HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Pecegahan Penularan HIV Tahun 2020

 

CONTOH TESIS NO.1 Umur Orang dengan HIV AIDS (ODHA) Berhubungan dengan Tindakan Pencegahan Penularan HIV

Abstrak

Desain penelitian adalah deskriptif analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Penelitian dilakukan pada dua rumah sakit Pemerintah dan satu Klinik Yayasan Sosial Agustinus di Sorong Papua Barat. Jumlah responden yang diperoleh 75 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan penularan HIV adalah umur (p= 0,040; ?= 0,05).

BAB I

HIV/AIDS mengancam eksistensi manusia, sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan penularannya. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tindakan pencegahan penularan HIV oleh ODHA.

Teknik Analisis

Pada analisis regresi logistik ganda diketahui bahwa umur merupakan faktor yang paling mempengaruhi tindakan pencegahan penularan HIV (p= 0,031; ?= 0,05; 95% CI: 1.169-26.423). Umur muda berisiko menularkan HIV karena cenderung melakukan seks tidak aman. Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan harus berfokus pada intervensi konseling bagaimana menghindari perilaku seks tidak aman.

CONTOH TESIS NO.2 Respon Remaja Lelaki Suka Lelaki (LSL) dengan Status HIV Positif terhadap Pencegahan Penularan HIV kepada Pasangan

Abstrak

Hasil penelitian  menunjukkanbahwarespon  saat  pertama  kali  mengetahui  bahwa  dirinya  terinfeksi  HIV positif  menolak terhadap  status  HIV  positif  respon  nya  kagek,terkejut,dan  tidak  percaya  meluapkan  perasaan emosional  dalam  bentuk  stress  dan  depresi.  pengungkapan  status  kepada  pasangan  dan  orang terdekat  belum  semua  dilakukan  takut  terhadap  penolakan  daripasangan,  Respon  terhadap kepatuhan ARV sudah baik. Respon terhadap pencegahan HIV dengan kondom sebagian kecil masih  belum  konsisten  penggunaan  kondom  karena  masih  sering  menggunakan  alkohol. Sedangkan   respon   terhadap   perilaku   seksual   setelah   HIV   sebagian   kecil   belum   mampu melakukan pencegahan penularan sesuai standar, sebagian besar masih mengalami Stigma dari keluarga, dan kekerasan fisik dari masyarakat.

BAB I

Di  Kabupaten  Kota  jambi  kasus  HIV  positif  pada  LSL  mengalami  peningkatan  yang  berusia antara  19-24  tahun  sebanyak  35,1%.  yang  berdampak  pada  pencegahan  penularan  HIV. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016 dan bertujuan memahami respon LSL remajadengan status   HIV   positif   terhadap   pencegahan   penularan   kepada   pasangan.

Teknik Analisis

Metode   penelitian kualitatif  dengan  desain  studi  kasus.  teknik  pengambilan  sampel  dengan  cara  purposive  dan pengumpulan  data  menggunakan  indepth  interview.  Informan  utama  adalah  remaja  LSL  yang sudah  HIV  positif  7  orang.  Informan  triangulasi  kepada  ketua  Yayasan  Kanti  Sehati,  Ketua kelompok  Komunitas,  Penjangkau  lapangan  di  Kota  Jambi.

CONTOH TESIS NO.3 ANALISIS DETERMINAN PERILAKU BIDAN DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA PERTOLONGAN PERSALINAN NORMAL DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN TAHUN 2016

Abstrak

Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua bidan praktek mandiri (BPM) di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Padang Pariaman. Sampel ditentukan secara cluster randoms sampling dari 25 Puskesmas yaitu Puskesmas Sungai Limau, Puskesmas Ampalu, Puskesmas Enam Lingkung, Puskesmas Ulakan dan Puskesmas Lubuk Alung dengan jumlah sampel 51 BPM. Dapat disimpulkan bahwa Bidan di Kabupaten Padang Pariaman akan berperilaku baik jika memilki pengetahuan yang baik, sikap yang positif, motivasi tinggi, sarana yang lengkap, dukungan pasien yang tinggi dalam pencegahan penularan HIV/AIDS pada pertolongan persalinan normal. Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman dan organisasi IBI perlu melakukan supervisi kelengkapan sarana kewaspadaan universal BPM dan meningkatkan penyuluhan ke masyarakat tentang penularan HIV/AIDS.

