HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Kit Multimedia dan Media Interaktif Berbasis Komputer dari Motivasi

Judul Tesis : Pembelajaran Fisika Menggunakan Kit Multimedia dan Media Interaktif Berbasis Komputer Ditinjau dari Motivasi Berprestasi dan Modalitas Belajar Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini memungkinkan pembelajaran fisika diarahkan sesuai tuntutan Kurikulum 2004 (KBK) yang disempurnakan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered). Guru dituntut kreatif memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengubah model pembelajaran. Pembelajaran, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dapat terwujud dengan media teknologi informasi. Melalui kreativitas guru, konsep-konsep fisika yang tadinya nampak membosankan dapat menarik minat siswa untuk mempelajari. Disamping itu, siswa menjadi paham dengan konsep yang diajarkan sehingga lebih kritis, kreatif dan dapat mengeksplorasi alam sesuai kemampuannya.

Guru perlu menggunakan metode/cara seperti halnya televisi, lagu ataupun gambar. Dengan demikian secara tidak langsung guru akan berhubungan dengan teknologi informasi untuk mengimplementasikan metode tersebut. Para pendidik dituntut untuk menguasai teknologi informasi meskipun sedikit atau sekedar tahu informasinya, karena cakupan dari teknologi informasi sendiri sangat banyak.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh pembelajaran fisika menggunakan kit multimedia dan media interaktif berbasis komputer terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Apakah ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Apakah ada pengaruh modalitas belajar terhadap prestasi belajar siswa?

C. Kajian Teori

Multimedia

Multimedia berasal dari dua kata ”multi” dan ”media”. Multi berarti banyak sehingga “multimedia berarti gabungan dari berbagai media yang terintegrasi” (Depdiknas, 2008). Menurut ensiklopedia bahasa Indonesia pengertian “multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi”.

Kit multimedia

Berbagai perangkat lunak yang memungkinkan presentasi dikemas dalam bentuk multimedia yang dinamis dan sangat menarik. Perkembangan perangkat lunak tersebut didukung oleh perkembangan sejumlah perangkat keras penunjangnya. Salah satu produk yang paling banyak memberikan pengaruh dalam penyajian bahan presentasi digital saat ini adalah perkembangan monitor, chard video, sound chard serta perkembangan proyektor digital (digital image projector) yang memungkinkan bahan presentasi dapat disajikan secara digital untuk bermacam-macam kepentingan dalam berbagai kondisi dan situasi, serta ukuran ruang dan berbagai karakteristik audience.

Media Interaktif Berbasis Komputer

Media interaktif berbasis komputer merupakan media pembelajaran mandiri yang dapat dimanfaatkan siswa dengan panduan komputer. Guru sebagai fasilitator merancang kegiatan pembelajaran sehingga siswa dapat melakukan sendiri pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah. “Computer-based interactive media creates a multimedia learning environment that capitalizes on the features of both video and computer assisted instruction” (Molenda, 2005:201).

Motivasi Berprestasi

Menurut McClelland siswa dengan motivasi berprestasi tinggi lebih sering berpikir antisipatif dan general. Mereka ingin menghubungkan “sekarang” dan “nanti”, melihat kaitan antara apa yang sedang mereka pelajari dengan apa yang mereka ingin kerjakan nanti. Di lain pihak, siswa dengan motivasi berprestasi rendah kurang berpikir general dan lebih mencemaskan kesulitan-kesulitan dalam mencapai keberhasilan. “Kelompok dengan motivasi berprestasi tinggi lebih berpikir tentang mencapai keberhasilan, atau dengan keinginan kuat mencapai keberhasilan” (McClelland et al., 1976:260).

D. Metodologi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMA N 1 Salatiga tahun pelajaran 2008/2009 dengan populasi siswa kelas XI.

Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x3. Sampel penelitian siswa kelas XI IPA-2, dan XI IPA-6 (eksperimen I) serta kelas XI IPA-4 dan kelas XI IPA-5 (eksperimen II).

Instrumen pengambilan data berupa tes prestasi belajar, angket motivasi berprestasi dan angket modalitas belajar. Instrumen pelaksanaan penelitian berupa Silabus, RPP, Media Interaktif berbasis Komputer, LKS, Kit Multimedia.

Teknik analisis data adalah ANAVA tiga jalan sel tak sama pada taraf signifikan ? = 0,05.

E. Kesimpulan

  1. Secara keseluruhan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan kit multimedia memperoleh prestasi belajar lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan media interaktif berbasis komputer. Siswa tampak lebih tertarik dan antusias melaksanakan pembelajaran dengan media interaktif berbasis komputer tetapi hasil prestasi belajar lebih tinggi pada siswa yang melaksanakan pembelajaran dengan kit multimedia. Kebiasaan belajar siswa mulai dari tingkat sekolah dasar melalui media beragam yang diberikan guru belum bisa tergantikan dengan media yang tampaknya menarik tapi masih merupakan hal baru bagi sebagian siswa. Pada umumnya sebagian besar siswa masih menggunakan komputer sekedar sebagai pengolah kata sehingga pembelajaran dengan media komputer belum dapat memberikan prestasi belajar yang maksimal.
  2. Berdasarkan angket motivasi berprestasi yang diberikan pada siswa sebelum penelitian dilakukan diperoleh rentang skor antara siswa yang memperoleh nilai maksimal dan siswa yang memperoleh nilai minimum sangat kecil. Berdasarkan data tersebut, penggolongan tinggi dan rendah untuk motivasi berprestasi sangat kecil perbedaannya. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi siswa yang homogen (berdasarkan tes masuk pada awal tahun ajaran) memungkinkan bahwa siswa yang terlibat pada penelitian memiliki motivasi berprestasi yang tidak berbeda.
  3. Secara umum prestasi belajar siswa yang memiliki modalitas belajar visual paling tinggi dibanding dengan prestasi belajar siswa yang memiliki modalitas belajar auditori dan kinestetik. Sedangkan prestasi belajar siswa yang memiliki modalitas belajar kinestetik lebih tinggi dibanding dengan prestasi belajar siswa yang memiliki modalitas belajar auditori.

Leave a Reply