HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Tingkat Risko Kredit Bank Tahun 2020

CONTOH TESIS NO.1 PENGARUH RISIKO KREDIT RISIKO OPERASIONAL DAN RISIKO LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS BPR DI KOTA DENPASAR

Abstrak

Profitabilitas merupakan kemampuan bank dalam memperoleh laba selama periode tertentu. Besarnya profitabilitas suatu perusahaan cenderung dipengaruhi oleh berbagai macam risiko. Risiko yang terjadi akan menimbulkan kerugian bagi bank jika tidak dideteksi serta tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh risiko kredit, risiko operasional, dan risiko likuiditas terhadap profitabilitas BPR di Kota Denpasar periode 2010-2014. Penelitian ini dilakukan pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang terdapat di Kota Denpasar periode 2010-2014. Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 10 BPR, melalui teknik purposive sampling.

BAB I

Risiko kredit merupakan risiko yang akan diderita bank akibat dari tidak dilunasinya kredit yang telah diberikan bank kepada debitur. Rasio yang digunakan dalam menghitung risiko kredit adalah Non Performing Loan (NPL) yang merupakan perbandingan total kredit bermasalah dengan total kredit yang diberikan. NPL yang meningkat mengindikasikan kinerja perbankan semakin buruk (Nugraheni dan Hapsoro, 2007). Hal ini menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap ROA. NPL yang diteliti oleh Dewanti (2009) dan Azwir (2006) menunjukkan adanya pengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA. Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayuningrum (2011) menyatakan bahwa NPL berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Adanya perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh Dewanti (2009), Azwir (2006), dan Ayuningrum (2011), Maka perlu dilakukan penelitian kembali pengaruh NPL terhadap ROA.

Teknik Analisis

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi non participant dengan teknik analisis data regresi liniear berganda. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa Risiko kredit berpengaruh positif tidak signifikan terhadap profitabilitas. Risiko operasional berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas. Risiko likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas.

CONTOH TESIS NO.2 PENGARUH RISIKO KREDIT DAN EFISIENSI OPERASIONAL TERHADAP KINERJA BANK (Studi Empirik pada Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Abstrak

Penelitian ini menguji pengaruh risiko kredit dan efisiensi operasional, terhadap kinerja bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2010. Risiko kredit diproksi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR), dan efisiensi operasional diproksi dengan Capital Adecuacy Ratio (CAR) dan Biaya Operasi (BOPO), sedangkan kinerja bank diproksi dengan Return on Asset (ROA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor mana, dari risiko kredit dan efisiensi operasi yang pengaruhnya lebih besar terhadap kinerja bank. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 96 perusahaan perbankan selama tahun 20072010, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dilakukan proses pengumpulan data melalui dokumentasi. Tehnik analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, untuk mengetahui adanya pengaruh CAR, BOPO, dan LDR terhadap ROA. Hasil analisis menunjukan bahwa rasio keuangan, yang terdiri dari rasio CAR dan LDR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA. Sedangkan BOPO berpengaruh negative dan signifikan terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari tiga variabel tersebut terhadap ROA sebesar 18,8% sebagaimana yang telah ditunjukan oleh adjusted R square sebesar 0,188.

BAB I

Bank sebagai perusahaan jasa yang berorientasi laba, harus dapat menjaga kinerja keuangannya dengan baik terutama tingkat profitabilitasnya. Profitabilitas bank adalah kemampuan bank untuk menghasilkan laba. Profitabilitas bank merupakan salah satu aspek yang dapat dijadikan tolok ukur untuk menilai kerhasilan bank dalam menjalankan operasinya. Analisis terhadap profitabilitas bank merupakan analisis yang penting dilakukan karena dengan melakukan analisis profitabilitas bank dapat mengukur efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber-sumber daya yang dimiliki bank selama periode tertentu.

