HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Dana Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2020

 

CONTOH TESIS NO.1 EVALUASI PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2015 PADA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUNG DAN TRANSMIGRASI (BPMKT) KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN,PAPUA

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan dana desa kabupaten Kepulauan Yapen di Papua sudah berjalan dengan maksimal atau belum sesuai aturan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif meliputi pengumpulan data berupa gambaran proses penyaluran, pengelolaan / pemanfaatan, pengawasan hingga pertanggungjawaban yang diterapkan dana desa 160 desa di Serui. Penelitian Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Transmigrasi (BPMKT) Kepulauan Yapen adalah masih banyak kekurangan di desa di beberapa desa dalam penggunaan dana desa sehingga wujud nyata hasil lapangan beres RKPK dan bentuk RKPK. akuntabilitas penggunaan dana desa belum dilaksanakan secara tepat waktu. Untuk itu perlu adanya regulasi yang tetap mengatur kegiatan yang akan dilakukan oleh masyarakat desa.

BAB I

Untuk kesejahteraan bangsa, Pemerintah bertekad membangun Indonesia dari pinggiran untuk memperkuat daerah dan desa tersebut dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia membangun di pinggiran desa artinya dibangun karena mayoritas penduduk Indonesia bukanlah desa. Maka dalam membangun desa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khususnya dalam aspek pengelolaan / penggunaan dana desa yaitu, dana desa harus digunakan dengan baik agar hasil yang nyata di lapangan dapat terlihat sesuai dengan kebutuhan. Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) yang berlaku untuk masing-masing desa / kelurahan yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen. Di Serui masih banyak warga desa yang hidupnya belum layak jalan. Artinya dalam penggunaan dana desa di beberapa desa, terdapat penyelewangan dana di lapangan yang tidak sesuai dengan RKPK dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian perlu adanya pengawasan regulasi dalam proses pengelolaan dana desa agar tidak terjadi penyalahgunaan yang terjadi selama di lapangan.

Teknik Analisis

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif meliputi pengumpulan data berupa gambaran proses penyaluran, pengelolaan / pemanfaatan, pengawasan hingga pertanggungjawaban yang diterapkan dana desa 160 desa di Serui.

CONTOH TESIS NO.2 Populasi dan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir serta Strategi Pemberdayaan Mereka Dalam Konteks Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Secara Terpadu

Abstrak

Dari judul makalah ini, terdapat tiga kata kunci yang patut dicermati yaitu (1) aspek populasi dan sosial ekonomi, (2) strategi pemberdayaan masyarakat, dan (3) pengelolaan pesisir secara terpadu. Kaitan atau hubungan antara ketiga kata kunci ini telah diungkapkan pada judul makalah ini. Dapat dilihat bahwa aspek sosial ekonomi masyarakat pesisir serta upaya-upaya pemberdayaan mereka merupakan variabel penting dalam mengembangkan pengelolaan sumberdaya pesisir secara terpadu. Bagaimana wujud dan esensi hubungan antara variabel ini akan diuraikan pada makalah ini. Namun terlebih dahulu akan diuraikan mengenai aspek-aspek sosial ekonomi dan strategi pemberdayaan masyarakat pesisir. Pada bagian akhir makalah ini, diajukan beberapa contoh kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir serta implikasinya bagi pengembangan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu.

BAB I

Program pemberdayaan masyarakat telah menjadi mainstream upaya peningkatan kesejahteraan serta pengengentasan kemiskinan. Dengan pemberdayaan masyarakat maka pembangunan tidak mulai dari titik nadir, tetapi berawal dari sesuatu yang sudah ada pada masyarakat. Pemberdayaan berarti apa yang telah dimiliki oleh masyarakat adalah sumberdaya pembangunan yang perlu dikembangkan sehingga makin nyata kegunaannya bagi masyarakat sendiri.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif.

CONTOH TESIS NO.3 Pemanfaatan Alokasi Dana Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat: Studi Deskriptif di Desa Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebijakan yang dibuat untuk program yang didanai oleh Alokasi Dana Desa, proses Perencanaan dan Pelaksanaan Alokasi Dana Desa dan dampak dari pada Alokasi Dana Desa tersebut di dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Cileunyi Wetan.

