HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Tingkat Kelelahan: Tingkat Kelelahan pd Operator Produksi Powder

Judul Tesis: Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kelelahan pada Operator Produksi Powder PT. X Tahun 2012

 

A. Latar Belakang

Pekerja yang sehat dan produktif adalah faktor penentu yang utama guna pertumbuhan sosial dan ekonomi yang berkesinambungan baik bagi perusahaan, tingkat lokal, nasional maupun global. Produktivitas akan menurun jika karyawan tidak sehat, baik sehat secara jasmani, rohani maupun sosial.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan salah satu kegiatan pokok dari Pembangunan Kesehatan adalah Kesehatan Kerja. Pengertian Kesehatan Kerja disini adalah suatu upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat di sekililingnya dan agar diperoleh produktivitas yang optimal.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis ingin mengetahui seberapa jauh tingkat kelelahan pada operator produksi Powder di PT. X, dan mengetahui apakah ada hubungan antara faktor kebisingan, pencahayaan dan beban kerja (denyut jantung) terhadap tingkat kelelahan tersebut.

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Kelelahan

Lala dan Craig (2001) menyampaikan bahwa secara umum kelelahan merupakan perasaan kelelahan dan kewaspadaan berkurang yang berhubungan dengan kantuk, sehingga berpengaruh terhadap kemampuan dan kemauan untuk melakukan tugas. Johns (2000) mendefiniskan kelelahan sebagai perubahan kemampuan akibat bekerja melebihi waktu (Johns, 2000). Sedangkan Caldwell (2003, p15) mendefinisikan kelelahan sebagai keadaan lelah yang berhubungan dengan jam kerja yang panjang, jangka waktu yang lama tanpa tidur, atau persyaratan untuk bekerja pada waktu yang “tidak selaras” dengan irama biologis tubuh atau sirkadian.

Kebisingan

Kebisingan merupakan bunyi yang didengar sebagai rangsanganrangsangan pada telinga oleh getaran-getaran melalui media elastis, dimana bunyi ini tidak dikehendaki. Frekuensi dan intensitas merupakan dua parameter yang mempengaruhi kualitas bunyi. Frekuensi suara dinyatakan dalam satuan Herts (Hz), dimana manusia dapat mendengar bunyi dengan frekuensi antara 20 – 20.000 Hz, dan pendengaran terbaik pada frekuensi 1 – 5 kHz, sedangkan intensitas bunyi dinyatakan dalam satuan decibels (dBA). Selain kedua faktor tersebut, waktu juga merupakan faktor yang harus diperhitungkan dalam kebisingan terkait dengan lamanya waktu pajanan kebisingan (Wald and Stave, 2002). Grandjean (1997) menjelaskan definisi kebisingan secara simpel adalah suara yang tidak diinginkan, tidak disenangi dan mengganggu.

Pencahayaan

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang bisa dilihat dengan mata. Estimasi 80% informasi dilakukan melalui penerimaan visual. Visualisasi yang baik sangat penting dalam mencapai produksi, mengurangi produk gagal, mengurangi limbah/sisa dan mencegah kelelahan visual dan sakit kepala pada pekerja. Pencahayaan yang kurang dan silau dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan (Kanawaty, 1992).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik dengan cara pendekatan cross sectional.

Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan variable dari bersifat kualitatif dan kuantitatif.

Penelitian ini dilakukan PT. X terutama pada operator di bagian produksi Powder. Pengambilan data primer maupun sekunder dilakukan di bulan Mei – Juli 2012.

Populasi penelitian ini adalah operator di bagian produksi Powder PT. X sebanyak 42 orang.

Pengumpulan Data menggunakan data primer dan data sekunder.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil penelitian terhadap 42 responden operator produksi Powder PT X menunjukkan bahwa 35 responden (83,3%) mengalami kelelahan dimana 29 responden (69%) kelelahan ringan dan 8 responden (14,3%) kelelahan menengah. Sebanyak 7 responden (16,7%) tidak mengalami kelelahan, dan tidak ada responden yang mengalami kelelahan berat
  2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 47,6% responden bekerja di area yang bising, 71,4% bekerja di area dengan tingkat pencahayaan kurang, 35,7% bekerja di shift 1 dan shift 2 serta 28,6% di shift 3, dan 88,1% responden bekerja dengan beban ringan .
  3. Semua operator yang bekerja pada shift sore (shift 2) dan shift malam (shift 3) mengalami kelelahan (100%) sedangkan operator pada shift pagi (shift 1) sebanyak 53,3% mengalami kelelahan.

 

Contoh Tesis Tingkat Kelelahan

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kelelahan pada Operator Produksi Powder PT. X Tahun 2012

Leave a Reply