HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Analisis Keragaman DNA Tanaman Durian Sukun

Contoh Tesis –  Analisis keragaman dna tanaman durian sukun (Durio zibethinus Murr.) berdasarkan penanda RAPD

analisis dna tanaman durian sukun Analisis Keragaman DNA Tanaman Durian Sukun

A. Latar Belakang Masalah

1  Beberapa penelitian durian  yang  sudah dilakukan, diantaranya penelitian identifikasi dan keragaman genetik pohon induk durian di Jawa Tengah berdasarkan penanda morfologi dan isozim (Sriyono, 2006) yang menunjukkan bahwa terdapat keragaman berdasarkan karakter morfologi. Keragaman durian akan terus meningkat karena sifat tanaman durian yang menyerbuk silang (Ashari, 1995). Penelitian lain yaitu  identifikasi morfologi durian sukun (Yuniastuti, 2008).  Penggunaan karakter morfologi mudah dilakukan dan cepat, namun terdapat kendala yaitu adanya faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi karakter fenotip, perbedaan umur tanaman dan jaringan tanaman (Khanuja et al., 2005 dalam Nandariyah, 2007a).

2  Alternatif untuk mengkaji  keragaman  durian adalah dengan menggunakan penanda molekuler (protein, isozim, dan DNA).  Keragaman DNA durian dapat  dianalisis  dengan menggunakan beberapa penanda, diantaranya penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA), RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism), AFLP (Amplified Fragment Length Polimorphisms), SSR atau mikrosatelit yang telah dilakukan oleh Nur Izzatun Nafsi (2007).

Dibandingkan beberapa penanda molekuler tersebut,  keunggulan RAPD antaralain mudah dilakukan, cepat dan hanya memerlukan sedikit DNA sebagai cetakan, serta tanpa memerlukan informasi awal genom target (Martasari dan Sugiyatno, 2007). Rowland dan Levi (1994) dalam Maftuchah dan Zainudin (2007) menyatakan bahwa penanda RAPD sesuai untuk spesies tanaman berkayu,  sehingga dapat digunakan untuk analisis keragaman DNA tanaman durian sukun.

Penelitian ini  mengungkapkan informasi tentang  keragaman  DNA antar varietas durian sukun, kani, monthong, sunan dan petruk berdasakan pola pita DNA dan keragaman DNA durian sukun yang ditanam pada wilayah yang berbeda  yang dihasilkan melalui amplifikasi DNA menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction) pada RAPD.

B. Rumusan Masalah

Indonesia  mempunyai lebih dari  103  varietas durian yang  banyak ditemukan di Kalimantan  dan masing-masing memiliki perbedaan morfologi yang membedakan, yaitu pada bentuk buah, rasa dan aroma buah, bentuk biji, dan bentuk daun.  Penelitian yang sudah dilakukan yaitu  identifikasi dan keragaman genetik pohon induk durian di Jawa Tengah berdasarkan penanda morfologi dan isozim oleh Sriyono (2006), yang diperoleh hasil bahwa durian petruk dan sunan berada pada kelompok yang sama, tetapi berbeda kelompok dengan durian sukun berdasarkan ciri morfologi yang membedakan yaitu pada bentuk tajuk, percabangan, bentuk buah, warna kulit buah, warna dan rasa daging buah,  duri buah, tipe daun dan warna daun, sedangkan berdasarkan  penelitian  identifikasi morfologi durian sukun oleh  Yuniastuti (2008) diperoleh hasil bahwa  ciri morfologi durian sukun adalah  bentuk buahnya bulat telur, agak lonjong, duri besar dan jarang, jumlah biji kempes rata-rata 1-2 per buah. Daging buah berwarna putih kekuningan, tebal, kaku, aroma buah tidak kuat, kering, tidak manis dan sedikit pahit. Daging buah kurang berlemak. Buah terdiri dari lima lokus (juring) dengan setiap lokusnya terdiri dari 4-5 biji. Selain itu juga diteliti tentang analisis keragaman durian dengan marka mikrosatelit oleh Nafsi (2007).

Penggunaan karakter morfologi merupakan metode yang mudah dan cepat, namun terdapat kendala yaitu adanya pengaruh faktor lingkungan dan membutuhkan sampel banyak, sedangkan durian sukun merupakan salah satu tanaman langka (rare).  Penelitian dengan marka mikrosatelit membutuhkan biaya yang lebih mahal dan lebih sulit dipelajari. Oleh karena itu, diperlukanalternatif lain untuk mengkaji keragaman DNA  durian yaitu dengan menggunakan penanda RAPD  yang lebih mudah dipelajari, lebih murah dan tidak membutuhkan jumlah sampel DNA yang banyak.

Masalah yang ditemukan  berdasarkan penelitian keragaman durian yang sudah dilakukan adalah :

  1. Apakah dari beberapa varietas durian (sukun, sunan, kani, monthong dan petruk) memiliki keragaman DNA berdasarkan penanda RAPD?
  2. Apakah durian sukun yang ditanam pada wilayah yang berbeda memiliki keragaman DNA berdasarkan penanda RAPD ?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

  1. Mengkaji keragaman DNA pada beberapa varietas durian yaitu sukun, sunan, kani, monthong dan petruk berdasarkan penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA).
  2. Mengkaji keragaman DNA  varietas  durian sukun yang ditanam  pada wilayah yang berbeda  berdasarkan penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA).

D. Kesimpulan

  1. Amplifikasi menggunakan primer OPA-01, OPA-02, OPA-07, OPA-16, OPA-18, dan OPA-19 menghasilkan pola pita DNA yang menunjukkan keragaman antar varietas durian sukun, sunan, kani, monthong dan petruk, serta keragaman pada durian sukun yang ditanam pada wilayah berbeda.
  2. Dendrogram pengelompokkan dengan metode UPGMA pada lima varietas durian cenderung memisah, yaitu durian sukun, sunan, monthong dan petruk merupakan satu kelompok yang memisah dengan durian kani.
  3. Dendrogram pengelompokkan dengan metode UPGMA pada durian sukun yang ditanam pada wilayah berbeda menghasilkan dua kelompok, yaitu kelompok I terdiri dari durian sukun dari Gempolan, Karanganyar  dan durian sukun dari Salatiga. Kelompok II terdiri dari durian sukun dari Kebun Benih Ranukutri, Karanganyar dan durian sukun dari Jepara.

 

Leave a Reply