Teori yang sesuai dengan permaslahan yang diteliti adalah teori Evaluasi Kebijakan Publik, dimana evaluasi itu terbagi menajdi tiga bagian Evaluasi Kebijakan, Evaluasi Proses, Evaluasi Dampak yang didalamnya melibatkan seluruh steakhoder dan masyarakat desa Cileunyi wetan untuk bersama-sama memanfaatkan Alokasi Dana Desa ini untuk pemberdayaan masyarakat, karena pemberdayaan masyarakat yang dimaksud yaitu upaya mengembangkan, memandirikan, menswadayakan diberbagai macam aspek yang ada dikehidupan masyarakat desa Cileunyi Wetan.

Dari hasil tinjauan Pemanfaatan Alokasi Dana Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cileunyi Wetan sudah pada aturan yang sudah ditetapkan, dari mulai pembuatan kebijakan yang dihasilkan dari suara masyarakat yang berpegang teguh kepada peraturan yang dibuat, serta proses pemanfaatannya melalui musyawarah dari tingkat RT dan RW hingga ke kecamatan, dan dampak yang dirasakan masyarakat sebelum dan sesudah adanya Alokasi Dana Desa.

Hasil analisis Penelitian menunjukan bahwa Pemanfaatan Alokasi Dana Desa dalam Pemberdayaan masyarakat sudah sesuai dengan peruntukannya, terlihat dari dibuatkannya kebijakan berdasarkan hasil musyawarah yang melibatkan masyarakat, juga dalam proses nya pun sudah sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan, dampak yang dihasilkan cenderung positif dari Alokasi Dana Desa tersebut.

BAB I

Pemanfaatan Alokasi Dana Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat sudah menjadi sumber utama dalam membangun dan memajukan masyarakat Desa dari apa yang dicanangkan oleh pemerintahan Pusat dan Daerah yang sedang menggalakan otonomi Daerah. khususnya Desa Cileunyi Wetan dimana Alokasi Dana Desa ini dalam Pemanfaatannya benar-benar terserap untuk pemberdayaan masyarakat ditandai dengan adanya pembangunan insfratruktur dan sarana prasana untuk menunjang kegiatan masyarakat yang ada di Desa Cileunyi Wetan tujuannya untuk menjadikan masyarakat mudah dalam melakukan kegiatan untuk pemberdayaan dirinya dan lingkungannya.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan jenis data kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan semua informasi, mereduksi data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan.

CONTOH TESIS NO.4 PERAN KEPALA DESA DALAM PENYERAPAN DANA DESA DI DESA PANDAN SARI ?KECAMATAN KARANG BINTANG KABUPATEN TANAH BUMBU

Abstrak

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, peran kepemimpinan kepala desa ?sudah di katakan bagus, seperti dalam pelaksanaan pembangunan telah dilakukan ?yaitu secara fisik maupun non fisik secara pembinaan masyarakat secara ?kekeluargaan atau melakukan pendekatan terhadap masyarakat. Perannya sebagai ?motivator dalam melaksanakan pembangunan dengan bertindak bijaksana sebagai ?kepala desa yang menjadi contoh dalam melaksanakan pembangunan yang ada ?adalah hal yang sangat penting dalam desa karena kepala desa merupakan ?pimpinan yang bertanggung jawab di sebuah desa. Adapun faktor-faktor ?penghambat yang dihadapi kepala desa yaitu kurangnya sumber daya manusia, ?terbatasnya lapangan pekerjaan di desa, penggunaan teknologi yang masih rendah ?dan sulitnya juknis penggunaan dan pengelohan dana desa.

BAB I

Berawal dari pengamatan penulis akan minimnya pembangunan yang ada ?di Desa Pandan Sari. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 ?Tahun 2014 Tentang Desa, Kepala Desa mempunyai tugas dan wewenang untuk ?menyelenggarkan pemerintah desa, melaksanakan pembangunan, pembinaan ?masyarakat serta pemberdayaan masyarakat desa.? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala desa dalam ?penyerapan dana desa dan juga untuk mengetahui faktor-faktor penghambat yang ?dihadapi kendala kepala desa dalam melakukan pemanfaatan dana desa.?

Teknik Analisis

Jenis penelitian ini adalah penelitian (field research) yang bersifat ?deskriptif, berlokasi di Desa Pandan Sari Kecamatan Karang Bintang Kabupaten ?Tanah Bumbu. Subjek penelitian ini adalah Kepala Desa Pandan Sari objek dari ?penellitian ini adalah pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di ?Desa Pandan Sari. Teknik Pengolahan data yang digunakan wawancara dan ?dokumentasi. ?

