HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Gambaran Umum Teori E-Audit menurut Para Ahli dan Contoh Tesis E-Audit

Gambaran dari E-Audit

1. Pengertian E-Audit

E-audit adalah sebuah sistem yang membentuk sinergi antara sistem informasi internal BPK (eBPK) dengan sistem informasi milik entitas pemeriksaan (e-Auditee) melalui sebuah komunikasi data online antara e-BPK dengan e-Auditee dan membentuk Pusat Data pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di BPK (Sekretariat Jenderal, BPK RI, 2012). Pusat data keuangan negara ini berisi seluruh informasi keuangan dari semua satuan kerja di lingkup pemerintah. Informasi keuangan yang dimaksud termasuk Laporan Keuangan Pemerintah, transaksi keuangan, dan data pendukung lain yang akan berguna untuk melakukan pemeriksaan. Pusat data inilah yang akan digunakan oleh pemeriksa untuk membantu dalam melakukan tugas pemeriksaan. Pemeriksa dapat menggunakan sistem e-audit ini melalui sebuah portal yang dapat diakses di mana saja dia bertugas selama terdapat jaringan internet.

Gambaran Umum Teori E-Audit menurut Para Ahli dan Contoh Tesis E-Audit

2. Tujuan E-Audit

E-audit bertujuan untuk memperoleh data dari auditee secara cepat dan dapat diandalkan. E-audit dapat mempersingkat proses birokrasi yang rumit ini dengan mengadakan MoU (Memorandum of Understanding) antara maskapai penerbangan dan BPK. Sehingga data dapat dikirim langsung dari server auditee dan server pihak terkait lain ke server e-audit tanpa harus diminta oleh pemeriksa satupersatu. Metode ini dianggap sangat cepat dan efisien untuk melakukan pemeriksaan. Tidak hanya waktu yang dapat dihemat, dari segi ekonomis ongkos untuk bolak-balik ke auditee dapat dikurangi. Namun meskipun demikian, pemeriksa masih harus perlu bertemu dengan auditee untuk melakukan konfirmasi dan komunikasi dengan entitas yang sedang diperiksa serta melakukan prosedur audit lainnya yang diperlukan misalnya cek fisik.

3. Jenis-jenis Audit

Seperti yang dikemukankan oleh arens, elder dan beasly (2001:19:125) pemeriksaan akuntansi dan kalsifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Audit operasioanal, adalah penelahaan atau bagaian manapun dan prosedur dan metode opersi suatu organisasi untuk menilai efesiensi dan efektifnya. Umumnya pada saat selesainaya audit operasional, auditor akan memberikan sejumlah saran kepada manejemen untuk memperbaiki jalannya operasi suatu perusahaan.
  • Audit ketaatan, adalah audit yang bertujuan untuk mempertimbangkan apakah klien telah mengikuti prosedur atau praturan tertentu yang telah Pdilakukan ditetapkan oleh pihak yang dimiliki otoritas yang lebih tinggi.hasil dari kegiatan ini biasanya tidak dilaporkan kepada pihak-pihak lain,
  • Auditor laporan keuangan, yang dilakukan untuk menentukan apakah laporan keuangan scara keseluruhan yang merupakan informasi yang terukur dan divinisikan telah disajiakan sesuai dengan kriteria tertentu. Pada umumnya pada yang dimaksudkan dengan kriteria disini adalah prinsip akuntansi yang berlaku umum. Asumsi dasar dari suatu audit laporan keuangan adlah bahwa laporan keuangan tertentu akan dimanfaatkan kelompok-kelompok berbeda dengan maksud berbeda. Oleh karena jauh lebih efesien memperkerjakan auditor untuk melaksanaka auditordan membuat kesimpulan yang dapat diandalkan oleh semua pihak dari pada memberikan masing-masing pihak melakukan audit sendiri-sendiri.

