HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Contoh Tesis Sistem Pengukuran Kinerja menurut Teori dan Pendapat Ahli dan Contoh Tesis tentang Sistem Pengukuran Kinerja

Gambaran dari Sistem Pengukuran Kinerja

Definisi Sistem Pengukuran Kinerja

Pengertian kinerja (performance) menurut Drucker (2002:134) adalah “Tingkat prestasi atau hasil nyata yang dicapai kadang-kadang dipergunakan untuk memperoleh suatu hasil positif”. Kinerja juga didefinisikan sebagai keberhasilan personel dalam mewujudkan sasaran strategik di empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan (Mulyadi,2007:363)

 

Pengukuran kinerja adalah proses penilaian kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya, termasuk informasi atas: efisiensi penggunaan sumber daya dalam menghasilkan barang dan jasa; kualitas barang dan jasa (seberapa baik barang dan jasa diserahkan kepada pelanggan dan sampai seberapa jauh pelanggan terpuaskan); hasil kegiatan dibandingkan dengan maksud yang diinginkan, dan efektivitas tindakan dalam mencapai tujuan (Robertson, 2002 dalam Mohamad Mahsun, 2006: 25).

Pengukuran kinerja (Performance Measurement) merupakan siklus dari sistem manajemen kerja (performance management system) (Suwignjo dan Vanany, 2003). Menurut bacal (2002), manajemen kinerja merupakan proses komnikasi yang berlangsung terus-menerus, yang dilaksanakan berdasarkan kemitraan, antara seorang karyawan dengan penyedia langsungnya.Implementasi Sistem Pengukuran Kinerja (Performance Measurement System) dalam organisasi seringkali belum difahami, apa itu performance measure, Performance Measurement dan Performance Measurement System.

Manfaat Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi suatu organisasi, pengukuran kinerja menurut Lynch dan Cross (1993) dalam Sony Yuwono dkk (2006:29) bermanfaat untuk:

  1. Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggan sehingga akan membawa perusahaan lebih dekat pada pelanggannya dan membuat seluruh orang dalam organisai terlibat dalam upaya memberi kepuasan kepada pelanggan.
  2. Memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata rantai pelanggan dan pemasok internal.
  3. Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya-upaya pengurangan terhadap pemborosan tersebut.
  4. Membuat suatu tujuan strategis yang biasanya masih kabur menjadi lebih konkret sehingga mempercepat proses pembelajaran organisasi.
  5. Membangun konsensus untuk melakukan suatu perubahan dengan memberi ”reward” atas perilaku yang diharapkan tersebut.

Karakteristik dalam Pengukuran Kinerja

Menurut Gaspersz (2011:181), karakteristik yang biasa digunakan oleh organisasi kelas dunia dalam menerapkan balanced scorecard untuk mengevaluasi sistem pengukuran kinerja mereka adalah:

  1. Biaya yang dikeluarkan untuk pengukuran kinerja tidak lebih besar daripada manfaat yang diterima.
  2. Pengukuran harus dimulai pada permulaan program balanced scorecard. Berbagai masalah yang berkaitan dengan kinerja beserta kesempatankesempatan untuk meningkakannya harus dirumuskan secara jelas.
  3. Pengukuran harus terkait langsung dengan tujuan-tujuan strategis yang dirumuskan kisi strategis dan harus memiliki paling sedikit satu pengukuran.
  4. Pengukuran harus sederhana serta memunculkan data yang mudah untuk digunakan, mudah dipahami, dan mudah melaporkannya.
  5. Pengukuran harus dapat diulang terus-menerus, sehingga dapat diperbandingkan.
  6. Pengukuran harus dilakukan pada sistem secara keseluruhan, yang menjadi ruang lingkup balanced scorecard.
  7. Pengukuran harus dapat digunakan untuk menetapkan target, mengarah ke peningkatan kinerja di masa mendatang.
  8. Ukuran-ukuran kinerja dalam program balanced scorecard yang diukur itu seharusnya telah dipahami secara jelas oleh semua individu yang terlibat.
  9. Pengukuran seharusnya melibatkan semua individu yang berada dalam proses terlibat dengan program balanced scorecard.
  10. Pengukuran harus akurat, dapat diandalkan, dapat diverifikasi sehingga dapat diterima dan dipercaya sebagai sahih (valid) oleh mereka yang akan menggunakannya.
  11. Pengukuran harus berfokus pada tindakan korektif dan peningkatan, bukan sekadar pada pemantau (monitoring) atau pengendalian.

