HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pembahasan Lengkap Teori Analisis SOAR menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Analisis SOAR

Gambaran dari Analisis SOAR

Pengertian SOAR

Stavros, Cooperrider, dan Kelly (2003) menawarkan konsep SOAR  (Strengths, Opportunities,  Aspirations,  Results)  sebagai alternatif terhadap analisis SWOT, yang berasal dari pendekatan Appreciative  Inquiry  (AI).  Pendekatan  ini  mulai  dipopulerkan  oleh David   Cooperrider,   dalam   bukunya   Introduction  to Appreciative Inquiry (1995). Beliau sebelumnya sudah menulis dalam disertasi doktoralnya Appreciative Inquiry: Toward a Methodology for Understanding  and  Enhancing  Organizational  Innovation, di Universitas  Case  Western  Reserve,  Ohio.  Sehingga  boleh  dibilang, beliau adalah pelopor dan yang mempopulerkan pendekatan ini. Model SOAR mengubah analisis SWOT, yang sudah sangat mapan, dalam hal faktor-faktor  kekurangan  (weakness)  internal organisasi  serta  ancaman  (threats)  eksternal  yang  dihadapinya  ke dalam  faktor-faktor  aspirasi  (aspiration)  yang  dimiliki  perusahaan serta hasil (results) terukur yang ingin dicapai. Model analisis ini beranggapan  bahwa  faktor  kekurangan  dan  ancaman  dapat memunculkan perasaan negatif bagi para anggota organisasi, sehingga menurunkan motivasi mereka untuk berbuat yang terbaik. Dalam kerangka kerja SOAR, sebanyak mungkin stakeholder dilibatkan, yang didasarkan pada integritas para anggotanya. Masalah integritas menjadi sangat penting karena para stakeholder harus menyadari asumsi-asumsi yang menjadi dasar penggerak bagi para pemimpin organisasi.

Strength (S) Hal-hal yang menjadi kekuatan serta aset terbesar yang dimiliki diungkapkan,   baik  aset  yang  berwujud   maupun   aset  yang  tidak berwujud. Tujuan pengungkapan ini adalah untuk memberikan penghargaan terhadap segala hal-hal positif yang dimiliki, yang pasti akan selalu dimiliki baik oleh individu maupun organisasi. Kekuatan inilah  yang  akan  terus  dikembangkan   demi  kemajuan   organisasi maupun individu di masa depan

Opportunities (O) Berarti dilakukannya analisis terhadap lingkungan eksternal guna mengidentifikasi peluang terbaik yang dimiliki  serta dapat dimanfaatkan oleh organisasi Lingkungan eksternal adalah sebuah wilayah yang penuh dengan berbagai macam  kemungkinan dan peluang. Salah satu syarat bagi keberhasilan suatu perusahaan adalah kemampuannya memaksimalkan peluang yang dimiliki. Hal ini mensyaratkan adanya cara pandang yang positif dalam memandang lingkungan eksternal yang berubah dengan sangat cepat

Aspirations (A) Para  anggota  organisasi  berbagi  aspirasi  dan  merancang  kondisi masa  depan  yang  mereka  impikan,  yang  dapat  menimbulkan  rasa percaya diri dan kebanggaan baik terhadap diri sendiri, pekerjaan, departemen, maupun organisasi secara keseluruhan. Saling berbagi aspirasi ini menjadi hal yang sangat penting guna menciptakan  visi, misi serta nilai yang disepakati bersama, yang menjadi panduan bagi perjalanan organisasi menuju masa depan.

Results (R) Berarti menentukan ukuran dari hasil-hasil yang ingin dicapai (measurable results) dalam perencanaan strategis, guna mengetahui sejauh  mana  pencapaian  dari  tujuan  yang  telah  disepakati  bersama. Agar para anggota  organisasi  merasa  termotivasi  dalam usaha mencapai  tujuan  yang  telah  ditetapkan  ini,  maka  perlu  dirancang sistem pengakuan (recognition) dan reward yang menarik.

