HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com

Contoh Tesis Implementasi PNPM Mandiri Tahun 2020

CONTOH TESIS NO.1 Implementasi Weighted Product (WP) dalam Penentuan Penerima Bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri Perdesaan

 

Abstrak

Permasalahan  kemiskinan  di Indonesia merupakan hal  yang  kompleks.  Agar  tingkat  kemiskinan  dapat    menurun, maka   diperlukan      dukungan      dan      kerja   sama   baik   dari  pemerintah  maupun  masyarakat.  Sejak  tahun  2007,  pemerintah  mencanangkan    Program   Nasional    Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)   Mandiri.   Program   tersebut adalah   program   untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan   secara  terpadu  dan  berkelanjutan.  Salah satu implementasi dari program PNPM ini ditujukan  untuk  masyarakat  perdesaan,  dengan memberikan  bantuan    langsung    kepada    masyarakat.   Terdapat  beberapa kriteria  untuk  menentukan kegiatan   masyarakat yang    akan dibiayai  melalui  dana  bantuan  langsung  masyarakat  (BLM), tentunya   dengan   bobot-bobot   pada   tiap   kriterianya. Dalam makalah  ini  dibuat  implementasi  untuk  menentukan  prioritas desa  penerima  BLM  menggunakan  metode  Weighted  Product (WP).  Dalam  metode  ini  ada  6  kriteria  yang  digunakan  dan  16 alternatif   berupa  desa  yang  mengajukan  usulan kegiatan.  Hasil penerapan dari metode ini adalah sistem dapat menentukan desa dengan prioritas tertinggi untuk  mendapatkan  BLM  dari sekian alternatif desa pengusul.

 

BAB I

PNPM Mandiri Perdesaan  adalah program untuk  mempercepat penanggulangan  kemiskinan    secara    terpadu  dan    berkelanjutan    (PNPM)    dalam. Bentuk    kegiatan  dari   program  ini adalah    memberikan    Bantuan    Langsung Masyarakat (BLM). Tentunya    BLM    diutamakan    untuk kegiatan-kegiatan  yang memenuhi    kriteria-kriteriatertentu. Agar  suatu  desa  terpilih  untuk  mendapatkan  BLM,  maka  desa tersebut diharuskan  untuk menuliskan gagasan  kegiatan secara tertulis.   Disinilah   peran   dari   Tim   Verifikasi   (TV)   dalam menilai  usulan-usulan  kegiatan  dari  desa  alternatif.

 

Teknik Analisis

Dalam makalah  ini  dibuat  implementasi  untuk  menentukan  prioritas desa  penerima  BLM  menggunakan  metode  Weighted  Product (WP).  Dalam  metode  ini  ada  6  kriteria  yang  digunakan  dan  16 alternatif   berupa  desa  yang  mengajukan  usulan kegiatan.

 

CONTOH TESIS NO.2 ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN KOTA SEMARANG (Kasus Implementasi Program Pinjaman Bergulir PNPM Mandiri Perkotaan Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang Tahun 2008-2010)

 

Abstrak

Berdasarkan hasil analisis deskriptif dari sudut pandang Anggota KSM atas pinjaman berkala menunjukkan bahwa jangka waktu pengembalian pinjaman pendek (65,63%) dan ineterest tinggi (79,69%). 54,76% berpendapat bahwa pinjaman tersebut sangat membantu untuk menambah modal, 52,38% responden menyatakan bahwa pinjaman tersebut membantu usaha berjalan dengan lancar, dan 52,38% menyatakan dapat meningkatkan pendapatan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pinjaman modal berkala dapat membantu anggota KSM untuk mengembangkan usahanya. Hasil uji komparasi menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata anggota KSM per bulan setelah program meningkat sebesar 18,41%, simpanan meningkat hingga 53,91%, sedangkan investasi meningkat hingga 50,26%. Ini membuktikan bahwa program pinjaman modal berkala yang dikelola dengan baik dapat memutus lingkaran setan kemiskinan.

 

BAB I

Menurut Nurkse, kemiskinan mengarah pada teori lingkaran setan kemiskinan, untuk mengatasi kemiskinan perlu dilakukan pemutusan lingkaran. Salah satu cara memutus lingkaran menurut ahli adalah dengan memberikan pinjaman modal. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh PNPM Mandiri Perkotaan sebagai salah satu program penanggulangan kemiskinan di bidang perekonomian adalah pemberian pinjaman modal kepada masyarakat miskin yang mengikuti KSM. Penelitian ini difokuskan pada program pinjaman berkala PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Kemijen Kecamatan Semarang Timur dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 ditinjau dari sudut pandang anggota KSM terhadap program dan perbedaan pendapatan, simpanan, dan investasi anggota KSM sebelum dan sesudah. program.