BAB I

Di seluruh dunia hingga Tahun 2015 ada 36,9 juta orang hidup dengan HIV dan AIDS. Jumlah kematian akibat AIDS sebanyak 1,5 juta jiwa. Kasus HIV/AIDS di Indonesia jumlahnya semakin meningkat dan penyebarannya sudah sangat kompleks. Bidan termasuk kelompok resiko tinggi tertular HIV/AIDS karena sangat berhubungan erat dengan cairan tubuh pasien saat menolong pe persalinan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis determinan perilaku bidan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS pada pertolongan persalinan normal di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2016.

Teknik Analisis

Data dianalisis dengan uji Chi Square dan regresi logistik ganda. Faktor yang berhubungan dengan perilaku bidan adalah pengetahuan (p=0,004), sikap (p=0,048), motivasi (p=0.039), ketersedian sarana (p=0,000)dan dukungan pasien (p=0,031). Faktor paling dominan adalah ketersedian sarana (p=0,000).

CONTOH TESIS NO.4 Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Praktik Skrining IMS Oleh Lelaki Seks Lelaki (LSL) Sebagai Upaya Pencegahan Penularan HIV (Studi Kasus Pada Semarang Gaya Community)

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan 51% orang dikategorikan baik dalam melaksanakan skrining PMS. Faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan skrining PMS yang baik adalah persepsi tentang manfaat skrining PMS (p-value = 0,008), perilaku seksual berisiko (p-value = 0,030), dan riwayat terinfeksi PMS (p-value = 0,009). ). Sedangkan status demografi seperti umur (p = 0,688), tingkat pendidikan (p = 0,427), pekerjaan (p = 0,610), status pernikahan (p = 0,415) tidak berhubungan dengan pelaksanaan skrining PMS yang baik. Faktor lain seperti pengetahuan tentang skrining HIV, PMS, dan PMS (p-value = 0,602), persepsi tentang kerentanan terhadap infeksi HIV (p-value = 0,840), persepsi tentang keparahan PMS (p-value = 0,467), persepsi tentang PMS aksesibilitas skrining (p-value = 0,780), motivasi diri dalam skrining PMS (p-value = 0,467), dan penggunaan kondom (p-value = 0,879) tidak terkait dengan penerapan skrining PMS yang baik oleh LSL.

BAB I

Distribusi kasus HIV di Jawa Tengah menurut jenis kelamin tahun 2015 menunjukkan laki-laki memiliki prevalensi lebih tinggi 61,5% dibandingkan perempuan 38,5%. Prevalensi LSL meningkat dari tahun ke tahun dan diyakini sebagai penyebab tingginya prevalensi HIV pada laki-laki. Skrining PMS diterapkan sebagai deteksi dini dan pencegahan penularan HIV. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor yang terkait dengan pelaksanaan skrining PMS pada LSL.

Teknik Analisis

Metode penelitian ini adalah cross sectional dengan 96 sampel yang dikumpulkan dengan kuesioner. Chi square dan Rank Spearman digunakan untuk menganalisis asosiasi tersebut.

CONTOH TESIS NO.5 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS OLEH ODHA WANITA USIA REPRODUKSI DI KOTA SINGKAWANG TAHUN 2013

Abstrak

Hasil analisis bivariat juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status perkawinan dengan pencegahan penularan HIV (nilai p=0,446;p=0,060,p=1,000;p=0,156;p=0,399;p=1,000). Saran: Peningkatan pengetahuan ODHA harus terus dilakukan melalui konseling dan penyuluhan. Selain itu sosialisasi pencegahan HIV melalui penggunaan kondom perlu ditingkatkan.

BAB I

Latar belakang: HIV/AIDS merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Menurut WHO (2011) diperkirakan sebanyak 3,4 juta anak hidup dengan HIV. Sebagian besar anak-anak tersebut tertular HIV dari ibu yang terinfeksi HIV selama kehamilan, kelahiran atau menyusui. Wanita dapat dikatakan sebagai sumber penular ganda penyakit HIV/AIDS yaitu bagi pasangan seksual dan anaknya.Oleh karena itu penting untuk dilakukan perilaku pencegahan penularan HIV oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) wanita guna memenuhi hak-hak reproduksi wanita tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS yaitu pengetahuan, sikap, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, lama menderita HIV, dan status mendapat ARV. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS oleh Orang Dengan HIV/AIDS wanita usia reproduksi di Kota Singkawang Tahun 2013.

