HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pengenaan Pajak: Dampak Meminimalisasi Pajak Pertambahan Nilai Atas Pengenaan Pajak

Judul Tesis: Analisa Dampak Meminimalisasi Pajak Pertambahan Nilai Atas Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai terhadap Barang Pemberian Cuma-Cuma pada Perusahaan XXX

 

A. Latar Belakang

Perusahaan adalah merupakan suatu organisasi, sedangkan definisi organisasi itu sendiri adalah sesuatu yang abstrak, sulit dilihat tapi bisa kita rasakan eksistensinya. Hampir dalam semua aspek kehidupan keberadaan organisasi ini bisa kita rasakan, walaupun organisasinya sendiri tidak dapat dilihat ataupun diraba. Sebagai seorang warga negara misalnya, bisa kita rasakan adanya bermacam-macam peraturan, seperti keharusan mempunyai kartu penduduk, membayar pajak, dan sebagainya, yang menunjukkan adanya organisasi yang melingkupi dan mengatur peri kehidupan kita, walaupun organisasi yang mewajibkan peraturan-peraturan tersebut tidak pernah bisa kita lihat atau kita raba. Didalam organisasi terdapat lingkungan organisasi, Lingkungan organisasi secara umum dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak terhingga (infinit) dan mencakup seluruh elemen yang terdapat diluar suatu organisasi. Lingkungan bisa diartikan sebagi seluruh elemen yang terdapat diluar batas-batas organisasi, yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi sebagian ataupun suatu organisasi secara keseluruhan.

Keadaan lingkungan Perusahaan atau organisasi bisa dipahami melalui analisis terhadap segmen-segmen lingkungan organisasi. Sebagian orang berpendapat bahwa lingkungan suatu organisasi terdiri dari 9 segmen yaitu: Industri, bahan baku, tenaga kerja, keuangan pasar, teknologi, kondisi ekonomi, pemerintah dan kebudayaan.

 

B. Pokok Permasalahan

  1. Bagaimanakah perlakuan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas pemberian Cuma-Cuma ditinjau dari konsep dan teori Pajak Pertambahan Nilai (VAT)?
  2. Bagaimana tax planning PPN pemberian Cuma-Cuma atas pemberian barang hasil produksi dalam rangka penjualan?
  3. Bagaimana tax planning PPN pemberian Cuma-Cuma atas pemberian barang bukan hasil produksi dalam rangka pemasaran?

 

C. Tinjauan Literatur Tesis

Strategi Pemasaran melalui Media Informasi

Perusahaan didalam melakukan strategi pemasarannya dapat melakukan strategistrategi melalui; iklan di televisi, iklan di media massa, iklan spanduk-spanduk. Atas strategi pemasaran ini memang perusahaan membutuhkan biaya atau dana yang cukup besar untuk melakukan pemasaran tersebut, akan tetapi dengan pemasaran melalui iklan ditelevisi, iklan di media massa, iklan spanduk-spanduk diharapkan iklan tersebut dapat merubah image masyarakat atau masyarakat akan mengikuti pesan dari iklan tersebut.

Pengertian Pajak Pertambahan Nilai (VAT)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah suatu jenis pajak yang dikenakan atas nilai tambah (added value) dari suatu barang atau jasa yang ditransaksikan. Dari pengertian tersebut tampak bahwa nilai tambah merupakan hal yang sangat penting dan mendasar dalam analisis dan pembahasan mengenai PPN.

Pengertian Perencanaan Pajak (Tax Planning)

Dari pengertian tersebut diatas dapat dikatakan bahwa perencanaan pajak adalah proses pengambilan melalui pertimbangan segala faktor pajak (tax factor) yang relevan dan material bukan faktor pajak (non tax factor) untuk menentukan: apakah; kapan; bagaimana; dan dengan siapa, untuk melakukan transaksi, operasi, hubungan dagang yang memungkinkan tercapainya beban pajak pada tax effect yang serendah mungkin dan sejalan dengan tujuan perusahaan.

D. Metode Penelitian

Sebelum data kualitatif dan data kuantitatif dikumpulkan, terlebih dahulu dilakukan studi literature.

Wawancara atau komunikasi ini berlangsung dalam bentuk tanya jawab dalam hubungan tatap muka, sehingga gerak dan mimik responden merupakan pola media yang melengkapi kata- kata secara verbal.

Pada dasarnya, penelitian ini adalah penelitian kualitatif.

 

E. Kesimpulan

  1. Pemberian Cuma-Cuma dengan sudah sesuai dengan konsep dan teori Value Added Tax, dimana penyerahan pemberian Cuma-Cuma adalah penyerahan kena pajak (taxable supply) adalah penyerahan atau transaksi yang dikenakan pajak.
  2. Pada dasarnya penyerahan kena pajak (taxable supply) adalah penyerahan atau transaksi yang dikenakan pajak. Ketika penyerahan kena pajak terjadi dan dilakukan oleh pengusaha kena pajak, maka harus dikenakan pajak dan dipungut PPN. Jadi prinsipnya, jika tidak ada yang dibayar atau terutang atas penyerahannya, maka tidak ada penyerahan yang terutang pajak. Namun demikian, diperlukan suatu tindakan pengamanan, bila dalam prakteknya ternyata terjadi situasi dimana atas penyerahan tersebut, tidak ada pembayaran atau seolah menjadi bukan penyerahan terutang pajak. Misalnya, pengusaha kena pajak memberikan sumbangan, hadiah atas barang yang sama, yang pada tujuan awalnya adalah untuk kegiatan usahanya, maka harus dikategorikan sebagai penyerahan yang terutang pajak. Demikian pula, jika pedagang menggunakan/ mengkonsumsi sendiri barang dagangannya (tujuan awal membeli barang adalah untuk dijual kembali), maka harus dikenakan PPN atas pemakaian sendiri barang tersebut. Alasannya adalah bahwa pada waktu pedagang tersebut membeli barang dan membayar PPN, maka pajak yang telah dibayar (pajak masukannya) sudah dikreditkan. Jadi jika tidak ada faktor yang mengimbanginya (offseeting) terhadap pajak keluarannya, maka akan terjadi subsidi terselubung (hidden subsidy) atas sumbangan dan konsumsi pemakaian sendiri oleh pedagang tersebut.
  3. Seperangkat ketetentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia telah menjelaskan berbagai aspek pemajakan atas pemberian Cuma-Cuma untuk tujuan perpajakan yang meliputi: subyek pajak dan persyaratannya, obyek pajak pertambahan nilai atas pemberian Cuma-Cuma, prosedur pelaksanaan dan persetujuan pemberian Cuma-Cuma atas barang produksi maupun barang bukan produksi serta implikasi perpajakannya dan dispute-dispute / perbedaan pendapat antara wajib pajak dan pihak pajak.

 

Contoh Tesis Pengenaan Pajak

  1. Analisa Dampak Meminimalisasi Pajak Pertambahan Nilai Atas Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai terhadap Barang Pemberian Cuma-Cuma pada Perusahaan XXX
  2. Analisis Penerapan Prinsip Keadilan dan Prinsip Kepastian Hukum pada Dasar Pengenaan Pajak Reklame (Studi Kasus di Propinsi DKI Jakarta)
  3. Alternatif Penerapan Pengenaan PPN Atas Kegiatan Membangun Sendiri Sebagai Perwujudan Keadilan Pajak dan Penghindaran Efek Pajak Berganda
Incoming search terms:

Leave a Reply