HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Penyaluran Alokasi Dana Desa Tahun 2020

CONTOH TESIS NO.1 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DI WILAYAH KECAMATAN GEYER KABUPATEN GROBOGAN

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pelaksanaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan , serta faktor-faktor penunjang dan penghambat yang mempengaruhi implementasi dan strategi yang harus dilakukan dalam rangka keberhasilan implementasi kebijakan selain itu juga akan memberikan rekomendasi bagi Pemerintah Daerah dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa. Dengan berdasarkan data yang ada, penulis berupaya mendiskripsikan/menggambarkan secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan berjalan cukup lancar. Namun demikian apabila dikaitkan dengan pencapaian tujuan, pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan belum optimal. Meskipun tujuan peningkatan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, telah terlaksana secara optimal, namun tujuan adanya peningkatan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan belum berjalan secara optimal. Demikian juga tujuan peningkatan partisipasi swadaya gotong royong masyarakat belum optimal. Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan adalah komunikasi, kemampuan sumber daya, sikap pelaksana, struktur birokrasi, lingkungan serta ukuran dan tujuan kebijakan.

BAB I

Pemahaman Desa di atas menempatkan Desa sebagai suatu organisasi pemerintahan yang secara politis memiliki kewenangan tertentu untuk mengurus dan mengatur warga atau komunitasnya. Dengan posisi tersebut desa memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang kesuksesan Pemerintahan Nasional secara luas. Desa menjadi garda terdepan dalam menggapai keberhasilan dari segala urusan dan program dari Pemerintah. Hal ini juga sejalan apabila dikaitkan dengan komposisi penduduk Indonesia menurut sensus terakhir pada tahun 2000 bahwa sekitar 60 % atau sebagian besar penduduk Indonesia saat ini masih bertempat tinggal di kawasan permukiman pedesaan. Maka menjadi sangat logis apabila pembangunan desa menjadi prioritas utama bagi kesuksesan pembangunan nasional.

Teknik Analisis

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dimana instrumen utama dalam penelitian adalah peneliti sendiri. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan situasi dan kondisi empiris implementasi Kebijakan . Dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan penelitian survey guna memperoleh data primer mengenai kebijakan Alokasi dana desa di Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan.

CONTOH TESIS NO.2 EVALUASI PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2015 PADA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUNG DAN TRANSMIGRASI (BPMKT) KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN,PAPUA

Abstrak

Untuk kesejahteraan bangsa, Pemerintah bertekad membangun Indonesia dari pinggiran untuk memperkuat daerah dan desa tersebut dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia membangun di pinggiran desa artinya dibangun karena mayoritas penduduk Indonesia bukanlah desa. Maka dalam membangun desa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya dalam aspek pengelolaan / penggunaan dana desa yaitu, dana desa harus digunakan dengan baik agar hasil yang nyata di lapangan dapat terlihat sesuai dengan kebutuhan. Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) yang berlaku untuk masing-masing desa / kelurahan yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen. Di Serui masih banyak warga desa yang hidupnya belum layak jalan. Artinya dalam penggunaan dana desa di beberapa desa, terdapat penyelewangan dana di lapangan yang tidak sesuai dengan RKPK dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian perlu adanya pengawasan regulasi dalam proses pengelolaan dana desa agar tidak terjadi penyalahgunaan yang terjadi selama di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan dana desa kabupaten Kepulauan Yapen di Papua sudah berjalan dengan maksimal atau belum sesuai aturan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Transmigrasi (BPMKT) Kepulauan Yapen adalah masih banyak kekurangan di desa di beberapa desa dalam penggunaan dana desa sehingga wujud nyata hasil lapangan beres RKPK dan bentuk RKPK. akuntabilitas penggunaan dana desa belum dilaksanakan secara tepat waktu. Untuk itu perlu adanya regulasi yang tetap mengatur kegiatan yang akan dilakukan oleh masyarakat desa.

