HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis S2 Magister Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto

  1. Pelatihan Penguatan Kompetensi Perencanaan Keuangan Untuk Kesehatan Keuangan Usaha Bagi Pelaku Usaha Kerajinan Berbasis Bunga Di Kawasan Kayoon Wilayah Surabaya
  2. Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus
  3. Strategi Penguatan Kinerja Keuangan UKM Batik Berbasis Green Economy Di Kabupaten Sidoarjo
  4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Proses Die Casting di PT. X Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Jawa Barat
  5. Pencegahan Fraud Pengadaan Barang/Jasa dan Implikasinya Terhadap Kinerja Keuangan (Studi pada Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Banyumas)
  6. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Motivasi dan Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Kaur
  7. Kewenangan Camat Dalam Penegakan Disiplin Pegawai Negeri Sipil Daerah (Studi di Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon)
  8. Analisis Implementasi Balanced Scorecard (BSC) Untuk Mengukur Kinerja Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa
  9. Optimalisasi Kebugaran Fisik dan Minimalisasi Stress Kerja Terhadap Peningkatan Motivasi Kerja Pada Pedagang Kecil Berbasis Human Approach di Purwokerto Utara
  10. Kajian Tingkat Kompetensi Mahasiswa dalam Menerapkan Model Technoprenuership Agrobisnis
  11. Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Teriadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada STMIK AMIKOM Purwokerto)
  12. Pengaruh lingkungan kerja, keterlibatan kerja, dan kohesivitas dalam kelompok kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi
  13. Hubungan Antara Prestasi Dan Disiplin Kerja Dengan Peningkatan Karier Pegawai Pada PT. Asconusa Air Transport Jakarta
  14. Model Kuantitatif Manajemen Kelelahan dan Beban Kerja untuk Peningkatan Produktivitas Pekerja Penggilingan Padi
  15. Analisis Kualitas Layanan Dan Tingkat Kepuasan Pengguna Laboratorium Fmipa Universitas Jenderal Soedirman
  16. Pengaruh Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan Dari Tenaga Kerja Non Edukatif Terhadap Upaya Peningkatan Keunggulan Bersaing Di Sebuah Perguruan Tinggi (Studi Kasus : Tenaga Kerja Non Edukatif Di Universitas Widyatama)
  17. Peningkatan Produktivitas Dan Efisiensi Ukm Sapu Glagah Di Kab. Purbalingga Dengan Pemanfaatan Teknologi
  18. Pengaruh Kompensasi Finansial, Promosi Jabatan Terhadap Kepuasan Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Universitas Jenderal Soedirman
  19. Korelasi Antara Soft Skill Dengan Minat Mahasiswa Dalam Kegiatan Kewirausahaan Di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
  20. Efektifitas Pelatihan Partisipatori Pada Industri Kreatif Batik Tulis di Purbalingga

 

Pelatihan Penguatan Kompetensi Perencanaan Keuangan Untuk Kesehatan Keuangan Usaha Bagi Pelaku Usaha Kerajinan Berbasis Bunga Di Kawasan Kayoon Wilayah Surabaya

Intisari

Pendidikan manajemen bisnis mikro relevan untuk semua individu yang membuat keputusan terkait pembiayaan keluarga. Menguasai pengetahuan tentang pendidikan keuangan mempersiapkan individu untuk mengantisipasi pemenuhan kebutuhan hidup mereka dan menyelesaikan masalah darurat tanpa meminta hutang yang tidak perlu. Penelitian ini difokuskan pada analisis tiga puluh agen bisnis mikro di industri bunga di komunitas Kayoon Surabaya.

Hasil Penelitian

Hasilnya menunjukkan bahwa ada banyak langkah dalam perencanaan keuangan keluarga, pertama, mengidentifikasi keuangan terkini, membuat uraian kebutuhan keluarga, membuat prioritas keuangan. Perencanaan ini dapat meminimalkan pengeluaran yang tidak perlu dalam rumah tangga. Kedua, menetapkan tujuan keuangan, seperti pergi ke Mekah, mengambil sekolah bergengsi untuk anak-anak. Yang ketiga, menabung atau mengambil investasi. Menyimpan uang adalah konsumsi yang tertunda. Jika perencanaan dapat terlaksana dengan baik, kebutuhan keluarga akan lebih mudah dikendalikan, begitu juga pernikahan tidak rusak karena masalah keuangan.

Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus

Intisari

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh Sistem Informasi Akuntansi dan Pengendalian Intern terhadap kinerja pemerintah daerah. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan tipe judgement sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai negeri sipil (PNS) pada bagian keuangan pada SKPD Kabupaten Kudus.Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi Analisis Berganda. Variabel dependen untuk penelitian ini adalah kinerja pemerintah daerah, sedangkan variabel independennya adalah Sistem Informasi Akuntansi dan Pengendalian Intern.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian membuktikan bahwa baik Sistem Informasi Akuntansi maupun Pengendalian Intern memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pemerintah daerah.

Strategi Penguatan Kinerja Keuangan UKM Batik Berbasis Green Economy Di Kabupaten Sidoarjo

Intisari

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk penguatan kinerja keuangan UKM yang berbasis Green Economy. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 45 UKM batik yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Sampling dengan menggunakan metode purposive sampling, analisis hipotesis menggunakan PLS.

Hasil Penelitian

Hasil dari penelitian menyatakan bahwa Kepuasan kerja, Motivasi dan Knowledge Management berpengaruh signifikan secara simultan terhadap penguatan Kinerja Karyawan dan pada akhirnya akan meningkatkan Kinerja Keuangan UKM yang berbasis Green Economy. esimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah untuk penguatan UKM yang berbasis green economy.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Proses Die Casting di PT. X Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Jawa Barat

Intisari

Kecelakaan di tempat kerja bisa menyebabkan banyak kehilangan dan kematian. Berdasarkan data dari laporan kecelakaan PT. X pada tahun 2009, terdapat 30 kasus kecelakaan kerja 35 kasus terjadi pada tahun 2010 dan 42 kasus terjadi pada tahun 2011. Terjadinya kecelakaan kerja telah meningkat selama 3 tahun terakhir dari tahun 2009 hingga 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dalam fasih kecelakaan kerja pada proses Die Casting di PT. X di Cikarangin Barat Bekasi, Jawa Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian ini adalah 71 pekerja pada proses die casting. Analisis Data menggunakan Analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square) dan multivariat (Regresi Logistik Berganda).

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian, ada hubungan yang tidak signifikan antara usia (p = 0,239), pengetahuan (p = 0,014), durasi kerja (p = 0,629), prosedur kerja (p = 0,350), kebisingan (p = 0,512), dan pencahayaan (p = 0,259) dengan kejadian kecelakaan kerja di PT X. Sementara itu, ada hubungan yang signifikan antara shift kerja (p = 0,009) dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (p = 0,014) dengan kejadian pekerjaan. kecelakaan di PT X. Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan APD dengan terjadinya kecelakaan kerja, yaitu penggunaan APD (p = 0,022). Disarankan kepada perusahaan untuk memberikan pengawasan dan memberikan sanksi tegas kepada para pekerja yang tidak menggunakan APD selama bekerja.

Pencegahan Fraud Pengadaan Barang/Jasa dan Implikasinya Terhadap Kinerja Keuangan (Studi pada Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Banyumas)

Intisari

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengadaan pencegahan penipuan barang / jasa serta implikasinya terhadap kinerja keuangan. Ada beberapa fakta yang berkaitan dengan pengadaan barang / jasa penipuan di Indonesia, terutama penipuan di sektor kesehatan di Kabupaten Banyumas. Objek penelitian ini adalah pencegahan penipuan pengadaan barang / jasa, kinerja keuangan, pengendalian internal, kesesuaian kompensasi, dan komitmen organisasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda untuk menguji model pertama dan kedua, dan regresi sederhana untuk menguji model ketiga. Studi ini menemukan bukti yang mendukung dan berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya, terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan pengadaan barang / jasa pencegahan penipuan dan kinerja keuangan.

Hasil Penelitian

Temuan dalam penelitian ini adalah: 1) pengaruh kontrol internal pada pengadaan pencegahan penipuan barang / jasa, 2) kesesuaian efek kompensasi pada pengadaan pencegahan penipuan pengadaan barang / jasa, 3) komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap pencegahan penipuan pengadaan barang / jasa, 4) kontrol internal tidak berpengaruh pada kinerja keuangan, 5) kesesuaian kompensasi tidak mempengaruhi kinerja keuangan, 6) pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja keuangan, 7) pencegahan penipuan pengadaan barang / jasa mempengaruhi kinerja keuangan.