Teknik Analisis

Tehnik analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, untuk mengetahui adanya pengaruh CAR, BOPO, dan LDR terhadap ROA. Hasil analisis menunjukan bahwa rasio keuangan, yang terdiri dari rasio CAR dan LDR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA. Sedangkan BOPO berpengaruh negative dan signifikan terhadap ROA. Kemampuan prediksi dari tiga variabel tersebut terhadap ROA sebesar 18,8% sebagaimana yang telah ditunjukan oleh adjusted R square sebesar 0,188.

CONTOH TESIS NO.3 PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PENENTU JUMLAH PENYALURAN KREDIT TERHADAP TINGKAT RISIKO KREDIT PADA BANK UMUM GO PUBLIC DI INDONESIA

Abstrak

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya tiga hal, yakni LDR dan BI Rate secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat risiko kredit (NPL), CAR secara parsial berpengaruh signifikan negatif terhadap tingkat risiko kredit (NPL) pada bank umum go public di Indonesia, serta LDR, CAR, dan BI Rate secara simultan berpengaruh terhadap tingkat risiko kredit (NPL) pada bank umum go public di Indonesia.

BAB I

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan BI Rate terhadap tingkat risiko kredit pada bank umum go public di Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Perusahaan perbankan yang menjadi sampel penelitian ini adalah bank umum go public selama periode 2008-2012 sebanyak 22 bank, yang terdiri dari 4 bank umum go public milik pemerintah dan 18 bank umum go public milik swasta.

Teknik Analisis

Terdapat beberapa metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini di antaranya adalah regresi linear berganda, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi), dan pengujian hipotesis (t-test, f-test, dan uji derajat determinasi (R2 )).

CONTOH TESIS NO.4 PENGARUH RISIKO KREDIT RISIKO OPERASIONAL DAN RISIKO LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS BPR DI KOTA DENPASAR

Abstrak

Profitabilitas merupakan kemampuan bank dalam memperoleh laba selama periode tertentu. Besarnya profitabilitas suatu perusahaan cenderung dipengaruhi oleh berbagai macam risiko. Risiko yang terjadi akan menimbulkan kerugian bagi bank jika tidak dideteksi serta tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh risiko kredit, risiko operasional, dan risiko likuiditas terhadap profitabilitas BPR di Kota Denpasar periode 2010-2014. Penelitian ini dilakukan pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang terdapat di Kota Denpasar periode 2010-2014. Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 10 BPR, melalui teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi non participant dengan teknik analisis data regresi liniear berganda. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa Risiko kredit berpengaruh positif tidak signifikan terhadap profitabilitas. Risiko operasional berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas. Risiko likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas.

BAB I

Risiko kredit merupakan risiko yang akan diderita bank akibat dari tidak dilunasinya kredit yang telah diberikan bank kepada debitur. Rasio yang digunakan dalam menghitung risiko kredit adalah Non Performing Loan (NPL) yang merupakan perbandingan total kredit bermasalah dengan total kredit yang diberikan. NPL yang meningkat mengindikasikan kinerja perbankan semakin buruk (Nugraheni dan Hapsoro, 2007). Hal ini menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap ROA. NPL yang diteliti oleh Dewanti (2009) dan Azwir (2006) menunjukkan adanya pengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA. Hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayuningrum (2011) menyatakan bahwa NPL berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Adanya perbedaan dari penelitian yang dilakukan oleh Dewanti (2009), Azwir (2006), dan Ayuningrum (2011), Maka perlu dilakukan penelitian kembali pengaruh NPL terhadap ROA.

Teknik Analisis

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi non participant dengan teknik analisis data regresi liniear berganda.