CONTOH TESIS NO.5 Tinjauan Fikih Siyasah Maliyah terhadap pengelolaan dana desa untuk kesejahteraan umum masyarakat di Desa Bulugedeg Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan

Abstrak

Hasil penelitian ini menyimpulkan Pengelolaan dana desa di Desa Bulugedeg kecamatan Bendo Kabupaten Magetan untuk kesejahteraan umum masyarakat pada tahun 2017 sangat terbantunya dengan aplikasi Sistem Managemen Desa yang mempermudah untuk alokasi untuk kesejahteraan umum masyarakat, terutama untuk pemberdayaan masyarakat, pembinaan masyarakat, dan pembangunan desa. Menurut Untuk pengelolaan dana desa dalam fikih siyasah maliyah di katagorikan dalam baitulmal seperti pembelanjaan dan pengeluaran belanja negara dan dan kebutuhan warganya antara lain., Untuk orang fakir miskin,profesionalisme tentara, Untuk menigkatkan supermasi hukum, membiayai sektor pendidikan dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang bertakwa dan berilmu pengetahuan, membayar gaji pegawai dan pejabat Negara, pengembangan infrastuktur dan sarana atau prasarana fisik, meningkatkan kesehatan masyarakat, mewujudkan kesejahteraan umum dan pemerataan pendapatan kekayaan. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka Pemerintah desa Bulugedeg kecamatan Bendo Kabupaten Magetan hendaknya lebih mensosialisasikan programnya secara transparan kepada seluruh warga rnayarakat, dan dapat berkoordinasi secara bijaksana dengan cara mengajak anggota mayarakat secara bersarna mangadakan rapat desa dan mau menampung seluruh ide yang diberikan oleh masyarakat.

BAB I

Skripsi ini adalah hasil penelitian kepatutan untuk menjawab rumusan masalah Bagaimana pengelolaan dana desa untuk kesejahteraan umum masyarakat di Desa Bulugedeg Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan ? dan Bagaiamana tinjauan Fikih siyasah maliyah terhadap pengelolaan dana desa unutk kesejahteraan umum masyakat di Desa Bulugedeg Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan? Data yang diperlukan dalam penelitian ini dalam penelitian ini adalah penelitian empiris, yaitu metode penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data primer dan menemukan kebenaran berdasarkan apa yang terjadi di lapangan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan dana di Desa dalam upaya kesejahteraan umum masyarakat.

Teknik Analisis

Metode berfikir yang digunakan adalah deduktif menggali data kemudian menganalisisnya hingga menjadi sebuah kesimpulan

CONTOH TESIS NO.6 PENGARUH ALOKASI DANA DESA TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA JABONTEGAL (STUDI KASUS DESA JABONTEGAL, KEC. PUNGGING, KAB. MOJOKERTO)

Abstrak

Dari hasil analisis yang telah diuji menunjukkan bahwa Alokasi dana desa yang ada di desa Jabontegal sebagian dipergunakan untuk biaya penghasilan tetap aparat pemerintah desa, biaya operasional pemerintah desa, dan biaya pemberdayaan masyarakat sebesar 70% dari alokasi dana desa setelah dikurangi biaya penghasilan tetap perangkat desa, nilai signifikansi 0,019 < 0,05 diperoleh Karena maka ditolak dan diterima. alokasi dana desa berpengaruh positif signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat.

BAB I

Desa sebagai pemerintahan yang bersangkutan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan pemerintahan, hal ini dikarenakan sebagian besar wilayah Indonesia ada di pedesaan untuk mengetahui apakah alokasi dana desa berpengaruh terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Jabontegal Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, seberapa besar pengaruh alokasi dana desa terhadap pemberdayaan masyarakat, dan apakah pemberdayaan masyarakat yang ada di desa jabontegal hanya di pengaruhi oleh alokasi dana desa. Dalam pendekatan kuantitatif hakikat hubungan di antara variabel-variabel dianalisis dengan menggunakan teori yang objektif.

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, penelitian kuantitatif akan menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistic atau cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran). Pendakatan kuantitatif memusatkan perhatian pada gejala-gejala yang mempunyai karakteristik tertentu di dalam kehidupan manusia yang dinamakannya sebagai variabel.