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Motivasi dan Kepuasan Kerja Pegawai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Kaur

Intisari

Dua pihak yang saling tergantung dan merupakan unsur utama dalam organisasi yaitu pemimpin sebagai atasan, dan pegav1ai sebagai bawahan. Kepemimpinan dalam suatu organisasi dirasa sangat penting, karena pemimpin memiliki peranan yang strategis dalam memotivasi dan menciptakan kepuasan kerja pegawai. Setiap individu yang masuk bekerja dalam suatu organisasi membawa sejumlah harapan dalam dirinya, misalnya tentang pekerjaan, upah,status, lingkungan sosial dan pengembangan dirinya. Jika harapan tersebut terpenuhi akan terbentuk sikap positif yang menimbulkan dorongan atau motivasi. Bila keinginan tidak terpenuhi akan timbul sikap negatif akibat adanya dorongan atau motivasi pegawai menjadi rendah.

Pendekatan Penelitian

Demikian kepemimpinan dan motivasi secara langsung menyebabkan peningkatan kepuasan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan desain explanatory research dilakukan untuk menjawab tiga hipotesis utama, yaitu ( l) kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, (2) motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, (3) kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepemimpinan dalam penelitian ini dikembangkan berdasarkan tipe kepemimpinan menurut Siagian (1997). Motivasi kerja berdasarkan indikator Handoko (2001) dan kepuasan ker:ia dikembangkan dari Rivai (2004). Subyek penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Pcndapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Kaur. Penentuan sampel dengan teknik total sampling,dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian yaitu sebanyak 80 orang. Metode pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan berbentuk angket. Analisis hipotesis dilakukan dengan metode Analisis Regresi Linier Sederhana.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai DPPKAD Kabupaten Kaur. Kepemimpinan memberikan kontribusi sebesar 57,7 persen dalam mempengaruh motivasi kerja pegawai. Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai, Motivasi memberikan kontribusi sebesar kerja 39,6 persen dalam mempengaruh kepuasan kerja pegawai. Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai, kepemimpinan memberikan kontribusi sebesar 49,3 persen dalam mempengaruhi kepuasan kerja.

Kewenangan Camat Dalam Penegakan Disiplin Pegawai Negeri Sipil Daerah (Studi di Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon)

Intisari

Negara Republik Indonesia adalah merupakan Negara Kesatuan yang menganut asas desentralisasi dalam menyelenggarakan pemerintahan. Hal ini diwujudkan dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada Daerah untuk menyelenggarakan otonomi Daerah sebagaimana telah diatur dalam Pasal 18 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Dasar 1945. Berkaitan dengan otonomi daerah dalam hal ini Kewenangan Camat dalam penegakan disiplin Pegawai Negeri Sipil Daerah Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon mendapatkan pelimpahan sebagian wewenang dari Bupati/Walikota yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah pasal 126 ayat (2).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kewenangan Camat Kaliwedi dalam Penegakan disiplin pegawai negeri sipil daerah di Kabupaten Cirebon. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian preskriptif. Lokasi penelitian di kantor Kecamatn Kaliwedi Kabupaten Cirebon. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Data yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisis secara normatif kualitatif

Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini memberikan simpulan bahwa kewenangan Camat dalam Penegakan disiplin pegawai negeri sipil daerah di Kecamatan Kaliwedi kabupaten Cirebon adalah berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2008 Tentang Kecamatan. Sejalan dengan hal itu Camat juga mendasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan juga Peraturan Bupati Cirebon Nomor 18 tahun 2010 Tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pemerintahan Dari Bupati Kepada Camat yang berarti bahwa kewenangan Camat merupakan kewenangan Delegatif. Analisis Implementasi Balanced Scorecard (BSC) Untuk Mengukur Kinerja Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa

Analisis Implementasi Balanced Scorecard (BSC) Untuk Mengukur Kinerja Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Balanced Scorecard untuk mengukur kinerja salah satu lembaga Pemerintah/Non Profit yaitu Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sumbawa berdasarkan keempat perspektif yaitu perspektif Pelanggan (Customer Perspektive, Keuangan (Financial Perspektive), Proses Internal (Internal Process Perspektive) dan Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning and Growth Perspektive).