 

Teknik Analisis

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan pola konstanta data sehingga hasilnya dapat diperkirakan secara singkat dan bermakna. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Itu digunakan sebagai tes komparatif karena data yang diamati berasal dari responden yang sama dan ada kaitannya dengan perbedaan waktu observasi (sebelum dan sesudah program dilaksanakan).

 

CONTOH TESIS NO.3 ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN KOTA SEMARANG

Abstrak

Berdasarkan hasil analisis deskriptif tentang persepsi anggota KSM terhadap pinjaman bergulir menunjukkan bahwa mereka menganggap jangka waktu pengembalian pinjaman tidak lama (65,63 %) dan bunga pinjaman juga berat (79,69 %). Sebanyak 54,76 % berpendapat bahwa pinjaman bergulir dapat membantu modal usaha, 52,38 % responden berpendapat membantu kelancaran usaha dan 52,38 % responden berpendapat bahwa pinjaman dapat meningkatkan usahanya. Persepsi tersebut menunjukkan bahwa pinjaman bergulir membantu anggota KSM dalam mengembangkan usaha mereka. Dari hasil analisis uji beda memperlihatkan bahwa pendapatan usaha anggota KSM rata-rata per bulan sesudah program mengalami perubahan yang meningkat sampai 18,41 %, tabungan anggota KSM rata-rata per bulan sesudah program mengalami perubahan yang meningkat sampai 53,91%, sedangkan investasi usaha anggota KSM rata-rata per bulan sesudah program mengalami perubahan yang meningkat sampai 50,26 %. Adanya peningkatan ini menunjukkan bahwa apabila program pinjaman bergulir dilaksanakan secara baik akan dapat memutus lingkaran setan kemiskinan.

 

BAB I

Menurut Nurkse, kemiskinan bermuara pada teori lingkaran setan kemiskinan, untuk itu penanggulangan kemiskinan hendaknya mampu memutus lingkaran setan kemiskinan. Salah satu cara memutus lingkaran setan kemiskinan menurut para ahli adalah dengan memberikan pinjaman modal usaha. Salah satu kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan sebagai program penanggulangan kemiskinan di bidang ekonomi adalah dengan memberikan pinjaman modal usaha untuk warga miskin yang tergabung dalam KSM. Fokus penelitian ini adalah program pinjaman bergulir PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang Tahun 2008 – 2010 ditinjau dari persepsi anggota KSM terhadap program serta perbedaan pendapatan usaha, tabungan, dan investasi usaha anggota KSM sebelum dan sesudah program pinjaman bergulir.

 

Teknik Analisis

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan pola-pla yang konsisten dalam data sehingga hasilnya dapat ditafsirkan secara singkat dan penuh makna. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan uji statistic pangkat tanda Wilcoxon. Uji pangkat tanda Wilcoxon digunakan sebagai uji beda dengan alasan data yang diteliti berasal dari sejumlah responden yang sama dan berkaitan dengan periode waktu pengamatan yang berbeda (sebelum dan sesudah program pinjaman bergulir).

CONTOH TESIS NO.4 IMPLEMENTASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN (Kasus Pada Program Pinjaman Bergulir PNPM Mandiri Perkotaan Kelurahan Pudak Payung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang)