BAB I

Visi   trisakti   Presiden   Republik   Indonesia   periode   tahun   2014-2019   meletakan program  pemerintah  pada  titik  berat  pencapaian  ideal  bangsa  indonesia  pada  kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian budaya.Membangun Indonesia dari pinggiran itu  berarti  desa  harus  dibangun  karena  sebagian  besar  penduduk  Indonesia  ada  didesa. masyarakat desa harus diposisikan sebagai subjek atau pelaku dari pembangunan itu sendiri, sehingga  masyarakat  desa  diberi  kewenangan  untuk  dapat  mendefenisikan  kebutuhannya sendiri  sehingga  program  dan  kegiatan  pembangunan  desa  betul-betul  menyentuh  secara langsung kebutuhan masyarakat desa.Di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua masih terdapat  desa-desa  (diPapua,desa  disebut  dengan  nama  lain  yaitu  Kampung)  dan  masih banyak  yang  terpencil/terisolasi  sehingga  dikategorikan  sebagai  daerah  tertinggal,  maka kebijakan   pemerintah   dengan   penyediaan   dana   desa   merupakan   peluang   yang   harus ditangkap dan dimanfaatkan dalam pembangunan kampungkhususnya bidang pemberdayaan masyarakat  kampung.  Dana  Desa  sebagai  dana  pemberdayaan  masyarakat  yang  ditransfer dari  RKUN  ke  RKUD  dan  selanjutnya  kerekening  kampung  pada  tingkat  kabupaten  dalam mekanisme  pengelolaannya  sesuai  dengan  ketentuan  dan  peraturan  yang  ada  ditangani  oleh Badan   Pemberdayaan   Masyarakat   Kampung   dan   Transmigrasi   (BPMKT)   Kabupaten Kepulauan Yapen.Sehingga atas dasar pemikiran inilah maka penelitian ini mengambil topik “Evaluasi Penggunaan Dana Desa Tahun 2015 Pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Yapen,Papua”

Teknik Analisis

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif meliputi pengumpulan data berupa gambaran proses penyaluran, pengelolaan / pemanfaatan, pengawasan hingga pertanggungjawaban yang diterapkan dana desa 160 desa di Serui.

CONTOH TESIS NO.3 ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2015

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif evaluasi. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber yaitu membandingkan data yang didapat dari hasil wawancara dengan responden dengan dokumen. Tujuan penggunaan matriks yaitu untuk menilai kesesuaian pengelolaan ADD dengan peraturan yang berlaku. Matriks perencanaan menunjukkan angka 100% sehingga perencanaan ADD) di enam desa sudah mengikuti aturan yang berlaku. Begitu juga dengan penggunan yang menunjukkan angka sempurna. Namun dalam tahap pertanggungjawaban semua desa menunjukkan angka sebesar 75% yang artinya tahap pertanggungjawaban masih kurang akuntabel yang dikarenakan keterlambatan penyerahan Pertanggungjawaban APBDes.

BAB I

Keuangan desa dikelola berdasarkan asas akuntabel, transparan dan partisipatif. Dengan adanya otonomi, desa berhak mengatur segala urusannya sendiri termasuk mengatur keuangannya sendiri. Agar pembangunan berjalan dengan baik pemerintah memberikan dana khusus bagi desa untuk pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan yaitu Alokasi Dana Desa yang selanjutnya disebut ADD. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan ADD Tahun 2015 di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Penelitian yang dilakukan untuk melihat bagaimana setiap tahapan pengelolaan ADD Tahun 2015 disesuaikan dengan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2015. Penelitian dilakukan di enam desa di Kecamatan Jabon. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada beberapa unsur pemerintahan desa yang terlibat dalam pengelolaan ADD.

Teknik Analisis

Analisis data deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan pengelolaan ADD di Kecamatan Jabon sedangkan analisis evaluasi dilakukan dengan metode dari Miles dan Huberman yaitu dengan cara membandingkan pengelolaan yang dilakukan oleh tiap desa dengan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 27 Tahun 2015.