 

Teori-teori dari gambar model teori E-Audit

1. Unsur-unsur Audit

Unsur-unsur auditing merupakan konsep-konsep pengendalian utama yang dirancang untuk memberikan keyakinan dan jaiminan bahwa sasaran dan hasil pengendalian intern akan terppenuhi.menurut mulyadi (2002:68), unsur-uunsur auditing tersebut meliputi:

  • Informasi yang terukur dan kriteria yang ditetapkan

Untuk melaksanakan audit diperlukan informasi yang dapat diverisifikasikan dan sejumlah auditor yang dapat digunakan sebagai pengang untuk: mengevaluasi informasi tersebut. Agar dapat diverifikasikan, informasi harus diukur kriteria dapat diukur. Kiriteriauntuk dapat mengevaluasikan informasi kualitatif yang beragam, ddalam audit tas laporan keuangan historis oleh kantor akuntan publik, kriteria yang digunakan adalah prinsip akuntansi yang berlaku umum dan diterima umum sedangkan audit

  • Entitas ekonomi dan periode waktu audit

Setiap kal audit melakukan tanggung jawab auditor harus jelas, dilakukan mengenai pandangan entitas ekonomi periode waktu yang diaudit entitas ekonomi yang dimaksud seringkali satuan legal, seperti perseroan terbatas (PT)nlembagah pemerintah dan lain-lain.

  • Pengumpulan dan penyelesaian bahkan bukti

Bahkan bukti dapat diartikan sebagai informasi yang digunakan oleh auditor dalam menentukan kesesuaian informasi ekonomi yang sedang audit dengan kiriteria yang ditetapkan. Adalah sangat pentinguntuk memperoleh bahan bukti dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan audit, proses penentuan jumlah bukti yang diperlukan dalam penelitian kelayakan informasi sesuai dengan kiriteria merupakan bagian penting dari audit.

  • Orang yang kompeten dan independen

Seorang auditor harus mempunyai kemampuan memahami kiriteria yang digunakan serta mampu menetukan jumlah bahan bukti yang digunakan untuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya. Auditor harus mempunyai mental independen.

  • Pelaporan

Pelaporan audit meruapakan penyampaian temuan-temuan kapada para pemakai laporan tersebut. Walaupun isi laporan-laporan audit berbeda, tetapi hakikatnya laporan tersebut harus mampu memberikan informasi kesuaian informasi-informasi yang diperikasa dengan kiriteria yang telah ditetapkan.

 

2. Tipe Audit

Audit dapat dibagi menjadi beberapa tipe. Pembagian ini dimaksudkan untuk menentukan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dengan diadakannya suatu kegiatan audit tersebut. Menurut Arens (2003:4) terdapat tiga tipe audit secara umum yang dilaksanakan, yaitu:

Audit operasional (operational audit)

Audit operasional yaitu merupakan penelaahan atas bagian manapun dari prosedur dan metode operasi suatu organisasi untuk menilai efisiensi dan efektifitasnya. Umumnya pada saat selesainya audit operasional, auditor akan memberikan sejumlah saran kepada manajemen untuk memperbaiki jalannya operasi perusahaan.

Audit ketaatan (compliance audit)

Audit ketaatan yaitu auditor menentukan apakah perusahaan sudah berjalan sesuai dengan peraturan yang ada. Bertujuan mempertimbangkan apakah auditee (klien) telah mengikuti prosedur atau aturan tertentu yang telah ditetapkan pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi.

Audit laporan keuangan (audit of financial statement)

Audit laporan keuangan lebih mengarah pada laporan keuangan secara keseluruhan dan kualitas informasi yang dihasilkan.Bertujuan menentukan apakah laporan keuangan secara keseluruhan yang merupakan informasi terukur yang diverifikasi-telah disajikan sesuai dengan kriteria tertentu.