CONTOH TESIS NO.7 EVALUASI PENGELOLAAN DANA DESA DI DESA PUSER KECAMATAN TIRTAYASA KABUPATEN SERANG TAHUN 2016

Abstrak

Teori Evaluasi Fokus dalam penelitian ini adalah evaluasi pengelolaan dana desa di Desa Puser Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengelolaan dana desa di Desa Puser Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang tahun 2016. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori evaluasi William N. Dunn. Hasil penelitian evaluasi pengelolaan dana desa di Desa Puser Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang tahun 2016 bahwa program dari anggaran dana desa pada tahun 2016 di Desa Puser lebih kepada pembangunan infrastruktur, Anggaran dana desa pada tahun 2016 belum transparan kepada masyarakat secara peruntukan maupun rincian jelasnya, di dalam pengelolaan dana desa di Desa Puser belum melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya seperti diperencanaan ataupun dalam pelaksanaannya. Kinerja aparatur desa puser dan pendamping desa dirasa masih masih kurang memuaskan dan belum paham mengenai pemerintahan desa. Pada tahap kedua pelaksanaan pembangunan pada tahun 2016 dari anggaran dana desa mengalami keterlambatan. Adanya dana desa di Desa Puser pada tahun 2016, belum bisa mengatasi perekonomian masyarakat, dana desa di Desa Puser lebih memprioritaskan kepada pembanguan fisik sehingga dalam dalam pembangunan non fisik seperti pemberdayaan, masyarakat belum berdaya secara skil dan kemampuan untuk maju dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Masyarakat desa Puser pada tahun 2016 tidak mengetahui dari laporan dana desa maupun pertanggungjawabannya, dan di Desa Puser pada tahun 2016 tidak ada pemberdayaan dari anggaran dana desa.

BAB I

Desa yang otonom akan memberi ruang gerak yang luas pada perencanaan pembangunan yang merupakan kebutuhan nyata masyarakat dan tidak banyak terbebani oleh program-program kerja dari berbagai instansi dan pemerintahan. Apabila otonomi desa benar-benar terwujud, maka tidak akan terhadi urbanisasi tenaga kerja potensial ke kota. Untuk melakukan otonomi desa, maka segenap potensi desa baik berupa kelembagaan sumber daya alam dan sumber daya manusia harus dapat dioptimalkan.

Teknik Analisis

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis data Miles dan Huberman.

CONTOH TESIS NO.8 PENGARUH ALOKASI DANA DESA (ADD) TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA RADEN ANOM KECAMATAN BATANG ASAI KABUPATEN SAROLANGUN

Abstrak

Skripsi ini berjudul pengaruh ADD terhadap pemberdayaan masyarakat Desa Raden Anom Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun. Sebagai tujuan antaranya untuk mengetahui, pengaruh ADD terhadap pemberdayaan masyarakat, kendala yang ditemui dalam pengelolaan ADD dan upaya yang diambil dalam pengelolaan ADD terhadap pemberdayaan masyarakat Desa Raden Anom Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut: (1) Terdapat enam pengaruh ADD terhadap pemberdayaan masyarakat Desa Raden Anom Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun, diantaranya Pembangunan Talud dan Jalan Setapak, Rehabilitasi PAUD, Pengadaan Bak Penampungan Air, Pengadaan Meteran Air, Pengadaan Alat Pemandi Jenazah, dan Pengadaan Alat-Alat Komputer; (2) Terdapat dua kendala yang ditemui dalam pengelolaan ADD terhadap pemberdayaan masyarakat Desa Raden Anom, diantaranya; terbatasnya keterlibatan masyarakat, dan terbatasnya SDM yang memadai; (3) Terdapat tiga upaya yang diambil dalam pengelolaan ADD terhadap pemberdayaan masyarakat Desa Raden Anom, diantaranya; peningkatan disiplin kerja, mengikuti pelatihan dan melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan dana desa.

BAB I

Pemerintah desa sebagai unsur pemerintahan paling dasar di daerah sangat berperan aktif dalam melaksanakan prinsip otonomi daerah yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam hal ini daerah otonom. Pemerintahan desa dikatakan sangat berperan aktif karena dianggap sebagai elemen dasar yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat dan kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan langsung dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan kewenangan yang diberikan dan karakteristik dari suatu wilayah bertanggungjawab dalam penyelenggaraannya memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Teknik Analisis

Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

CONTOH TESIS NO.9 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Anggaran Dana Desa (ADD) Di Desa Wayharu Kecamatan Bangkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat

Abstrak

Adapun temuan dalam penelitian ini yaitu tingkat partisipasi masyarakat Desa Way Haru dapat dilihat pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan yang tergolong baik dalam partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan, tahap pelaksanaan pembangunan dan evaluasi. Faktor pendukung dan penghambat diantaranya yaitu dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa yang berkooperatif dan komunikasi efektif dalam meregulasikan ADD di wilayah Desa Way Haru sehingga pelaporan pertanggungjawaban dapat dilaporkan dengan waktu yang telah ditentukan, partisipasi masyarakat meningkat karena kesadaran untuk membangun desa telah tertanam dari dalam diri mereka untuk berkontribusi dalam pengelolaan ADD, Sikap mental Pemerintah desa yang transparan, akuntabel dalam memanfaatkan dana ADD, masyarakat kritis dalam mengawasi pelaksanaan ADD sehingga meminimalisir terjadinya penyelewengan dana ADD dan Minimnya ketersediaan dana ADD yang tidak semuanya dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat desa.

BAB I

Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses dimana masyarakat, terutama masyarakat yang lemahnya dalam berpartisipasi, dan kelompok yang terabaikannya, didukung agar mampu meningkatkan kesejahtraannya secara mandiri. Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apa bila warganya ikut berpartisipasi. Pemberdayaan masyarakat yang dimaksud dalam skripsi ini adalah suatu upaya untuk mengembangkan segala potensi atau partisipasi yang ada di masyarakat, dengan cara mendorong, memberi motivasi (membangkitkan kesadaran) akan potensi yang mereka miliki sehingga dapat memberikan perubahan terhadap masyarakat baik itu dalam segi partisipasi maupun dalam segi sosial. Atas latar belakang kondisi di atas penulis mengambil judul: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Anggaran Dana Desa di Desa Way Haru Kecamatan Bangkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat adalah partisipasi masyarakat dalam proses pemberdayaan dalam program pembangunan yang di biayai oleh anggaran dana desa.

Teknik Analisis

Analisis data pada penelitian ini bersifat kualitatif berlandasan pada penggunaan keterangan secara lengkap dan mendalam dalam menginterprestasikan data tentang variabel, bersifat non-kuantitatif dan dimaksudkan untuk melakukan eksplorasi mendalam dan tidak meluas terhadap fenomena. Metode yang digunakan yaitu dengan metode wawanca, observasi dan dokumentasi.

CONTOH TESIS NO.10 Peran Pendamping Desa Dalam Model Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator desa penting dan dibutuhkan disamping pengelolaan administrasi dan keuangan pembangunan desa, serta untuk pelaksanaan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, kemitraan dan kemandirian. Fasilitator desa membutuhkan koordinasi dan kerjasama untuk membentuk forum komunikasi dan team work untuk mengkaji permasalahan, potensi dan prospek pembangunan pedesaan.

BAB II

Pembangunan perdesaan menjadi kunci dan tumpuan pembangunan daerah dan nasional, sehingga peran fasilitator desa diharapkan dapat mengakselerasi ketertinggalan dan kemakmuran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fasilitator desa dalam model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Lokasi penelitian di Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap.

Teknik Analisis

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, analisis dokumentasi, dan wawancara mendalam. Informan berdasarkan penentuan purposif, terdiri dari fasilitator desa, khususnya kiai pendamping dan pendamping profesional, kader pemberdayaan masyarakat desa, pemerintah desa, aktivis dan tokoh masyarakat. Analisis data PRA melalui triangulasi, kategorisasi dan investigasi.

CONTOH TESIS NO.11 STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DANA DESA SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN (Studi Kasus pada Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas)

Abstrak

Melung adalah menjalankan proses dengan sistematis, dan lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan. Dimana keinginan disini adalah keinginan mewujudkan visi dan misi dari Kepala Desa Melung itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat melalui dana desa sebagai upaya mengatasi kemiskinan di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Melung melalui pemberdayaan masyarakat dengan adanya dana desa mampu mengatasi kemiskinan yang ada di Desa Melung, karena menuyerap tenaga kerja, mengadakan pelatihan yang berdampak pada masyarakat produktif, dan membuat unit wisata, yang bisa menyokong pendapatan asli desa. Dibuktikan dengan perubahan status Desa Melung dari sebelum adanya dana desa adalah desa tertinggal, kemudian setelah adanya dana desa menjadi desa berkembang dan optimis untuk menjadi desa mandiri.