CONTOH TESIS NO.4 TINJAUAN ATAS PELAKSANAAN KEUANGAN DESA DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DANA DESA

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan keuangan desa dan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam mendukung kebijakan dana desa berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan keuangan desa telah didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa. Selama tahun 2010–2013, pelaksanaan keuangan desa menunjukkan perbaikan dari sisi tertib pelaksanaan administrasi keuangan, kualitas laporan keuangan, dan penyerapan anggaran pada kegiatan yang telah diprogramkan. Kendala dalam pelaksanaan keuangan desa disebabkan, antara lain, kurangnya keberadaan dan kapasitas perangkat desa serta kemandirian keuangan. Apabila kendala tersebut dapat diatasi, maka pelaksanaan keuangan desa semakin memperkuat terwujudnya tujuan kebijakan dana desa dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Penggunaan ADD telah dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa dan disalurkan untuk pembangunan perdesaan, pengembangan masyarakat dan meningkatkan pendapatan. Namun, sejumlah studi yang telah diangkat dalam kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan ADD masih menemui sejumlah permasalahan dalam perencanaan, pelaksanaan, kualitas pelaporan, dan lemahnya kelembagaan desa serta koordinasi dengan pemerintah daerah kotamadya/kabupaten.

BAB I

Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar ke-4 dunia dengan jumlah 248,9 juta jiwa (BPS, 2014). Data Kementerian Dalam Negeri tahun 2012 menunjukkan bahwa penduduk tersebar di 72.944 desa (Kemendagri, 2013). Pada tahun 2010, persentase penduduk yang bertempat tinggal di perdesaan sebesar 50,2 persen dan diperkirakan semakin berkurang menjadi 46,7 persen di tahun 2015 (BPS, 2014). Jumlah penduduk miskin pada September 2013 sebanyak 28,55 juta orang atau 11,47 persen dari jumlah penduduk. Adapun jumlah penduduk miskin terbanyak di daerah perdesaan dengan jumlah 17,92 juta orang atau 62,76 persen dari seluruh penduduk miskin (BPS, 2014)

Teknik Analisis

Pengumpulan data menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan. Teknik analisis data dilaksanakan secara kualitatif deskriptif.

CONTOH TESIS NO.5 ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM ALOKASI DANA DESA PADA PEMBERDAYAAN EKONOMI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi pada Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus)

Abstrak

Dari Penelitian ini dapat disimpulkan Di kecamatan Sumberejo terdapat tiga belas desa, yang masing-masing mendapatkan Alokasi Dana Desa dengan jumlah yang berbeda-beda. Dari lima desa yang diteliti hanya dua desa yang sudah melaksanakan pemberdayaan ekonomi dengan menggunakan Alokasi Dana Desa, dari sini dapat kita ketahui bahwa penyaluran Alokasi Dana Desa belum efektif pada bidang pemberdayaan ekonomi, hal ini terjadi karena desa yang lain masih banyak diprioritaskan pada pembangunan fisik sehingga mansyarakat lebih banyak menganggarkan untuk infrastruktur. Pemberdayaan ekonomi melalui Alokasi Dana Desa dengan membentuk kelompok produksi kelanting dan kelompok wanita tani sudah termasuk pada indicator program prioritas yaitu pengembangan ekonomi pertanian berskala produktif dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi. secara umum kelompok produksi kelanting dan kelompok wanita tani dapat dikatakan efektif dalam perspektif ekonomi islam dilihat dari pencapaian konsep pemberdayaan ekonomi dalam perspektif ekonomi islam yaitu keaadilan, pertanggungjawaban dan takaful.

BAB I

Alokasi Dana Desa adalah salah satu program pemerintah daerah dalam bentuk Dana perimbangan yang diserahkan pada msing-masing kabupaten/kota. Pada penelitian ini Kecamatan Sumberejo memiliki tiga belas pekon/kelurahan yang masing-masing mendapat Dana Desa dengan jumlah yang berbeda-beda. dan begitupun dengan realisasi dana tersebut. masing-masing pekon memiliki rencana yang berbeda-beda. Dengan adanya program Alokasi Dana Desa ini peneliti memiliki alasan penelitian yaitu alasan objektif karena peneliti ingin mengetahui apakah program Alokasi Dana Desa efektif dalam pemberdayaan ekonomi di kecamatan Sumberejo. Alasan subjektif, karena penulis bertempat tinggal di kecamatan sumberejo.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari masing-masing kantor desa di kecamatan Sumberejo. Data sekunder diperolah dari berbagai sumber terkait. Realisasi Alokasi Dana Desa terbagi atas empat bidang, yang termasuk di dalamnya pemberdayaan ekonomi. terdapat dua kelompok pemberdayaan ekonomi di kec. Sumberejo yaitu kelompok produksi kelanting dan kelompok wanita tani. masingmasing kelompok mendapat realisasi dana yang berasal dari Alokasi Dana desa dari masing –masing pekon yaitu pekon wonoharjo dan pekon simpang kanan.