Abstrak

Berdasarkan hasil analisa regresi linear berganda (output SPSS Versi 19) menunjukkan bahwa variabel Pendapatan Usahamempunyai t hitung sebesar 7.091 dengan nilai siginfikansi untuk koefisien regresi X1 sebesar 0.000 atau lebih kecil dari alpha 0.05(5%). Tabungan mempunyai t hitung sebesar 1.388 dengan nilai siginfikansi untuk koefisien regresi X2 sebesar 0.002 atau lebih kecil dari alpha 0.05(5%). Maka hipotesis nol (H0) dalam penelitian ini ditolak dan menerima hipotesis alternatif (Ha). Investasi mempunyai t hitung sebesr 2.663 dengan nilai siginfikansi untuk koefisien regresi X3 sebesar 0.004 atau lebih kecil dari alpha 0.05(5%). Maka hipotesis nol (H0) dalam penelitian ini ditolak dan menerima hipotesis alternatif (Ha). Pendapatan usaha sebelum mendapat pinjaman bergulir PNPM Mandiri Perkotaan Nilai rata-rata sebesar 1.7589 atau 17,58% dan Sesudah mendapat pinjaman nilai rata-rata sebesar 4.3992 atau 43 99% adanya kenaikan pendapatan usaha 2,64%. Kesimpulan bahwa pinjaman bergulir PNPM Mandiri Perkotaan berpengaruh terhadap Pendapatan Usaha sebesar 2,64%.Tabungan sebelum mendapat pinjaman bergulir PNPM Mandiri Perkotaan Nilai rata-rata sebesar 1,3241 atau 13,24% dan Sesudah mendapat pinjaman nilai rata-rata sebesar 2,7905 atau 27,90% adanya kenaikan sebesar 14,66%. Investasi sebelum mendapat pinjaman bergulir PNPM Mandiri Perkotaan Nilai rata-rata sebesar 1,3794 atau 13,79% dan Sesudah mendapat pinjaman nilai rata-rata sebesar 1,9486 atau 19,94% adanya kenaikan sebesar 6,15%.

 

BAB I

Permasalahan utama dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia saat ini terkait dengan adanya fakta bahwa pertumbuhan ekonomi tidak tersebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia, ini dibuktikan dengan tingginya disparitas pendapatan antar daerah. Selain itu kemiskinan juga merupakan sebuah hubungan sebab akibat (kausalitas melingkar) artinya tingkat kemiskinan yang tinggi terjadi karena rendahnya pendapatan perkapita, pendapatan perkapita yang rendah terjadi karena investasi perkapita yang juga rendah.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini menguji Implementasi Program Pemberdayaan mayarakat Dalam Penanggulangan Kemiskinan Kota Semarang sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Random Sampling , sedangkan untuk mengetahui hubungan antar variabel penulis menggunakan metode perhitungan analisis validitas dan reliabilitas, dan analisis regresi linear berganda dengan alat analisis SPSS Versi 19.0.

CONTOH TESIS NO.5 Model Implementasi PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Banyumas

 

Abstrak

Implementasi Model untuk PNPM-MP di Penelitian Banyumas menjadi kajian yang sangat penting karena dapat memetakan faktor dan mengidentifikasi Variabel-variabel yang sering muncul dalam perhitungan kegagalan atau keberhasilan program PNPM-MP pada tahun Banyumas. disimpulkan bahwa implementasi PNPM-MP dipengaruhi oleh beberapa faktor: karakteristik kelompok sasaran, pejabat pelaksana, sosialisasi dan komunikasi dan pemantauan. Studi ini juga memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk berkonsentrasi memperbaiki tiga hal: memonitor massifikasi, menentukan kelompok sasaran secara lebih selektif, dan memberi kelonggaran bagi kelompok sasaran yang bermasalah.

 

BAB I

Angka kemiskinan di Banyumas berhasil turun 5 persen selama periode 2008 hingga 2009 rateof33, 6 persen awalnya berhasil dikurangi menjadi 27, 4 persen. PNPM Mandiri Pedesaan (PNPM-Mandiri Perdesaan – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Perdesaan) – PNPM MP) telah memberikan kontribusi positif dalam pengentasan kemiskinan. PNPM-MP di Banyumas bergulir outto19Kecamatan / kecamatan mencakup 234 desa. & ldquo;

 

Teknik Analisis

Metode penelitian kualitatif telah dilakukan di tiga lokasi yaitu di Sumpiuh, Ajibarang dan KedungBanteng. Wawancara dan focus group discussion (FGD) dilakukan di tiga lokasi, melibatkan 77 orang aktivis PNPM-MP di tingkat desa dan kecamatan. & ldquo; Implementasi Model untuk penelitian PNPM-MP di Banyumas & rdquo;

CONTOH TESIS NO.6 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (STUDI PADA PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERKOTAAN DI KECAMATAN BATU KOTA BATU)

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah berjalan secara aktif dan mandiri serta berdampak positif bagi anggota masyarakat, namun dalam proses pelaksanaannya berjalan kurang baik karena banyak kendala yang muncul di masyarakat.