Metode SOAR

Metode SOAR (Strengths, opportunities, aspirations, results), merupakan meode yang baru disbanding SWOT yang sudah lama dan sudah mendarah daging pada manusia. Namun, SOAR muncul pada era sekarang ini telah menunjukkan dan telah memberikan banyak manfaat. Dan ini telah terbukti dengan contoh diatas dan ternyata lebih efisien ketimbang SWOT.

Identifikasi dari pada SOAR sendiri:

  • Strength

Secara bahasa berarti kekuatan. Yang mana dalam kekuatan ini, kita mengukur dari kekuatan yang ada pada diri kita masing-masing. Kita di tuntut untuk mengidentifikasi kekuatan apa yang ada pada diri kita, yang nantinya itu akan dijadikan modal awal kita untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Kekuatan kita merupakan asset terbesar dalam diri kita. Jadi perlu kemaksimalan dalam mengorganisir asset yang kita miliki.

  • Opurtunity

Sebuah peluang dari apa yang itu bisa memungkinkan untuk bisa kita aplikasikan. Kata peluang yang bermakna suatu momentum dimana kita mampu untuk memanfaatkan apa dari kesempatan yang ada didepan kita.

  • Aspirations

Aspirasi merupakan suatu langkah bagaimanakah masa depan yang kita inginkan. Jadi ini merupakan suatu bentuk gambaran mengenai apa yang kita harapkan, inginkan untuk meraih masa depan

  • Result

Result merupakan suatu hasil. Yakni suatu bentuk kinerjaatau action yang kita lakukan dan itu membuahkan suatu hasil. Hasil sendiri tentu ada bentuknya, bukti dsb. Maka kemudian, dari hasil-hasil yang tersebut kita dapat diukur dan membuktikan tentang apa yang ada pada diri kita masing-masing.

Matrix SOAR

Matrix Analisis SOAR dibagi menjadi 4 kondisi sebagai berikut :

Pembahasan Lengkap Teori Analisis SOAR  menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Analisis SOAR

 

 

 

 

 

 

 

Matrik SOAR berfungsi untuk menyusun faktor-faktor strategis yang menggambarkan bagimana kekuatan dan peluang  eksternal  yang  dihadapi  perusahaan  dapat  disesuaikan dengan aspirasi dan hasil terukur  yang dimilikinya.

 

Penjelasan matrix SOAR :

Strategi SA : strategi ini dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk mencapai aspirasi yang diharapkan

Strategi   OA  :  strategi   ini  dibuat  untuk   mengetahui   dan memenuhi aspirasi dari setiap stakeholder yang beriorientasi kepada peluang yang ada

Strategi SO : strategi  ini dibuat untuk mewujudkan  kekuatan untuk mencapai Hasil yang terukur

Strategi OR : Strategi ini beriorientasi kepada Peluang untuk mencapai Result yang sudah terukur

Teori-teori dari gambar Analisis SOAR

Diagram Analisis SOAR

Diagram  analisis  SOAR  merupakan  diagram  yang berfungsi untuk mengidentifikasi situasi dan posisi yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan bisnis menurut faktor-faktor strategi  internal  yang  dimiliki  perusahaan  dan  eksternal  yang dihadapi  perusahaan.   diagram  SOAR  menurut   Stavros, Cooperrider, and Kelley (2003) adalah sebagai berikut :

Pembahasan Lengkap Teori Analisis SOAR  menurut Para Ahli dan Contoh Tesis Analisis SOAR

 

Diagram diatas menggambarkan 2 kondisi yaitu :

Strategic Planning Fokus : perencanaan yang dilakukan focus berdasarkan  hasil  tabel  Strengths  dan  Opportunities. Berdasarkan kondisi dari perusahaan / organisasi

Human Development Strategy : perencanaan yang fokus berdasarkan hasil tabel Aspiration dan Results. Bersumber dari semua elemen stakeholder (personal) perusahaan / organisasi.

