HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Metode Pembelajaran dan Power Lengan terhadap Peningkatan Kecepatan Smash Bulutangkis

Judul Skripsi : Pengaruh Metode Pembelajaran dan Power Lengan terhadap Peningkatan Kecepatan Smash Bulutangkis (Studi Eksperimen Metode Pembelajaran Massed Practice dan Distributed practice Pada Ekstrakurikuler Bulutangkis SMA Negeri 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2009/2010)

 

A. Latar Belakang Masalah

Dalam perkembangannya metode pembelajaran tersebut seringkali diterapkan ke cabang olahraga tertentu. Dalam permainan bulutangkis, untuk meningkatkan kecepatan smash bisa menggunakan metode pembelajaran yang telah dimodifikasi demi pengembangan permainan bulutangkis. Massed practice merupakan sesi latihan di mana jumlah waktu praktek dalam sebuah percobaan lebih besar daripada jumlah waktu istirahat di antara percobaan yang akhirnya mengarah pada kelelahan berbagai tugas. Metode pembelajaran distributed practice adalah suatu cara/strategi agar dapat ditingkatkan di mana dalam prakteknya diselingi dengan waktu istirahat pada setiap gerakan.

Dengan adanya kedua perbedaan dari kedua metode pembelajaran tersebut, maka dalam menerapkan kedua metode pembelajaran ini pelatih perlu mengetahui faktor pendukung lainnya salah satunya adalah power. Namun sampai sekarang belum ada pelatih yang membedakan penerapan kedua metode pembelajaran ini dikaitkan dengan power lengan, terutama dalam smash cabang olahraga bulutangkis. Karena itu dirasa perlu adanya penelitian yang berkaitan dengan penggunaan metode pembelajaran massed practice dan distributed practice serta seberapa besar pengaruhnya terhadap kecepatan pukulan smash. Untuk selanjutnya dalam penelitian ini akan dikembangkan lebih jauh, dengan mengambil judul penelitian ”Pengaruh Metode Pembelajaran dan Power Lengan Terhadap Peningkatan Kecepatan Smash Bulutangkis” (StudiEksperimen Metode Pembelajaran Massed Practice dan Distributed Practice Pada Ekstrakurikuler Bulutangkis SMA Negeri 2 Surakarta, Tahun Pelajaran 2009/2010).

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka perlu dirumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut:

  1. Adakah perbedaan pengaruh metode pembelajaran Massed Practice dan Distributed Practice terhadap peningkatan kecepatan smash bulutangkis?
  2. Adakah perbedaan hasil kecepatan smash siswa yang memiliki power lengan tinggi dan power lengan rendah?
  3. Adakah pengaruh interaksi metode pembelajaran dan power lengan terhadap peningkatan kecepatan smash bulutangkis?

 

C. Kajian Teori

Belajar Gerak

Belajar gerak merupakan sebagian dan belajar secara umum. Sebagai bagian dari belajar, belajar gerak mempunyai tujuan tertentu. Tujuannya adalah untuk menguasai berbagai keterampilan gerak dan mengembangkannya agar keterampilan gerak yang dikuasai bisa dilakukan untuk menyelesaikan tugas – tugas gerak untuk mencapai sasaran tertentu. Misalnya didalam belajar gerak keolahragaan, atlet berusaha menguasai keterampilan gerak yang sesuai dengan macam cabang olahraganya dan kemudian meman.faatkannya agar keterampilan gerak tersebut bisa diterapkan dalam bermain, berlomba atau bertanding olahraga.

Metode Pembelajaran Massed Practice

Untuk mencapai tingkat keterampilan yang baik, maka dalam pelaksanaan latihan seorang siswa harus melakukan pengulangan gerakan dengan frekuensi sebanyak-banyaknya. Semakin sering atau semakin banyak mengulang-ulang gerakan yang dipelajari maka akan terjadi otomatisasi gerakan yang efektif dan efisien.

 

Metode Pembelajaran Distributed Practice

Metode distributed practice merupakan bentuk latihan yang diselingi istirahat diantara waktu latihan.

 

Power Lengan

Power lengan adalah kualitas yang memungkinkan otot atau sekelompok otot-otot lengan untuk menghasilkan kerja fisik secara eksplosif. Penentu power lengan adalah intensitas kontraksi otot-otot lengan, interaksi kontraksi yang tinggi merupakan kecepatan pengerutan otot-otot lengan setelah mendapatkan rangsangan dari saraf. Intensitas kontraksi otot tergantung pada rekruitmen sebanyak mungkin jumlah otot-otot lengan yang bekerja. Kecuali itu produksi kerja otot-otot secara eksplosif menambah suatu unsur baru yakni terciptanya hubungan antara otot dan sistem saraf.

 

Bulutangkis

Bulutangkis adalah cabang olahraga yang termasuk dalam kelompok olahraga permainan. Permainan bulutangkis dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan. Meskipun demikian, semua turnamen resmi sampai saat ini praktis dilakukan di dalam ruangan. Hal ini dikarenakan di dalam ruangan laju shutlecock relatif tidak terpengaruh oleh angin. Ruangan untuk permainan bulutangkis idealnya mempunyai langit-langit minimal setinggi 7,62 meter, penerangan di dalam ruangan harus diusahakan tidak menyilaukan pemain.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Penelitian ini dilakukan di AULA Wijaya Kusuma SMA Negeri 2 Surakarta. Sebagai tempat latihan ekstrakurikuler bulutangkis siswa SMA Negeri 2 Surakarta. Penelitian ini diperkirakan dilaksanakan selama dua bulan dimulai tanggal 11 Januari 2010 sampai dengan 20 Februari 2010, dengan frekuensi pertemuan tiga kali seminggu yaitu pada hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan faktorial 2 x 2.Penelitian ini menggunakan populasi seluruh siswa putra, ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 2 Surakarta, Tahun Pelajaran 2009/2010, yang berjumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara tes dan pengukuran beberapa variabel penelitian.

 

E. Kesimpulan

1. Ada perbedaan pengaruh metode pembelajaran massed practice dan distributed practice. Metode pembelajaran massed practice memiliki pengaruh lebih baik dibandingkan metode pembelajaran distributed practice terhadap kecepatan smash bulutangkis.

2. Ada perbedaan hasil smash bulutangkis siswa yang memiliki power lengan tinggi dengan siswa yang memiliki power lengan rendah. Pemain dengan power lengan tinggi mempunyai kecepatan smash bulutangis lebih baik dibanding kelompok pemain dengan power lengan rendah.

3. Tidak ada pengaruh interaksi yang signifikan antara metode pembelajaran dengan power lengan terhadap peningkatan kecepatan smash bulutangkis. Dikarenakan metode pembelajaran yang dipakai tidak dapat memberikan peningkatan power lengan yang signifikan terhadap kecepatan smash bulutangkis.

Incoming search terms:

Leave a Reply