HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tokugawa Ieyasu dan Usahanya dalam Mempertahankan Kekuasaan Klan Tokugawa

ABSTRAK

Skripsi ini membahas mengenai riwayat hidup Tokugawa Ieyasu dan usahanya dalam mempertahankan kekuasaan klan Tokugawa. Dalam skripsi ini juga membahas kebijakan-kebijakan yang dibuat dan diberlakukan oleh Tokugawa Ieyasu yang kemudian diteruskan oleh keturunan-keturunannya sehingga mendukung usahanya untuk mempertahankan kekuasaan klan Tokugawa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan-kebijakan Ieyasu mendukung usahanya dalam mempertahankan kekuasaan klan Tokugawa. Kebijakankebijakan tersebut ada yang diciptakan olehnya dan ada juga yang merupakan perbaikan dari kebijakan-kebijakan kedua pendahulunya, yaitu Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi.

Kata kunci: Tokugawa Ieyasu, Sengoku Jidai, Edo Jidai, Tokugawa Bakufu, Bakuhan, Shogun, Sakoku, Sankin Kotai.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut Nakane, antropolog dan dosen pensiunan Universitas Tokyo, Totman yang merupakan dosen sejarah dari Universitas Yale, & ?ishi yang merupakan spesialis sejarah sosial, politik, dan ekonomi periode Tokugawa sekaligus dosen di Universitas Gakushin (1990) periodisasi di dalam sejarah Jepang dibagi atas periode klasik, periode feodal, periode awal modern, dan periode modern. Periode awal modern di Jepang adalah masa dimana tiga pemersatu Jepang yaitu Oda Nobunaga (?? ??23 Juni 1534 – 21 Juni 1582), Toyotomi Hideyoshi (?? ??2 Februari 1536 – 18 September 1598), dan Tokugawa Ieyasu (?? ??31 Januari 1543 – 1 Juni 1616) hidup. Periode awal modern mencakup jangka waktu 300 tahun, dimulai pada tahun 1568, dan berakhir sampai pada saat berlangsungnya Restorasi Meiji pada tahun 1868. Sejarawan yang bernama Hall (1991) mengemukakan bahwa selain dari periodisasi yang telah disebutkan di atas, Jepang juga mengenal pembagian periode berdasarkan letak pemerintahan yang dibangun oleh penguasa yang sedang memerintah, seperti Periode Azuchi-Momoyama1 (??????) yang mana dinamakan dari pusat pemerintahan Oda Nobunaga di Istana Azuchi dan pusat pemerintahan Toyotomi Hideyoshi di Istana Momoyama. Seperti halnya Periode Azuchi-Momoyama, Tokugawa Ieyasu membangun pusat pemerintahannya di kota Edo (??), karena itu disebut juga dengan Periode Edo2. Dari sini terlihat bahwa ketiga pemersatu Jepang ini mempunyai pusat pemerintahan di tempat yang berbeda.

Berdasarkan buku yang ditulis oleh Mason, seorang sejarawan (1972) Oda Nobunaga adalah seorang daimy?3 (??) Jepang yang hidup dari Zaman Sengoku (????) hingga Zaman Azuchi-Momoyama. Ia adalah salah seorang daimy? yang memiliki ambisi besar untuk mempersatukan Jepang. Lahir sebagai pewaris Oda Nobuhide ( ????), Nobunaga harus bersaing memperebutkan hak menjadi kepala klan dengan adik kandungnya, Oda Nobuyuki. Setelah berkuasa, hidup Nobunaga dihabiskan di dalam banyak pertempuran. Dalam salah satu pertempurannya, yaitu pertempuran Okehazama (??????), Nobunaga menang melawan klan Imagawa dan dan ia berhasil membunuh Imagawa Yoshimoto (????), kepala klan Imagawa. Dengan kematian Yoshimoto, Tokugawa Ieyasu yang pada saat itu menjadi tawanan di kota Sunpu (??) di Provinsi Suruga (???) (sekarang menjadi Prefektur Shizuoka), pulang ke wilayah kekuasaannya di Provinsi Mikawa (???) (sekarang Prefektur Aichi) dan diam-diam menjalin persekutuan dengan Nobunaga. Ia mengadakan persekutuan ini secara rahasia karena istri dan anak pertamanya yang bernama Nobuyasu ( ??) masih ditawan di wilayah kekuasaan Imagawa di Sunpu.

Kemudian menurut Sansom, sejarawan Jepang pra-modern (1961) pada tahun 1561, setelah berhasil menyelamatkan istri dan anaknya, ia secara terang-terangan memutuskan hubungan dengan Klan Imagawa dan menyatakan persekutuannya dengan Nobunaga. Sejak saat itu Tokugawa Ieyasu menjadi sekutu Oda Nobunaga yang paling setia, dan terus memainkan peran sebagai seorang teman sekaligus sekutu yang diandalkan oleh Nobunaga. Kondisi ini berlangsung sampai Nobunaga melakukan bunuh diri ketika diserang pengikutnya yang bernama Akechi Mitsuhide (?? ??) dalam Insiden Honn?ji (?????).