 

Contoh Tesis yang membahas tentang E-Audit

Adapun contoh tesis yang membahas mengenai E-Audit antara lan:

Contoh Tesis 1:  Faktor-Faktor Efektivitas Sistem E-Audit (Studi Empirik pada e-audit Perjalanan Dinas BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah)

Pada penelitian tahun 2014 yang menyatakan bahwa Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor efektivitas sistem e-audit di BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Wixom dan Todd (2005) di Virginia dengan perbedaan lokasi, objek, populasi, variabel, dan metode analisis. Penelitian ini menambahkan variabel independen berupa kompetensi pemeriksa serta temuan audit. Penelitian ini diharapkan mampu menilai hubungan antara faktor–faktor tersebut dengan efektivitas sistem e-audit serta arah hubungan tersebut apakah mengarah pada arah negatif atau arah positif.

Penelitian ini dilakukan dengan metode non probability melalui studi kasus dengan populasi responden yaitu pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah yang telah melaksanakan e-audit sebanyak 17 orang. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian menggunakan SPSS 19 dengan jenis uji non parametrik berupa uji normalitas dengan Shapiro Wilk, serta pengujian hipotesis dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel temuan audit, persepsi kemudahan, persepsi manfaat, kualitas sistem, serta kualitas informasi dengan efektivitas sistem e-audit. Sedangkan kompetensi pemeriksa tidak memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap efektivitas sistem e-audit. Temuan penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa efektivitas sistem e-audit dapat tercapai jika dilakukan peningkatan akan kemudahan penggunaan sistem e-audit bagi pemeriksa di BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah.

 

Contoh Tesis 2: Analisis Penerapan Sistem E-Audit pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (Bpk RI) Perwakilan Jawa Timur

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia memanfaatkan pengembangan informasi teknologi dengan menciptakan sistem e-audit untuk memfasilitasi proses audit. Sistem yang mana dibuat pada tahun 2011 terus dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem e-audit pada Perwakilan BPK RI di Jawa Timur. Ini studi menggunakan wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan implementasi sistem e-audit. Teknik analisis data dalam penelitian ini termasuk data reduksi, penyajian data, dan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa eaudit sistem menjadi wadah berbagai data yang digunakan oleh auditor dalam melakukan proses audit, baik data dari entitas terkait maupun data dari pihak terkait lainnya. Data dari entitas yang dikirim menggunakan agen konsolidator yang dipasang di perangkat entitas, ke agent consolidator agent yang dipasang di BPK devive, kemudian data diproses dan dimuat ke Pusat Data di Portal e-Audit, sehingga datanya siap digunakan.

 

Contoh Tesis 3 : Pengaruh Hasil Pemeriksaan Audit BPK terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kota di Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hasil pemeriksaan audit BPK terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten/Kota di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan data sekunder. Sampel penelitian adalah 398 Kabupaten/Kota untuk tahun 2014-2015. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis dengan metode regresi linear berganda.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa opini audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan daerah berdasarkan rasio efisiensi dan efktivitas dan temuan audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah berdasarkan rasio efisiensi sedang temuan audit berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah berdasarkan rasio efektivitas.

 

Contoh Tesis 4 : Implementasi E-Audit dalam Meningkatkan Fungsi Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara Pada BPK-RI

Proses pemeriksaan keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga memakan waktu Banyak waktu. Pada saat yang sama, BPK diminta untuk melaporkan hasil dari pemeriksaan atau akuntabilitas dengan segera. Karena itu, BPK berusaha untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan manajemen keuangan dan akuntabilitas negara melalui sistem e-audit. Makalah ini menjelaskan bagaimana mekanisme sinergi e-audit dan manfaat dari pelaksanaan e-audit pada manajemen keuangan dan hambatan dalam mengimplementasikan e-audit berdasarkan studi literatur. E-audit adalah a proses pemantauan melalui pusat data BPK dengan menggabungkan elektronik yang ada data tentang BPK dengan data elektronik auditee. Dengan demikian, BPK akan bisa menjalankan merekam, memproses, bertukar, dan menggunakan data pemantauan dari berbagai pihak, untuk melaksanakan tugas pemeriksaan untuk manajemen dan akuntabilitas keuangan negara secara elektronik.