CONTOH TESIS NO.5 Stabilitas Bank, Tingkat Persaingan Antar Bank dan Diversifikasi Sumber Pendapatan: Analisis Per Kelompok Bank di Indonesia

Abstrak

Paradigma “competition-fragility”dan “competition-stability” memiliki alur logika yang bertentangan atas hubungan antara kompetisi antar bank dan stabilitas bank. Menurut Berger et al (2009), kedua pandangan tersebut berbeda pada aspek yang berkaitan dengan risiko kredit (loan risk), namun pada risiko yang dihadapi bank secara keseluruhan, kedua pandangan tersebut memiliki prediksi yang sama. Pada pasar kredit yang didominasi oleh bank dengan market power yang besar, risiko portfolio kredit bank memang akan naik seperti yang diprediksi oleh pandangan “competition-fragility”, namun risiko bank secara keseluruhan tidak selalu ikut naik bersamaan dengan naiknya risiko portfolio kredit. Uji empirik pada perbankan Indonesia mendukung hipotesis tersebut, kecuali pada kelompok bank asing yang memiliki model bisnis tersendiri. Hubungan kompetisi dan risiko kredit bank di Indonesia juga terbukti memiliki pola U -shape yaitu kompetisi yang meningkat pada tahap awal dapat menekan risiko kredit, salah satunya melalui peningkatan diversifikasi pendapatan dan jenis kredit bank, namun pada titik tertentu meningkatnya kompetisi justru memperburuk kualitas portfolio kredit perbankan.

BAB I

Apabila bank telah menikmati franchise value yang tinggi yang disebabkan kekuatan pasar (market power) yang tinggi, mereka akan mengamankan tingginya franchise value tersebut dari risiko kredit yang tinggi dengan berbagai metode. Strategi bank untuk menekan risiko kredit yang tinggi antara lain dapat dengan menambah jumlah modal, sekuritisasi kredit, credit derivatives, portfolio kredit yang lebih kecil dan meningkatkan diversifikasi produk bank, atau dengan teknik mitigasi risiko lainnya. Jadi apabila sebuah bank menetapkan suku bunga kredit yang tinggi sehingga memiliki portfolio kredit yang lebih berisiko, bank tersebut dapat mengelola risiko bank secara keseluruhan pada tingkat yang relatif lebih rendah. Oleh karena itu, menurut Berger et al . 2009) menjadi sangat penting untuk menggunakan ukuran risiko bank yang secara akurat dapat merefleksikan risiko kredit atau risiko bank sehingga uji empirik atas hubungan kompetisi dan stabilitas bank dapat secara tajam menunjukkan bukti apakah salah satu teori tersebut atau kedua teori itu secara bersamaan sesuai dengan fakta lapangan. Beberapa riset sebelum ini seperti misalnya Fernandez, Gonzalez dan Suarez (2016), Carretta et al.(2015) dan Carletti dan Hartman (2003) menggunakan Z-index sebagai sebuah inverse proxy untuk risiko bank secara keseluruhan.

Teknik Analisis

Studi ini menguji secara empirik implikasi dari tingkat persaingan perbankan terhadap stabilitas bank. Data yang digunakan adalah seluruh bank yang beroperasi dari tahun 2010 sampai 2015. Untuk dapat menguji hubungan tersebut pada setiap kelompok bank, persamaan uji empirik diestimasi untuk setiap kelompok setelah sebelumnya diestimasi dengan data keseluruhan bank.

CONTOH TESIS NO.6 Analisis Tingkat Kesehatan Bank Syariah Menggunakan Rasio Permodalan, Profitabilitas, Pembiayaan, dan Risiko Kredit

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan bank syariah dilihat dari rasio permodalan. profitabilitas, pembiayaan, dan kredit. Lembaga keuangan perbankan syariah yang menjadi fokus penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri (BSM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bank Syariah Mandiri ditinjau dari permodalan menggunakan rasio CAR menunjukkan rasio CAR rata-rata sebesar 14,75%. Artinya BSM dalam hal permodalan sudah diperingkat sangat baik. Bank Syariah Mandiri dalam hal profitabilitas menggunakan rasio ROA dan ROE menunjukkan ROA rata-rata sebesar 0,53% dan ROE 6%. Artinya, kemampuan BSM menghasilkan laba tergolong cukup baik. Bank Syariah Mandiri dalam hal pembiayaan dengan menggunakan rasio FDR menunjukkan rasio FDR rata-rata sebesar 79,81%. Artinya BSM itu kemampuan membayar kembali pinjaman jangka pendek dan memenuhi pembiayaan yang disepakati berada pada peringkat yang sehat. Bank Syariah Mandiri dalam hal Risiko kredit dengan menggunakan rasio NPF menunjukkan rasio NPF rata-rata sebesar 3,18%. Ini berarti kredit yang ada sangat sedikit yang diberikan oleh BSM dan bank dilihat dari aspek risiko kredit termasuk dalam peringkat yang baik. Dari Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan Bank Syariah Mandiri berada pada tingkat yang baik kesehatan.

