HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis S2 Magister Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas ANDALAS (UNAND)

  1. Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Lingkungan Kerja, dan Kedisplinan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus: Operator Welding 1 A, PT. XYZ Motor)
  2. Analisis Risiko K3 dengan Metode Hirarc Pada Area Produksi PT Cahaya Murni Andalas Permai
  3. Pengaruh Akreditasi Perguruan Tinggi Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Mahasiswa (Studi Kasus: Fakultas Teknik Universitas Andalas)
  4. Hubungan Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Ruangan dengan Tugas Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Kepada Klien Diruang Rawat Inap RSUD Pasaman Barat
  5. Motivasi Pekerja Pada Proyek Konstruksi di Kota Padang
  6. Analisis Pemetaan Budaya Organisasi Menggunakan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) Pada Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro
  7. Analisis Produktifitas Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) (Studi Kasus: PT. Moradon Berlian Sakti)
  8. Analisa Dampak Kuliah Umum Kewirausahaan Terhadap Pembentukan Sikap dan Motivasi Kewirausahaan Mahasiswa Unand Padang1
  9. Pendayagunaan Sumber Daya Genetik Rumput Laut Sebagai Sumber Energi Alternatif di Masa Depan
  10. Kompetensi Sumber Daya Manusia untuk Logistik Pelabuhan di PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur
  11. Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu
  12. Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kepercayaan Diri Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Strata 1 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas
  13. Akuntabilitas Kinerja Perguruan Tinggi: (Studi Tentang Akuntabilitas Kinerja Universitas Negeri Padang Dan Universitas Andalas Provinsi Sumatera Barat)
  14. Penentuan Sistem Kompensasi Berdasarkan Risk Assessment Dan Performance Appraisal Karyawan (Studi Kasus: Petugas Operasional Pemadam Kebakaran Kota Padang)
  15. Evaluasi Jumlah Tenaga Kependidikan Pada Program Studi Di Universitas Andalas Berdasarkan Beban Kerja
  16. Pengaruh Iklim Psikologis Dan Komitmen Organisasi Pada Kinerja Karyawan Universitas Andalas
  17. Analisis Manajemen Risiko Pada Operasional Pelayanan Kapal Dan Barang Di Pt Pelindo Ii Cabang Teluk Bayur
  18. Evaluasi Kinerja Operasi Dan Pemeliharaan (O & P) Sistem Irigasi Di Daerah Irigasi Bandar Ubo Kabupaten Solok
  19. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lama Mencari Kerja Lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Periode Wisuda Tahun 2013 -2016
  20. Pengaruh Budaya Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Lembah Karet Kota Padang

Analisis Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Lingkungan Kerja, dan Kedisplinan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus: Operator Welding 1 A, PT. XYZ Motor)

Intisari

Faktor kepemimpinan, motivasi, lingkungan kerja, dan kedisiplinan menjadi beberapa factor yang perlu dan penting untuk di ketahui pengaruhnya terhadap kinerja karyawan, guna peningkatan kinerja yang lebih baik atau memberikan pengaruh positif terhadap kinerja itu sendiri. Kinerja karyawan di bagian welding 1 A, memiliki andil cukup besar dalam proses produksi di PT. XYZ Motor, bagian yang memproduksi frame body tersebut harus mampu menyelesaikan target produksi dalam setiap harinya, untuk menentukan pengaruh faktorfaktor tersebut terhadap kinerja karyawan.

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan kuisioner untuk melakukan pengumpulan data dari sampel yang diambil sebanyak 80 responden dari 158 karyawan di bagian welding 1 A. Pengolahan dari data yang terkumpul menggunakan regresi linier berganda dengan melakukan pengujian hipotesis terhadap per masing-masing variabel.

Hasil Penelitian

Berdasarkan pengolahan, didapatkan hasil bahwasannya yang memberikan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan yaitu pada variabel kedisiplinan dengan nilai signifikansinya 0,04, dimana nilai tersebut lebih kecil dari nilai 0,05. Sedangkan faktor lain yang menjadi variabel bernilai lebih besar dari 0,05.

Analisis Risiko K3 dengan Metode Hirarc Pada Area Produksi PT Cahaya Murni Andalas Permai

Intisari

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) penting untuk diperhatikan oleh setiap perusahaan. Pencegahan kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan mengetahui risiko yang ada, salah satunya melalui metode Hazard Identification, Risk Assesment, and Risk Control (HIRARC). PT Cahaya Murni Andalas Permai (CMAP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang furniture dengan trademark Bigland Springbed. Analisis risiko dilaksanakan pada area produksi PT CMAP yang memiliki catatan 16 kecelakaan kerja pada tahun 2011–2014.

Pendekatan Penelitian

Responden penelitian berjumlah sebanyak 45 orang pekerja area produksi dari 9 sub divisi dengan umur 20–45 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran data sekunder, observasi, wawancara kepala produksi, dan kuesioner tenaga kerja. Data penelitian diuji validitasnya menggunakan Korelasi Pearson Product moment dan juga reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha. Pada hasil penelitian didapatkan sebanyak 7 sub divisi berada pada level risiko low (78%) sedangkan 2 sub divisi lain yaitu pemotongan busa dan tahap finishing berada pada level risiko moderate (22%). Terdapat 4 faktor penyebab kecelakaan kerja yang dianalisis yaitu: sikap pekerja, material & peralatan, lingkungan kerja, dan tata cara kerja. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah dengan rekayasa/engineering, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri.