Tahapan Analisis SOAR

Analisis SOAR bagi perencanaan strategis dimulai dengan initiate (keputusan untuk memilih SOAR) kemudian dilanjutkan dengan   penyelidikan   (inquiry)   yang   menggunakan pertanyaan positif   guna   mempelajari   nilai-nilai   inti,   visi,   kekuatan,   dan peluang potensial.   Dalam  fase  ini,  pandangan-pandangan   dari setiap  anggota  organisasi dihargai.  Penyelidikan  juga  dilakukan guna memahami secara utuh nilai-nilai yang dimiliki oleh para anggota organisasi serta hal-hal terbaik yang pernah terjadi di masa lalu.

Kemudian anggota organisasi dibawa masuk ke dalam fase imajinasi, memanfaatkan waktu untuk “bermimpi” dan merancang masa depan yang diharapkan. Dalam fase ini, nilai-nilai diperkuat, visi dan misi diciptakan. Sasaran jangka panjang dan alternatif strategis dan rekomendasi diumumkan. Fase selanjutnya adalah inovasi, yaitu dimulainya perancangan sasaran  jangka  pendek,  rencana  taktikal  dan fungsional, program, sistem, dan struktur yang terintegrasi untuk mencapai  tujuan masa depan yang diharapkan.  Guna tercapainya hasil  terbaik  yang  terukur,  karyawan  harus  diberikan  inspirasi melalui sistem pengakuan dan penghargaan.

 

Contoh Tesis yang membahas tentang Analisis SOAR

Contoh Tesis 1 : Perancangan Balanced Scorecard Berbasis Analisis Soar Pada Media Pertelevisian

Perkembangan dunia pertelevisian di Indonesia dari tahun ke tahun semakin pesat. Semakin banyaknya jumlah stasiun televisi yang muncul akan berdampak terhadap persaingan yang semakin tinggi antar stasiun televisi. Agar dapat memenuhi persaingan yang ada, perusahaan atau stasiun televisi dituntut untuk selalu melakukan perbaikan pada semua bagian perusahaan. Oleh karena itu diperlukan adanya standar pengukuran kinerja yang pasti untuk mengukur kinerja media televisi termasuk juga di PT. Jawa Pos Media Televisi (JTV). Dalam penelitian ini, dilakukan perancangan sistem pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Balanced scorecard berbasis analisis SOAR untuk menghasilkan Key Performance Indicator (KPI) sebagai tolok ukur kinerja di PT. Jawa Pos Media Televisi. Setelah diperoleh KPI maka dilakukan pembobotan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Selain merangcang sistem pengukuran kinerja untuk perusahaan, dalam penelitian ini juga dilakukan deployment sistem pengukuran kinerja perusahaan ke Divisi Pemberitaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan 14 sasaran strategi dan 27 KPI perusahaan serta 8 sasaran strategi dan 17 KPI untuk Divisi Pemberitaan.

 

Contoh Tesis 2 : Analisis Strategi Pemasaran Produk Usaha Mikro Kecil Menengah Melalui Metode Analisis Soar (Strength, Opportunity, Aspirations, Result) Studi pada UMKM Kue Cubit Laina Di Medan

Salah satu usaha dalam mewujudkan visi pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia adalah dengan meningkatkan jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM, karena selama ini dinilai terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja. Stavros, Cooperrider, dan Kelly (2003) menawarkan konsep SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) sebagai alternatif terhadap analisis SWOT, yang berasal dari pendekatan Appreciative Inquiry (AI). Analisis SOAR menempatkan suatu usaha sebagai angan-angan untuk menjadi yang terbaik dalam mewujudkan aspirasi usaha.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat untuk menjual produk kue cubit di UMKM Kue Cubit Laina dengan menganalisis kekuatan yang ada guna mencapai visi UMKM Kue Cubit Laina untuk menjadikan produknya sebagai jajanan terfavorit di Kota Medan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (Mixed Methods). Lokasi Penelitian berada di UMKM Kue Cubit LainaChew Me. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung yang pernah membeli produk kue cubit di outlet-outlet kue Cubit Laina Chew Me.Data dikumpulkan melalui metode interval penaksiran dengan kuesioner terhadap 100 responden. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non probability samplingdengan teknik purposive sampling (minimal pernah membeli kue cubit sebanyak 2 kali di UMKM Kue Cubit Laina Chew Me).