 

BAB I

Kabupaten Batu sebagai salah satu kabupaten yang masih mengalami peningkatan jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM). Menurut data BPS Batu tahun 2008 jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) jauh berkurang dibandingkan dengan sensus penduduk yang dilakukan tahun 2005. Penanggulangan kemiskinan hanya terjadi di Kabupaten Bumiaji, sedangkan untuk Kabupaten Batu dan Junrejo justru mengalami peningkatan kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan PNPM Perkotaan dan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang berhubungan dengan pelaksanaan PNPM Perkotaan di Kabupaten Batu.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskripstif. Teknik pengumpulan yang digunakan antara lain menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.

CONTOH TESIS NO.7 EVALUASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DITINJAU DARI PROSES PENGEMBANGAN KAPASITAS PADA KEGIATAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN DESA SASTRODIRJAN KABUPATEN PEKALONGAN

 

Abstrak

Temuan yang didapatkan adalah perubahan kesadaran masyarakat tidak berhubungan dengan usia responden, tingkat pendidikan dan perannya dalam PNPM, namun memiliki hubungan dengan jenis kelamin, dimana peran dan keterlibatan perempuan masih rendah dan belum cukup optimal dalam mendukung pembangunan di tingkat komunitas. Masyarakat Desa Sastrodirjan telah menyadari konsep pemberdayaan dan mengerti untuk menggunakannya bagi kepentingan komunitasnya, namun untuk menuju tahapan pembiasaan masih membutuhkan pembelajaran yang lebih banyak sehingga mereka benar-benar siap untuk bertangggungjawab secara penuh dalam pengelolaan pembangunan komunitasnya. Masyarakat juga telah siap untuk melanjutkan program pemberdayaan yang selama ini telah berjalan, meskipun secara mandiri hal tersebut belum dapat dilaksanakan sendiri oleh masyarakat dan masih membutuhkan pendampingan yang intensif dari pihak luar serta bantuan pendanaan secara kontinyu. Kata kunci: Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Kapasitas.

 

BAB I

Pemberdayaan masyarakat merupakan usaha untuk membuat masyarakat menjadi berdaya melalui upaya pembelajaran sehingga mereka mampu untuk mengelola dan bertanggung jawab atas program pembangunan dalam komunitasnya. Pembelajaran tersebut diimplementasikan dalam rangkaian pengembangan kapasitas masyarakat, dimana pelaksanaannya harus disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan masyarakat setempat karena pada dasarnya setiap komunitas bersifat unik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi proses pemberdayaan masyarakat pada kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Sastrodirjan ditinjau dari aspek pengembangan kapasitas masyarakat, dengan sasaran penelitian yaitu mengkaji implementasi pengembangan kapasitas masyarakat, mengkaji sikap dan cara pandang masyarakat tentang pemberdayaan masyarakat serta mengkaji derajat keberdayaan masyarakat di Desa Sastrodirjan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan pengembangan kapasitas masyarakat di Desa Sastrodirjan telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip pemberdayaan dan telah berhasil mengubah tingkat kesadaran masyarakat serta meningkatkan pemahamannya untuk berperan dalam pembangunan di komunitasnya.

 

Teknik Analisis

Pendekatan yang digunakan adalah dalam penelitian ini bersifat deduktif dengan metode analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan proses pengembangan kapasitas dalam masyarakat dan mengkaji derajat keberdayaan masyarakat, sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk mengukur sikap dan cara pandang masyarakat terhadap pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan dalam komunitasnya.

CONTOH TESIS NO.8 Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Periode Tahun 2009

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi PNPM Mandiri di Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Periode Tahun 2009. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi PNPM Mandiri di kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Periode Tahun 2009 belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan faktor penghambat yaitu dana, kualitas sumber daya manusia yang tidak merata dan ketidak patuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Saran yang diajukan adalah pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan dukungan terhadap PNPM Mandiri agar pelaksanaanya tidak terhambat, pelaksanaan kegiatan agar sesuai prosedur yang telah ditetapkan, pemilihan sumber daya manusia yang berkualitas, kegiatan mengutamakan masyarakat miskin.

 

BAB I

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya PNPM Mandiri yang mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian ini difokuskan pada Implementasi PNPM Mandiri di Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang periode tahun 2009.