Teknik Analisis

Metodologi: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diperoleh adalah 39 orang. Hasil: Analisa bivariat dengan uji chi square menunjukkan ada hubungan pada variabel lama menderita HIV dan status mendapat ARV dengan perilaku pencegahan penularan HIV(nilai p=0,004;p=0,009).

CONTOH TESIS NO.6 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (PPIA) DI KOTA JAYAPURA

Abstrak

Provinsi Papua memiliki prevalensi HIV/AIDS tinggi, dimana terdapat 6957 wanita usia 15-49 tahun menderita HIV/AIDS. Masalah ini dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS ke bayi bahkan kematian bayi karena HIV. Penelitian ini bertujuan menganalisa faktor yang mempengaruhi keberlangsungan program PPIA.

BAB I

PPIA tidak berhasil karena rendah nya K1 dan juga K4, dimana ada puskesmas yang memiliki K4 hanya 58%. Di rumah sakit Abepura ditemukan 8 kelahiran bayi dengan HIV, hal ini karena ibu hamil positif yang tidak menkonsumsi ARV secara rutin sampai melahirkan. Rendah nya K1 juga disebabkan oleh beberapa faktor yaitu ibu hamil lebih tertarik ke dokter praktek, suami yang tidak setuju bila istri nya mendapatkan tes VCT, dan rendah nya kesadaran ibu hamil akan pentingnya K1 sampai K4 dan juga VCT. Begitu juga dengan SIHA yang tidak berjalan dengan baik.

Teknik Analisis

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Penelitian dilakukan di Jayapura, Dinas Kesehatan Kota Jayapura dari Januari 2015 sampai Juni 2015. Populasi penelitian adalah semua tenaga kesehatan di dinas kesehatan kota Jayapura, dan sampel nya adalah 12 orang mencakup kepala UPT AIDS TB, kepala seksi P2PL, kepala puksesmas, kepala KIA, staf KIA dan penanggung jawab HIV puskesmas. Pengambilan sampel adalah purposif sampling dan data dianalisis dengan triangulasi.

CONTOH TESIS NO.7 ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP NARAPIDANA KASUS NARKOBA TERHADAP PERILAKU BERISIKO PENULARAN HIV/AIDS

Abstrak

Latar Belakang: Perilaku berisiko HIV/AIDS adalah perilaku yang menyebabkan orang menularkan atau tertular penyakit HIV/AIDS. Hasil: Ada hubungan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan perilaku berisiko penularan HIV/AIDS dengan p=0,013 (<0,05), dan tidak ada hubungan antara sikap terhadap pencegahan HIV/AIDS dengan perilaku berisiko penularan HIV/AIDS dengan p=0,256 (>0,05).

Simpulan: Kesimpulan yaitu ada hubungan antara pengetahuan dan tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku berisiko penularan HIV/AIDS.

BAB I

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap terhadap pencegahan HIV/AIDS dengan perilaku berisiko HIV/AIDS pada narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan kelas I Semarang.

Teknik Analisis

Metode: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September 2015. Sampel penelitian adalah narapidana yang diambil secara random Sampling. Hasil penelitian ini adalah Perilaku berisiko tinggi HIV/AIDS ditemukan pada 21 responden (32,3%).

CONTOH TESIS NO.8 Evaluasi pelayanan pencegahan penularan hiv dari ibu ke anak pada antenatal care (Studi Kualitatif di Puskesmas Kota Yogyakarta)

Abstrak

Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan program PPIA di Puskesmas LKB Kota Yogyakarta menemui berbagai kendala: kendala pelayanan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dalam pelaksanaan pelayanan program PPIA, tumpang tindih Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelayanan program PPIA dan kekhawatiran akan keterbatasan reagen untuk uji laboratorium HIV/AIDS.