Pendekatan Penelitian

Penelitian deskriptif ini menggunakan desain penelitian kualitatif untuk berusaha mendapatkan pemahaman secara mendalam tentang masalah yang diteliti. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif deskriptit: yang menggambarkan secara tepat mengenai suatu keadaan obyek tertentu dengan sistematis, faktual dan akurat tentang fenomena yang diteliti dari suatu obyek penelitian dan dipaparkan dengan apa adanya sesuai keadaan.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan Analisis Implementasi BSC dalam mengukur kinerja BKPP memungkinkan untuk dikembangkan. Hal ini dapat dilihat dari pengukuran melalui implementasi BSC yang dilakukan pada 4 perspektifnya terhadap program-program yang sudah dijalankan menunjukkan perspektif pelanggan sebagai perpektifutama (leverage) tujuan organisasi didapat pelanggan yang belum puas secara keseluruhan ysng dinilai dari 5 dimensi kepuasan yaitu keterandalan (reliablity), daya tanggap (respomiveness), jaminan (Assurance), empaty (emphaty) dan berwujud (tangibility), ditandai dengan masih kurangnya pemahaman PNS tentang hak dan kewajibannya, kurangnya pemahaman tentang peraturan perundang-undangan kepegawaian dan penyalagunaan kewenangan, hal ini disebabkan oleh kurangnya sarana pendukung, kurangnya anggaran, rendahnya penerapan teknologi, rendahnya kualitas SDM dan kurangnya motivasi dan komitmen pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi. Untuk mengatasi hal tersebut BKPP perlu merencanakan program-program yang lebih strategis meialui dukungan dari 3 (tiga) perspektif lainnya yaitu perspektif Keuangan untuk evaluasi pembenahan pada perencanaan dan penyediaan anggaran, perspektif Bisnis Internal untuk evaluasi pembenahan penyediaan sarana prasarana pendukung peningkatan produktivitas dan perspektif Pembelajaran dan Perturnbuhan untuk evaluasi dan pembenahan peningkatan kualitas SDM. HasH implementasi Balanced Scorecard (BSC) dalam mengukur kinerja BKPP diharapkan dapat memberi dampak pada peningkatan kinerja BKPP di masa yang akan datang dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi yang telah ditetapkan.

Optimalisasi Kebugaran Fisik dan Minimalisasi Stress Kerja Terhadap Peningkatan Motivasi Kerja Pada Pedagang Kecil Berbasis Human Approach di Purwokerto Utara

Intisari

Para pedagang kecil setiap hari mempunyai beban kerja yang tinggi dari pagi sampai sore atau malam hari. Beban kerja fisik dan mental dapat menyebabkan stress kerja dan menurunkan motivasi kerja dalam berwirausaha. Optimalisasi kebugaran fisik pada pedagang kecil penting dilakukan sebagai upaya untuk mencegah timbulnya stress kerja dan untuk meningkatkan motivasi kerja sehari-hari. Kondisi fisik yang bugar bermanfaat untuk melakukan safety behaviour dalam bekerja. Tujuan penelitian adalah mengoptimalkan kebugaran fisik dan meminimalkan stress kerja pada pedagang kecil agar motivasi kerja meningkat dengan berbasis human approach di Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.

Pendekatan Penelitian

Metode dalam kegiatan ini berfokus pada Human approach. Intervensi yang dilakukan kepada khalayak sasaran berupa Safety behavior training, pelatihan senam kebugaran, pelatihan peningkatan motivasi kerja. Pelatihan manajemen organisasi untuk pengurus paguyuban, pendampingan kepada pedagang kecil dan pemberian bantuan modal bergulir kepada paguyuban. Khalayak sasaran ini adalah pedagang kecil di Kecamatan Purwokerto Utara yang berjualan di sekitar kampus Unsoed. Khalayak sasaran dipilih berjumlah 48 orang yang telah mengikuti kegiatan PKM Berbasis Riset tahun I. Instrumen evaluasi menggunakan kuesioner pre dan pos-tes, lembar observasi dan lembar advokasi. Analisis data dengan uji t pada pre dan pos tes.