 

Teknik Analisis

Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Instrument dalam penelitian ini berbentuk kuesioner berdasarkan teori keberhasilan implementasi kebijakan Van Metter dan Van Horn yaitu Sumber daya, Karakteristik birokrasi, Sikap kecenderungan (disposition) para pelaksana, Komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana dan Lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Teknik pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi dan studikepustakaan. Teknik sampling yang digunakan yaitu proportional area random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif yaitu pengujian t test satu sampel. Sedangkan untuk pengujian validitas instrument dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan Pengujian reliabilitas instrument dilakukan dengan internal konsistensi dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach.

CONTOH TESIS NO.9 Implementasi program nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang / Iin Nimang Pangesti

 

Abstrak

Hasil pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang; Efektivitas hasil pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa:

  1. Pelaksanaan Prosedur PNPM-MP di Desa Sonowangi dimulai pada tahun 2009. Prosedur pelaksanaannya meliputi Musdes Sosialisasi, Musyawarah Khusus Perempuan, Musdes Perencanaan, Musdes Informasi Hasil MAD, Musdes pertanggungjawaban, dan musdes Serah Terima. Musdes sosialisasi yang dilaksanakan berjalan kurang efektif. Musyawarah khusus perempuan di Desa Sonowangi menghasilkan dua usulan yaitu rabat beton, gedung PAUD dan SPP. Lalu musyawarah hasil MAD menghasilkan kegiatan yang didanai oleh PNPMMP yaitu SPP dan rabat beton di Dusun Sumberbuncis dan Sonowangi. Musdes pertanggung jawaban membicarakan tentang pengeluaran keuangan yang digunakan pada dusun Kp. Tengah, Sumber Buncis dan Sonowangi,. Terakhir adalah musdes serah terima membicarakan pengeluaran keuangan kegiatan di Desa Sonowangi yang digunakan dan melaporkan realisasi program yang telah dilaksanakan kemudian hasil program yang telah dilaksanakan dikembalikan kepada masyarakat Desa Sonowangi untuk dirawat dan dipelihara;
  2. Hasil Pelaksanaan PNPM-MP di Desa Sonowangi terdiri dari dua kegiatan yaitu kegiatan fisik berupa rabat beton dan kegiatan non fisik berupa simpan pinjam perempuan (SPP). Kegiatan rabat beton di Desa Sonowangi bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan sehingga bisa memberikan dampak yang baik bagi kegiatan lainnya dan ini sudah sesuai dengan visi, misi, tujuan dan prinsip dari PNPM-MP. Simpan pinjam perempuan (SPP) di Desa Sonowangi dalam pelaksanaannya berjalan dengan baik meskipun warga desa Sonowangi banyak yang tidak berminat mengikuti kegiatan ini karena mereka kurang mengerti. Kegiatan ini hanya memberikan sedikit sumbangan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga miskin (RTM) dan hal ini tidak sesuai dengan visi, misi, tujuan dan prinsip PNPM-MP;
  3. Efektivitas Hasil Pelaksanaan PNPM-MP di Desa Sonowangi untuk kegiatan rabat beton yang meliputi input yaitu modal; tenaga; sosialisasi; partisipasi; dan swadaya masyarakat, proses yaitu partisipasi dalam kegiatan; keruntutan proses; target waktu; dan kerjasama, output yaitu hasil kegiatan;penerima manfaat dan outcomes yaitu peningkatan pendapatan dan pengurangan beban; pelestarian semua berjalan dengan efektif dan optimal. Kemudian untuk kegiatan SPP input yaitu modal;sosialisasi;partisipasi berjalan kurang efektif, tetapi proses yaitu partisipasi dalam kegiatan;kerjasama dan koordinasi, output yaitu hasil kegiatan;penerima manfaat dan outcomes yaitu peningkatan partisipasi; peningkatan pendapatan dan pengurangan beban serta rencana tindak lanjut berjalan dengan efektif Saran dari peneliti yaitu:
  • Pelaksanaan prosedur PNPM-MP agar lebih dilaksanakan secara optimal dan dapat dimengerti oleh masyarakat agar pelaksanaan PNPM-MP bisa berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat memahami maksud dari kegiatan tersebut;
  • Hasil yang diperoleh dari kegiatan PNPM-MP hendaknya bisa lebih memberikan manfaat, pengurangan beban, peningkatan pendapatan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan;
  • Hendaknya kegiatan yang dilaksanakan mulai dari input, proses, output dan outcomes dapat berjalan dengan efektif dan optimal agar kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.