Pengaruh Akreditasi Perguruan Tinggi Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Mahasiswa (Studi Kasus: Fakultas Teknik Universitas Andalas)

Intisari

Globalisasi menuntut tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing secara nasional maupun internasional. Hal ini menjadi acuan bagi perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan mutu institusinya agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen. Peningkatan kualitas di perguruan tinggi dibuktikan dengan pencapaian akreditasi yang baik sehingga menciptakan kepuasan mahasiswa terhadap kualitas layanan akademik. Pemenuhan kepuasan mahasiswa menciptakan mahasiswa yang memiliki loyalitas kepada perguruan tingginya.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil survei awal terhadap pelayanan di Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang diketahui bahwa masih terdapat beberapa keluhan mahasiswa atas pelayanan akademik dan fasilitas penunjang. Keluhan tersebut mengindikasikan bahwa kualitas layanan akademik di kedua jurusan tersebut belum mampu memenuhi ekspektasi mahasiswa sebagai pelanggan yang mengharapkan standar pelayanan pendidikan yang terbaik sehingga menimbulkan kurangnya loyalitas mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan di kedua jurusan tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap kepuasan dan loyalitas mahasiswa di Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri. Data diperoleh dengan penyebaran kuisioner untuk 400 sampel yang telah ditentukan menggunakan stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki hubungan yang positif dan pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas mahasiswa. Dimensi yang paling berpengaruh terhadap kualitas pelayanan akademik di Jurusan Teknik Mesin adalah dimensi pelayanan non akademik. Dimensi yang paling berpengaruh terhadap kualitas pelayanan akademik di Jurusan Teknik Industri adalah dimensi pelayanan administrasi. Kepuasan mahasiswa di Jurusan Teknik Mesin perlu ditingkatkan mengingat Jurusan Teknik Mesin sudah terakreditasi A sejak tahun 2006. Kepuasan mahasiswa di Jurusan Teknik Industri juga perlu mendapat perhatian khusus demi memenuhi kepuasan mahasiswa sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan di Jurusan Teknik Industri sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam peningkatan akreditasi Jurusan Teknik Industri. Loyalitas mahasiswa di Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri dapat ditingkatkan dengan cara peningkatan kepuasan mahasiswa karena tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.

 

Hubungan Gaya Kepemimpinan Situasional Kepala Ruangan dengan Tugas Perawat Pelaksana dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Kepada Klien Diruang Rawat Inap RSUD Pasaman Barat

Intisari

Kepemimpinan organisasi rumah sakit memainkan peranan yang sangat penting bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu faktor penentu dalam pengelolaan kegiatan pelayanan kesehatan, untuk itu dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan asuhan keperawatan diperlukan suatu gaya kepemimpinan kepala ruangan agar pelaksanaan asuhan keperawatan tersebut sesuai dengan standar keperawatan dan dapat meningkatkan tugas perawat pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tugas perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Pasaman Barat. Desain penelitian ini mengunakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan kross sectional study dimana populasinya adalah seluruh perawat pelaksana yang bertugas diruang rawat inap RSUD Pasaman Barat yaitu ruang penyakit dalam, bedah, anak, kebidanan dan kelas yang berjumlah 63 orang, penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari-11 Maret 2010 dengan alat bantu kuesioner.

Hasil Penelitian

Analisa data secara univariat dan bivariat. hasil penelitian didapatkan bahwa 67% responden melaksanakan tugas kurang baik, 53% menyatakan gaya kepemimpinan situasional kepala ruangan baik. Berdasarkan hasil analisis dengan uji Corelasi Chi-Square diperoleh kesimpulan sebagai berikut : terdapat hubungan yang bermakna antara gaya kepemimpinan situasional kepala ruangan dengan tugas perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien (p = 0,001). Gaya kepemimpinan ini kurang sesuai diterapkan di RSUD Pasaman Barat, untuk itu perlu adanya alternative gaya kepemimpinan yang lain untuk dapat meningkatkan pelaksanaan tugas dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien. Kata kunci: kepemimpinan, perawat, asuhan keperawatan.

 

Motivasi Pekerja Pada Proyek Konstruksi di Kota Padang

Intisari

Ketatnya persaingan yang ada membuat perusahaan kontraktor harus dapat memaksimalkan potensi dan kemampuan yang ada terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia. Sementara itu, salah satu sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek konstruksi di lapangan adalah buruh lapangan (craft labour), yang terdiri atas berbagai macam tukang yang memiliki keahlian tertentu yang sering disebut juga sebagai tenaga terampil. Kinerja dari tenaga terampil ini akan dipengaruhi oleh motivasi kerjanya. Motivasi adalah salah satu faktor kunci untuk meningkatkan efektivitas suatu perusahaan. Motivasi sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah lingkungan sosial, budaya, dan individu masing-masing orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan yang mempengaruhi motivasi pekerja konstruksi dan menganalisis faktor-faktor motivasi yang mempengaruhi motivasi pekerja konstruksi. Adapun metode yang digunakan adalah dengan cara penyebaran kuisioner kepada seratus orang responden dari beberapa proyek di Kota Padang, serta melakukan wawancara kepada tiga orang pekerja proyek.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 5 faktor yang paling berpengaruh terhadap motivasi pekerja proyek konstruksi di Kota Padang secara umum, yaitu: (1) upah/gaji yang mencukupi, (2) Bonus dan upah tambahan, (3) bayaran yang diterima tepat waktu, (4) Adanya dukungan dari keluarga, (5) Adanya upah lembur.