Hasil Penelitian

Hasil Dari 48 peserta setelah melakukan pelatihan sebanyak 5 kali pertemuan menunjukkan perubahan kenaikan pengetahuan tentang kebugaran fisik, stress kerja, kepuasan kerja dan motivasi kerja. Simpulan. Kebugaran fisik pada para pekerja sangat diperlukan untuk menjaga agar para pekerja dapat bekerja sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Saran. Para pekerja disarankan untuk rajin melakukan olah raga ringan seperti jalan pagi, joging, senam kebugaran dan senam aerobik agar fisik tetap bugar.

Kajian Tingkat Kompetensi Mahasiswa dalam Menerapkan Model Technoprenuership Agrobisnis

Intisari

Agrobisnis merupakan pilihan strategis sebagai sumber produk primer pertanian yang dapat mendukung serta menguatkan ketahanan pangan nasional.  Sumberdaya manusia sektor pertanian bisa ditingkatkan kualitasnya melalui kontribusi program studi yang mendukung sektor pertanian.  Implementasi technopreneurship bidang agrobisnis sangat diperlukan untuk mencapai kompetensi lulusan seperti yang diharapkan dari visi program studi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model dan tingkat kompetensi mahasiswa dalam mengimplementasikan teknoprenership bidang agrobisnis.

Pendekatan Penelitian

Metode penelitian yang digunakan ada 2 yaitu: 1) Metode action research dengan melakukan demplot dan 2) Metode deep interview ke kelompok sasaran, dengan sasaran penelitian  mahasiswa Program Studi DIII Agrobisnis angkatan 2015/2016.  Sistem pengambilan  sampel dengan menggunakan Simple Random Sampling.  Variabel yang diamati meliputi variabel kualitatif dan variabel kuantitatif, yaitu kapabilitas atau kemampuan mahasiswa dalam implementasi teknologi technopreneurship, motivasi, hasil fisik penerapan   teknologi, serta kompetensinya.

Hasil Penelitian

Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis finansial.  Model implementasi technoprenuership agrobisnis yang dilakukan mahasiswa adalah menerapkan usahatani sayuran ramah lingkungan dengan aplikasi penggunaan pupuk hayati mikorisa serta biopestisida Bio P60.  Tingkat kemampuan mahasiswa dalam aplikasi kedua jenis teknologi sebesar 23,41% dengan capaian kompetensi masing-masing untuk aplikasi pupuk hayati mikorisa 28,51 % dan Bio P60 20,00 %.

Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Teriadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada STMIK AMIKOM Purwokerto)

Intisari

Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus STMIK AMIKOM Purwokerto) “. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan menganalisis pengaruh iklim organisasi, organisasi komitmen, kepemimpinan dan kompensasi karyawan terhadap kinerja. Untuk lotow dan menganalisis faktor-faktor yang paling berdampak pada kinerja karyawan STMIK AMIKOM Purwokerto. Percobaan dilakukan pada bulan Desember 2010 dan mengambil tempat di STMIK AMIKOM Purwokerto.

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di STMIK AMIKOM Purwokerto yang berjumlah 46 orang-orang. Peneliti memutuskan untuk mengambil 4l karyawan sebagai responden, pengambilan sampel Teknik dalam penelitian ini menggunakan Proportional Stratified Random Sampling dengan karyawan strata status. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur, sedangkan untuk tingkat uji signifikansi menggunakan uji F dan uji t.

Hasil Penelitian

Hasil dari analisis jalur menunjukkan bahwa variabel iklim organisasi terhadap kinerja karyawan memiliki koefisien jalur, 0,2111, variabel komitmen organisasi terhadap karyawan pedormance memiliki koefisien jalur 0,4164, variabel kepemimpinan pada kinerja karyawan memiliki koefisien jalur 0,2383 dan variabel kompensasi untuk kinerja karyawan memiliki koefisien jalur 0,2663. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah iklim organisasi pertama memiliki pengaruh positif pada kinerja karyawan. Kedua komitmen organisasi memiliki dampak positif pada kinerja karyawan. Ketiga kepemimpinan tersebut memiliki pengaruh positif terhadap karyawan kinerja. Kompensasi keempat memiliki pengaruh positif terhadap karyawan kinerja STMIK AMIKOM Purwokerto. Kelima di antara rekan organisasi, komitmen organisasi, kepemimpinan dan kompensasi, organisasi faktor komitmen memiliki dampak paling besar terhadap kinerja karyawan.