Blumberg yang merupakan penulis sekaligus sejarawan (1995) menyatakan dalam bukunya bahwa Toyotomi Hideyoshi adalah pemimpin Jepang yang pertama kali berhasil mempersatukan seluruh Jepang. Ia lahir sebagai anak petani di desa Nakamura (??), provinsi Owari (???) yang sekarang merupakan bagian Barat Prefektur Aichi ( ???). Karena kecerdasannya dan kemampuannya untuk mengambil simpati orang, ia menjadi tangan kanan daimy? Oda Nobunaga yang paling diandalkan. Pada tahun 1581, Hideyoshi diperintahkan oleh Oda Nobunaga untuk menyerang wilayah kekuasaan klan M?ri (???) di daerah Ch?goku (????) yang sekarang disebut dengan wilayah San’in-San’y? yang di dalamnya berisi beberapa Prefektur yaitu Hiroshima, Yamaguchi, Shimane, Tottori, dan Okayama (West dan Seal (sejarawan dan pemilik situs internet sejarah Jepang), 2004a). Di tengah pertempuran, ia mendapatkan kabar bahwa tuannya, Nobunaga telah terbunuh akibat pengkhianatan Akechi Mitsuhide dalam Insiden Honn?ji. Hideyoshi kemudian bernegosiasi dengan klan Mori dan berhasil membentuk perjanjian persekutuan. Hideyoshi menarik kembali pasukannya ke Ky?t? (??) untuk membalaskan dendam Nobunaga kemudian pada tahun 1582 di dalam pertempuran Yamazaki ( ?????), Hideyoshi berhasil mengalahkan Akechi Mitsuhide. Setelah peristiwa ini Hideyoshi dengan cepat mencari dukungan dari pengikut-pengikut Nobunaga, ia akhirnya mengambil alih pemerintahan Nobunaga dan kemudian meneruskan ambisi tuannya untuk mempersatukan Jepang (Japan: An Illustrate Encyclopedia, 1993).

Sansom (1961) menjelaskan bahwa Tokugawa Ieyasu lahir di istana Okazaki (???) yang lahir sebagai anak dari pemimpin Klan Matsudaira (???) yang memegang kekuasaan di propinsi Mikawa. Di sebelah Timur terdapat keluarga Imagawa, penguasa Suruga, di sebelah Barat, terdapat keluarga Oda, penguasa Owari. Klan Matsudaira terpecah menjadi dua kubu karena sebagian mendukung klan Oda dan sebagian yang lain mendukung klan Imagawa. Ieyasu yang pada saat itu terjepit diantara perselisihan kedua daimy? kuat ini, mengakibatkan Ieyasu harus menjadi sandera kedua klan tersebut secara bergantian. Ia juga mengalami berbagai kesulitan seperti kehilangan ibunya di usia muda, dan ketika ia berumur enam tahun, ayahnya terbunuh oleh salah seorang bawahannya ketika terjadi konflik internal di dalam keluarganya. Tokugawa Ieyasu kemudian pada akhirnya mewarisi dan mendamaikan negeri yang dipersatukan oleh Nobunaga dan Hideyoshi.

Meskipun masih muda, Ieyasu sudah harus memikirkan bagaimana cara mempertahankan kekuasaan keluarga Matsudaira dan memperkuat posisinya. Dari sejak dia masih muda, dia memusatkan pikirannya untuk mengatur dan memperluas sistem politik. Dari segi ini bisa dikatakan kesulitan yang ia hadapi berbeda jauh dengan yang dihadapi oleh Toyotomi Hideyoshi yang harus memikirkan bagaimana cara dia harus memenuhi kebutuhan agar tetap bisa hidupdan masalah-masalah yang berkenaan dengan relasi antara manusia. Kehidupan sehari-hari Hideyoshi tidak berkenaan dengan organisasi politik, seperti bagaimana ia harus mempertahankan keamanan dan kedamaian di wilayah yang berhasil dia kuasai. Sementara hal seperti inilah yang menjadi kekhawatiran utama Ieyasu. Tokugawa Ieyasu kemudian mewarisi wilayah yang dengan susah payah dipersatukan oleh Nobunaga dan Hideyoshi, ia mengusahakan ketertiban di seluruh negeri, dan kemudian menciptakan pemerintahan Tokugawa selama 262 tahun dalam kedamaian. Ieyasu menerapkan sistem pemerintahan yang dikenal dengan sistem Bakuhan ( ??), dimana bakufu 4 ( ??) sebagai pusat pemerintahannya membawahi 270 wilayah daimy? (han), yang kemudian menjadi pilar utama kekuasaan keshogunan Tokugawa.

Lebih lanjut Nakane, Totman, & ?ishi (1990: 14) menggambarkan perilaku ketiga pemersatu Jepang ini dalam sebuah puisi yang terkenal, “Oda pounds the national rice cake, Hideyoshi kneads it, and in the end Ieyasu sits down and eat it”. Dari puisi ini terlihat Tokugawa Ieyasu digambarkan sebagai orang yang hanya menikmati hasil akhir yang dibuat Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi. Puisi ini tidak sepenuhnya benar, karena Tokugawa Ieyasu juga berjuang keras untuk mencapai hasil yang ia raih. Usahanya untuk mempersatukan klannya yang telah lama terabaikan, menangkal serangan klan Takeda, dan pertempuran Sekigahara yang kemudian berhasil ia menangkan adalah wujud dari kerja kerasnya. Penulis memilih Tokugawa Ieyasu sebagai pokok bahasan skripsi adalah karena ia merupakan salah satu tokoh pemersatu Jepang yang berhasil menyempurnakan kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan oleh kedua pendahulunya, yaitu Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi. Kesabaran dan kerja kerasnyalah yang membuatnya berhasil melampaui keberhasilan kedua pendahulunya tersebut.

Incoming search terms:

Leave a Reply