HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Dinamika Kekuasaan: Dinamika Kekuasaan dlm Komunitas Jazz

Judul Tesis : Dinamika Kekuasaan dalam Komunitas Jazz Yogyakarta 2002-2010

 

A. Latar Belakang

Studi sosiologi mengenai komunitas ataupun musisi jazz di Indonesia masih jarang dilakukan. Di Amerika negara yang mengklaim sebagai tempat kelahiran jazz, studi-studi sosiologi mengenai komunitas ataupun musisi jazz masih diwarnai diskriminasi rasial. Studi–studi terdahulu mengenai komunitas jazz di Amerika masih menggunakan teori labeling (Mirriam and Womack, 1960 ; Stabbins, 1968). Dalam studi-studi tersebut, komunitas jazz dianggap menyimpang dan terisolasi dari komunitas yang lain. Oleh masyarakat Amerika terutama mayoritas orang kulit putih, komunitas jazz yang pada saat itu kebanyakan orang kulit hitam diisolasi dari komunitas yang lain dan dianggap melakukan penyimpangan-penyimpangan, sebagaimana dijelaskan :

”Thus the jazz musician tends to drink only in musicians’ bars, go to musicians’ parties, live in musicians’ hotels, and so on…” (Miriam and Womack, 5; 1960).

Studi-studi terdahulu mengenai jazz di Amerika bias terhadap kepentingan orang kulit putih (Anderson, 2004). Sedangkan buku-buku mengenai jazz yang lain lebih banyak menjelaskan mengenai sejarah perkembangan musik jazz di Amerika. Bagaimana jazz merupakan percampuran antara berbagai budaya seperti Karibia, Afrika yang dibawa oleh budak-budak kemudian bercampur dengan budaya dari Eropa dan kemudian dalam perkembangannya menjadi blues, ragtime, dixie lalu kemudian muncullah “jazz”. Jazz seiring perjalanan waktu juga mulai berkembang menjadi style-style yang berbeda antara lain swing, cool, bebop, hardbop, latin jazz, funk jazz. Varian-varian tersebut mempunyai narasi sendiri mengenai proses kemunculannya di Amerika (Wheaton, 1994 ; Meeder, 2008) Kebanyakan sejarah jazz yang ada hanya menceritakan versi resminya saja (Deveaux, 1991).

 

B. Pertanyaan Penelitian

  • Bagaimanakah dinamika kekuasaan yang terjadi dalam komunitas jazz Yogyakarta pada tahun 2002-2010?
  • Siapa sajakah agen-agen yang bertarung dalam perebutan kekuasaan di kalangan komunitas jazz Yogyakarta pada tahun 2002-2010?
  • Bagaimana hasil dari pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan dalam komunitas jazz Yogyakarta pada tahun 2002-2010?

 

C. Tinjauan Pustaka

Studi – Studi Terdahulu Mengenai Komunitas Jazz

Alland P. Mirriam dan Womack dalam ”The Jazz Community” (1960) menjelaskan dalam kerangka komunitas jazz sebagai komunitas menyimpang. Ada tiga faktor yang membuat publik menolak eksistensi komunitas menurut Mirriam dan Womack antara lain: komunitas jazz identik dengan kejahatan, sifat buruk serta promiskuitas, anggapan bahwa musik jazz tidak berasal dari kultur pendidikan (dalam arti musik klasik) dan juga anggapan bahwa musik jazz ini akan menjadi ancaman bagi musik orang kulit putih (Berger, 1947).

Ranah

Ranah merupakan jaringan atau konfigurasi dari posisi-posisi objektif yang menentukan persebaran kapital, dijelaskan oleh Bourdieu dalam bukunya Invitation to Reflexive Sociology (1992) sebagai berikut :

“A network, or a configuration, of objective relation between positions. These positions are objectively defined, in their existence and in the determinations they impose upon their occupants, gents or institutions, by their present and potential situations in the structure of the distribution of species of power (or capital) whose possession, commands acces to the specific profits that are at stake in the field, as well as by their objective relation to other position.”

 

Kapital Ekonomi

Kapital ekonomi adalah tingkat pemilikan agen atas pendapatan dan kekayaan. Kapital ekonomi ini merupakan kapital yang paling mudah untuk ditukar karena hampir semua orang dalam kehidupan sehari-hari berusaha mendapatkannya untuk survive. Namun menurut Bourdieu, manusia tidak hanya sebatas homo economicus namun juga sebagai homo socius. Oleh karena itu untuk mempertahankan posisinya ataupun merebut posisi dalam suatu ranah akumulasi terhadap kapital ekonomi saja tidak cukup, dibutuhkan juga kapital-kapital yang lain. Dalam komunitas jazz Yogyakarta musisi dengan background ekonomi yang mapan misalnya, dapat menggunakan kapital ekonominya untuk berguru pada musisi jazz senior supaya kemudian musisi tersebut mendapatkan skill dalam musik jazz sehingga memperoleh tempat dalam komunitas.

 

D. Metodelogi Penelitian

Subjek penelitian ini adalah komunitas jazz Yogyakarta, secara spesifik terdiri dari para anggota ataupun pemimpin informal.

Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta, secara spesifik komunitas jazz yang ada di Yogyakarta dapat dibagi menjadi dua sebagaimana dijelaskan diatas yaitu di Yogyakarta bagian utara dan bagian selatan.

Peneliti mulai melakukan penelitian di komunitas jazz Yogyakarta tepat satu hari setelah proses pemindahan barang ke tempat kos selesai dilakukan yaitu pada 27 Maret 2010 dan berakhir pada 28 April 2010.

 

E. Kesimpulan

Berangkat dari kritik terhadap narasi besar yang telah ada sebelumnya dimana musik jazz ditentukan oleh keberadaan rezim serta industri dengan fusion jazz sebagai hasilnya, dari paparan mengenai dinamika kekuasaan dalam komunitas jazz Yogyakarta dapat dijelaskan bahwa narasi besar tersebut tidak berlaku secara total. Dalam suatu ranah juga terdapat hukum-hukumnya sendiri, dinamika kekuasaannya sendiri. Dalam komunitas jazz Yogyakarta dapat ditunjukkan bahwa yang dominan bukanlah musik fusion yang pro terhadap industri namun jazz ”standart” yang dominan. Hal ini menunjukkan bahwa ada narasi-narasi dalam scope lokal dimana dapat dilihat tidak berkaitan dengan fenomena makro yang ada, wacana yang berkembang dalam scope lokal sangat dipengaruhi oleh agen-agen yang berkuasa dalam ranah lokal tersebut.

Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat narasi-narasi yang berbeda dalam scope lokal terutama dalam ranah komunitas jazz Yogyakarta dari narasi besar yang diciptakan. Meskipun tidak dipungkiri terdapat pengaruh dari agenagen besar namun hal tersebut tidak berlaku secara total. Selalu ada narasi-narasi yang berbeda.

 

Contoh Tesis Dinamika Kekuasaan

  1. Dinamika Kekuasaan dalam Komunitas Jazz Yogyakarta 2002

Leave a Reply