 

Contoh Tesis 5 : Analisis Kelayakan E-Audit Untuk Pemeriksaan Keuangan Negara Pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia

Penelitian ini berfokus pada analisis kelayakan dari sistem e-audit yang digunakan oleh Pemeriksa BPK RI untuk melakukan pemeriksaan keuangan negara. Analisis kelayakan diperlukan agar BPK RI dapat memanfaatkan teknologi yang dapat menambah nilai dari hasil pemeriksaan serta dapat menggunakan teknologi dengan tepat guna sesuai dengan proses pemeriksaan keuangan negara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif.

Data utama didapatkan dari wawancara mendalam dengan responden pemeriksa BPK dan tim pengembangan sistem e-audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem e-audit sudah layak digunakan dalam pemeriksaan keuangan negara. Namun peneliti menyarankan kepada BPK agar lebih aktif lagi dalam menangkap kebutuhan pengguna akhir yaitu pemeriksa, sehingga dapat dipastikan kebutuhan pengguna akhir dan jadwal pengembangan sistem di masa yang akan datang serta supaya pengembangan sistem sesuai dengan yang dibutuhkan pengguna. Selain itu, BPK juga harus mempertimbangkan untuk mulai melakukan seleksi jasa profesional Teknologi Informasi untuk membantu dalam pengembangan sistem e-audit karena besar kemungkinan banyaknya kebutuhan dari pengguna akhir di masa yang akan datang.

 

Contoh Tesis 6: Implementasi Sistem Electronic Audit Berdasarkan Aspek Persepsi Kegunaan dan Kemudahan Pengguna di Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Studi Kasus pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat)

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah memahami implementasi Electronic Audit dalam meminimalisir fraud berdasarkan aspek perceived usefulness dan ease of use. Pokok masalah tersebut kemudian dirincikan ke dalam pertanyaan penelitian, yaitu: 1) Bagaimanakah peran perceived usefulness dan ease of use dalam meningkatkan efektivitas sistem E-Audit?; 2) Bagaimanakah dampak penggunaan teknologi baru terhadap kinerja auditor dalam mengoptimalkan proses audit?

Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan paradigm interpretatif. Adapun sumber data dari penelitian ini berasal dari beberapa informan yang berprofesi sebagai auditor pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan internet browsing. Lalu, untuk teknik pengolahan data dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yakni: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas suatu sistem yang baik tergantung pada tingkat keyakinan pengguna pada sistem teknologi tersebut. Dengan keyakinan pengguna pada sistem E-Audit khususnya auditor yang diberi tugas dalam mengaudit suatu laporan keuangan pemerintahan akan mempermudah pekerjaannya serta meningkatkan pengawasan terhadap penyimpangan bila terjadi kecurangan (fraud). Pemanfaatan teknologi dalam proses audit ini tidak terlepas dari persepsi pengguna atas kemudahan penggunaan sistem serta kegunaan atau manfaat dari sistem itu sendiri.

 

Contoh Tesis 7: Pengalaman Audit Sebagai Pemoderasi Pengaruh Penerapan E-Audit dan Lingkungan Kerja Audit terhadap Kualitas Temuan Audit dalam Fraud Audit di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia

Pada tahun 2017 penelitian ini menyatakan bahwa Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa dan menguji hipotesis mengenai pengalaman audit sebagai pemoderasi penerapan e-Audit dan lingkungan kerja audit terhadap kualitas temuan audit dalam fraud audit. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 57 responden. Responden dari penelitian ini adalah para auditor yang bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Data dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan analisis regresi moderat dengan bantuan program SPSS 22.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat signifikansi positif dalam penerapan e-Audit dan lingkungan kerja audit terhadap kualitas temuan audit dalam fraud audit; dan pengalaman audit tidak memoderasi model penelitian ini.

