HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Pendidikan: Pengukuran Kinerja brdsrkn Balanced Scorecard sbg Informasi bg Manajemen

Judul Tesis : Pengukuran Kinerja Berdasarkan Balanced Scorecard sebagai Informasi Bagi Manajemen pada PD. BPR BKD Karanganyar Tahun 2008

 

A. Latar Belakang

Pemakaian penilaian kinerja tradisional yaitu melalui ROI, Profit Margin dan Rasio Operasi belum cukup mewakili untuk menyimpulkan apakah kinerja yang dimiliki oleh suatu perusahaan sudah baik atau belum. Hal ini disebabkan karena ROI, Profit Margin dan Rasio Operasi hanya menggambarkan pengukuran efektivitas penggunaan aktiva serta laba dalam mendukung penjualan selama periode tertentu. Ukuran keuangan tidak memberikan gambaran yang riil mengenai keadaan perusahaan karena tidak memperhatikan hal-hal lain di luar sisi finansial misalnya sisi pelanggan yang merupakan fokus penting bagi perusahaan dan karyawan, padahal dua hal tersebut merupakan roda penggerak bagi kegiatan perusahaan (Kaplan dan Norton, 2000).

Beberapa perusahaan, saat ini telah menggunakan sistem pengukuran kinerja yang didasarkan pada finansial dan nonfinansial. Kecenderungan untuk mengkombinasikan kedua ukuran inilah yang mendorong lahirnya suatu sistem pengukuran kinerja baru yang telah dikembangkan, yaitu Balanced Scorecard yang didefinisikan sebagai; seperangkat ukuran yang memberikan pandangan yang menyeluruh mengenai bisnis kepada para manajer secara cepat dalam lingkungan yang kompleks untuk sukses dalam persaingan. Metode ini dapat menterjemahkan misi dan strategi ke dalam set penaksiran kinerja secara menyeluruh yang akan dapat menghasilkan kerangka kerja untuk strategi penaksiran dan sistem manajemen. Balanced Scorecard sebagai suatu alternative Gilarso, T. 1992. Pengantar Ilmu Ekonomi Bagian Makro. Kanisius. Yogyakarta.

 

B. Rumusan Masalah

“Bagaimana kinerja PD. BPR BKD menurut kaidah pengukuran Balanced Scorecard sebagai informasi bagi manajemen?”

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pengukuran Kinerja

Mulyadi (2001: 415) menyatakan bahwa “pengukuran kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya”. Mardiasmo (2002: 121) menyatakan bahwa “sistem pengukuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu manajer publik menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur finansial dan nonfinansial”.

Pengertian Balanced Scorecard

Balanced scorecard terdiri dari dua kata, yaitu scorecard dan balanced. Scorecard adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja. Sedangkan yang dimaksud Balanced adalah berimbang, pengukuran kinerja tidak hanya menekankan pada ukuran keuangan tetapi juga nonkeuangan melalui empat prespektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pertumbuhan dan pembelajaran.

Perspektif Customer

Perspektif customer dalam Balanced Scorecard mengidentifikasikan bagaimana kondisi customer mereka dan segmen pasar yang telah dipilih oleh perusahaan untuk bersaing dengan kompetitor mereka. Segmen yang telah mereka pilih ini mencerminkan keberadaan customer tersebut sebagai sumber pendapatan mereka. Kaplan dan Norton (2000: 59) membagi ukuran dalam perspektif customer menjadi dua kelompok, kelompok pertama (kelompok pengukuran pelanggan utama) merupakan ukuran generik yang sering digunakan perusahaan yaitu, pangsa pasar, retensi pelanggan, akuisisi pelanggan, kepuasan pelanggan, dan profibilitas pelanggan.

 

D. Metode Penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.

Strategi penelitian yang digunakan adalah strategi tunggal terpancang, bila ditinjau dari apek yang diteliti, penelitian ini merupakan study kasus (case study).

Dalam penelitian ini penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling.

Sumber data yang digunakan adalah informan, dokumen dan arsip.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen.

Validitas data dengan triangulasi sumber dan review informan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil pengukuran kinerja PD. BPR BKD Karanganyar dilihat dari perspektif keuangan secara umum dinilai kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan pendapatan yang mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2007 sebesar 22,96% dan 38,58% pada tahun 2008 dan dinilai baik, perubahan biaya yang mengalami peningkatan dari tahun 2007 sebesar 21,37% dan tahun 2008 sebesar 43,89% sehingga dinilai kurang baik, tingkat ROA yang mengalami penurunan dari tahun 2006-2008 sebesar 3,23%, 2,62% dan 2,18% dan dinilai kurang, tingkat ROE yang mengalami penurunan pada tahun 2006 sebesar 17,43%, tahun 2007 sebesar 12,71% dan tahun 2008 sebesar 11,51%. dan dinilai kurang dan tingkat Leverage Ratio yang dinilai cukup yaitu dari 73,87% di tahun 2006, 79,28 di tahun 2007 dan 74,82% di tahun 2008 .
  2. Hasil pengukuran kinerja dilihat dari perspektif customer secara umum dinilai baik. Hal ini dapat dilihat dari customer acquisition yang mengalamipeningkatan dari 6,99% pada tahun 2007 menjadi 7,28% pada tahun 2008, customer retention yang mengalami peningkatan dari 98,10% pada tahun 2007 menjadi 98,34% pada tahun 2008 dan customer satisfaction yang mengalami peningkatan dari 93,24% di tahun 2006; 94,26% di tahun 2007 dan 94,29% di tahun 2008.
  3. Hasil pengukuran kinerja dilihat dari perspektif proses bisnis internal secara umum dinilai baik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan pendapatan dari penjualan produk atau jasa dari proses inovasi dan operasi yang dilakukan yang dinilai baik dan tingkat Respond Times yang mengalami peningkatan dari 20 menit pada tahun 2006 menjadi 10 menit pada tahun 2008 yang menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pelayanan terhadap pelanggan.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Metode SQ3R pada Siswa Kelas X.3 SMA
  2. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Peranan Aparat Kelurahan terhadap Kesadaran Wajib
  3. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Metode SQ3R Pada Siswa Kelas X
  4. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Jigsaw II terhadap Prestasi Belajar ditinjau
  5. Pembelajaran Keterampilan Berbicara di SMP Negeri 3 Salatiga

 

Leave a Reply