BAB I

Laporan keuangan dalam akuntansi bank syariah adalah laporan keuangan yang menggambarkan fungsi bank Islam sebagai investor, hak dan kewajiban, dengan tidak memandang tujuan bank Islam dari masalah investasinya, apakah ekonomi atau social (Hassan & Harahap, 2010). Tujuan pembuatan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas yang bermanfaat bagi berbagai pihak pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi (Iatridis, 2010); (Minnis, 2011). Melalui laporan keuangan akan dapat dinilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya, struktur modal perusahaan, distribusi dan keefektifan pengggunaan aktiva, hasil usaha/pendapatan yang telah dicapai, beban-beban yang harus dibayar serta nilai-nilai buku tiap lembar saham perusahaan yang bersangkutan

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah Laporan keuangan 2014-2018.

CONTOH TESIS NO.7 ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KREDIT DALAM MEMINIMALISIR KREDIT BERMASALAH PADA KREDIT USAHA RAKYAT (STUDI PADA BANK JATIM CABANG MOJOKERTO)

Abtrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan manajemen risiko kredit dalam meminimalisir kredit bermasalah pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Jatim Cabang Mojokerto dan untuk mengetahui penerapan manajemen risiko kredit yang efektif dalam meminimalisir kredit bermasalah pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Jatim Cabang Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Bank Jatim Cabang Mojokerto telah menerapkan dengan baik pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi, kebijakan, prosedur dan penetapan limit, proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan sistem informasi manajemen risiko kredit, dan pengendalian risiko kredit. Penelitian ini menyarankan agar bank menjaga independensi staf kredit dan meningkatkan proses pemantauan kredit.

BAB I

Bank Jatim Cabang Mojokerto merupakan salah satu bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Mojokerto. Bank Jatim Cabang Mojokerto berupaya mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dengan meningkatkan kredit UMKM melalui program KUR. Melalui KUR, UMKM dapat mengembangkan usahanya dengan plafond kredit sampai dengan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Namun, pada penyalurannya, KUR tidak sterlepas dari risiko kredit bermasalah.

Teknik Analisis

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif.

CONTOH TESIS NO.8 PENGARUH RISIKO KREDIT, RISIKO LIKUIDITAS DAN RISIKO TINGKAT BUNGA TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko tingkat bunga terhadap profitabilitas (studi empiris pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI). Penelitian ini tergolong penelitian kausatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI tahun 2009 sampai tahun 2012. Sedangkan sampel penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 29 perusahaan sampel.

Berdasarkan hasil analisis regresi berganda dengan tingkat signifikansi 5%, maka hasil penelitian ini menyimpulkan: (1) Risiko kredit berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dengan koefisien ? bernilai negatif sebesar 0,428 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. (2) Risiko likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dengan koefisien ? bernilai -0,004 dan nilai signifikansi 0,576 > 0,05 (3) Risiko tingkat bunga berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dengan koefisien ? bernilai positif 0,241 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, disarankan: (1) peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih lanjut berkaitan dengan profitabilitas perbankan. (2) manajemen bank diharapkan untuk mampu terus menjaga NPL, LDR dan NIM nya agar terhindar dari resiko kerugian dalam usahanya.