 

BAB I

Jumlah penduduk miskin di Indonesia masih sebesar 31, 02 juta atau 13, 33 persen dari total penduduk dengan garis kemiskinan sebesar Rp. 211.726 per kapita per bulan (BPS-RI: 2010). Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan subyek upaya penanggulangan kemiskinan. PNPM Mandiri juga diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen sektor. Dengan pengintegrasian berbagai program pemberdayaan masyarakat ke dalam kerangka kebijakan PNPM-MP, cakupan pembangunan diharapkan dapat diperluas hingga ke daerah-daerah terpencil dan terisolir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan Prosedur Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Desa Sonowangi Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang; (2)

 

Teknik Analisis

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh adalah dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah panitia PNPM-MP di Desa Sonowangi serta masyarakat penerima manfaat dari PNPM-MP di Desa Sonowangi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian data dan verifikasi data.

CONTOH TESIS NO.10 Implementasi pemberian kredit bergulir PNPM mandiri perkotaan kepada usaha kecil dan menengah (ukm) masyarakat di Kelurahan Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri

 

Abstrak

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) prosedur pemberian kredit bergulir PNPM Mandiri Perkotaan melalui (a) tahap pengajuan pinjaman (b) tahap pemeriksaan pinjaman (c) tahap putusan pinjaman (d) tahap realisasi (e) tahap pembinaan pinjaman (f) tahap pengembalian pinjaman.(2) peranan kredit bergulir adalah (a) membantu masyarakat mengembangkan usaha (b) meningkatkan produktivitas UKM masyarakat (c) meningkatkan pendapatan masyarakat (3) hambatan-hambatan yang timbul dalam pemberian kredit (a) lambatnya proses pengajuan kredit oleh UPK (b) terjadi tunggakan angsuran,atau kredit macet oleh KSM (c) terjadi penyalahgunaan nama anggota peminjam dalam KSM (d) kurangnya dana pinjaman bergulir.(4) usaha-usaha untuk menghadapi hambatan yang timbul (a) memberikan layanan yang lebih cepat kepada masyarakat(b) melakukan kunjungan langsung ke rumah anggota KSM yang memiliki tunggakan (c) UPK lebih teliti dalam melakukan tahapan pemeriksaan pinjaman. (d) mengajukan penambahan dana untuk pinjaman bergulir dengan chanelling ke Bank lain dan Korkot Wonogiri untuk masyarakat Kelurahan Jendi.

 

BAB I

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui prosedur pemberian kredit bergulir PNPM Mandiri Perkotaan kepada UKM Masyarakat di Kelurahan Jendi(2) Untuk mengetahui peranan kredit bergulir PNPM Mandiri Perkotaan kepada UKM masyarakat di Kelurahan Jendi, (3) Untuk mengetahui hambatan- hambatan yang timbul dan dihadapi masyarakat dan UPK dalam proses pemberian kredit bergulir PNPM Mandiri Perkotaan kepada UKM masyarakat di Kelurahan Jendi (4) Untuk mengetahui usaha-usaha yang dilakukan oleh UPK dan LKM untuk menanggulangi hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaan pemberian kredit bergulir dari PNPM Mandiri Perkotaan kepada UKM masyarakat di Kelurahan Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri.

 

Teknik Analisis

Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling (sampel bertujuan), dimana sampel yang diambil tidak ditentukan pada banyaknya sampel melainkan lebih ditekankan pada kualitas pemahaman sampel terhadap permasalahan yang diteliti, selain itu juga menggunakan snowball sampling ( bola salju) yang mengambil sampel tanpa direncana. Sampel penelitian adalah sejumlah tertentu sampai dapat memberikan keterangan dalam pengambilan kesimpulan.Pengambilan sampel pada penelitian sebesar 10% dari jumlah populasi yang ada,yaitu 18 sample dari 171 populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik validitas data yang digunakan adalah trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif.

CONTOH TESIS NO.11 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PROGRAM RURAL INFRASTRUCTURE SUPPORT – PNPM MANDIRI DI KECAMATAN PAGAR GUNUNG KABUPATEN LAHAT TAHUN 2014

Abstrak

Penelitian ini merupakan “Kebijakan Pengarusutamaan Gender dalam Dukungan Infrastruktur Perdesaan terhadap pelaksanaan program PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri. Fokus penelitian ini adalah pencapaian kinerja dan dampak pelaksanaan pengarusutamaan gender melalui pelaksanaan program RIS-PNPM di sesuai dengan tujuan kebijakan pengarusutamaan gender, yaitu: akses, kontrol, partisipasi dan manfaat.