Contoh Tesis tentang Sistem Pengukuran Kinerja

Contoh Tesis 1: ANALISIS PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD DI BMT LOGAM MULIA

Human Resources Scorecard (HRSC) merupakan sebuah metode pengukuran sumber daya manusia secara detail. Metode ini mengukur sumber daya manusia dari empat perspektif yaitu; financial, pelanggan, operasi dan strategi. Artikel ini bertujuan untuk mengukur kinerja karyawan dengan metode HRSC. Data diperoleh dari dokumentasi dan wawancara dan dianalisis dengan metode HRSC dari berbagai perspektifnya. Hasil kajin menunjukkan bahwa dariperspektif financial kinerja karyawan KSPS BMT “X” tahun 2013 sebesar 2.17 (kategori kurang) dan tahun 2014 sebesar 3.17 (kategori baik). Dan dari perspektif pelanggan pada tahun 2013 sebesar 3 (kategori sedang) dan tahun 2014 sebesar 3.79 (kategori baik). Sedangkan perspektif operasi pada tahun 2013 sebesar 3.18 (kategori sedang) dan tahun 2014 sebesar 4 (kategori baik). Manakala perspektif strategi di tahun 2013 sebesar 3 (kategori sedang) dan tahun 2014 sebesar 3.88 (kategori baik). Dan secara komprehensif dengan melihat empat perspektif HRSC secara menyeluruh dihasilkan, pada tahun 2013 sebesar 3.01 (kategori sedang) dan tahun 2014 sebesar 3.85 (kategori baik).

Contoh Tesis 2 : SISTEM PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA PT BANK PAPUA)

Studi ini meneliti bagaimana pengukuran kinerja dan organisasi sektor publik untuk menguji keberadaan teori institusional isomorphisme pada pengukuran kinerja organisasi di Bank Pemerintah Daerah, khususnya PT Bank Papua. Penelitian ini menggunakan metode campuran yang menggabungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Alat analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square dan dikombinasikan dengan hasil wawancara. Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Papua pusat dan responden manajer baik dari tingkat strategis dan manajerial. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan pengukuran kinerja di PT Bank Papua mengadopsi pengukuran kinerja Balanced Scorecard untuk mendapatkan akurasi pengukuran. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada institusional isomorfisma pada pelaksanaan pengukuran kinerja di PT. Bank Papua, terutama mimetic isomorfisma.

Contoh Tesis 3 : PERBANDINGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN

Kinerja perusahaan merupakan ukuran tingkat keberhasilan manajemen dalam mengelola sumber daya perusahaan guna menciptakan nilai bagi pemegang saham atau stakeholders. Banyak sistem pengukuran kinerja perusahaan dapat digunakan, namun sistem pengukuran kinerja masa depan tidak lagi terbatas pada pengukuran kinerja keuangan semata, namun lebih komprehensif dan terintegrasi pada aspek non keuangan dengan cakupan pengukuran pada lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Terdapat tiga sistem pengukuran kinerja yang memenuhi kriteria tersebut yaitu BSC, IPMS, dan Prims. Metode penelitian ini menggunakan metoda deskriptif analisis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai ketiga sistem tersebut sehingga mendapatkan sistem terbaik untuk dipilih. Ketiga sistem tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga pilihan terbaik adalah kecocokan sistem pengukuran kinerja dengan kondisi perusahaan dan kapabilitas pengambil keputusan.