CONTOH TESIS NO.6 PENGARUH DANA DESA DAN ALOKASI DANA DESA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KECAMATAN SENDANG AGUNG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Abstrak

Kemiskinan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh semua negara, baik negara maju maupun negara berkembang, namun lebih banyak terjadi di negara berkembang, karena kondisi pembangunan mereka yang masih belum stabil dan sustainable. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah kemiskinan, yaitu dengan meluncurkan berbagai instrumen kebijakan dan melalui program-program nasional untuk pemberdayaan masyarakat, program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat diantaranya adalah program dana desa dan alokasi dana desa, jumlah anggaran dana desa dan alokasi dana desa dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan yang cukup signifikan, akan tetapi seiring dengan besarnya jumlah dana desa dan alokasi dana desa, masalah kemiskinan masih sulit untuk diselesaikan. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pengaruh dana desa dan alokasi dana desa secara parsial dan simultan terhadap tingkat kemiskinan di Kecamatan Sendang Agung dan bagaimana pengaruh dana desa dan alokasi dana desa terhadap tingkat kemiskinan di Kecamatan Sendang Agung dalam perspektif Ekonomi Islam.

BAB I

Sebagai kerangka awal guna mendapatkan gambaran jelas dan memudahkan dalam memahami skripsi ini, maka perlu adanya uraian terhadap penegasan arti dan makna dari beberapa istilah yang terkait dengan tujuan skripsi ini. Dengan penegasan tersebut, diharapkan tidak akan terjadi kesalahpahaman terhadap pemakaian judul dari beberapa istilah yang digunakan, disamping itu langkah ini merupakan proses permasalahan yang akan dibahas. Adapun skripsi ini berjudul. “PENGARUH DANA DESA DAN ALOKASI DANA DESA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KECAMATAN SENDANG AGUNG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM”.

Teknik Analisis

Analisis regresi berganda pada umumnya digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen dengan skala pengukuran interval atau rasio dalam suatu persamaan liniear.

CONTOH TESIS NO.7 Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Dalam Perspektif Siyasah Syar’iyyah Di Nagari Rao-Ra

Abstrak

Sampel dari penelitian ini adalah 80 orang yang diambil 10% dari jumlah populasi dengan penarikan purposive sampling (kriteria khusus). Sumber data diperoleh melalui dua bagian yaitu: data primer yang diperoleh dari wawancara kepada Wali Nagari, perangkat Nagari, Wali Jorong, pengurus/anggota BPRN (Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari), serta melalui angket yang dibagikan kepada masyarakat sebanyak 80 angket. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku,jurnal, skripsi sebelumnya dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwasanya partisipasi masyarakat dalam mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) cukup baik pada tahap pelaksanaan dan menikmati hasil, namun dalam tahap perencanaan dan evaluasi partisipasi masyarakat masih kurang hal ini disebabkan masyarakat lebih cenderung menyerahkan keputusan dan kebijakan pada pemerintah nagari dan kurang memiliki pengetahuan dan rasa peduli tentang pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Nagari Rao-Rao. Namun dalam Siyasah Sya’iyyah pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) ini termasuk ke dalam kajian Siyasah Maliyah (Politik Ekonomi Islam). Dalam Siyasah Maliyah pengelolaan ini tergolong kepada Makruh (diperbolehkan) karena kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Nagari dalam mengelola Alokasi Dana Desa ini telah memihak kepada masyarakat. Serta jika di ukur dari segi maslahat dan mudhoratnya, bahwa pengelolaan ini maslahatnya lebih besar dari pada mudharatnya.