BAB I

Kemiskinan merupakan masalah yang masih menjadi garapan pemerintah di Indonesia. Sudah berbagai kebijakan dan program yang dilakukan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan, seperti BLT, charity dan lain sebagainya. Tetapi permasalahan tentang kemiskinan belum terselesaikan. Keluarlah Undang-Undang Nomor 60 tahun 2014, tentang Dana Desa sebagai upaya mengatasi kemiskinan. Tak dipungkiri, untuk membangun memang harus dari lapisan paling bawah, yaitu desa. Dengan adanya dana desa kemudian desa bisa lebih melakukan pembangunan dan pemberdayaan masyarakatnya agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan asli desa. Strategi yang dilakukan Pemerintah Desa

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatifdan metode analisis deskriptif kuakitatif.

CONTOH TESIS NO.12 Efektifitas Pengalokasian Dana Desa dalam Kesejahteraan Masyarakat Menurut Perspektif Ekonomi Islam(Studi Desa Geuceu Komplek Kecamatan Banda Raya)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk proses pelaksanaan program alokasi dana desa dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa Geuceu Komplek dan dampak alokasi dana desa terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa Geuceu Komplek Kecamatan Banda Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah aparatur desa dan masyarakat Desa Geuceu Komplek yang berjumlah 22 jiwa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukan bahwapelaksanaan program alokasi dana desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sangat efektif karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan dan musyawarah bersama dan disajikan secara tranparan dari perencanaan sampai pelaksanaan dilakukan dengan pengawasan semua pihak termaksud masyarakat. Alokasi Dana Desa (ADD) sangat berpengaruh dalam mensejahterakan masyarakat di desa Geuceu Komplek terutama untuk membantu kehidupan masyarakat yang ada di desa untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan adanya prinsip swakelola baik fisik dan non fisik.

BAB I

Realisasi dana desa merupakan tindak lanjut program pemerintah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan melalui peningkatan pelayanan publik, memajukan perekonomian, mengatasi kesenjangan pembangunan desa serta memperkuat masyarakat sebagai subjek dari pembangunan dan mengurangi angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa (Rorong, 2015)

Teknik Analisis

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah aparatur desa dan masyarakat Desa Geuceu Komplek yang berjumlah 22 jiwa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi.

CONTOH TESIS NO.13 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BULUGUNUNG YANG DIDANAI OLEH DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2018

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat di Desa Bulugunung yang didanai oleh dana Desa Tahun Anggaran 2018. Pemberdayaan masyarakat pada dasarnya membutuhkan sejumlah program yang bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan masyarakat itu sendiri dan lingkungannya. Program ini umumnya berasal dari masyarakat atau dari pemerintah yang dianggarkan melalui APBD dan APBN.

BAB I

Dari data Laporan realisasi dan perolehan Dana Desa di Desa Bulugunung pada tahun 2017 semester II adalah sebesar Rp. 782.875.000 , dengan tahapan penyaluran dibagi menjadi dua tahap. Penyaluran tahap ke-1 sebesar Rp. 469.725.000, dan penyaluran tahap ke-2 berjumlah Rp. 313.150.000. Belanja Dana Desa untuk Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa tersebut adalah berjumlah Rp. 9.412.500 (laporan realisasi penggunaan dana desa semester II tahun anggaran 2017). Selanjutnya, untuk perolehan Dana Desa Bulugunung pada Tahun Anggaran 2018 semester II adalah sebessar Rp. 713.673.000. Dan untuk belanja bidang pemberdayaan masyarakat sebesar Rp. 44.247.000 dan penyertaan modal BUMDesa sebesar Rp. 89.576.750 diambil dari Silpa dana desa tahun anggaran 2017 (laporan realisasi penggunaan dana desa semester II tahun anggaran 2018).

Teknik Analisis

Teknik Analisa Data dalam penelitian ini memakai Teknik dari Miles, Huberman dan J. Saldan. Komponen analisis data dari model interaktif tersebut adalah koleksi data, pe-nyajian data, kondensasi/ pe-nyederhanaan data dan verifikasi data (Miles, Huberman dan J. Saldana, 2014: 16).