Contoh Tesis 4: Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Metode Balanced Scorecard (Studi Kasus BUMD ABC Kota Bogor)

Seiring dengan penerapan ketentuan terkait perusahaan daerah di wilayah Pemerintahan Kota Bogor, BUMD ABC (Perseroan) berinisiasi untuk merancang sistem pengukuran kinerja yang tepat dan terukur. Penelitian ini bertujuan menerjemahkan dan memetakan visi, misi, dan moto Perseroan ke dalam tujuan strategis, menentukan indikator keberhasilan kinerja, dan merancang sistem penilaian kinerja Perseroan berdasarkan Balanced Scorecard (BSC). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, wawancara, dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dengan direksi dan pejabat struktural Perseroan menjadi responden penelitian melalui pengumpulan sampel tidak acak. Data kemudian diolah dengan alat analisis manajemen strategis (matriks SWOT, matriks internal eksternal, QSPM). Hasilnya adalah dalam proses perancangan dengan analisis, faktor keunggulan operasional, pertumbuhan usaha, dan loyalitas pelanggan menjadi tujuan strategis perusahaan yang ingin dicapai. Terdapat empat belas indikator kinerja yang tepat bagi Perseroan berdasarkan BSC dengan target yang selaras dengan RKAP dan ketentuan Dewan Direktur. Rancangan sistem penilaian ini kemudian dituangkan dalam bentuk kertas kerja evaluasi sebagai panduan bagi Perseroan dalam menjalankan bisnisnya.

Contoh Tesis 5 : Peran Sistem Pengukuran Kinerja Komprehensif dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Manajerial

Sistem pengukuran kinerja berperan untuk membantu mengkomunikasikan harapan-harapan organisasi, memonitor kemajuan dan perkembangan, menyediakan informasi umpan balik dan memotivasi dalam pencapaian kinerja. Sistem pengukuran kinerja memiliki dimensi yang terkait dengan karakteristik indikator kinerja metric yang merupakan alat pengukurnya. Indikator dan metrik yang telah ditetapkan dalam sebuah sistem pengukuran kinerja sangat tergantung juga pada gaya kepemimpinan atau atasan yang berperan dalam menginisiasi dan mempertimbangkan pelaksanaan suatu sistem pengukuran kinerja.Tujuan penelitian ini adalah menguji peran sistem pengukuran kinerja dan peran gaya kepemimpinan serta interaksi antara keduanya terhadap kinerja manajerial. Data diperoleh melalui mail survei pada sub unit manajer pada perusahaan manufaktur yang listing pada Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pengukuran kinerja dan peran gaya kepemimpinan memiliki hubungan postif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Namun demikian, interaksi antara keduanya terhadap kinerja manajerial tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian ini memberikan informasi akan pentingnya suatu sistem pengukuran kinerja dalam suatu organisasi. Selain perlunya suatu sistem pengukuran kinerja, penting kiranya adanya gaya kepemimpinan yang berfungsi sebagai inisiator dan pemberi pertimbangan terkait dengan metrik indikator terkait dengan sistem pengukuran kinerja dalam rangka mencapai tujuan manajerial dan pencapaian tujuan organisasi.

Contoh Tesis 6 : PENGARUH PENERAPAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DAN SISTEM PENGHARGAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT.BANK SULUT CABANG AMURANG

Kinerja karyawan merupakan unsur yang penting dalam sebuah perusahaan karena kinerja karyawan akan dapat menentukan kesuksesan suatu perusahaan. kinerja juga merupakan kualitas hasil kerja individu didalam organisasi dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang berlaku dalam suatu organisasi. perusahaan juga perlu menerapkan sistem akuntansi manajemen sebagai mekanisme untuk memotivasi dan mempengaruhi perilaku karyawan dalam berbagai cara yang memaksimalkan kesejahteraan organisasi dan karyawan. sistem akuntansi manajemen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sistem pengukuran kinerja dan sistem penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pengukuran kinerja dan sistem penghargaan terhadap kinerja karyawan di PT.Bank Sulut Cabang Amurang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode asosiatif dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian hipotesis pertama menyatakan tidak berpengaruh signifikan dan hasil pengujian hipotesis kedua  menyatakan berpengaruh signifikan. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa sistem pengukuran kinerja dan sistem penghargaan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Contoh Tesis 7: Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Pendekatan Balance Scorecard