BAB I

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pengelolaan keuangan Nagari berupa Alokasi Dana Desa (ADD) yang digunakan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Nagari Rao-Rao Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Dalam hal ini ada 2 (dua) permasalahan yang diambil, yaitu bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan bagaimana pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam perspektif Siyasah Syar’iyyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Nagari Rao-Rao dan Bagaimana Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam perspektif Siyasah Syar’iyyah.

Teknik Analisis

Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yang berlokasi di Nagari Rao-Rao Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Untuk Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Nagari Rao-Rao yang berusia produktif antara 25-55 tahun, yang berjumlah 800 orang.

CONTOH TESIS NO.8 Dampak Sosial Ekonomi Alokasi Dana Desa Terhadap Perekonomian Masyarakat Desa DI Desa Mrawan Kecamatan Mayang Kabupaten Jember

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui kondisi masyarakat desa Mrawan sebelum dan sesudah adanya ADD, (2) mengetahui dampak sosial ekonomi ADD terhadap perekonomian masyarakat Desa Mrawan Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah adanya ADD kondisi masyarakat sekitar desa Mrawan mendapatkan penghasilan tambahan dengan ikut andil dalam kegiatan pembangunan yang diseidiakan oleh Desa. Selain itu dampak sosial yang ditimbulkan ADD antara lain pendapatan masyarakat yang semakin meningkat, keadaan tempat tinggal yang lebih baik, fasilitas desa semakin baik.

BAB I

Alokasi Dana Desa (ADD) diberikan kepada desa yang ada di wilayah Kabupaten Jember memberikan harapan yang semakin besar akan terwujudnya pembangunan yang merata.. Pelaksanaan kebijakan ADD meberikan perubahan yang signifikan, desa yang dulunya mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat yang sangat terbatas yang dikelola secara terpusat oleh instansi pemerintah diatasnya kini desa mendapatkan anggaran yang cukup besar dan diberi kewenangan mengelola secara mandiri.

Teknik Analisis

Penelitian ini dapat dikelompokan dalam jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mrawan Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data dengan metode kualitatif dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

CONTOH TESIS NO.9 Pelaksanaan Kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Pattiroang Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba Pada Tahun 2017

Abstrak

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan alokasi dana desa di Desa Pattiroang Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba pada tahu 2017 sebenarnya sudah berjalan namun belum efektif, karena belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan Permendagri No. 37 Tahun 2007 tentang Pengelolaan keuangan Desa Pasal 22. Kemudian berdasarkan persepsi masyarakat tingkat pengetahun dan keterlibatan masyarakat desa dalam pelaksanaan kebijakan alokasi dana desa masih sangat rendah sehingga pelaksanaan alokasi dana desa tersebut masih kurang efektif.

Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan pemerintah Desa Pattiroang memperbaiki sistem pelaksanaan kebijakan Alokasi Dana Desa tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian pemerintah dan masyarakat desa diharapkan dapat bersinergi dalam pelaksanaan ADD sehingga terciptanya pembangunan yang sesuai harapan masyarakat.

BAB I

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertama, bagaimana efektifitas pelaksanaan kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) Di Desa Pattiroang Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba pada Tahun 2017. Kemudian yang kedua adalah tentang persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan kebijkan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Pattiroang kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba pada Tahun 2017.

Teknik Analisis

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan normatif-sosiologis yaitu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sumber data primer diperoleh melalu wawancara terhadap beberapa sampel seperti Kepala Desa, seserta beberapa anggota masyarakat Desa Pattiroang. Kemudian metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.

CONTOH TESIS NO.10 PENGARUH ALOKASI DANA DESA (ADD) DAN SASARAN ANGGARAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAHAN DESA PADA PEMERINTAHAN DESA JAGABAYA KECAMATAN CIMAUNG KABUPATEN BANDUNG

Abstrak

Selanjutnya  berdasarkan  hasil analisis verifikatif bahwa secara simultan maupun secara parsial Alokasi Dana Desa dan Sasaran  Anggaranberpengaruh  positif  dan  signifikan  terhadap Akuntabilitas  Kinerja Pemerintahan  Desa.Adapun  hasil  Koefisien  Determinasi  sebesar  33,4%  dan  sisanya sebesar  66,6%  merupakan  variabel  lain  yang  turut  mempengaruhi Akuntabilitas  Kinerja Pemerintahan  Desatetapi  tidak  diteliti.  Adapun  secara  parsial, Sasaran  Anggaran  lebih besar pengaruhnya daripada Alokasi Dana Desa.

