HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Keharmonisan keluarga

Keharmonisan keluarga –  Seperti pendapat Singgih D. Gunarsa dan Yulia Singgih D. Gunarsa (2004:202) “Dua pribadi yang berbeda harus saling menyesuaikan secara harmonis dalam ikatan pernikahan. Hal ini memerlukan usaha agar keduanya tumbuh mengarah ke penyesuaian tersebut”. Apabila kedua pasangan sudah bias saling menyesuaikan diri dan saling menerima kekurangan dari masing-masing pasangan maka akan lebih mudah untuk menciptakan kondisi keluarga yang harmonis. Keharmonisan keluarga tidak hanya dilihat dari adanya keutuhan struktur keluarga, yang termasuk di dalamnya keutuhan dalam interaksi keluarga, tetapi juga interaksi sosial yang wajar dalam keluarga tersebut.

Keharmonisan keluarga

Suasana keluarga yang sangat ramai/gaduh, tidak mungkin anak dapat belajar dengan baik. Anak akan selalu terganggu konsentrasinya, sehingga sukar untuk belajar. Demikian juga suasana rumah yang selalu tegang, selalu banyak cekcok di antara anggota keluarga selalu ditimpa kesedihan, antara ayah dan ibu selalu cekcok atau selalu membisu akan mewarnai suasana keluarga yang melahirkan anak-anak tidak sehat mentalnya. Anak-anak tidak tahan di rumah, akhirnya mengeluyur di luar bersama anak yang menghabiskan waktunya untuk hilir mudik ke sana ke mari, sehingga tidak mustahil kalau prestasi belajar menurun. Untuk itu hendaknya suasana di rumah selalu dibuat menyenangkan, tenteram, damai, harmonis, agar anak betah tinggal di rumah. Keadaan ini akan menguntungkan bagi kemajuan belajar anak.

Selain keutuhan interaksi antar anggota, keharmonisan keluarga juga dapat dilihat dari keutuhan struktur anggota keluarga, yaitu adanya ayah, ibu dan juga anak walaupun orang tua disini tidak dibatasi harus orang tua kandung. Bila tidak ada ayah atau ibu atau bahkan keduanya, dan bila ayah atau ibu jarang pulang ke rumah dan berbulan-bulan meninggalkan anaknya karena tugas atau hal-hal lain yang terjadi secara berulang-ulang, maka struktur keluarga itu pun dikatakan sudah tidak utuh lagi. Keharmonisan keluarga akan berpengaruh terhadap perkembangan jiwa seorang anak sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh pula terhadap prestasi yang diperoleh.

Incoming search terms:

Leave a Reply