Pengaruh Lingkungan Kerja, Keterlibatan Kerja, Dan Kohesivitas Dalam Kelompok Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi

Intisari

Tujuan: “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Spread Permintaan Bid, dan Volume Perdagangan terhadap Pembalikan Harga” adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembalikan harga pada perusahaan yang terdaftar di Indeks LQ45 pada periode 8 November – 16 November 2016.

Pendekatan Penelitian

Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian asosiatif untuk menentukan hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh dari metode purposive sampling adalah 44 perusahaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Pengujian hipotesis menggunakan koefisien determinasi yang disesuaikan, uji statistik t, dan uji statistik f.

 

 

Hasil Penelitian

Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembalikan harga, bid ask spread berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembalikan harga, dan volume perdagangan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pembalikan harga.

Implikasi: Implikasi dari kesimpulan di atas adalah bahwa investor dapat memperhatikan faktor ukuran perusahaan, bid ask spread, dan volume perdagangan sebagai dasar pertimbangan untuk berdagang di bursa untuk mendapatkan pengembalian terbaik sesuai dengan kompensasi dari risiko yang mereka terima.

Hubungan Antara Prestasi Dan Disiplin Kerja Dengan Peningkatan Karier Pegawai Pada PT. Asconusa Air Transport Jakarta

Intisari

Pegawai atau karyawan adalah salah satu aset perusahaan untuk mencapai tujuan, semakin baik prestasi dan disiplin kerja pegawai atau karyawan yang ditunjukkan , akan semakin besar kemungkinan perusahaan untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam tulisan ini kita akan membahas tentang bagaimana hubungan antara variabel prestasi kerja dan peningkatan  karir pegawai? Bagaimana hubungan antara variabel disiplin kerja dan peningkatan karir pegawai? Serta bagaimana hubungan antara dua variabel ini bersama-sama dengan peningkatan karir pegawai?

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel prestasi kerja  memiliki hubungan yang positif dan korelasi yang kuat dengan peningkatan karir pegawai yang ditunjukkan oleh tabel analisis korelasi linear dengan r hitung> r tabel (0.607> 0.279) dengan N = 50 dan ? = 5%, sedangkan untuk hubungan antara variabel disiplin kerja dengan peningkatan  karir pegawai  menunjukkan juga  hubungan yang positif dan korelasi kuat, hal ini ditunjukkan dengan tabel korelasi analisis hitung linear r hitung > r tabel (0,484> 0,279) dengan N = 50 dan ? = 5%, sedangkan untuk melihat hubungan antara dua variabel prestasi  dan disiplin kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap peningkatan karier pegawai menggunakan  ANOVA test atau uji F, Hasil perhitungan menunjukkan hasil yang positif dan mempunyai pengaruh  yang  sama pada peningkatan  karir pegawai dimana Fhitung > Ftabel (20.803> 2.79) dengan N = 50 dan ? = 5%. Hasil uji R (model Summary) menyimpulkan bahwa variabel kinerja dan disiplin kerja bersama-sama secara signifikan berkaitan dengan peningkatan karir karyawan yang 68,5% dan sisanya 31,5% berhubungan dengan faktor-faktor lain yang tidak diteliti.

Model Kuantitatif Manajemen Kelelahan dan Beban Kerja untuk Peningkatan Produktivitas Pekerja Penggilingan Padi

Intisaris

Sumber daya manusia merupakan aset penting bagi perusahaan dalam rangka peningkatan produk yang dihasilkan, salah satunya adalah sumber daya pekerja. Pekerja dengan beban kerja yang berat akan mengakibatkan terjadinya kelelahan yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas produk yang dihasilkan.

Pendekatan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model kuantitatif manajemen kelelahan dan beban kerja untuk meningkatkan produktivitas. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah survei eksplanatori dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 45 pekerja penggilingan padi.

Hasil Penelitian

Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel kelelahan kerja maupun beban kerja mempunyai hubungan yang signifikan dengan produktivitas kerja. Model persamaan regresi yang terbentuk adalah produktivitas kerja = -4,188 + 0,027 kelelahan kerja – 0,100 beban kerja yang berarti bahwa setiap kenaikan 1 mili/detik kelelahan kerja akan meningkatkan produktivitas kerja sebesar 1 ton/hari dan setiap penurunan 1 kali/menit beban kerja maka akan meningkatkan produktivitas kerja sebesar 1 ton/hari.

