualitas sistem secara signifikan berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem. Hipotesis 5 menunjukkan bahwa kepuasan pengguna secara signifikan berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem. Hipotesis 6 menunjukkan bahwa penggunaan sistem secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Hipotesis 7 menunjukkan bahwa penggunaan sistem secara signifikan berpengaruh positif terhadap dampak individual. Hipotesis 8 menunjukkan bahwa kepuasan pengguna secara signifikan berpengaruh positif terhadap dampak individual. Hipotesis 9 menunjukkan bahwa dampak individual secara signifikan berpengaruh positif terhadap dampak organisasional.

Contoh Tesis 10 : Pengaruh E-Filing, E-Biliing, dan E-Tax Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-filing, e-billing, dan e-tax terhadap kepatuhan wajib pajak,. Penelitian ini dilakukan dengan metode xviiariab dengan kuesioner kepada wajib pajak. Total responden dari penelitian ini berjumlah 130 responden. Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa variable e-filing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesadaran wajib pajak, sedangkan xviiariable e-billing dan etax tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?