 

BAB I

Program  RIS-PNPM  Mandiri  di  Provinsi  Sumatera Selatan   tahun   2014   dilaksanakan   di   254   desa   yang tersebar    di    11    kabupaten,    salah    satunya    adalah Kabupaten  Lahat.  Untuk  Kabupaten  Lahat,  jumlah  desa yang  menjadi  sasaran  program  ini  adalah  sebanyak  27 desa   yang   tersebar   di   enam   kecamatan   dan   terbagi menjadi  9  kluster,  dimana  masing-masing  kluster  terdiri dari  2  sampai  3  desa.  Selanjutnya,  berdasarkan  data Dinas  Pekerjaan  Umum  Cipta  Karya  dan  Tata  Ruang Kabupaten Lahat (data sekunder, Januari 2014) diketahui bahwa   Kecamatan   Pagar   Gunung   Kabupaten   Lahat mendapatkan alokasi BLM Program RIS-PNPM Mandiri paling sedikit dari pada kecamatan lain, yaitu sebanyak 1 cluster  yang  terdiri  dari  3  desa  dengan  alokasi  BLM sebesar  Rp250.000.000,-per  desa  yang  dicairkan  dalam tiga  termin.  Jadi  Kecamatan  Pagar  Gunung  Kabupaten Lahat menerima alokasi dana BLM Program RIS-PNPM tahun   2014   sebesar   Rp750.000.000,-.   Adapun   desa sasaran  RIS-PNPM  tahun  2014  di  Kecamatan  Pagar Gunung KabupatenLahat, yaitu Desa Pagar Alam, Desa Kupang, dan Desa Karang Agung.

 

Teknik Analisis

Pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif

CONTOH TESIS NO.12 Identifikasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pada PNPM Mandiri

 

Abstrak

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : dalam PNPM mandiri mengajarkan nilai-nilai pendidikan Islam, nilai- nilai tersebut adalah nilai khuluqiyah (jujur, amanah, ikhlas, adil ) dan nilai amaliyah ( kesetaraan, kesatuan dalam keberagaman, demokrasi, transparansi, partisipasi). Semua nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip dasar dalam pemberdayaan masyarakat.

 

BAB I

Di era reformasi seperti sekarang banyak pihak mulai mempertanyakan tentang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang  berdasarkan pengalaman yang terjadi menunjukkan bahwa selama ini Indonesia yang merupakan salah satu Negara berkembang belum pernah terbebas dari kemiskinan, keterbelakangan dan pengangguran yang pada dasarnya kondisi tersebut sesuatu yang ditolak manusia tetapi sulit untuk dihindarkan,yang kemudian masyarakat kita mengalami perubahan yang sangat pesat tetapi belum menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan. Dalam pembelajaran pada masyarakat tentunya tidak terlepas dari nilai-nilai pendidikan Islam yang pada saat sekarang banyak pembelajaran yang dilaksanakan melalui pendidikan-pendidikan non formal dengan berbagai macam model maupun bentuk misalnya pembelajaran bagi masyarakat  dengan program pemberdayaan yaitu melalui PNPM mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam apa saja yang terkandung dalam PNPM Mandiri?.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, serta menggunakan metode telaah dokumen dalam mengumpulkan data deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur tentang pemberdayaan masyarakat dan PNPM mandiri. Karena datanya berupa deskriptif, maka teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah contens analysis yaitu menganalisa isi dari data yang diperoleh.

CONTOH TESIS NO.13 Implementasi Pnpm Mandiri Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan mekanisme pelaksanaan PNPM Mandiri di Kelurahan Pangkalan Kerinci Kerinci Pelalawan Timur. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan melalui PNPM Mandiri di Kecamatan Kerinci Timur secara keseluruhan kurang berhasil. Hal ini terjadi karena kurangnya kemampuan dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan binaan melalui sumber daya yang dimilikinya.

 

BAB I

Nuansa implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan dengan program IDT memandang peran pemerintah sebagai mediator dan fasilitator perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, kemudian masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Selain itu adalah semakin kentalnya pendekatan-pendekatan partisipatif, penghargaan atas keragaman sosio-kultural di tingkat lokal dalam pelaksanaan kegiatankegiatannya. Dari aspek cakupan wilayahnya, Program IDT masih menggunakan pendekatan individu (perorangan), kelompok masyarakat, hingga komunitas desa, sedangkan skala kegiatannya belum diarahkan pada kebutuhan yang sifatnya kewilayahan (antar desa).