BAB I

Industri perbankan dalam kegiatan usahanya sangat mengandalkan kepercayaan masyarakat sehingga tingkat kesehatannya perlu dipelihara. Pemeliharaan kesehatan bank dilakukan untuk menghadapi risiko-risiko perbankan yang mungkin timbul seperti: risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko bunga

Teknik Analisis

Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari www.idx.co.id. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.

CONTOH TESIS NO.9 PENGARUH RISIKO PASAR DAN RISIKO KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM BUMN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2012-2016

Abstrak

Dalam Perusahaan perbankan selalu berusaha untuk menghindari risiko, baik itu internal maupun eksternal dalam sebuah organisasi atau badan usaha. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh baik secara simultan maupun secara parsial antara risiko pasar (NIM) dan risiko kredit (NPL) terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank Umum BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016. Sampel pada penelitian ini yaitu 4 perusahaan perbankan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Sampling Jenuh. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian yaitu secara simultan risiko pasar (NIM) dan risiko kredit (NPL) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA) pada Bank Umum BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indoensia periode 2012-2016. Secara parsial hasil penelitiam pada variabel risiko pasar (NIM) berpengaruh signifikan dan mempunyai hubungan positif terhadap profitabilitas (ROA) dan Secara parsial hasil penelitian pada variabel risiko kredit (NPL) berpengaruh signifikan dan mempunyai hubungan negatif terhadap profitabilitas (ROA) pada Bank Umum BUMN periode 2011-2016. Perbankan sebaiknya harus mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas usahanya.

BAB I

Penafsiran risiko kredit menjadi lebih spesifik pada saat dihadapkan pada bentuk bisnis yang dijalankan seperti lembaga perbankan dan non perbankan. Pengendalian risiko kredit dilakukan melalui serangkaian proses manajemen risiko perbankan. Efektifitas dalam kaitannya dengan proses manajemen risiko perbankan dalam mengendalikan risiko kredit, adalah upaya yang dilakukan telah memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, baik berupa sumber daya manusia maupun sumber daya teknologi, dengan cara yang benar dan mencapai tujuan, yaitu meminimalisir risiko kredit.

Teknik Analisis

Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Sampling Jenuh. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian yaitu secara simultan risiko pasar (NIM) dan risiko kredit (NPL) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA) pada Bank Umum BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indoensia periode 2012-2016.

CONTOH TESIS NO.10 ANALISIS TINGKAT RISIKO KREDIT PADA PT. BANK SULUT, TBK DI MANADO

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat risiko kredit pada PT. Bank Sulawesi Utara, Tbk di Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis rasio keuangan melalui NPL. Risiko kredit dikenal sebagai pinjaman non produktif untuk sektor perbankan. Bank Indonesia mengklasifikasikan kredit non prduktif dalam tiga kategori: kategori kurang lancar, diragukan dan macet. Tingkat rata-rata rasio NPL sebesar 0,17% pada periode 31 Desember 2012 sampai dengan periode 30 September 2013, rasio tersebut sangat baik karena masih jauh di bawah tingkat toleransi NPL yang ditetapkan oleh BI sebesar 5% jumlah non- Pinjaman Berkinerja (NPL).

BAB I

Kajian ini didasarkan pada bahwa bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman. Kegiatan umum bank sebagai perantara keuangan pada dasarnya adalah memobalisasi dana dari masyarakat untuk disalurkan lebih lanjut kepada individu atau lembaga yang membutuhkan dana dalam bentuk pinjaman atau kredit. Kredit merupakan salah satu bagian dari pembentukan modal yang dilakukan oleh lembaga keuangan dalam hal ini perbankan kepada masyarakat dalam rangka mendongkrak kinerja usahanya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sektor riil yang dilakukan oleh masyarakat secara individu. atau dalam kelompok.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis rasio keuangan melalui NPL.