BAB I

Penelitian ini menganalisis tentangpengaruh Alokasi Dana Desa dan Sasaran Anggaran terhadap   Akuntabilitas   Kinerja   Pemerintahan   Desa   di   Desa   Jagabaya   Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung. Metode  analisis  yang  digunakan  adalah  analisis  regresi  linear  berganda,  yaitu  untuk mengetahui  seberapa  besar  pengaruh  dua  variabel  independen  terhadap  satu  variabel dependen yang kemudian dilakukan uji hipotesis t serta uji hipotesis f untuk mengetahui tingkat  signifikansi  pengaruhnya.

Teknik Analisis

Adapun  populasi  penelitian  ini  yaitu  aparat  desa  dan perwakilan masyarakat di Desa Jagabaya serta sampel diambil secara keseluruhan atau studi sensus, yaitu sebanyak 56 orang.Berdasarkan  hasil  analisis  deskriptif  bahwa Alokasi  Dana  Desa  dapat  digambarkan cukup baik, Sasaran Anggarandapat digambarkan cukup baikdan Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan  Desadapat  digambarkan  cukup  baik.

CONTOH TESIS NO.11 Efektivitas pengelolaan Anggaran Alokasi Dana Desa terhadap kualitas pembangunan daerah dan otonomi daerah di Desa Madumulyorejo Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik

Abstrak

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Alokasi Dana Desa terdiri dari empat (4) tahap, yaitu penerimaan, perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Berdasarkan hasil penelitian tahapan penerimaan Alokasi Dana Desa sudah efektif karena mencakup azas adil dan azas merata. Tahapan perencanaan sudah efektif karena sudah melaksanakan kegiatan musrenbangdes dengan program kerja yang terlaksana atas adanya anggaran Alokasi Dana Desa sebesar 83% dikarenakan salah satu program yang sudah masuk dalam musrenbangdes dengan anggaran Alokasi Dana Desa 2018 tidak cukup dan diambilkan dari dana SILPA tahun kemarin. Pada tahapan pelaksanaan atas program kerja berupa pembangunan fisik dan non fisik sudah terealisasikan anggaran dari Alokasi Dana Desa sebesar 83%. Tahapan pertanggungjawaban berdasarkan hasil penelitian sudah efektif dengan adanya Surat Pertanggungjawaban dan sudah tersampaikan kepada inspektorat dengan tepat waktu serta sudah terlaksananya publikasi kepada masyarakat dalam bentuk papan pengumuman. Proses pengelolaan Alokasi Dana Desa sudah sesuai dengan teori dan peraturan daerah kabupaten Gresik Nomor 10 Tahun 2009 tentang Alokasi Dana Desa serta dapat menerapkan Otonomi Daerah dalam sistem kepemerintahannya. Peneliti menyarankan kepada Pemerintah Desa Madumulyorejo agar selalu melibatkan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan desa, karena dengan keterlibatan masyarakat maka akan menciptakan pemerintahan desa yang transaparan. Serta selalu memperbaiki sistem kepemerintahan yang baik dan jujur.

BAB I

Skripsi yang berjudul “Efektivitas Pengelolaan Anggaran Alokasi Dana Desa terhadap Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah di Desa Madumulyorejo Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik” ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana efektivitas dan dampak pengelolaan Alokasi Dana Desa terhadap kualitas pembangunan daerah dan otonomi daerah di Desa Madumulyorejo Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik pada tahun 2018. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan informan dalam penelitian ini yaitu kepala desa, sekretaris desa, kepala urusan keuangan desa, tokoh masyarakat dan masyarakat.