 

Contoh Tesis 8:  Analisis Pelaksanaan E-Audit Pada BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur 

Penelitian pada tahun 2015 menyatakan bahwa  Sampai dengan November 2014, BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur telah melakukan penandatanganan keputusan bersama tentang juknis e-Audit dengan 34 pemerintah daerah. Untuk pemasangan aplikasi agen konsolidator telah terpasang pada 38 pemerintah daerah, hanya Kabupaten Sampang saja yang belum terpasang. Salah satu hasil pemeriksaan dengan e-Audit ini yaitu BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur menemukan sejumlah temuan terkait perjalanan dinas seperti pemalsuan tiket pesawat.

Sistem e-Audit ini dalam pelaksanaannya terdapat kendala yakni masih banyak pemerintah daerah yang tidak tepat waktu dalam mengirimkan data melalui modul agen konsolidator. Hal ini disebabkan karena pemerintah daerah menggunakan opsi 2 dan opsi 3 dalam konsolidasi data dimana hal tersebut perlu adanya proses duplikasi atau ekstrak database yang tentu saja memerlukan waktu dan usaha lebih yang berpotensi membuat proses konsolidasi data tidak tepat waktu. Selain itu jaringan internet yang relatif belum stabil juga menghambat proses konsolidasi data antara entitas dengan BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur.

Masing-masing pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur memiliki karakteristik aplikasi yang berbeda yang digunakan dalam administrasi pemerintahannya, hal ini tentu saja menimbulkan perbedaan jenis dan format data antar entitas. Jenis database sampai saat ini yang didukung dalam aplikasi konsolidasi data antara lain Oracle, SqlServer, MySQL, MsAcces, Foxpro, Dbase, dan CSV (excel). Apabila jenis dan format data berbeda dengan jenis dan format yang dapat diolah di database maka diperlukan waktu dan usaha yang lebih untuk mengkonversi data tersebut sehingga dapat digunakan.

Kemampuan TABK sebagian pemeriksa di BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur masih dianggap kurang. Sehingga guna meningkatkan kemampuan dalam hal TABK tersebut BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur telah mengadakan pelatihan terkait TABK kepada para pegawainya. Selain itu auditor dalam mengakses portal e-Audit diharuskan memiliki surat tugas yang aktif sehingga kurang fleksibel dalam mengakses portal. Hal ini dapat mengakibatkan auditor kurang optimal dalam memanfaatkan sistem e-audit. Secara umum dalam pelaksanaan e-Audit ini, BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur telah memiliki sarana pendukung yang memadai. Sarana pendukung yang harus disiapkan oleh pemerintah daerah juga tidak terlalu membebani keuangan daerah sehingga mempermudah implementasi sistem e-Audit.

 

Contoh Tesis 9:   Peran Badan Pemeriksa Keuangan Dalam Pemeriksaan terhadap Pengelolaan Keuangan Negara oleh Pemerintah Daerah

Penelitian tesis ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai peran Badan Pemeriksa Keuangan dalam melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan negara oleh pemerintah daerah di Kabupaten Sleman. Permasalahan kedua dalam penulisan tesis ini ingin menjawab kelemahan dan kendala yang dihadapi BPK dalam melakukan pemeriksaan, permasalahan terakhir adalah menjawab upaya yang dilakukan BPK dalam mengatasi kelemahan dan kendala dalam melakukan pemeriksaan keuangan. Permasalahan tersebut diteliti dan dikaji dengan metode penelitian hukum normatif dan menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder.

Pembahasan tesis ini mengharmonisasikan antara peraturan perundangundangan dengan keadaan nyata di masyarakat. Proses pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK sudah optimal dan sesuai dengan peraturan perundangundangan terwujud dalam mekanisme pelaksanaan pemeriksaan yang sesuai dengan peraturan dan standar pemeriksaan pengelolaan keuangan negara. Selain itu, hasil dari pemeriksaan yang berupa laporan hasil pemeriksaan BPK atas pengelolaan keuangan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2012 menunjukkan bahwa BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Paragraf Penjelas. Pelaksaanaan pemeriksaan pada dasarnya tidak hanya terkendala oleh faktor eksternal saja tetapi juga oeh faktor internal BPK. Dengan demikian ditemukan suatu gagasan melalui pembahasan dan penelitian yang dilakukan sebelumnya suatu upaya dan untuk mengatasi kendala dan kelemahan BPK dalam pelaksanaan pemeriksaan serta untuk meningkatkan profesionalisme BPK.