CONTOH TESIS NO.11 ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN BANK BERDASARKAN METODE RGEC (Studi pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT. Bank Mandiri Tbk Tahun 2012-2014)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kesehatan perbankan antara dua bank BUMN yakni Bank BRI dan Mandiri pada tahun 2012-2014. Penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan RGEC. Hasil analisis menunjukkan Bank BRI dan Mandiri pada tahun 2012-2014 berada pada tingkat kesehatan yang berbeda. Faktor Risk Profile dinilai melalui NPL, dan LDR. Pada rasio NPL Bank BRI unggul dengan nilai mean sebesar 1,67% dan memperoleh predikat sangat sehat, dan Bank Mandiri sebesar 2,04% dengan predikat sehat. Sedangkan pada rasio LDR Bank Mandiri unggul atas Bank BRI dengan nilai mean 80,88%, dan Bank BRI sebesar 83,35%. Melalui dua rasio tersebut dapat dikatakan kedua bank mampu mengelola risiko kredit dan risiko likuiditas dengan sangat baik. Faktor Earnings yang penilaiannya dilakukan dengan ROA menunjukkan selama tahun 2012-2014 keuntungan yang diperoleh Bank BRI cenderung menurun, sedangkan Bank Mandiri berfluktuasi. Namun demikian Bank BRI tetap unggul dibandingkan Mandiri dengan perolehan nilai mean ROA yang lebih tinggi yakni 4,97% dibandingkan Bank Mandiri yakni 3,59%, dan dengan nilai rasio tersebut maka pada aspek Earnings kedua Bank dinyatakan sangat sehat. Dengan menggunakan indikator CAR, peneliti membuktikan bahwa baik bank BRI maupun Mandiri memiliki faktor Capital yang baik, yaitu di atas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%.

BAB I

Sebagai lembaga intermediasi, dan penopang aktivitas ekonomi bangsa, bank harus memperhatikan tingkat kesehatannya. Informasi mengenai tingkat kesehatan bank ini sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak yang terkait baik pihak dari dalam bank itu sendiri maupun pihak dari luar bank untuk mengevaluasi kinerja bank dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku dan manajemen risiko. Penilaian kesehatan bank sangat penting karena bank mengelola dana dari masyarakat yang dipercayakan kepada bank.

Teknik Analisis

Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif. Variabel dan pengukuran pada penelitian ini terdiri dari faktor Risk Profile, faktor Earnings, dan faktor Capital.

CONTOH TESIS NO.12 Pengaruh Tingkat Risiko Pembiayaan Musyarakah Dan Pembiayaan Mudharabah Terhadap Tingkat Profitabilitas Bank Syariah

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Risk Financing Musharakah dan Risk Financing Mudharabah terhadap Tingkat Profitabilitas pada bank syariah di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah bank syariah di Indonesia periode 2009-2013 yang berjumlah 11 berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia. Sampelnya adalah 8 bank selama 5 tahun. Data diperoleh dengan metode purposive sampling. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan metode regresi linier berganda dan uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa risiko pembiayaan musyarakah berpengaruh signifikan terhadap tingkat profitabilitas dan risiko pembiayaan mudharabah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat profitabilitas.

BAB I

Pada faktanya tidak semua kredit atau pembiayaan dapat dikembalikan secara sempurna, artinya akan muncul suatu risiko yaitu risiko kredit atau risiko pembiayaan di mana risiko ini tidak hanya terjadi pada bank konvensional tetapi juga pada bank syari’ah. Risiko kredit adalah risiko kerugian yang terkait dengan kemungkinan kegagalan pihak peminjam dana memenuhi  kewajibannya  atau  risiko  bahwa  debitur  tidak  membayar  kembali  utangnya. Tingginya  risiko  pembiayaan  tercermin  dari  posisi  rasio  pembiayaan  bermasalah  yang sering  dikenal  sebagai Non Performing Financing (NPF).  Pembiayaan  bermasalah  (non performing  financing)  berarti  pembiayaan  yang  dalam  pelaksanaannya  belum  mencapai atau memenuhi target yang diinginkan pihak bank seperti: pengembalian pokok atau bagi hasil  yang  bermasalah;  pembiayaan  yang  memiliki  kemungkinan  timbulnya  resiko  di  kemudian   hari   bagi   bank;   pembiayaan   yang   termasuk   golongan   perhatian   khusus, diragukan  dan  macet  serta  golongan  lancar  yang  berpotensi  terjadi  penunggakan  dalam pengembalian.