Kesimpulan: Pelayanan program PPIA pada antenanatal care di Puskesmas LKB Kota Yogyakarta belum dilaksanakan secara maksimal. Hasil penelitian menunjukkan tidak semua ibu hamil kunjungan pertama (K1) mendapatkan pelayanan antenatal care “7T“ yang salah satunya tes HIV/AIDS. Antisipasi kendala telah dilakukan di Puskesmas LKB. Namun, kontrol dari pemangku kebijakan harus dilakukan.

BAB I

Latar Belakang: Pemerintah menerapkan program Pencegahan dan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) untuk mencegah penularan virus HIV dari ibu yang menderita HIV kepada anaknya selama masa kehamilan, saat persalinan atau saat menyusui. Kota Yogyakarta mulai melaksanakan program PPIA pada tahun 2007 di Puskesmas LKB. Namun, sejauh ini belum dilakukan evaluasi dalam pelayanan program PPIA pada antenatal care di Puskesmas Kota Yogyakarta. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi pelayanan program PPIA pada antenatal care di Puskesmas Kota Yogyakarta.

Teknik Analisis

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi langsung. Teknik analisis data dengan menggunakan model interaktif Miles and Hubberman. Subjek dalam penelitian ini adalah Kasie P2M Dinkes Provinsi, Kasie P2 Dinkes Kota, Kepala Puskesmas LKB Kota, Bidan Koordinator KIA dan Ibu Hamil K1.

CONTOH TESIS NO.9 Perilaku Pencegahan Penularan HIV/AIDS pada Wanita Pekerja Seks (WPS) Usia Remaja

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan sikap mengenai HIV/AIDS cukup baik, tetapi praktiknya masih buruk. Semua informan merasa pekerjaan mereka berisiko tinggi namun ada kepercayaan jika meminum jamu dapat mencegah IMS dan HIV/AIDS. Hambatan yang dirasakan yaitu tidak adanya stok kondom gratis, sulit melakukan negosiasi kondom, pengaruh alkohol, dan adanya biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan skrining IMS dan tes VCT. Saran untuk LSM dan layanan kesehatan yaitu memperluas intervensi tentang bahaya serta upaya pencegahan penularan HIV/AIDS kepada WPS.

BAB I

Jumlah kasus AIDS di Kabupaten Batang tahun 2017 sebanyak 34 kasus, meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2016 sebanyak 32 kasus. Wanita Pekerja Seks (WPS) merupakan kasus tertinggi berdasarkan jenis pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku pencegahan WPS usia remaja terhadap penularan penyakit HIV/AIDS.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian ini adalah  wanita pekerja seks usia remaja dengan jumlah 6 informan.

CONTOH TESIS NO.10 Promosi kesehatan dengan metode Peer Education terhadap pengetahuan dan sikap siswa SMU dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS di Kabupaten Belu-NTT

Abstrak

Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan metode peer education siswa SMU dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS di antara siswa SMU. Hasil : Ada pengaruh yang bermakna dalam peningkatan nilai pengetahuan dan sikap siswa SMU setelah 2 bulan diberikan promosi kesehatan dengan metode peer education. Selain itu, terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap siswa SMU trentang pencegahan HIV/AIDS antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini dimungkinkan karena intensitas pertemuan peer educator dalam promosi kesehatan yang dilakukan pada kelompok siswa secara kontinyu dengan mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran dan intensitas komunikasi yang dilaksanakan sehingga menumbuhkan sikap rasa saling percaya dan menerima, merespon informasi kesehatan yang disampaikan oleh peer educator dalam setiap kegiatan. Kesimpulan : Promosi kesehatan dengan metode peer education efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa SMU dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS.

BAB I

Latar Belakang : HIV/AIDS merupakan penyebab kematian nomer tiga di dunia, setelah penyakit TB. Paru dan malaria. Faktor yang memungkinkan tingginya penyebaran HIV/AIDS adalah prostitusi, penyalahgunaan obat, seks di luar nikah. Tiga puluh persen yang terkena HIV/AIDS adalah remaja. Diprediksi terdapat sekitar 11,8 juta remaja usia 15 hingga 24 tahun hidup dengan AIDS. Keadaan ini disebabkan tidak memadainya pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Strategi pendidikan kesehatan yang diberikan lewat peer education pada kelompok siswa SMU merupakan langkah efektif untuk bergulirnya informasi kesehatan di kalangan siswa.