Analisis Pemetaan Budaya Organisasi Menggunakan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) Pada Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro

Intisari

Budaya Organisasi perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan dan perubahan organisasi. Saat ini, banyak perusahaan tidak memahami pentingnya budaya organisasi sebagai faktor fundamental dalam perusahaan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro memiliki visi, misi, nilai, dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan pemetaan profil budaya harapan saat ini dan masa depan dapat menjadi salah satu masukan bagi suatu lembaga untuk bersiap menghadapi perubahan dan memahami apakah visi, misi, dan nilai-nilai yang telah ditetapkan itu dipahami dan dilestarikan sebagai budaya organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan OCAI (Organizational Culture Assessment Instrument). Survei dilakukan pada alumni, mahasiswa, staf, dan fakultas dengan ukuran sampel masing-masing strata 25 orang. Begitu hebatnya seluruh sampel adalah 100 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif sehingga dapat mengungkap dan menganalisis profil budaya FEB Undip saat ini dan diharapkan dalam beberapa tahun ke depan.

Hasil Penelitian

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan perbedaan antara persepsi budaya alumni saat ini, mahasiswa, staf, dan fakultas. Alumni, staf, dan staf pengajar merasa bahwa budaya perusahaan yang dominan adalah klan budaya. Sementara itu, siswa merasa budaya dominan saat ini adalah budaya hierarki. Ada kesamaan budaya yang diharapkan oleh semua pemangku kepentingan yaitu klan budaya. Tampaknya ada kecenderungan budaya klan yang lebih kuat sebagai jenis budaya yang diharapkan. Gambaran profil budaya ini FEB Undip dapat digunakan untuk pengambilan keputusan sesuai dengan visi, misi dan tujuan dari FEB Undip.

Analisis Produktifitas Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) (Studi Kasus: PT. Moradon Berlian Sakti)

Intisari

  1. Moradon Berlian Sakti merupakan salah satu industri manufaktur yang bergerak di bidang Die Casting dalam membuat spare part sepeda motor Honda, dan beberapa jenis produk lainnya, seperti kursi. Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya teknologi pada saat ini PT. Moradon Berlian Sakti selalu berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan keeksistensiannya dalam dunia industri. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikannya adalah masalah produktifitas. Penilaian produktifitas dapat dilihat dari perbandingan nilai input dan output perusahaan, baik dari segi material, modal, tenaga kerja dan energy yang digunakan. Setelah mengetahui tingkat atau indeks produktifitas dari perusahaan itu sendiri, maka pimpinan perusahaan akan mencoba mengevaluasi kondisi-kondisi yang dimana disana terjadi penyusutan produktifitas, sehingga hal tersebut akan mampu meningkatkan produktifitas perusahaan di masa yang akan datang

Hasil Penelitian

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka didapatkan bahwa tingkat indeks produktifitas pada tahun 2012, hampir bisa dikatakan merata mulai dari bulan Januari sampai Desember. Tetapi pada bulan Oktober produktifitas yang dihasilkan tinggi yaitu 94,33%. Hal tersebut dikarenakan bahwa indikator-indikator performansi yang ada pada bulan tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan pimpinan perusahaan. Sedangkan pada bulan Desember mengalami penurunan drastis yaitu menjadi 4,67%, hal tersebut disebabkan karena tingkat pengawasan dan pengontrolan yang kurang dari pihak perusahaan.

Analisa Dampak Kuliah Umum Kewirausahaan Terhadap Pembentukan Sikap dan Motivasi Kewirausahaan Mahasiswa Unand Padang1

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sejauhmana dampak kuliah umum kewirausahaan yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Andalas setiap hari Jum’at kepada pembentukaan sikap dan motivasi mahasiswa Unand Padang ditinjau dari persepsi mahasiswa mengenai materi, cara penyampaian, pengetahuan dan pengalaman narasumber, tingkat penguasaan, serta contoh-contoh usaha yang dijalankan narasumber.Kegiatan kuliah umum kewirausahaan ini diselenggarakan di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand Limau Manis. Sampel dan populasi yang digunakan sebagai objek penelitian ini adalah mahasiswa Unand yang mengikuti kuliah umum kewirausahaan pada satu kali kegiatan (one shot) kuliah umum berjumlah sebanyak 138 orang yang berasal dari bebrbagai fakultas yang ada di Unand. Kuliah umum kewirausahaan ini biasanya dihadiri berkisar antara 150 dan bahkan sampai lebih dari 500 orang mahasiswa. Studi ini dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner kepada mahasiswa sebanyak 23 pertanyaan tentang persepsi, bakat, dan motivasi kewirausahaan mahasiswa.

Hasil Penelitian

Hasil pengolahan data penelitian menunjukan bahwa terbukti sebesar 65,5% dan 56,2% bakat dan motivasi kewirausahaan mahasiswa dipengaruhi oleh persepsi mereka tentang kuliah umum kewirausahaan. Berarti sekitar 34,5% dan 43,8% bakat dan motivasi kewirausahaan mereka dipenegaruhi oleh variabel lain yang tidak disebutkan pada penelitian ini. Meskipun masih sangat sederhana dan bahkan mungkin masih banyak kekurangannya, diharapkan hasil penelitian ada dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang tertarik dan memerlukan masukan dari hasil penelitian ini. Kata kunci: Persepsi, Bakat dan Motivasi Kewirausahaan.