Teknik Analisis

Setelah diketahui nilai dari masing-masing rasio variabel, maka langkah selanjutnya adalah analisis  secara  kuantitatif.  Analisis  kuantitatif  digunakan  untuk  mengetahui  pengaruh tingkat  risiko  pembiayaan musyarakahdan  pembiayaan mudharabah terhadap  tingkat profitabilitas bank syariah. Uji yang dilakukan adalah uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji F, koefisien determinasi, analisis regresi berganda, dan uji t.

CONTOH TESIS NO.13 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALURAN KREDIT BANK UMUM DI INDONESIA (PERIODE 2008.1 – 2012.2)

Abstrak

Pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari peran sektor perbankan. Bank Umum memiliki peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, karena lebih dari 95% Dana Pihak Ketiga berada pada Bank Umum. Penyaluran kredit merupakan salah satu aktivitas bank umum yang paling utama dalam menghasilkan keuntungan. Namun penyaluran kredit belum optimal dilihat dari tingkat LDR yang berada dibawah harapan Bank Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Bank Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan metode OLS (Ordinary Least Square) dan diolah dengan menggunakan program eviws 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPK, CAR, NPL, dan BI Rate memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyaluran kredit di Indonesia. Bagi Bank Indonesi agar lebih berhati-hati dalam penentuan tingkat bunga BI Rate, dan bagi Bank Umum untuk menekan sekecil-kecilnya rasio NPL.

BAB I

Perkembangan dan pembangunan ekonomi disuatu negara sangat bergantung pada perkembangan dinamis dan kontribusi nyata dari sektor perbankan. Bank Umum (Commercial Bank) memiliki peranan yang sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, karena lebih dari 95% Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional yang meliputi Bank Umum (Commercial Bank), Bank Syariah (Sharia Bank), dan Bank Perkreditan Rakyat (Rural Bank) berada di Bank Umum. DPK ini yang selanjutnya digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit. Penyaluran kredit dapat membantu masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan ekonomi yang berkontribusi terhadap pembangunan perekonomian masyarakat. Meskipun penyaluran kredit memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara, namun kredit yang disalurkan oleh perbankan belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Umum periode 2008 – 2012 yang masih berkisar pada angka 74,58% – 83,58% (dapat dilihat pada tabel 1), masih berada dibawah harapan Bank Indonesia. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, angka LDR seharusnya berada disekitar 85% – 110%.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan metode analisis ekonometrika. yaitu model regresi berganda dengan metode kuadrat terkecil sederhana OLS (Ordinary Least Square). Penaksiran OLS merupakan penaksiran tak bias linear yang terbaik (best linear unbiased estimator/BLUE).

CONTOH TESIS NO.14 PENGARUHKECUKUPANMODAL DAN PENYALURAN KREDIT PADA PROFITABILITAS DENGAN PEMODERASI RISIKO KREDIT

Abstrak

Profitabilitas merupakan    rasio    untuk    menilai kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam  hal  yang  berkaitan  dengan penjualan,aktiva serta permodalan. Penelitian ini  bertujuan  untuk  mengetahui pengaruh  kecukupan modal  dan  penyaluran  kredit padaprofitabilitas  dengan  risiko kredit  sebagai variable pemoderasi.Penelitian ini dilakukan pada bankyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode2011-2013 dengan jumlah populasi 36 bank. Penelitian ini   menggunakan metode purposive samplingdan   24   perusahaan   yang ditetapkan sebagai sampel dengan jumlah  pengamatan sebanyak 72.  Teknik analisis penelitian ini menggunakan analisis  regresi  linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupanmodal dantingkat penyaluran kredit berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Kemudian tingkat risiko kredit dan interaksi antara risiko kredit dengan tingkat kecukupan modal sertainteraksi antararisiko  kredit  dengan tingkat  penyaluran  kredit  memiliki  pengaruh  yang signifikan terhadap profitabilitas.