Analisis Kualitas Layanan Dan Tingkat Kepuasan Pengguna Laboratorium Fmipa Universitas Jenderal Soedirman

Intisari

Laboratorium di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengertahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) merupakan ujung tombak pengembangan pembelajaran dan penelitian bidang matematika dan ilmu ilmu dasar maupun terapan. Selain melayani praktikum, penelitian dan jasa analisis untuk mahasiswa dan dosen FMIPA juga dari fakultas lain bahkan pihak luar universitas. Pengembangan laboratorium FMIPA adalah keniscayaan dan keharusan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Penelitian menganalisa kualitas pelayanan laboratoriu FMIPA dengan menggunakan Importance-Performance Analysis dan Customer atisfaction Index.

Pengaruh Pelatihan Dan Pengembangan Karyawan Dari Tenaga Kerja Non Edukatif Terhadap Upaya Peningkatan Keunggulan Bersaing Di Sebuah Perguruan Tinggi (Studi Kasus : Tenaga Kerja Non Edukatif Di Universitas Widyatama)

Intisari

Menghadapi persaingan global perguruan tinggi harus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keunggulan bersaing, diantaranya dengan mempersiapkan tenaga kerja non edukatif yang profesional. Untuk mempersiapkan tenaga kerja non edukatif yang professional salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan memberikan pelatihan dan pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pelatihan dan pengembangan karyawan dari tenaga kerja non edukatif terhadap upaya peningkatan keunggulan bersaing disebuah perguruan tinggi. Objek penelitian adalah tenaga non edukatif Universitas Widyatama. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif-Verifikatif, dan untuk menganalisis data digunakan Regresi Linier. Dalam pengambilan sampel teknik yang digunakan adalah simple random sampling.

Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh antara pelatihan dan pengembangan karyawan dari tenaga kerja non edukatif terhadap upaya peningkatan keunggulan bersaing namun hanyalah sebagian kecil.

Peningkatan Produktivitas Dan Efisiensi Ukm Sapu Glagah Di Kab. Purbalingga Dengan Pemanfaatan Teknologi

Intisari

Melimpahnya tanaman glagah yang mencapai 10 ribu ton pertahun di Kabupaten Purbalingga memberikan dampak positif terhadap tumbuhnya berbagai industri kecil menengah kerajinan sapu glagah. Saat ini ada sekitar 50 unit usaha kerajinan sapu glagah yang berkembang di Purbalingga. Salah satu sentra kerajinan sapu glagah yang terkenal adalah Kecamatan Karangjambu khususnya desa Sigupit. Desa Sigupit merupakan salah satu sentra kerajinan sapu glagah yang telah mampu menembus pasar internasional diantaranya adalah Korea dan Malaysia. Sedangkan untuk pasar lokal, kerajinan sapu tersebut di pasarkan di kota – kota sekitar Purbalingga bahkan sampai kotakota yang ada di Jawa Barat seperti Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Cirebon dan lain lain. Secara umum permasalahan pada UKM sapu glagah adalah kualitas dan kuantitas yang masih rendah karena penggunaan peralatan manual. Sehingga sulit untuk memenuhi pasar ekspor. Oleh karena itu pada kegiatan ini dilakukan peningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sapu glagah dengan menggunakan teknologi yang lebih baik,misalnya pada proses pemotongan sapu, pembersih remah sapu, penjahitan bagian sapu, maupun pada proses pengeringan gagang sapu. Peralatan yang digunakan menggunakan sistem yang sederhana sehingga memudahkan proses alih teknologi ke masyarakat.

Hasil Penelitian

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produktiivitas secara kuantitas dapat mencapai 30%, dari rerata jumlah produksi per bulan 9000 buah menjadi 12000. Peningkatan mutu kualitas sapu juga dapat dilihat dari hasil produk yang lebih baik.

Pengaruh Kompensasi Finansial, Promosi Jabatan Terhadap Kepuasan Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Universitas Jenderal Soedirman

Intisari

Kinerja staf pendidikan menjadi elemen penting dalam institusi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pengguna baik dari siswa (eksternal) atau dari karyawan dalam Unsoed (Internal) dikategorikan pada tingkat cukup puas. Oleh karena itu, lebih banyak upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja staf pendidikan.