Berdasarkan pengujian validitas dengan metode Product Moment, didapat bahwa semua variabel yang diteliti menghasilkan korelasi lebih besar dari pada nilai r tabel pada df= n-2 yaitu 100-2 = 98 yakni rtabel 0,1966 , yang memiliki arti bahwa instrumen tersebut dapat dikatakan valid. hasil uji reliabilitas menghasilkan koefisien Alpha Cronbach’s ? 0,6 atau nilai r hitungnya lebih kecil dari nilai r tabel (r hitung ? 0,765) pengukuran terhadap variabel penelitian ini telah reliabel. Berdasarkan analisis Importance Performance analysis atribut kemudahan pembayaran saat konsumen membeli produk menjadi prioritas utama dan 8 atribut yang dinilai sudah baik dan harus dipertahankan , 7 atribut yang dinilai cukup baik dan harus ditingkatkan serta 5 atribut yang dinilai kinerjanya berlebihan dan ada 4 strategi pemasaran terbaru berdasarkan.

Contoh Tesis 3 : Manajemen Strategi Filantrofi Islam di Palembang Dengan Pendekatan Appreciate Inquiry

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perencanaan strategi yang dilakukan Baznas sebagai pusat institusi filantrofi negara dan membandingkan perencanaan strategi dengan pendekatan Appreciate Inquiry. Metodologi yang digunakan pada kajian ini adalah teknik wawancara yang melibatkan semua stakeholder BAZNAS untuk mendapatkan data Kekuatan, Peluang, Aspirasi dan Hasil yang ingin diraih dalam perencanaan strategi lembaga. Kemudian data yang ada pada penelitian ini di analisis dengan menggunakan Matrik SOAR.

Dari hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan Appreciate Inquiry didapati bahawasanya perencanaan strategi yang dilakukan dengan melihat Kekuatan, asset, peluang dan potensi yang dimiliki BAZNAS sebagai lembaga Filantrofi terpusat dengan mengenyampingkan kelemahan, ketidaksuksessan dimasa lampau. Strategi yang digunakan adalah strategi SA, yaitu strategi yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan seoptimal mungkin untuk mencapai Hasil yang terukur.

 

Contoh Tesis 4 : Strategi Pemasaran Wisata Tirta Pada Benoa Marine Recreation (BMR), Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung

Jumlah kunjungan wisatawan pada saat low season cenderung menurun. Hal ini juga berdampak pada Benoa Marine Recreation (BMR). Oleh karena itu, strategi pemasaran sangat penting untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan agar mampu bersaing dengan perusahaan water sport lainnya dan mendapatkan laba yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran, kinerja layanan dan strategi pemasaran wisata tirta pada Benoa Marine Recreation. Data pada penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kuesioner. Penentuan informan secara purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 80 responden dengan menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian ini adalah bauran pemasaran pada BMR dibedakan berdasarkan aspek produk, harga, saluran distribusi, promosi, orang, bukti fisik, dan proses. Hasil importance performance analysis diperoleh tingkat kepuasan wisatawan sebesar 88,38% yang berarti wisatawan merasa sangat puas terhadap kinerja layanan di BMR. Dengan menggunakan analisis SOAR dihasilkan strategi pemasaran yaitu menawarkan produk dengan harga yang terjangkau, meningkatkan kualitas SDM, mengoptimalkan promosi melalui media sosial, menciptakan hubungan yang kuat dengan pelaku usaha pariwisata, menciptakan lingkungan BMR yang bersih, meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan, memperluas pasar, serta melakukan sales call terhadap relasi.

 

Contoh Tesis 5 : Analisis Daya Saing Ekspor Komoditi Mebel Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011-2015

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya saing ekspor komoditi mebel Provinsi Jawa Tengah di dalam ekspor komoditi mebel Indonesia ke luar negeri, baik secara komparatif maupun kompetitif. Selain itu, dirumuskan alternatif strategi dalam upaya peningkatan daya saing ekspor mebel Jawa Tengah.

Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Pengambilan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) di Provinsi Jawa Tengah dengan pertimbangan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang berpotensi dan mempunyai keunggulan dalam menghasilkan produk industri mebel yang menjadikan Jawa Tengah sebagai produsen mebel terbesar di Indonesia. Data yang digunakan adalah data prmer dan sekunder. Analisis data yang digunakan analisis keunggulan komparatif Revealed Comparative Advantage (RCA), analisis keunggulan kompetitif Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) dan perumusan strategi Matriks SOAR (Stregth, Opportunity, Aspiration, Result).

Hasil analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk komoditi mebel Jawa Tengah memiliki nilai rata-rata 11,77 atau lebih dari satu, yang berarti pada periode 2011-2015 Provinsi Jawa Tengah mempunyai keunggulan komparatif yang kuat dengan pertumbuhan kinerja ekspor yang konstan di pasar international dibanding dengan provinsi lain dengan komoditas yang sama. Sedangkan hasil analisis Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) untuk komoditi mebel Jawa Tengah memiliki nilai rata-rata 0,99, sehingga komoditi mebel dikatakan mempunyai daya saing kompetitif yang kuat atau Jawa Tengah cenderung sebagai pengekspor dari komoditi mebel. Untuk posisi daya saing komoditi mebel Provinsi Jawa Tengah berdasarkan nilai rata-rata ini dapat disimpulkan bahwa komoditi mebel Provinsi Jawa Tengah berada pada tahap pematangan ekspor sehingga komoditi mebel Provinsi Jawa Tengah memiliki keunggulan kompetitif untuk bersaing di pasar Internasional. Kemudian untuk hasil analisis matriks SOAR (Strength, Opportunity, Aspiration, Result) alternatif strategi yang dapat diterapkan untuk peningkatan daya saing ekspor komoditi mebel Provinsi Jawa Tengah, yaitu: Mempertahankan pasar ekspor yang ada dan memperluas pasar sasaran, Meningkatkan desain produk (inovasi) , danEfisiensi bahan baku.

 

Contoh Tesis 6 : Strategi Pengembangan Desa Wisata Kandri Semarang Sebagai Kawasan Wisata Syariah

Penelitian dengan judul “Strategi Pengembangan Desa Wisata Kandri Semarang Sebagai Kawasan Wisata Syariah” bertujuan mengidentifikasi bagaimana kesiapan kawasan Desa Wisata Kandri jika dijadikan sebagai kawasan wisata syariah berdasarkan persepsi kepuasan pengunjung wisata dalam pengembangan pariwisata islami di kawasan Desa Wisata Kandri dan mendeskripsikan strategi pengembangan pariwisata syariah yang sesuai untuk dilakukan dalam pengembangan wisata syariah di kawasan Desa Wisata Kandri dengan metode SOAR. Data yang dikumpulkan berdasarkan observasi, wawancara mendalam, dan kuisioner. Pengambilan sampel secara random sampling dan data sekunder yang didapat dari instansi terkait. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan analisis SOAR.

Berdasarkan hasil analisis SOAR, strategi pengembangan wisata syariah meningkatkan kualitas dalam menjaga dan merawat fasilitas beribadah umat muslim yang berada di kawasan Desa Wisata Kandri dengan cara menjaga kebersihan, keindahan dan mematuhi tata tertib yang ada, selalu menjaga fasilitas sarana dan prasarana penunjang yang sudah tersedia seperti menjamin kehalalan dari makanan yang tersedia di sekitar lokasi wisata dengan benar serta merawat nilai budaya dan kearifan lokal yang ada, senantiasa menjaga dan meningkatkan pengelolaan yang baik, keramahan masyarakat sekitar dan pelayanan yang baik yang sesuai syariah Islam, meningkatkan kualitas penjualan produk-produk unggulan yang ada dengan melalui pemberdayaan masyarakat Desa Kandri, selalu mengembangkan potensi kawasan wisata yang sudah ada dengan memanfaatkan dukungan dari masyarakat serta memanfaatkan kemudahan dalam mengakses informasi dan transportasi sehingga dengan begitu dapat menarik minat pengunjung untuk datang berwisata ke Desa Wisata Kandri, meningkatkan daya saing produk Desa wisata Kandri Semarang sesuai dengan syariat Islam.