Pendayagunaan Sumber Daya Genetik Rumput Laut Sebagai Sumber Energi Alternatif di Masa Depan

Intisari

Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin menipis dan suatu saat dapat habis sama sekali. Pemakaian energi dari BBM juga menghasilkan polusi dan berakibat pada pemanasan global. Diperlukan upaya pengadaan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar yang bersumber dari fosil, sehingga perlu dikembangkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan seperti biofuel. Akan tetapi, proses budidaya beberapa tanaman sebagai sumber biofuel memerlukan lahan cukup luas dan lahan yang tersedia lebih diprioritaskan terhadap lahan budidaya tanaman pangan. Perairan Indonesia sebagai wilayah tropika memiliki sumberdaya plasma nutfah rumput laut sebesar 6,42% dari total biodiversitas rumput laut dunia. Luas wilayah yang menjadi habitat rumput laut di Indonesia sekitar 1,2 juta hektar sehingga rumput laut memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber bietanol tanpa harus menggunakan lahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan pangan. Teknik yang dilakukan adalah dengan proses hidrolisa, fermentasi,kemudian dilakukan pemurnian dengan distilasi.

Kompetensi Sumber Daya Manusia untuk Logistik Pelabuhan di PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur

Intisari

Standar kompetensi merupakan faktor penunjang keberhasilan dari tujuan suatu organisasi. Kompetensi sumber daya manusia yang tergambar dengan baik, akan membantu suatu organisasi untuk menentukan standar kerja dan harapan yang ingin dicapai dan dijadikan sebagai alat seleksi karyawan yang dapat memaksimalkan produktivitas suatu organisasi. Standar kompetensi yang dimiliki oleh PT Pelindo II, telah merepresentasikan kemampuan karyawan dibidang pendidikan, pelatihan dan pengalaman. Proses manajemen sumber daya manusia pada PT Pelindo I Cabang Teluk Bayur diatur seluruhnya pada kantor pusat PT Pelindo II di Jakarta. Sehingga kompetensi yang ada pada PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur merupakan kompetensi yang ditetapkan pada kantor pusat. PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur memiliki struktur organisasi yang fungsional. Ada tujuh divisi yang dimiliki oleh PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur, sedangkan ada empat divisi yang bertanggungjawab terhadap kegiatan logistic dan pelabuhan, yaitu divisi Kepanduan, Divisi Perencanaan dan Pengendalian, Divisi Usaha Terminal dan Divisi Terminal Peti Kemas. Keempat divisi ini akan saling berkoordinasi dalam melaksanakan kegiatannya dalam hal meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Teluk Bayur. kegiatan pelayanan Pelabuhan Teluk Bayur merupakan karakteristik dari kegiatan logistik, yaitu berupa transportasi dan penyimpanan. Perancangan standar kompetensi pada bidang logistik dan pelabuhan sebenarnya telah ada penelitian yang melakukannya, penelitian ini dilakukan di pelabuhan Taiwan dan Vietnam. Penelitian ini membandingkan kompetensi logistik dan pelabuhan pada sumber daya manusia. Anatomi kompetensi yang dikumpulkan oleh peneliti sebelumnya menemukan beberapa kelompok kompetensi, yaitu dari segi operasi pelabuhan, teknik kepelabuhanan, urusan logistik dan manajemen pelabuhan. Berdasarkan hal ini, diperlukan standar kompetensi bidang logistik dan pelabuhan pada PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur yang disesuaikan dengan anatomi kompetensi yang dihimpun oleh peneliti sebelumnya. Penetapan standar kompetensi ini perlu dilakukan mengingat PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur sebagai operator pelabuhan Teluk Bayur, yang merupakan salah satu pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo II, yang menjadi pusat kegiatan perekonomian di Sumatera Barat, tidak hanya disinggahi oleh kapal-kapal domestik namun juga oleh kapal dari negara lain.

Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu.

Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode Corelational Analysis dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Anutapura Palu yang dipilih dengan caraTotal sampling. Variabel independen yaitu stres kerja perawat diukur dengan kuisioner dan variabel dependen kinerja perawat diukur dengan kuisioner.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres kerja dalam kategori tinggi (54,8%) dan kinerja perawat sebagian besarnya termasuk dalam kategori kurang baik (83,3%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dan kinerja perawat (pvalue=0,031 dan OR = 0,117).

Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini dari hasil penelitian yang dilakukan mulai tanggal 20 april – 05 mei 2015 menunjukkan ada hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan pelayanan keperawatan. Dengan demikian, disarankan untuk para perawat agar lebih mengantisipasi atau menyelesaikan stres yang dialami dengan mekanisme koping yang adaptif sehingga tidak berpengaruh negative pada pelayanan keperawatan yang sesuai dengan standar asuhan keperawatan profesional.

Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Kepercayaan Diri Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Strata 1 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecerdasan emosional dan kepercayaan diri terhadap prestasi belajar. Pengambilan data digunakan menggunakan penyebaran kuesioner kepada mahasiswa strata 1 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Program pengolahan data yang digunakan adalah SPSS 16 untuk menganalisis hasil dari penelitian. Dari Hasil Penelitian, didapati bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, kepercayaan diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, kecerdasan emosional dan kepercayaan diri secara bersamaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa strata 1 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

Akuntabilitas Kinerja Perguruan Tinggi: (Studi Tentang Akuntabilitas Kinerja Universitas Negeri Padang Dan Universitas Andalas Provinsi Sumatera Barat)

Intisari

Akuntabilitas bagi setiap perguruan tinggi di Indonesia menjadi sebuah keharusan, karena perguruan tinggi perlu menjamin kinerja mereka terhadap para stakeholdersnya. Tetapi pada kenyataannya, masih terjadi kesenjangan antara realita dengan hakikat pendidikan tinggi di Indonesia. Kesenjangan yang dimaksud berkaitan dengan akuntabilitas kinerja semua komponen utama perguruan tinggi di antaranya adalah proses pembelajaran yang belum optimal, implementasi kurikulum yang belum stabil dan kurang tanggap terhadap kebutuhan mahasiswa, kompetensi dosen yang masih perlu ditingkatkan, fasilitas pembelajaran yang belum memadai, penelitian dan pengabdian yang belum menjadi andalan perguruan tinggi.

Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam tentang ketercapaian akuntabilitas kinerja perguruan tinggi di Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (UNAND). Secara rinci, fokus penelitian ini adalah untuk melihat (1) keterlaksanaan proses dan ketercapaian tujuan akuntabilitas kinerja perguruan tinggi pada komponen inti yaitu proses pembelajaran, (2) keterlaksanaan proses dan ketercapaian tujuan akuntabilitas kinerja perguruan tinggi pada komponen esensial yaitu kurikulum, dosen, fasilitas pembelajaran, pendanaan, dan penelitian dan (3) keterlaksanaan proses dan ketercapaian tujuan akuntabilitas kinerja perguruan tinggi pada komponen pendukung yaitu manajemen dan kepemimpinan.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji secara lebih mendalam tentang ketercapaian akuntabilitas kinerja semua pihak yang terkait dengan delapan (8) komponen universitas yaitu proses pembelajaran, kurikulum, dosen, fasilitas pembelajaran, pendanaan, penelitian dan pengabdian, manajemen dan kepemimpinan di UNP dan UNAND untuk memenuhi harapan stakeholdersnya yaitu pemerintah sebagai pemberi wewenang, mahasiswa sebagai penerima manfaat langsung atas layanan pendidikan, orang tua, mitra universitas, industri dan dunia usaha selaku pengguna lulusan universitas.

Pendekatan Penelitian

Metode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, studi dokumentasi dan observasi.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan proses dan ketercapaian tujuan akuntabilitas kinerja universitas dalam “pembelajaran” sudah memiliki pengelolaan proses pembelajaran yang cukup baik, namun pada prakteknya pembelajaran masih terfokus pada pengembangan hardskill mahasiswa sehingga softskill menjadi terabaikan. Dosen belum sepenuhnya menjadikan Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS atau Silabus) sebagai rambu-rambu utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran. (2) Keterlaksanaan proses dan ketercapaian tujuan akuntabilitas kinerja dalam komponen inti belum sepenuhnya memberikan dukungan terhadap kualitas proses pembelajaran. Kurikulum yang digunakan belum mampu memenuhi kebutuhan dan kompetensi lulusan terhadap dunia kerja. Dosen menjadi penggerak utama proses pembelajaran, kualifikasi dan skill dosen cukup memadai, tetapi rasio dosen dan mahasiswa yang belum ideal berpengaruh negatif terhadap kualitas pembelajaran. Fasilitas pembelajaran sangat memadai tetapi akses dan ketermanfaatannya untuk sivitas akademika masih menjadi persoalan. Penelitian dan pengabdian masih menjadi persoalan karena belum mendapatkan perhatian serius dari pimpinan universitas. Keterlibatan dosen yang masih rendah, jumlah penelitian yang masih sedikit dan publikasi hasil penelitian pada journal terakreditasi nasional maupun internasional yang masih sangat sedikit. (3) Keterlaksanaan proses dan ketercapaian tujuan akuntabilitas kinerja dalam komponen pendukung yaitu manajemen dan kepemimpinan sudah memadai dalam mendukung akuntabilitas kinerja universitas. Tetapi kualitas sumberdaya manusia menjadi persoalan terbesar dalam pelaksanaan tugas manajemen pada tingkat universitas. Sebagai alternatif solusi terhadap permasalahan yang dihadapi, peneliti merekomendasikan kerangka konseptual Model Akuntabilitas Kinerja Universitas untuk mewujudkan keterlaksanaan proses dan ketercapaian kinerja akuntabilitas dalam delapan (8) komponen utama universitas, yaitu proses pembelajaran, kurikulum, dosen, fasilitas pembelajaran, pendanaan, penelitian, manajemen dan kepemimpinan.