Teknik Analisis

Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif

CONTOH TESIS NO.12 IMPLEMENTASI PENATAUSAHAAN, PENGELOLAAN, DAN PELAPORAN ALOKASI DANA DESA DALAM PROSES PEMBANGUNAN DESA BIMOREJO KECAMATAN WONGSOREJO KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2015

Abstrak

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan penatausahaan, pengelolaan dan pelaporan alokasi dana desa (ADD) sudah menerapkan prinsip akuntabel dengan indikator partisipatif, transparan dan responsif sesuai dengan pedoman yang berlaku

BAB I

Penelitian ini fokus terhadap penerapan penatausahaan, pengelolaan dan pelaporan alokasi dana desa (ADD) di Desa Bimorejo pada Tahun 2015. Penatausahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban, penyajian, pelaporan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab pemerintah desa kepada publik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna penatausahaan, pengelolaan, dan pelaporan alokasi dana desa (ADD) di Desa Bimorejo. Penelitian ini didukung dengan adanya pengawasan teknis, operasional dan evaluasi yang dilakukan Tim Pendamping Kecamatan, Badan Pemberdayaan Desa guna membuktikan adanya penerapan akuntabilitas dan transparan dalam pengelolaan alokasi dana desa di Desa Bimorejo.

Teknik Analisis

Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi terbuka dan wawancara. Sebagai informan penelitian ini ada 4 responden yaitu BPM-PEMDES, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bendahara Desa. Penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

CONTOH TESIS NO.13 EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA KEDAYUNAN KECAMATAN KABAT KABUPATEN BANYUWANGI

Abstrak

Hasil penelitian tentang efektivitas pengelolaan Keuangan Alokasi Dana desa (ADD) di Desa Kedayunan Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi pada tahun anggaran 2016 menunjukkan pada tahap perencanaan dan pelaksanaan menunjukkan belum berjalan efektif. Hal tersebut ditunjukkan minimnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan Musrenbangdes yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan informasi masyarakat desa dalam kegiatan pengelolaan keuangan desa. Hasil penelitian lainnya menunjukkan minimnya masukan, kritik dan saran dari masyarakat desa dalam proses penyusunan perencanaan Alokasi Dana Desa (ADD). Ketidakefektifan Selanjutnya dalam tahap pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Kedayunan Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi ditunjukkan dengan pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa (ADD) lebih ditekankan pada belanja operasional pemerintah desa yaitu sebesar 71,37% dibanding dengan pemberdayaan masyarakat hanya 28,63%. Hal tersebut berdampak pada pelaksanaan ADD yang belum mampu dalam menanggulangi jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) yang disebabkan karena minimnya program pemberdayaan masyarakat pada tahun anggaran 2016 dan pelaksanaan ADD belum mampu untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Dalam tahap pengawasan keuangan Alokasi Dana Desa (ADD) dilakukan oleh BPD selaku perwakilan masyarakat desa yang mempunyai fungsi control dan pemberi masukan dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa. Selain itu adanya keterlibatan pihak kecamatan dan inspektorat kabupaten yang berfungsi memonitoring dan mengevaluasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan pemerintah desa yang dibiayai langsung oleh ADD. Kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh pihak kecamatan dan inspektorat tersebut ini dilakukan dengan melihat hasil laporan realisasi pelaksanaan Alokasi Dana Desa dan laporan pertanggungjawaban tahun anggaran 2016 dalam bentuk APBDes.

BAB I

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan efektivitas pengelolaan keuangan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Kedayunan Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi. Pada dasarnya pengelolaan merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan bagian dari pengelolaan keuangan desa dalam bentuk APBDes. Alokasi Dana Desa atau yang disingkat ADD adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten untuk Desa yang bersumber dari Bagian Dana Perimbangan yang diterima Kabupaten setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus. Namun dalam pelaksanaanya masih ditemukan permasalahan dalam pengelolaan keuangan ADD seperti Pengelolaan ADD cenderung digunakan untuk belanja operasional pemerintah desa dibanding belanja pemberdayaan masyarakat, masih sering terjadi keterlambatan dalam proses penyusunan SPJ, kualitas sumber daya aparatur desa yang masih rendah dalam menyusun skala prioritas kegiatan dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan Keuangan Desa. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini di Desa Kedayunan Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi.