 

Contoh Tesis 7 : Analisis Sistem Kebijakan Jalan Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya

Analisis sistem (system thinking) merupakan satu kesatuan dari berbagai komponen yang terkait untuk mencapai suatu tujuan. Analisis sistem mengajarkan untuk memikirkan segala sesuatu berdasarkan kerangka metode tertentu.(Peter Senge,1990). Dalam memahami analisis sistem kita dapat terapkan dalam melihat suatu masalah, salah satunya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol. Pembangunan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya merupakan ide yang dikemukakan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Adapun kajian pembangunan  jalan tol atas laut Jakarta –  Surabaya ini dilakukan dengan kajian singkat analisis sistem untuk menentukan keberlanjutan apakah pembangunan jalan tol atas laut Jakarta –  Surabaya dilaksanakan atau tidak dilaksanakan. Konsep pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan holistik dan integral dengan mengedepankan studi literatur. Komponen-komponen yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan adalah Geografis/lokasi, RAB & Struktur, Hukum, Sosial, Ekologi dan AMDAL. Komponen-komponen ini dianalisis dengan dengan diagram IO, analisis SWOT, analisis SOAR, Causal Loop dan  Analytical Hierarchy Process  (AHP) yang dibantu software Decison Criterium Plus (DCP) dan  Expert Choice. Berdasarkan analisis jenis pemilihan jenis jalan tol atas laut dengan menggunakan program CDP Versi 3.0 didapatkan bahwa untuk prioritas alternatif pemilihan jenis  jalan tol adalah  Elevated Toll Road (0,671), Kombinasi (0,198) dan  Landed Toll  Road (0,131). Berdasarkan analisis pembangunan jalan tol dengan  Expert Choice , urutan prioritas alternatif terhadap keberlangsungan jalan tol atas laut adalah Jalan Tol Atas Laut Tidak Dibangun (52,7%) dan Jalan Tol Atas Laut Dibangun (47,3 %)

 

Contoh Tesis 8 : Pengembangan Strategi Pemasaran Berdasarkan Analisis SOAR (STRENGTH, OPPORTUNITY, ASPIRATIONS, RESULT) (Studi di Industri Wajik Week di Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah)

Industri Wajik Week adalah industri olahan beras ketan yang masih tergolong berskala kecil dan proses pengolahannya masih menggunakan peralatan yang sederhana. Usaha ini memiliki prospek untuk dikembangkan. Fasilitas yang kurang memadai, seperti letak sentra industri yang jauh dari pusat kota menghambat perkembangan industri ini. Dalam strategi pemasaran belum memiliki prioritas strategi pemasaran yang mesti dilakukan terlebih dahulu, sehingga pencapaian target pemasarannya belum maksimal. Untuk itu diperlukan suatu strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan segmen pasar sasaran wajik week, menentukan prioritas utama untuk ditingkatkan oleh Wajik Week berdasarkan analisis IPA, dan menyusun strategi pemasaran yang disesuikan dengan kondisi persaingan saat ini berdasarkan analisis SOAR. Penelitian ini diawali dengan melakukan studi pendahuluan, wawancara dan observasi kepada pemilik industri tersebut mengenai kondisi perusahaan, serta pemilahan faktor internal dan faktor eksternal. Melakukan penyebaran kuesioner yang terdiri dari preferensi konsumen, atribut SOAR (Strength, Opportunity, Aspirations, dan Result) konsumen Wajik Week. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan analisis Segmentation, Targeting, Positioning, kesenjangan (Gap), tingkat kesesuaian, pemetaan strategi menggunakan Importance-Performance Analysis (IPA) dan menyusun strategi pemasaran menggunakan matrik SOAR. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat sekmen pasar mulai dari tingkat pendapatan rendah, tingkat pendapatan menengah, hingga tingkat pendapatan tinggi, dari IPA diketahui terdapat atribut yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki, diantaranya atribut Strength berjumlah 1 dengan tingkat kesesuaian 97,65, rerata persepsi 3,32 dan rerata harapan 3,40. Atribut Opportunity berjumlah 2 diantaranya tingkat kesesuaian 99,37 dan 103,13, rerata persepsi 3,17 dan 3,30, rerata harapan 3,19 dan 3,20. Atribut Aspirations berjumlah 2 diantaranya tingkat kesesuaian 97,68 dan 102,99, rerata persepsi 3,37 dan 3,45, rerata harapan 3,45 dan 3,35. Atribut Result berjumlah 2 diantaranya tingkat kesesuaian 105,10 dan 102,17, rerata persepsi 3,30 dan 3,29, rerata harapan 3,14 dan 3,22. Terdapat 9 strategi pemasaran baru berdasarkan matrik SOAR.