Penentuan Sistem Kompensasi Berdasarkan Risk Assessment Dan Performance Appraisal Karyawan (Studi Kasus: Petugas Operasional Pemadam Kebakaran Kota Padang)

Risiko adalah kemungkinan terjadinya yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan. Risiko dapat memberikan efek positif atau negatif. Salah satu pekerjaan yang memiliki risiko tinggi adalah pekerjaan pemadam kebakaran. Selain itu, seorang pemadam kebakaran yang disiplin, bertanggung jawab, dan bagus dalam kerja tim, mereka harus diberi hadiah karena motivasi mereka. Karena itu, kompensasi yang mereka dapatkan sama dengan potensi risiko dan prestasi kerja. Kompensasi risiko dan pencapaian termasuk dalam pembayaran ekstra pekerjaan berbahaya (pembayaran bahaya) dan bonus berdasarkan prestasi kerja seorang karyawan (upah pantas). Dibandingkan dengan sistem lama, sistem kompensasi akan meningkatkan pendapatan petugas pemadam kebakaran dari Rp 900.000 menjadi Rp 1.297.280 setiap bulan. Tambahan itu juga akan menambah anggaran Damkar dari Rp550.800.000 menjadi Rp779.935,156 setiap tahun.

Evaluasi Jumlah Tenaga Kependidikan Pada Program Studi Di Universitas Andalas Berdasarkan Beban Kerja

Intisari

Sumber daya manusia (SDM) memegang peranan penting dalam menentukan tingkat produktivitas suatu organisasi. Untuk memperoleh SDM yang berkualitas, diperlukan suatu proses perencanaan SDM yang baik. Universitas Andalas merupakan salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat yang memiliki 21376 orang mahasiswa dan 867 orang tenaga kependidikan yang terdiri dari 539 orang pegawai negeri sipil (PNS) dan 328 orang tenaga kerja honorer. Dari jumlah tersebut dapat diketahui rasio perbandingan total jumlah tenaga kependidikan dan jumlah mahasiswa yaitu 1:25. Sedangkan perbandingan jumlah tenaga kependidikan (PNS) dan jumlah mahasiswa adalah 1:40. Menurut pusat penjaminan mutu pendidikan bidang dikmen dan dikti, rasio ini merupakan kategori yang sangat baik. Meskipun jumlah tenaga kependidikan (PNS) sudah dikategorikan sangat baik, namun Universitas Andalas tetap menambah tenaga kependidikan dengan mempekerjakan 328 tenaga honorer. Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi beban kerja tenaga kependidikan pada sejumlah program studi di Universitas Andalas, agar dapat diketahui kondisi beban kerja tenaga kependidikan pada program studi yang sebenarnya.  Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini dimulai dengan pemilihan sampel unit tata usaha. Setelah itu dilakukan pengumpulan data berupa job description untuk mengidentifikasi tugas-tugas pokok dan elemen tugas pokok pekerjaan. Selanjutnya dilakukan pembagian elemen kegiatan produktif, tidak produktif dan pribadi untuk pengumpulan data penggunaan waktu kerja dengan metode work sampling. Selain itu juga dilakukan pengumpulan data mengenai beban tugas selama setahun, standar kemampuan waktu penyelesaian tugas karyawan administrasi akademik, jumlah hari kerja efektif dan waktu kerja efektif. Setelah mengumpulkan data-data tersebut dilakukan pengolahan data mengenai persentase penggunaan waktu kerja dan perhitungan jumlah kebutuhan karyawan administrasi akademik.

Hasil Penelitian

Berdasarkan perhitungan persentase penggunaan waktu kerja oleh karyawan administrasi akademik dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata penggunaan waktu kerja oleh karyawan administrasi akademik untuk kegiatan produktif adalah sebesar 48,35%, kegiatan tidak produktif 46,96% dan kegiatan pribadi 4,69%. Sedangkan berdasarkan perhitungan kebutuhan karyawan dengan analisis beban kerja dapat disimpulkan bahwa rata-rata beban kerja yang diberikan kepada karyawan administrasi akademik tidak sesuai dengan kapasitasnya, dalam hal ini rata-rata beban kerja tergolong rendah. Hal ini menyebabkan terjadinya kelebihan jumlah karyawan. Menurut hasil perbandingan jumlah kebutuhan karyawan terhadap jumlah karyawan actual yang terdapat di unit tata usaha, dapat diketahui bahwa terdapat 26.7% unit tata usaha yang telah sesuai jumlah aktualnya dengan jumlah perhitungan dan 73.3% unit tata usaha mengalami kelebihan jumlah karyawan.

Pengaruh Iklim Psikologis Dan Komitmen Organisasi Pada Kinerja Karyawan Universitas Andalas

Intisari

Pengaruh Iklim Psikologis dan Komitmen Organisasi pada Kinerja Karyawan Universitas Andalas Skripsi oleh Leonardo Firsta Pembimbing: Dr. Rahmi Fahmy, SE.MBA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh iklim psikologis dan komitmen organisasi pada kinerja karyawan. Objek penelitian adalah Universitas Andalas kondisi pada tahun 2013/2014. Penelatian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antar variabel independen dan dependen tersebut.

Pendekatan Penelitian

Data primer pada penelitian ini diperoleh dan dikumpulkan dengan mengirimkan kuesioner kepada para karyawan seluruh bagian Universitas Andalas. Sampel dalam penelitian ini adalah 235 karyawan dengan metode non probability sampling dan quota sampling untuk mewakili tiap bagian dari universitas. Alat analisis yang dugunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan adalah dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program AMOS18.0. Hasil analisis menunjukan bahwa dari kedua hipotesis yang diajukan keseluruhannya diterima.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Independen (Iklim Psikologis dan Komitmen Organisasi) secara siginifikan positif mempengaruhi variabel depanden kinerja karyawan.

