HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Faktor-Faktor Fundamental Terhadap Risiko Sistematis pada Industri Manufaktur

Judul Skripsi : Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental Terhadap Risiko Sistematis pada Industri Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Sebelum, Selama dan Setelah Krisis Moneter

 

A. Latar Belakang Masalah

Keberadaan laporan keuangan merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Selain sebagai konsumsi internal perusahaan sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan di perusahaan ataupun untuk beberapa kepentingan yang lain, laporan keuangan juga sebagai referensi bagi calon investor ketika akan melakukan keputusan investasi.

Di pasar modal, laporan keuangan berguna untuk investor dalam mempertimbangkan suatu keputusan apakah membeli, menahan, atau menjual saham tertentu dan untuk membentuk portofolio. Munculnya berbagai instrumen investasi menuntut investor untuk lebih jeli dalam menyusun portofolionya agar memperoleh expexted return yang maksimal dengan tingkat risiko (risk) yang seminimal mungkin. Salah satu investasi yang saat ini diminati oleh banyak investor adalah investasi saham. Investasi saham selain dikenal memberikan harapan imbal hasil (expected return) yang tinggi bagi investor juga dikenal mempunyai tingkat risiko (risk) yang tinggi.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah asset growth mempunyai pengaruh terhadap beta saham sebelum, selama dan setelah krisis moneter?
  2. Apakah liquidity mempunyai pengaruh terhadap beta saham sebelum, selama dan setelah krisis moneter?
  3. Apakah leverage mempunyai pengaruh terhadap beta saham sebelum, selama dan sesudah krisis moneter?

 

C. Tinjauan Pustaka

Analisis Fundamental

Secara umum, ada banyak teknik analisis dalam melakukan penilaian investasi, tetapi yang paling banyak dipakai adalah analisis yang bersifat fundamental, analisis teknikal, analisis ekonomi, dan analisis rasio keuangan (Anoraga, 2003). Analisis Fundamental merupakan analisis yang berhubungan dengan kondisi keuangan perusahaan. Dengan analisis ini diharapkan calon investor akan mengetahui bagaimana operasional dari perusahaan yang nantinya menjadi milik investor. Hal ini penting karena nantinya akan berhubungan dengan hasil yang akan diperoleh dari investasi dari risiko yang harus ditanggung.

 

Pengertian Risiko Saham

Risiko dapat didefinisikan sebagai suatu kemungkinan dimana hasil investasi yang sebenarnya (actual return), berbeda atau tidak sama dengan yang diharapkan (expected return).

 

Jenis-jenis Risiko Saham

Menurut Husnan (2003:157), tipe – tipe risiko dapat digolongkan menjadi dua jenis : pertama, risiko sistematik (systematic risk), jenis risiko ini juga dikenal sebagai risiko yang tidak bisa didiversifikasi (nondiversifiaable risk). Risiko sistematik merupakan risiko yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti perubahan ekonomi, politik, sosiologi, perang, inflasi, dan kejadian – kejadian internasional yang mana tingkat risiko tersebut tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi portofolio. Yang termasuk risiko sistematik antara lain :

  • Risiko pasar (market risk)
  • Risiko suku bunga (interest rate risk)
  • Risiko tarif reinvestasi (reinvestment rate risk)
  • Risiko daya beli (purchasing power risk)
  • Risiko mata uang (currency risk)

 

Pengertian Beta Saham

Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatip terhadap risiko pasar. Beta suatu sekuritas menunjukkan risiko sistemetiknya yang tidak dapat dihilangkan karena diversifikasi. Untuk menghitung Beta portofolio, maka Beta masing-masing rata-rata tertimbang dari Beta masing-masing sekuritas. Mengetahui Beta masingmasing sekuritas juga berguna untuk pertimbangan memasukkan sekuritas tersebut kedalam portofolio yang akan dibentuk.

 

Beta Untuk Pasar Modal Berkembang

Beta untuk pasar modal yang berkembang perlu disesuaikan. Alasannya adalah beta yang belum disesuaikan masih merupakan beta yang bias disebabkan oleh perdagangan yang tidak sinkron (non-synchronous trading). Perdagangan tidak sinkron ini terjadi di pasar yang transaksi perdagangannya jarang terjadi atau disebut dengan pasar yang tipis (thin market). Pasar yang tipis merupakan ciri dari pasar modal yang sedang berkembang. Dan karena Bursa Efek Jakarta (BEJ) merupakan pasar modal yang sedang berkembang, maka terjadi perdagangan yang tidak sinkron berakibat beta bias sehingga perlu dikoreksi. Oleh karena itu beta koreksi adalah salah satu cara mengkoreksi beta yang bias yang terjadi di pasar yang sedang berkembang.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa efek Indonesia dengan sampel perusahaan manufaktur tahun 1992-2007.

Metode sampel dengan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan meliputi statistik deksriptif, uji normalitas data, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis dengan regresi linier berganda.

 

E. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menuji faktor-faktor fundamental terhadap risiko sistematis (beta saham) pada industri jenis manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum, selama dan setelah krisis moneter. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan regresi linier berganda dan juga t test dengan menggunakan bantuan software SPSS 15 For Windows. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa :

  1. pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap risiko sistematis untuk perioda sebelum, selama dan setelah krisis moneter. Hasil ini tidak mendukung hasil penelitian Setiawan (2003).
  2. likuiditas perusahaan tidak berpengaruh terhadap risiko sistematis pada perioda sebelum, selama dan setelah krisis moneter. Hasil ini konsisten dengan hasil penelitian Setiawan (2003) yang menyatakan likuiditas sebelum dan selama krisis tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko sistematis.
  3. leverage perusahaan tidak berpengaruh terhadap risiko sistematis sebelum,selama dan setelah krisis moneter. Hasil ini berbeda dengan hasil penelitian Setiawan (2003) yang menemukan bahwa leverage berpengaruh signifikan terhadap beta saham selama perioda krisis.
Incoming search terms:

Leave a Reply