HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Kinerja Keuangan Bank Umum Konvensional dan Syariah

Contoh Tesis – Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum Konvensional Dan Syariah Di Indonesia

kinerja keuangan bank umum konvensional dan syariah Tesis Kinerja Keuangan Bank Umum Konvensional dan Syariah

 A. Latar Belakang Masalah

Tingkat kesehatan bank dapat diketahui dengan menilai kinerja keuangan perbankan tersebut. Menurut Yuwono (2010), Penilaian kinerja tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan rasio keuangan. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Brigham dan Houston (2006) yang menyebutkan bahwa rasio keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan berguna untuk mengevaluasi kinerja suatu perusahaan. Sedangkan menurut peraturan Bank Indonesia No.9/1/PBI/2007, salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan perbankan adalah dengan menggunakan pendekatan CAMELS (Capital, Asset, Management, Earning, Liquidity, dan Sensitivity Market Risk). Pendekatan ini merupakan alat ukur resmi yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk menghitung kesehatan Bank di Indonesia. Hasil pengukuran berdasarkan rasio tersebut diterapkan untuk menentukan tingkat kesehatan bank, yang dikategorikan sebagai berikut:

  • sehat,
  • cukup sehat,
  • kurang sehat dan
  • tidak sehat.

Aspek-aspek yang terdapat dalam analisis tersebut menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio-rasio tersebut dapat digunakan untuk menyusun rating bank, untuk memprediksi kebangkrutan bank, untuk menilai tingkat kesehatan bank serta menilai kinerja perbankan. Analisis CAMEL yang berkaitan dengan tingkat kesehatan bank tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi bank tersebut yang sesungguhnya apakah dalam keadaan sehat, kurang sehat atau mungkin tidak   sehat (Kasmir, 2004).

 

 B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Bagaimana pengaruh CAR terhadap ROA pada bank umum konvensional dan syariah di Indonesia?
  2. Bagaimana pengaruh NPL/NPF terhadap ROA pada bank umum konvensional dan syariah di Indonesia?
  3. Bagaimana pengaruh BOPO terhadap ROA pada bank umum konvensional dan syariah di Indonesia?
  4. Bagaimana pengaruh LDR/FDR terhadap ROA pada bank umum konvensional dan syariah di Indonesia?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah di atas adalah :

  1. Menganalisis pengaruh CAR terhadap ROA pada bank umum konvensional dan syariah di Indonesia.
  2. Menganalisis pengaruh NPL/NPF terhadap ROA pada bank umum konvensional dan syariah di Indonesia.
  3. Menganalisis pengaruh BOPO terhadap ROA pada bank umum konvensional dan syariah di Indonesia.
  4. Menganalisis pengaruh LDR/FDR terhadap ROA pada bank umum konvensional dan syariah di Indonesia.

 

D. Kesimpulan 

  1. Faktor – faktor yang mempengaruhi ROA adalah variabel- variabel bebas seperti CAR, NPL, BOPO, dan LDR baik pada bank umum konvensional dan bank umum syariah. Pada bank umum konvensional, CAR, NPL, dan LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA sedangkan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Pada bank umum syariah, hanya variabel BOPO yang mempunyai pengaruh terhadap ROA pada taraf nyata 5%. BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan tiga variabel lainnya tidak berpengaruh terhadap ROA pada taraf nyata 5%. Variabel yang paling berpengaruh pada bank umum konvensional dan syariah adalah variabel BOPO.
  2. Berdasar hasil pengujian hipotesis 1.a menunjukan bahwa pada bank umum konvensional variabel CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel ROA. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,041, sehingga hipotesis 1.a diterima. Menurut pengujian hipotesis 1.b, variabel CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel ROA pada bank umum syariah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,897, sehingga hipotesis 1.b tidak diterima.
  3. Berdasar hasil pengujian hipotesis 2.a menunjukan bahwa pada bank umum konvensional variabel NPL berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel ROA yang ditunjukkan dengan besarnya nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,035. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Menurut pengujian hipotesis 2.b menunjukkan bahwa pada bank umum syariah variabel NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel ROA. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,892, sehingga hipotesis 2.b tidak diterima.
  4. Berdasar hasil pengujian hipotesis 3.a menunjukan bahwa pada bank umum konvensional variabel BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel ROA sehingga hipotesis 3.a diterima. Hal tersebut ditunjukkan dengan besarnya tingkat signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0.000. Hal ini berlaku juga pada bank umum syariah yang menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.
  5. Berdasar hasil pengujian hipotesis 4.a menunjukkan bahwa pada bank umum konvensional variabel LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel ROA sehingga hipotesis 4.a diterima. Hal tersebut ditunjukkan dengan besarnya tingkat signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,049. Menurut hasil pengujian hipotesis 4.b menunjukkan bahwa pada bank umum syariah variabel LDR tidak berpengaruh pada ROA. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,409.
Incoming search terms:

Leave a Reply