Teknik Analisis

Metode Penelitian : Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian siswa SMU Negeri 1 Kimbana dan SMU Negeri 1 Atambua sebanyak 112 orang, dipilih secara purposive. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap siswa SMU. Analisis data diolah menggunakan uji statistik paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05.

CONTOH TESIS NO.11 HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA PSK (PEKERJA SEKS KOMERSIL) DI PASAR KEMBANG YOGYAKARTA

Abstrak

HIV/AIDS adalah salah satu masalah kesehatan dunia yang sampai saat ini belum ada obatnya. WHO memperkirakan 0,8% masyarakat dunia usia 15-49 tahun hidup dengan HIV. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan kuisioner. Populasi sebanyak 206 orang. Pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling dengan tekhnik Purposive Sampling diperoleh sampel 136 orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Diharapkan PSK rutin melakukan pemeriksaan VCT dan terus meningkatkan pengetahuan dengan selalu mengikuti penyuluhan dan belajar dari media cetak maupun elektronik.

BAB I

HIV/AIDS adalah salah satu masalah kesehatan dunia yang sangat menghawatirkan, hal ini karena Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan ancaman kehidupan dan sampai saat ini belum ada obatnya (Ebeniro, 2010). AIDS adalah masalah global yang mulai melanda dunia sejak awal dekade tahun 1989. Penyakit ini merupakan suatu sindrom atau kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya kekebalan tubuh seseorang (Syafrudin, 2011).

Teknik Analisis

Analisis statistik menggunakan Spearman Rank. Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada PSK (Pekerja Seks Komersil) di Pasar Kembang Yogyakarta tahun 2017 dengan p value = 0,000 (<0,001) dengan taraf signifikan 1% dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,814.

CONTOH TESIS NO.12 PERBEDAAN PENGARUH MEDIA PROMOSI KESEHATAN BOOKLET DENGAN AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP CALON PENGANTIN TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DI KANTOR URUSAN AGAMA SEMARANG UTARA TAHUN 2018

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh media booklet terhadap pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) calon pengantin tentang pencegahan penularan HIV/AIDS. Terjadi peningkatan pengetahun dari kategori kurang (35,5%) menjadi baik (74,2%), sikap dari kategori baik (80,6%) menjadi (93,5%). Ada pengaruh media audiovisual terhadap pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,001) calon pengantin tentang pencegahan penularan HIV/AIDS. Terjadi peningkatan pengetahun dari kategori cukup (54,8%) menjadi baik (54,8%), sikap dari kategori baik (87,1%) menjadi (96,8%). Namun tidak ada perbedaan pengaruh media booklet dan audiovisual terhadap pengetahuan (p=0,242>0,05) dan sikap (p=0,104>0,05) calon pengantin tentang pencegahan penularan HIV/AIDS

BAB I

Pencegahan penularan HIV/AIDS dengan memberikan promosi kesehatan kepada calon pengantin merupakan upaya promotif dan preventif dalam mencegah penularan HIV dari pasangan seksual dan dari ibu kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh promosi kesehatan dengan menggunakan media booklet dan media audiovisual dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di Kantor Urusan Agama Semarang Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pre test-post test design. Sampel penelitian yaitu calon pengantin sebanyak 62 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok 31 orang kelompok media booklet dan 31 orang media audiovisual.

Teknik Analisis

Analisis penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney.

CONTOH TESIS NO.13 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) DALAM PELAKSANAAN PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK

Abstrak

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 kandidat yang dapat dilanjutkan untuk analisis multivariabel yakni pengetahuan (p value = 0,002), reward (p value=0,000), pelatihan (p value =0,082) dan beban kerja (p value =0,005) sedangkan variabel yang bukan kandidat analisis multivariabel adalah umur (p value =0,688), lama kerja (p value = 0,419) dan pendidikan (p value =0,530). Hasil akhir analisis regresi ganda diperoleh dua variabel yang berpengaruh terhadap peran PMB dalam melaksanakan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Kota Surabaya yakni pengetahuan dan reward. Kesimpulan : Peran PMB dipengaruhi oleh pengetahuan dan reward sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan dan reward bagi PMB agar dapat meningktakan peran yang dilakukan oleh PMB.