Analisis Manajemen Risiko Pada Operasional Pelayanan Kapal Dan Barang Di Pt Pelindo II Cabang Teluk Bayur

Intisari

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) adalah perusahaan negara yang mengatur jalannya kegiatan di pelabuhan. Kegiatan operasional yang terjadi pada Pelabuhan Teluk Bayur tidak terlepas dari risiko -risiko yang dapat menyebabkan berbagai macam kendala da lam bahkan yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Ruang lingkup risiko operasional mencakup kerugian yang disebabkan oleh proses internal, kesalahan sumber daya manusia perusahaan, kerusakan atau kesalahan sistem, kerugian yang disebabkan kejadian dari luar perusahaan dan kerugian karena pelanggaran hukum atau peraturan oleh perusahaan. Manajemen risiko operasional sangat dibutuhkan pada Pelabuhan Teluk Bayur, karena di Pelabuhan Teluk Bayur manajemen risiko yang ada hanya bersifat control terhada p kegiatan yang berlangsung di pelabuhan ini. Pengumpulan data yang dilakukan pada proses manajemen risiko pada operasional pelayanan kapal dan barang di PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur berupa data primer dan sekunder . Dari data primer ini diperoleh daft ar-daftar risiko yang terjadi dan yang akan mungkin terjadi pada operasional pelayanan kapal dan barang di PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur. Data sekunder

merupakan data yang didapatkan dari pihak perusahaan, seperti data monitoring perencanaan penanganan risiko perusahaan. Identifikasi risiko menunjukkan terdapatnya 16 risiko yang terjadi pada operasional pelayanan kapal dan barang di PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur.

Hasil Penelitian

Hasil matriks penilaian risiko dan analisis dari peta perlakuan risiko menunjukkan risiko yang akan diprioritaskan dalam penanganan risiko , yaiturisiko kapal ter lalu lama berada di tambatan (R5),risiko terganggunya kegiatan B/M unitezed cargo (R1 9), dan dermaga tidak lagi mencukupi untuk melayani penyandaran kapal dan sebagian kondisinya sud ah rusak (R14 ). Usulan tindakan mitigasi untuk masing-masing penyebab risiko yang diprioritaskan adalah meningkatkan performansi kerja operator , perawatan , dan penambahan alat pengganti seperti reng kapal dan kren/alat angkat , memiliki perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG setiap harinya, menyediakan fasilitas tambahan pada dermaga , menetapkan waktu tunggu untuk masing -masing barang yang akan melakukan kegiatan di pelabuhan , membuat SOP untuk kegiatan B/M , mensosialisasikan SOP B/M pada pelabuhan -pelabuhan yang bekerja sama dan perusahaan yang memakai jasa pelabuhan , memperbaiki lapangan penumpukan, menambah lapangan penumpukan, menentukan jam operasi yang tepat , penambahan panjang dermaga, perbaikan lantai dermaga , dan perkuatan dermaga, serta penjadwalan p erawatan rutin untuk dermaga.

Evaluasi Kinerja Operasi Dan Pemeliharaan (O & P) Sistem Irigasi Di Daerah Irigasi Bandar Ubo Kabupaten Solok

Intisari

Irigasi Bandar Ubo merupakan salah satu irigasi yang terletak di Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok yang sumber airnya berasal dari Danau Atas dan Danau Bawah. Luas areal sawah yang diairi irigasi Bandar Ubo yaitu seluas 650 ha. Irigasi ini mengairi Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh, Nagari Koto Laweh dan Nagari Batu Banyak. Irigasi ini sangat berperan penting bagi masyarakat ke tiga nagari tersebut karena dalam aktifitas sehari-hari menggunakan air Irigasi Bandar Ubo terutama untuk pertanian di daerah tersebut. Permasalah yang ditemukan pada daerah Irigasi Bandar Ubo ialah pengaturan dan pendistribusian air yang tidak merata sehingga menyebabkan perselisihan antara petani. Dampak dari tidak meratanya pendistribusian air ialah berkurangnya produktivitas pertanian. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi kinerja operasi dan pemeliharaan sistem irigasi. Penelitian dilakukan pada daerah Irigasi Bandar Ubo Kabupaten Solok. Parameter-parameter yang digunakan untuk evaluasi kinerja operasi dan pemeliharaan sistem irigasi diantaranya kinerja fungsional infrastruktur jaringan irigasi (kondisi fisik infrastruktur jaringan irigasi dan kondisi fungsional infrastruktur jaringan irigasi), kinerja pelayanan air (tingkat kecukupan air dan tingkat ketepataan pemberian air), kinerja kelembagaan pemerintah (manajemen kelembagaan, ketersediaan dana dan sumber daya manusia) dan kinerja kelembagaan petani.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian, kondisi fisik infrastruktur dikategorikan buruk dengan nilai komponen 2, kondisi fungsional infrastruktur dikategorikan sangat buruk dengan nilai komponen 1, tingkat kecukupan air dikategorikan cukup dengan nilai komponen 3, tingkat ketepatan pemberian air dikategorikan terlambat dengan nilai komponen 2, manajemen kelembagaan dikategorikan sangat buruk dengan nilai komponen 1, ketersediaan dana dikategorikan kurang memadai dengan nilai komponen 2, sumber daya manusia dikategorikan sangat buruk dengan nilai komponen 1, kinerja kelembagaan petani dikategorikan buruk dengan nilai komponen 2. Jumlah total skor dari semua parameter-parameter kinerja operasi dan pemeliharaan jaringan Irigasi Bandar Ubo sebesar 1,81 sehingga kinerja operasi dan pemeliharaan (O & P) pada daerah Irigasi Bandar Ubo di kategorikan sedang.