BAB I

Profitabilitas  merupakan  rasio  untuk  mengukurkinerja  perusahaan guna mencarikeuntunganpada  periode  tertentu (Kasmir,  2012:114).Semakin tinggi profitabilitas  bank maka  kepercayaan  masyarakatsemakin  meningkatterhadap perbankan sehingga  nasabahnya  juga  semakin  bertambah(Prasanjaya,  2013).Dalam  penelitian  ini  peneliti  menggunakan  beberapa  rasio  yang  mempengaruhi profitabilitas perbankan  yaitu rasio kecukupan modal dan rasio penyaluran kredit serta variabel risiko kredit sebagai variabel moderasi hubungan antara rasio rasio kecukupan  modal  dan  rasio  penyaluran  kredit  terhadap  profitabilitas.Umumnya perusahaan  menggunakan  ROE(Return  on  Equity)dan  ROA(Return  on  Asset)untuk mengukur tingkat profitabilitasnya. Penelitian ini fokus padaROA(Return on Asset). Semakinmeningkat ROA (Return on  Asset)mengindikasikan  semakin baik  kinerja  suatu  bank  sehingga  laba  yang  diperoleh  bank  tersebut  meningkat (pratiwi, 2012).

Teknik Analisis

Pengujian hipotesis menggunakan Moderated  Regression  Analysisyangmerupakan  aplikasi  khusus  regresi  linear  berganda  dimana  dalam  persamaan regresinya  mengandung  unsur  interaksi  (perkalian  2  atau  lebih  variabel).

CONTOH TESIS NO.15 PENGARUH UKURAN BANK, BOPO, RISIKO KREDIT, KINERJA KREDIT, DAN KEKUATAN PASAR TERHADAP NET INTEREST MARGIN (Studi Perbandingan pada Bank Persero dan Bank Asing Periode Tahun 2008-2012)

Abstrak

Temuan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Ukuran Bank tidak berpengaruh signifikan terhadap NIM sampel Persero dan Bank Asing. Pada Bank Persero, BOPO berpengaruh negatif terhadap NIM; Risiko Kredit, Kinerja Kredit dan Market Power berpengaruh positif terhadap NIM. Sedangkan pada Bank Asing, BOPO dan Kinerja Kredit berpengaruh negatif terhadap NIM; Risiko Kredit dan Market Power berpengaruh positif terhadap NIM. Berdasarkan hasil Chow Test dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan komparatif pengaruh Ukuran Bank, BOPO, Risiko Kredit, Kinerja Kredit dan Market Power terhadap NIM Persero dan Bank Asing.

BAB I

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Ukuran Bank, Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Risiko Kredit, Kinerja Kredit dan Market Power terhadap Net Interest Margin (NIM). Ini mengkaji susunan kumpulan data dari Persero dan Bank Asing antara tahun 2008-2012. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan komparatif pengaruh Ukuran Bank, BOPO, Risiko Kredit, Kinerja Kredit dan Market Power terhadap NIM Persero dan Bank Asing. Peneliti menggunakan metode purposive sampling dengan empat Bank Persero dan empat Bank Asing dari periode 2008-2012. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, Uji Asumsi Klasik dan Uji Goodness of Fit. Uji Chow dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan komparatif pengaruh Ukuran Bank, BOPO, Risiko Kredit, Kinerja Kredit dan Market Power terhadap NIM Persero dan Bank Asing.

Teknik Analisis

Peneliti menggunakan metode purposive sampling dengan empat Bank Persero dan empat Bank Asing dari periode 2008-2012. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, Uji Asumsi Klasik dan Uji Goodness of Fit. Uji Chow dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan komparatif pengaruh Ukuran Bank, BOPO, Risiko Kredit, Kinerja Kredit dan Market Power terhadap NIM Persero dan Bank Asing.

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?