Pendekatan Penelitian

Model penelitian menggunakan analisis dengan hipotesis berikut, H1: Kompensasi finansial berpengaruh positif terhadap kepuasan karyawan, H2: Promosi berpengaruh positif terhadap kepuasan karyawan, H3: Kompensasi finansial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, H4: Promosi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, dan H5: kepuasan kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menggunakan metode kuantitatif. Sasaran penelitian adalah semua tenaga kependidikan di semua unit di Unsoed dengan jumlah sampel 256 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik.

Hasil Penelitian

Hasil dari analisis statistik menunjukkan bahwa kompensasi finansial berada dalam kategori baik. Kompensasi finansial memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja yaitu sebesar 0,578. Promosi telah dianggap sebagai hal yang baik oleh karyawan, dan promosi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja secara statistik yaitu sebesar 0,545. Kompensasi finansial memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yaitu sebesar 0,845. Promosi ini memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yaitu sebesar 0,680, secara statistik. Para karyawan mengalami kepuasan kerja yang baik, yang mendorong mereka untuk bekerja lebih baik. Secara statistik, kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yaitu sebesar 0,730. Pengaruh kompensasi finansial terhadap kinerja karyawan meningkat dari 49,9 persen menjadi 69,5 setelah variabel kepuasan kerja dimasukkan sebagai variabel mediasi. Hasil uji Sobel menegaskan bahwa kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh kompensasi finansial terhadap kinerja karyawan secara signifikan. Pengaruh promosi terhadap kinerja karyawan meningkat dari 42 persen menjadi 64,7 persen setelah memasukkan kepuasan kerja sebagai variabel perantara. Uji Sobel menunjukkan bahwa kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh promosi terhadap kinerja karyawan secara signifikan.

Korelasi Antara Soft Skill Dengan Minat Mahasiswa Dalam Kegiatan Kewirausahaan Di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Intisari

Sumber daya manusia adalah investasi paling berharga dan utama. Siswa sebagai kelompok pekerja junior sebagai generasi penerus pembangunan nasional perlu dibina dan diarahkan sehingga setelah lulus dapat menjadi tenaga kerja mandiri dalam semua aspek kehidupan termasuk mampu menjadi wirausaha. Siswa diharapkan untuk unggul secara akademis dan unggul di bidang kewirausahaan. Sinergi antara kompetensi Hard skill dan Soft skill sangat penting untuk kesuksesan dalam bisnis dan kehidupan. Sejauh ini belum pernah ada penelitian tentang soft skill untuk siswa Unsoed, terutama mereka yang menghadiri PMW.

Pendekatan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan dengan minat siswa dalam kegiatan wirausaha di Unsoed Purwokerto. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan analitik cross sectional. Populasi adalah siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan wirausaha di Unosed 2018. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling dengan total 128 orang. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan analisis data dengan chi-square. Ada 128 responden yang menjadi peserta dalam kegiatan kewirausahaan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada tahun 2018 dari 10 fakultas dari 12 fakultas yang ada, termasuk mahasiswa semester 4 sebanyak 97 orang (75,8%) dan semester 2 31 orang (24,2%).

Hasil Penelitian

Hasil uji statistik menyimpulkan bahwa variabel kebutuhan akan kekuatan, prestasi, afiliasi, keterampilan hidup, keterampilan berpikir, dan keterampilan kepemimpinan terkait dengan minat berwirausaha. Seharusnya ada kemauan untuk berpartisipasi dalam kegiatan wirausaha agar mahasiswa terus ditingkatkan di setiap fakultas.

Efektifitas Pelatihan Partisipatori Pada Industri Kreatif Batik Tulis di Purbalingga

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pelatihan dengan pendekatan partisipatori pada industri kerajinan Batik tulis di Purbalingga. Subyek penelitian ini adalah 20 pengrajin batik tulis di Purbalingga. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Focuss Discussion Group (FGD) dan kuesioner. Untuk menganalisis perbedaan persepsi pengetahuan dan perbedaan persepsi keterampilan peserta pelatihan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan dengan pendekatan partisipatori digunakan uji beda dua rata-rata.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis terdapat peningkatan persepsi pengetahuan dan persepsepsi keterampilan setelah mengikuti pelatihan batik tulis dengan pendekatan partisipatori.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?
Powered by