 

Teknik Analisis

Penelitian ini bertumpu pada wawancara dengan informan antar peneliti yang sengaja peneliti tentukan sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan. Pengamatan selanjutnya untuk melihat dan menganalisis peristiwa di lapangan.

CONTOH TESIS NO.14 IMPLEMENTASI FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (FAHP) UNTUK PROSES SELEKSI USULAN KEGIATAN PNPM MANDIRI PERDESAAN

 

Abstrak

PNPM Mandiri Perdesaan merupakan program nasional yang memiliki tujuan utama yaitu pengentasan kemiskinan, dimana targetnya adalah masyarakat miskin pada daerah perdesaan. Banyaknya usulan yang masuk pada kantor Unit Pengelola Kegiatan (UPK) menyebabkan tidak semua usulan kegiatan PNPM dapat didanai. Hasil pengujian menggunakan metode MAPE sebesar 11.65%. hasil menunjukkan tingkat kesalahan dibawah 15 %, dengan demikian penerapan metode fuzzy AHP dalam prioritas usulan kegiatan pnpm mandiri perdesaan dapat dikatakan baik.

BAB I       

Penentuan prioritas usulan didasarkan atas kriteria kelayakan sebagaimana yang digunakan oleh Tim Verifikasi (TV) dalam menilai usulan kegiatan yang akan menghasilkan daftar rangking usulan. Penentuan daftar rangking usulan selama ini masih dilakukan secara manual yaitu dengan cara menghitung tiap nilai bobot dan nilai kriteria tiap desa, bahkan sering tidak dilakukan per hitungan secara manual tetapi hanya menyesuaikan usulan mana yang banyak memperolah nilai baik akan mendapatkan prioritas yang tertinggi, sehingga kurang efektif dan cenderung subjektif. Oleh sebab itu diperlukan penilaian secara objektif terhadap setiap usulan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan

 

Teknik Analisis

Proses verifikasi usulan kegiatan yang dilakukan pada kantor UPK PNPM masih dilakukan secara manual, petugas Verifkasi masih menggunakan tekhnik penafsiran sendiri sehinga dalam hal verifikasi sering terjadi keputusan yang tidak konsisten dan bersifat subjektif. Untuk menangani permasalahan tersebut digunakan metode fuzzy Analytic Hierarchy Proces (AHP). Metode F-AHP merupakan pengembangan dari metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan melakukan pendekatan fuzzy. Penerapan fuzzy AHP untuk proses seleksi usulan kegiatan PNPM mandiri perdesaan dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySql.

CONTOH TESIS NO.15 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI (PNPM MANDIRI) DALAM MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT

Abstrak

Bagi KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) sendiri hadirnya PNPM Mandiri sangat dirasakan manfaatnya, usaha kecil dan perekonomiannya terangkat, keinginan untuk maju dan berfikir kreatif serta inovatif kini dapat diwujudkan. Meski ada beberapa kendala dari KSM maupun dari pengurus sendiri, tetapi implementasi kebijakan PNPM Mandiri di Desa Sumberejo sudah dapat dikatakan baik, khususnya pada UPK terbukti 85% implementasi mengalami keberhasilan, dan 15% saja mengalami kegagalan.

 

BAB I

Kemiskinan merupakan masalah yang terjadi pada semua negara, dan di Indonesia sendiri kemiskinan semakin meningkat tajam sejak terjadi krisis moneter tahun 1997. Kota Batu secara umum ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama bagi masyarakat miskin. Dalam penelitian ini menggunakan teknik keabsahan data trianggulasi. Lokasi dalam penelitian ini bertempat di desa Sumberejo. Dengan memberdayakan SDM dan SDA yang tersedia di lokasi sasaran, dan didukung bantuan pinjaman dana bergulir melalui UPK, mampu mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi melaksanakan kebijakan sehingga dampak dan perubahan secara efektif dan efisienpun terjadi.

 

Teknik Analisis

Melalui metode penelitian kualitatif, dengan teknik snowball sampling dan warga desa beserta pengurusnya yang menjadi informannya, maka data yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dianalisa dengan pendekatan kualitatif yang bersifat induktif dan berkelanjutan.

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?