CONTOH TESIS NO.14 Analisis pengelolaan dana desa dalam upaya meningkatkan pembangunan desa di Desa Bawang Kecamatan Blado Kabupaten Batang Tahun 2018 perspektif ekonomi islam

Abstrak

Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengelolaan Dana Desa di desa Bawang dikelola berdasarkan praktik – praktik pemerintahan. Pemerintah desa menerapkan sistem ekonomi Islam dalam pemberdayaan yaitu kepemilikan, keseimbangan dan keadilan. Pada konsep kepemilikan, Pemerintah Desa Bawang memanfaatkan dan bukan menguasai secara mutlak Dana Desa melainkan digunakan secara bijak dan bertanggung jawab dalam upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Pada konsep keseimbangan, pada pengelolaan Dana Desa di desa Bawang telah terealisasi dilihat dari pembangunan dan pemberdayaan yang dilakukan. Pada konsep keadilan, Dana Desa dikelola secara adil dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, dapat dilihat dari pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai usulan dari perwakilan masyarakat desa.

BAB I

Dana Desa adalah dana yang bersumber dari APBN yang di peruntukkan bagi desa yang di transfer melalui APBD Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggara pemerintahan, pelaksana pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemeberdayaan masyarkat di desa. Dengan demikian bahwa apabila Dana Desa di kelola dengan baik sesuai aturan yang ditetapkan maka upaya tersebut dapat meningkatkan pembangunan di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Dana Desa dalam upaya meningkatkan pembangunan desa di desa Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik yang digunakan berupa interview bebas terpimpin yaitu penulis mengajukan beberapa pertanyaan yang telah dipersiapkan. Kemudian langsung dijawab oleh informan dengan bebas terbuka.

Teknik Analisis

Adapun informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa lainnya serta masyarakat desa. Peneliti menggunakan teknis analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan menganalisis pengelolaan Dana Desa di desa Bawang.

CONTOH TESIS NO.15 EVALUASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DITINJAU DARI PROSES PENGEMBANGAN KAPASITAS PADA KEGIATAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN DESA SASTRODIRJAN KABUPATEN PEKALONGAN

Abtrak

Temuan yang didapatkan adalah perubahan kesadaran masyarakat tidak berhubungan dengan usia responden, tingkat pendidikan dan perannya dalam PNPM, namun memiliki hubungan dengan jenis kelamin, dimana peran dan keterlibatan perempuan masih rendah dan belum cukup optimal dalam mendukung pembangunan di tingkat komunitas. Masyarakat Desa Sastrodirjan telah menyadari konsep pemberdayaan dan mengerti untuk menggunakannya bagi kepentingan komunitasnya, namun untuk menuju tahapan pembiasaan masih membutuhkan pembelajaran yang lebih banyak sehingga mereka benar-benar siap untuk bertangggungjawab secara penuh dalam pengelolaan pembangunan komunitasnya. Masyarakat juga telah siap untuk melanjutkan program pemberdayaan yang selama ini telah berjalan, meskipun secara mandiri hal tersebut belum dapat dilaksanakan sendiri oleh masyarakat dan masih membutuhkan pendampingan yang intensif dari pihak luar serta bantuan pendanaan secara kontinyu.

BAB I

Pemberdayaan masyarakat merupakan usaha untuk membuat masyarakat menjadi berdaya melalui upaya pembelajaran sehingga mereka mampu untuk mengelola dan bertanggung jawab atas program pembangunan dalam komunitasnya. Pembelajaran tersebut diimplementasikan dalam rangkaian pengembangan kapasitas masyarakat, dimana pelaksanaannya harus disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan masyarakat setempat karena pada dasarnya setiap komunitas bersifat unik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi proses pemberdayaan masyarakat pada kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Sastrodirjan ditinjau dari aspek pengembangan kapasitas masyarakat, dengan sasaran penelitian yaitu mengkaji implementasi pengembangan kapasitas masyarakat, mengkaji sikap dan cara pandang masyarakat tentang pemberdayaan masyarakat serta mengkaji derajat keberdayaan masyarakat di Desa Sastrodirjan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan pengembangan kapasitas masyarakat di Desa Sastrodirjan telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip pemberdayaan dan telah berhasil mengubah tingkat kesadaran masyarakat serta meningkatkan pemahamannya untuk berperan dalam pembangunan di komunitasnya.

Teknik Analisis

Pendekatan yang digunakan adalah dalam penelitian ini bersifat deduktif dengan metode analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan proses pengembangan kapasitas dalam masyarakat dan mengkaji derajat keberdayaan masyarakat, sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk mengukur sikap dan cara pandang masyarakat terhadap pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan dalam komunitasnya.

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?