HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Pengertian Kepala Keluarga (KK) Menurut Para Ahli

Kepala Keluarga (KK ) Pengertian Kepala Keluarga (KK) Menurut Para Ahli

Kepala Keluarga (KK )

Kepala Keluarga (KK) ~ Seorang dari sekelompok anggota keluarga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari, atau orang yang dianggap / ditunjuk sebagai Kepala Keluarga. Seorang pemimpin yang baik tidaklah mementingkan dirinya sendiri , tapi mementingkan kepentingan seluruh awaknya. Seorang pemimpin tidak mementingkan kebutuhan seorang anggotanya saja, tapi semua awaknya.

Seorang kapten mengambil keputusan dan tindakan berdasarkan kebenaran yang hakiki, kebenaran yang akan menguntungkan seluruh anggotanya. Seorang pemimpin berada paling depan dalam menghadapi semua masalah, dan tantangan.

Seorang pemimpin selalu tegar dan kuat dalam bertarung dengan semua masalah dan tantangan, karenanya para anggotanya selalu berlindung dibaliknya. Itulah semua sikap seorang kapten atau pemimpin yang harus dimiliki oleh seorang kepala keluarga dalam memimpin bahtera rumah tangga ini.  Aplikasi sikap itu untuk kepala keluarga dalam membawa bahtera rumah tangganya adalah :

  1. Jangan suka mengeluh. Sikap mengeluh menunjukkan sikap lemah, sikap seorang pecundang. Sikap yang menunjukan bahwa kita terlalu lemah dalam menghadapi semua masalah termasuk masalah kecil. Sebagai kepala keluarga kita harus kuat dan tegar, dan tidak boleh ada masalah yang dapat mengalahkan kita. Untuk itu janganlah Anda mengeluh.
  2. Jangan suka membicarakan keburukan orang lain. Kadang seorang istri sangat suka dengan gosip. Perempuan itu mahkluk lemah , makanya dia tidak mampu menghadapi orang lain, caranya adalah dengan menggosipkan keburukan orang tersebut dibelakangnya. Kadang kita kepala keluarga sering terhanyut untuk ikut berempati dengan ikut ambil bagian dan menanggapi gosip istri kita. Untuk itu janganlah sampai kita menanggapi gosip tersebut. Tapi jangan juga kita melarangnya agar tidak bergosip, karena itu tidak akan menimbulkan konflik. Cara terbaik adalah mendiamkan saja ,ketika dia bergosip, dan jangan beri respon apapun terhadap gosipnya yang negatif, tapi responlah jika gosip itu positif.
  3. Jangan menyimpan amarah. Pemimpin tidak pernah marah pada anggotanya. Dia hanya memerintah anggotanya dengan sangat keras dan tegas. Walaupun kita menunjukkan kemarahan kita , tapi itu semua adalah perintah yang harus istri patuhi untuk menuruti perintah kita. Tapi bukan untuk menunjukkan sakit hati dan kekesalan kita.
  4. Ambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama ! Tidak ada anggota keluarga yang merasa dimenangkan atas keputusan kita. Kepala keluarga harus adil dalam memutuskan sesuatu, karena itu jangan terlalu terburu – buru dalam memutuskan sesuatu hal. Pertimbangkan dengan masak dan ikuti intusi Anda.
  5. Bekerja lebih banyak dan lebih keras dari istri Anda!Tunjukkan bahwa Anda adalah seorang yang kuat dan tangguh. Anda melebih istri Anda dalam berbagai hal, maka Anda dapat melakukan segala hal dalam rumah tangga. Anda mampu mencari nafkah , mengurus anak, memberishkan rumah , mencuci baju, dan semuanya. Hal ini akan membuat Anda menjadi panutan yang sangat dikagumi istri dan anak Anda. Anggota keluarga akan hormat dan tunduk pada Anda , karena Anda bukan hanya tukang perintah , namun Anda adalah orang yang sanggup melakukan segala hal dalam segala kondisi. Ya dalam segala kondisi , termasuk saat Anda capek dan sangat capek . Hal itu membuat semua anggota keluarga akan sangat mengagumi Anda.
  6. Perintah hanya satu kali. Beri perintah atau nasehat pada istri dan anak cukup satu kali saja. Jangan pernah menjabarkan panjang lebar , karena tidak ada orang yang mau diperintah. Bila perintah Anda tidak dituruti , maka Anda harus memberikan kosekuensi. Bila Anda memerintahkan istri Anda mematikan TV saat malam agar dia cepat tidur , tapi dia tidak menuruti. Pergilah dan tinggalkan dia , dengan masuk kamar dan tidurlah Anda langsung. Tak perlu marah – marah dengan kata Anda.
Incoming search terms:

Leave a Reply