 

Contoh Tesis 9 : Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai (Studi Pantai Indah Sergang Laut di Pulau Singkep)

Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2017 di kawasan wisata Bandung Pantai Indah Sergang Laut dari Pulau Singkep, Kabupaten Lingga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pariwisata dan daya dukung kawasan dan merumuskan kawasan wisata strategi manajemen. Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis deskriptif. Utama data dikumpulkan melalui pengukuran langsung dan wawancara menggunakan kuesioner. Itu hasil penelitian memiliki kesesuaian pariwisata dari Pantai Indah Sergang Laut menurut indeks 91%. Daya dukung ekologi 1.174 hari orang -1 untuk 2,02 hektar daerah pesisir sehingga aktivitas pengunjung dan keberlangsungan kawasan bisa baik dipelihara, memiliki dukungan sosial yang baik dan pengembangan objek wisata ini memiliki berpengaruh baik pada tingkat pendapatan bisnis pariwisata. Dari analisis SOAR, ada tiga strategi alternatif untuk mengembangkan objek wisata ini, yaitu (a) mengoptimalkan potensi, kapasitas dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan manajemen pariwisata berkelanjutan, (b) memperkuat daya tarik wisata yang ada untuk meningkatkan daya saing dalam menarik wisatawan dan segmen pasar yang lebih luas, dan (c) pengembangan kemitraan pariwisata untuk meningkatkan kualitas dan peningkatan ekonomi pariwisata dalam mendukung pembangunan daerah. Karenanya, koordinasi yang baik di antara para pemangku kepentingan terkait dengan implementasi strategi alternatif telah diformulasikan untuk mewujudkan manajemen pariwisata yang berkelanjutan.

 

Contoh Tesis 10 : Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai (Studi Pantai Indah Sergang Laut di Pulau Singkep)

Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2017 di kawasan wisata Bandung Pantai Indah Sergang Laut dari Pulau Singkep, Kabupaten Lingga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pariwisata dan daya dukung kawasan dan merumuskan kawasan wisata strategi manajemen. Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis deskriptif. Utama data dikumpulkan melalui pengukuran langsung dan wawancara menggunakan kuesioner. Itu hasil penelitian memiliki kesesuaian pariwisata dari Pantai Indah Sergang Laut menurut indeks 91%. Daya dukung ekologi 1.174 hari orang-1 untuk 2,02 hektar daerah pesisir sehingga aktivitas pengunjung dan keberlangsungan kawasan bisa baik dipelihara, memiliki dukungan sosial yang baik dan pengembangan objek wisata ini memiliki berpengaruh baik pada tingkat pendapatan bisnis pariwisata. Dari analisis SOAR, ada tiga strategi alternatif untuk mengembangkan objek wisata ini, yaitu (a) mengoptimalkan potensi, kapasitas dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan manajemen pariwisata berkelanjutan, (b) memperkuat daya tarik wisata yang ada untuk meningkatkan daya saing dalam menarik wisatawan dan segmen pasar yang lebih luas, dan (c) pengembangan kemitraan pariwisata untuk meningkatkan kualitas dan peningkatan ekonomi pariwisata dalam mendukung pembangunan daerah. Karenanya, koordinasi yang baik di antara para pemangku kepentingan terkait dengan implementasi strategi alternatif telah diformulasikan untuk mewujudkan manajemen pariwisata yang berkelanjutan.

 

 

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?