BAB I

Perkembangan HIV dan AIDS di dunia semakin mengkhawatirkan. Jumlah kasus HIV dan AIDS mengalami peningkatan kasus di semua wilayah di Indonesia. HIV AIDS di Surabaya tidak hanya terjadi pada kelompok populasi berisiko akan tetapi pada ibu rumah tangga dan ibu hamil, oleh karena itu perlu dikembangkan pula upaya pencegahan pada Ibu terutama Ibu hamil yakni dengan pelaksanaan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi peran PMB dalam pelaksanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Kota Surabaya.

Teknik Analisis

Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik yang menggunakan rancang bangun cross sectional yang dilaksanakan di Kota Surabaya. Populasi pada penelitian ini adalah PMB yang telah melakukan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak dengan besar sampel sebanyak 32 PMB dan 64 ibu hamil (masing-masing PMB 2 ibu hamil) yang dipakai sebagai informan dalam menilai peran yang dilakukan oleh PMB tersebut. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah umur, pendidikan, pengetahuan, pelatihan, reward, beban kerja dan lama kerja. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariabel, bivariabel menggunakan chi square dan analisis multivariabel menggunakan regresi logistic ganda dengan bantuan SPSS.

CONTOH TESIS NO.14 Studi Fenomenologi Pengalaman Orang Dengan HIV/AIDS Dalam Mencegah Penularan HIV

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman orang dengan HIV/AIDS dalam mencegah penularan HIV. Lima tema didapatkan dalam penelitian ini meliputi partisipan terdiagnosis HIV/AIDS, upaya partisipan dalam pencegahan penularan, hambatan partisipan serta motivasi partisipan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS, dan dukungan yang diterima partisipan dalam upaya pencegahan penularan HIV. Berdasarkan temuan hasil tema tersebut disarankan agar perawat  membantu upaya promosi kesehatan, partisipan mendapatkan dukungan dan motivasi untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS

BAB I

Angka kejadian HIV di Kota Mataram meningkat dalam 5 tahum terakhir. Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah setempat terkait penanggulangan HIV/AIDS yang sudah dilaksanakan selama ini seperti melakukan pencegahan – pencegahan pada lingkungan agar tidak terkena penularan virus HIV/AIDS melalui kampanye dan penyuluhan tentang penggunaan kondom dan melakukan pengobatan untuk mereka yang sudah positif HIV/AIDS.

Teknik Analisis

Metodologi  yang digunakan adalah fenomenologi dengan jumlah partisipan sebanyak 6 orang, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Wawancara direkam dan kemudian dibuat dalam bentuk verbatim. Hasil penelitian mengungkapkan variasi berbagai pengalaman orang dengan HIV/AIDS dalam mencegah penularan.

CONTOH TESIS NO.15 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS TERHADAP KETERPAPARAN MEDIA MASSA DI SMA SWASTA RAKSANA MEDAN

Abstrak

.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara keterpaparan media massa dengan pengetahuan remaja tentang pencegahan penularan HIV / AIDS pada p-value = 0,001.

Ada hubungan yang bermakna antara peran teman sebaya dengan pengetahuan remaja (p = 0,047) dan sikap (p = 0,026) dalam mencegah penularan HIV / AIDS.

Disarankan kepada pihak sekolah untuk menyediakan buku bacaan, membuat website tentang HIV / AIDS dan membentuk konselor untuk membahas penularan dan pencegahan HIV / AIDS, bekerjasama dengan LSM, Dinas Kesehatan, KPAN, dan BKKBN sebagai fasilitator agar siswa dapat betul. informasi tentang HIV / AIDS.

BAB I

Kasus HIV / AIDS pada remaja meningkat; hingga tahun 2015 terdapat 2.030 penderita HIV / AIDS karena pengetahuan dan sikap remaja terhadap HIV / AIDS masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja terhadap penularan HIV / AIDS pada paparan media massa

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Swasta Raksana Medan sebanyak 406 siswa dan sampel sebanyak 143 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji chi square.

 

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?