HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Kinerja Keuangan Bank Mnggnkn Pendekatan Laba Rugi & Nilai Tambah

Judul Tesis : Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syari’ah Menggunakan Pendekatan Laba Rugi dan Nilai Tambah

 

A. Latar Belakang

Dalam kaitannya dengan pemenuhan akuntanbilitas laporan kauangan bank syari’ah, Baydoun dan Willet (2000), seorang pakar akuntansi syari’ah merekomensikan laporan nilai tambah (Value Added Statement), sebagai tambahan dalam laporan keuagaan bank syari’ah. Laporan nilai tambah menurut Baydoun dan Willet (2000), merupakan laporan keuangan yang lebih menekankan prinsip full disclosure dan didorong akan kesadaran moral dan etika. Karena prinsip full disclosure merupakan cerminan kepekaan manajemen terhadap proses aktivitas bisnis terhadap pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Kepekaan itu terwujud berupa penyajian informasi akuntansi melalui distribusi pendapatan secara lebih adil. Adanya laporan nilai tambah telah merubah mainstream tujuan akuntansi dari decision making bergeser kepada pertanggungjawaban sosial.

Kaitannya dengan kinerja keuangan bank syar’ah, dengan belum dimasukkannya laporan nilai tambah sebagai laporan keuangan tambahan dalam laporan keuangan bank syari’ah, maka selama ini analisis kinerja keuangan bank syari’ah hanya didasarkan pada neraca dan laporan rugi laba saja. Hal ini menyebabkan hasil analisis belum menunjukkan hasil yang tepat, karena laporan laba rugi merupakan laporan yang lebih memperhatikan kepentingan direct stakeholders (pemilik modal), berupa pencapaian profit yang maksimal, dengan mengesampingkan kepentingan dari pihak lain (karyawan, masyarakaat, sosial dan pemerintah). Sehingga profit yang diperoleh distribusinya hanya sebatas kepada direct stakeholders (pemilik mnodal) saja. Sementara dengan laporan nilai tambah kemampauan bank syari’ah dalam menghasilkan provitabilitas dihitung dengan juga memperhatikan kontribusi pihak lain seperti karyawan, masyarakat, pemerintah dan lingkungan. Sehingga profit yang diperoleh dalam distribusinya tidak hanya sebatas pada direct stakeholders saja melainkan juga kepada indirect stakeholsers.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana kinerja keuangan PT. BSM Tahun 2003 dan 2004, jika dianalisis dengan menggunakan pendekatan laba rugi dan nilai tambah
  2. Bagaimana perbedaan kinerja keuangan PT BSM Tahun 2003 dan 2004, jika dianalisis dengan menggunakan pendekatan laba rugi dan nilai tambah

 

C. Landasan Teori

Manajemen Dana Bank Syari’ah

Sebagaimana bank bank lainnya bank syari’ah juga perlu melakukan pengelolaan (manajemen) yang baik terhadap dana yang diterima dari aktivitas funding untuk disalurkan kepada aktivitas financing, dengan harapan bank yang bersangkutan tetap mampu memenuhi kriteria-kriteria likuiditas, rentabilitas dan solvabilitasnya (Muhammad, 2002: 228).

Standar Akuntansi Perbankan Syari’ah

PSAK (Pedoman Standar Akuntansi Keuangan) No. 59 secara resmi dikeluarkan pada tanggal 1 Mei 2002 dan secara resmi diterapkan sejak 1 Januari 2003 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang terdiri dari; Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syari’ah dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Akuntansi Syari’ah.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif, yakni dengan mendeskripsikan hasil temuan berupa kinerja keuangan PT. BSM Tahun 2003 dan 2004 yang menggunakan pendekatan laba rugi dan nilai tambah, dan dilanjutkan dengan melakukan komparasi terhadap hasil temuan untuk mendapatkan pemahaman yang memadai tentang hasil temuan.

Sumber data penelitian ini adalah Laporan keuangan PT. BSM Tahun 2003 dan 2004 dan literatur terkait.

 

E. Kesimpulan

  1. Kinerja keuangan PT. BSM Tahun 2003 dan Tahun 2004 yang dihitung dengan menggunakan pendekaan nilai tambah menghasilkan nilai rasio yang lebih besar jika dibandingkan dengan menggunakan pendekatan Laba Rugi.
  2. Terdapat perbedaan antara perolehan rasio kinerja keuangan PT. BSM Tahun 2003 dan 2004 yang dihitung dengan pendekatan laba rugi dengan pendekatan nilai tambah, disebabkan adanya perbedaan kontruksi dan konsep dari teori akuntansi kedua pendekatan tersebut.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pelaksanaan Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pajak dengan Adanya Sunset Policy Serta Kontribusinya dalam Perpajakan di KPP PRATAMA Karanganyar
  2. Pengaruh faktor personality dan computer training terhadap keahlian dalam menggunakan komputer pada mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta
  3. Analisis Kinerja Keuangan Pada KPRI Bina Karya Kudus
  4. Analisis Kinerja Keuangan Pendekatan Altman dan Pengaruhnya terhadap Harga Saham
  5. Analisis Penerapan PSAK No 27 tentang Akuntansi Koperasi dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Usaha

 

 

 

 

Incoming search terms:

Leave a Reply