 

Contoh Tesis 10:  Simulasi Penerapan E-Audit dengan Pendekatan Metode RAD pada Pemeriksaan LKPD di BPK RI  

Pada penelitian tahun 2017 menyatakan bahwa Penerapan e-audit di BPK RI dilaksanakan pada tahun 2015. E-audit merupakan teknik pengawasan melalui pusat data BPK yang menggabungkan data elektronik BPK (e-BPK) dengan data elektronik instansi yang diperiksa oleh BPK. Dengan e-audit, BPK dapat melakukan perekaman, pengolahan, pertukaran, pemanfaatan dan monitoring data yang bersumber dari berbagai pihak terkait, dalam rangka melakukan pemeriksaan atas pengelolaan keuangan negara. Penelitian ini dilakukan dengan membangun prototipe portal e-audit yang merupakan antarmuka utama yang digunakan oleh tim pemeriksa dan instansi yang diperiksa.

Pengembangan prototipe tersebut menggunakan pendekatan metode Rapid Application Development (RAD). Dengan adanya prototipe portal e-audit, maka dilakukan simulasi pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang melibatkan BPK RI Perwakilan Provinsi DIY dan pemerintah daerah di Provinsi DIY, agar dapat diidentifikasi hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh BPK RI dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan e-audit yang sesungguhnya khususnya di Provinsi DIY. Hasil penelitian menunjukkan berbagai aspek yang harus diperhatikan oleh BPK dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan e-audit, diantaranya kesiapan portal e-audit, petunjuk teknis mengenai akses data, panduan petunjuk pelaksanaan dan layanan informasi dari BPK.

Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh BPK dan pemerintah daerah dalam meningkatkan persiapan pelaksanaan e-audit, terutama mengenai aksesibilitas dan fungsionalitas portal e-audit, mekanisme perolehan data yang diperlukan, identifikasi aplikasi keuangan yang digunakan pemerintah daerah, mekanisme pengujian data serta ketersediaan Pedoman Operasi Standar (POS) untuk setiap kegiatan penggunaan portal e-audit. Kata Kunci : e-Audit, simulasi, pemeriksaan keuangan, BPK RI, pemerintah daerah.

 

Contoh Tesis 11:  Implementasi E-Audit dalam Meningkatkan Fungsi Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara pada BPK-RI

Pada tahun 2014 penelitian ini menyatakan bahwa  Proses pemeriksaan keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memakan banyak waktu. Pada saat yang sama, BPK diharuskan melaporkan hasil pemeriksaan atau pertanggungjawaban secepatnya. Karena itu, BPK berupaya meningkatkan kualitas pemeriksaan manajemen keuangan dan akuntabilitas negara melalui sistem e-audit.

Makalah ini menjelaskan bagaimana mekanisme sinergi e-audit dan manfaat dari pelaksanaan e-audit pada manajemen keuangan dan hambatan dalam menerapkan e-audit berdasarkan studi literatur. E-audit adalah proses pemantauan melalui pusat data BPK dengan menggabungkan data elektronik yang ada di BPK dengan data elektronik auditee. Dengan demikian, BPK akan dapat menjalankan pencatatan, pengolahan, pertukaran, dan penggunaan data pemantauan dari berbagai pihak, agar dapat melaksanakan tugas pemeriksaan untuk pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara secara elektronik. Kata kunci: e-audit, pemeriksaan keuangan, manajemen keuangan, akuntabilitas, sinergi e-audit.

Leave a Reply

×
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?