 

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lama Mencari Kerja Lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Periode Wisuda Tahun 2013 -2016

Intisari

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi lama kerja lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Andalas periode 2013-2016. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan OLS (Ordinary Least Square). Data penelitian ini adalah data primer, dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang didistribusikan melalui media online dan diperoleh 305 responden. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah berapa lama mereka perlu mencari pekerjaan dan variabel independennya adalah IPK, soft skill, upah, jenis kelamin dan sektor pekerjaan.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin dan sektor pekerjaan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap durasi mencari pekerjaan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Universitas Andalas tahun 2013-2016. Sedangkan variabel IPK, soft skill, dan upah memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap lama kerja lulusan S1, Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Universitas Andalas tahun kelulusan 2013-2016.

Pengaruh Budaya Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Lembah Karet Kota Padang

Intisari

Perubahan lingkungan yang cepat menuntut organisasi untuk merespon perubahan yang terjadi agar tetap bertahan dalam persaingan global. Perubahan organisasi akan membawa dampak terhadap setiap individu yang berada dalam organisasi. Setiap karyawan yang menjadi bagian dari suatu organisasi dituntut untuk mengembangkan dan merealisasikan kompetensinya secara penuh. Organisasi akan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan. Organisasi harus semakin fleksibel untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan persaingan yang kompetitif. Fleksibilitas organisasi ditentukan oleh sumberdaya yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi, hal ini menjadikan organisasi memiliki keunggulan kompetitif sehingga dapat memenangkan persaingan. Di era saat ini, perusahaan harus memiliki kinerja yang lebih baik dan dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di dalamnya untuk mencapai keunggulan dalam persaingan. Secara umum sumber daya manusia bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan melalui pembentukan sumber daya manusia yang handal.

Karyawan merupakan bagian dari proses produksi, dimana mereka mempunyai kewajiban untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Pengelolaan budaya perusahaan diarahkan kepada kemampuan budaya untuk mendorong meningkatkan kinerja perusahaan melalui peningkatan kinerja karyawannya.

Menurut Robbins (2005) dalam setiap organisasi, budaya organisasi merupakan falsafah, ideologi, nilai-nilai, anggapan, keyakinan, harapan, sikap dan norma-norma yang dimiliki secara bersama serta mengikat dalam suatu komunitas tertentu. Budaya yang produktif adalah budaya yang dapat menjadikan organisasi menjadi kuat serta mampu mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Budaya organisasi berbeda dengan peraturan. Peraturan dibuat untuk mengikat dan memaksa serta memberi sanksi bagi setiap pelanggarnya. Sedangkan budaya organisasi tidak dapat dipaksa. Jika ada yang melanggar budaya organisasi, maka hukuman yang ada akan bersifat psikis karena pelanggarnya berkemungkinan menjadi bahan pembicaraan atau tidak disukai oleh rekan kerjanya. Budaya dilaksanakan untuk melaksanakan suatu kesepakatan, tanpa ada paksaan (Sobirin, 2007). Budaya organisasi menunjukkan persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi. Diharapkan bahwa individu-individu dengan latar belakang organisasi yang berbeda cendrung mendeskripsikan budaya organisasi dalam istilah-istilah yang serupa.

Tujuan perusahaan pada umumnya adalah mencari laba. Untuk itu perusahaan dituntut agar dapat mengelola dengan baik sumber daya yang dimiliki agar tujuan tercapai. Tujuan akan tercapai apabila karyawan memiliki komitmen yang tinggi terhadap perusahaan. Dengan komitmen dan kontribusi yang diberikan karyawan terhadap organisasi, karyawan akan mendapatkan imbalan yang sesuai. Luthans (2006) mendefinisikan komitmen organisasi sebagai sebuah sikap yang merefleksikan loyalitas karyawan kepada organisasi dan merupakan suatu proses berkelanjutan dimana anggota organisasi mengungkapkan perhatian mereka terhadap organisasi, terhadap keberhasilan organisasi serta kemajuan yang berkelanjutan. Menurut Rivai (2004) dalam organisasi sektor publik maupun sector swasta, ikatan batin antara karyawan dengan organisasi dapat dibangun dari kesamaan visi, misi, tujuan organisasi, dan ikatan kerja. Sehingga bila setiap karyawan memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan prestasi yang baik bagi perusahaan, tentunya kinerja karyawan akan meningkat.Organisasi pada umumnya percaya bahwa untuk mencapai keunggulan harus mewujudkan kinerja individual yang setinggi-tingginya, karena pada dasarnya kinerja individu mempengaruhi kinerja tim atau kelompok kerja dan pada akhirnya mempengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan. Kinerja menurut Prawirosentono (2000) adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum, sesuai dengan moral dan etika. Dengan demikian, baik buruknya kinerja karyawan dilihat dari kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?