Teknik Analisis

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan telaah pustaka. Teknik menguji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi, ketekunan atau keajegan pengamatan, dan pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data dari Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

CONTOH TESIS NO.14 PENGGUNAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA BATU KUCING KECAMATAN RAWAS ILIR KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA TAHUN 2016 DITINJAU DARI HUKUM EKONOMI SYARIAH

Abstrak

Kemudian akan disimpulkan secara deduktif yaitu metode yang berangkat dari umum ke khusus. Dari hasil penelitian yang didapat bahwa penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) digunakan untuk pembangunan infrstruktur dan pemberdayaan yang dalam hal ini pemberdayaan ekonomi. Maka Menurut Hukum Ekonomi Syariah penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) berupa infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi tersebut telah sesuai, karena pemberdayaan ekonomi tersebut untuk kemaslahatan masyarakat yaitu dapat meningkat ekonomi dan kaulitas hidup masyarakat. Kata Kunci: Penggunaan Dana Desa, Hukum Ekonomi Syari’ah.

BAB I

Dana atau uang merupakan kebutuhan seluruh manusia di dunia ini, namun Dana yang ada jika tidak dipergunakan sebagaimana semestinya maka akan menjadi tombak kahancuran bagi para pemegang Dana. Dengan demikian penulis tertarik untuk membahas tentang Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) Dalam Meningkatkan Perekonomian Mayarakat Di Desa Batu Kucing Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara Tahun 2016 Di Tinjau Dari Hukum Ekonomi Syari’ah. Namun, dalam penelitian ini ada dua hal yang menjadi titik fokus penelitian. Pertama, bagaimana penggunaan alokasi dana desa (add) dalam meningkatkan perekonomian masyarakata di desa batu kucing kecamatan rawas ilir kabupaten musi rawas utara pada tahun 2016. Kedua, bagaimana tinjauan hukum ekonomi syari’ah terhadap penggunaan alokasi dana desa (add) dalam meningkatkan perekonomian masyarakata di desa batu kucing kecamatan rawas ilir kabupaten musi rawas utara pada tahun 2016. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dipergunakan untuk apa saja alokasi dana desa (add) pada tahun 2016 di desabatu kucing kecamatan rawas ilir kabupaten musi rawas utara, dan bagaimana jika di tinjau dari Hukum ekonomi syari’ah terhadap penggunaan alokasi dana desa (add) tersebut.

Teknik Analisis

Metode yang di pakai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi lapangan (field research), studi kepustakaan (library research), dan studi dokumentasi. Data yang telah dikumpul dalam penelitian ini kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif.

CONTOH TESIS NO.15 EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA DI DESA BEJAGUNG KECAMATAN SEMANDING KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR

Abstrak

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan dana desa dalam pembangunan infrastruktur desa di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Artinya pengelolaan Dana Desa dalam pembangunan infrastruktur desa di Desa Bejagung Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Jawa Timur sudah efektif.

BAB I

Pemberian otonomi daerah seluas luasnya berarti pemberian kewenangan dan keleluasaan (diskreksi) kepada daerah untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya daerah secara optimal. Agar tidak terjadi penyimpangan dan penyelewengan, pemberian wewenang dan keleluasaan yang luas tersebut harus diikuti dengan pengawasan yang kuat. Meskipun titik berat otonomi diletakkan pada tingkat Kabupaten/Kota, namun secara esensi sebenarnya kemandirian tersebut harus dimulai dari level pemerintahan ditingkat paling bawah, yaitu Desa. Selama ini, pembangunan desa masih banyak bergantung dari pendapatan asli desa dan swadaya masyarakat yang jumlah maupun sifatnya tidak dapat diprediksi. (UU No. 32 Tahun 2004)

Teknik Analisis

Metode analisis yang digunakan adalah Rumus Efektivitas dan Skala Likert. Hasil penelitian sesuai dengan efektifitas pengelolaan dana desa dalam pembangunan infrastruktur perdesaan di Desa Bejagung Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Jawa Timur, efektifitas pengelolaan dana desa dalam pembangunan infrastruktur desa selama tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 dengan rata-rata sebesar 98, 92% dan berada pada kategori efektif.

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?