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja RRI Makassar dan PT. Radio Makassar Cipta Perdana (Delta FM) dengan pendekatan Balanced Scorecard Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan, seluruh klien dan seluruh karyawan RRI Makassar dan PT. Radio Makassar Cipta Perdana (Delta FM), sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah neraca dan laporan laba rugi selama 4 (empat) tahun terakhir (2015-2018), 30 responden klien RRI Makassar dan PT. Radio Makassar Cipta Perdana (Delta FM) yang diambil secara tidak sengaja, serta 148 karyawan RRI Makassar dan 15 karyawan dari Delta FM Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui perspektif keuangan nilai ROI yang diperoleh cukup baik dan nilai TATO cukup memadai. Sedangkan pada perspektif pelanggan yang menggunakan indeks kepuasan pelanggan, hasilnya menunjukkan bahwa pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Perspektif proses bisnis internal pada inovasi dikategorikan baik, demikian juga perhitungan ESDM yang menunjukkan bahwa kinerja operasional dalam proses bisnis internal sudah efektif. Selanjutnya dari perspektif pembelajaran dan pengembangan menunjukkan bahwa nilai indeks kepuasan karyawan berada pada kategori puas.

Contoh Tesis 8 : Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja dengan Metode Balanced Scorecard

Lingkungan kerja yang kompetitif, perusahaan membutuhkan suatu perencanaan untuk menciptakan masa depan organisasi melalui perubahan yang dilakukan sejak sekarang. Selama ini, PT Mayatama Manunggal Sentosa hanya fokus pada keuangan sambil mengukur kinerja. Namun pada kenyataannya perusahaan sering mendapat keluhan dari pelanggan sehingga diperlukan suatu metode tertentu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Untuk menyimpulkan masalah tersebut, digunakan metode Balanced Scorecard karena metode tersebut menerjemahkan visi, misi, dan strategi organisasi secara seimbang melalui empat perspektif. Yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, proses bisnis internal serta proses pembelajaran dan pengembangan. Dari sistem pengukuran prestasi kerja PT Mayatama Manunggal Santosa terdapat tujuan strategis, Key Performance Indicator dan peta strategi. Kemudian ada pembobotan strategi melalui Analytical Hierrarchy Process (AHP) sedangkan tahap selanjutnya adalah sistem hubungan antara perspektif dan tujuan strategis yang diperuntukkan untuk memetakan strategi. Hasil kinerja periode ketiga 2007 dengan menggunakan metode OMAX dan Traffic Light System didapatkan 13 KPI indikator hijau, 8 KPI warna kuning dan hanya 1 KPI warna merah, merupakan jumlah produksi kaca tempered, sehingga perlu manajemen. untuk melakukan perbaikan tepat guna meningkatkan kinerja di periode berikutnya.

Contoh Tesis 9 : PENGARUH SISTEM PENGUKURAN KINERJA, KOMPENSASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Kota Padang)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja, (2 Kompensasi, dan (3) Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Manajerial pada Perusahaan Manufaktur. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur di Kota Padang. Sampel dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, Analisis menggunakan regresi linier berganda dengan menggunakan uji model, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan Sistem Pengukuran Kinerja berpengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Manajerial, sedangkan Kompensasi dan Gaya Kepemimpinan berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. berpengaruh tidak signifikan terhadap Kinerja Manajerial.

Contoh Tesis 10 : PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE PERFORMANCE PRISM (STUDI KASUS PT. PLN (PERSERO) AREA MALANG)

Pengukuran kinerja merupakan proses untuk mengetahui kesuksesan yang dicapai organisasi atau individu dalam mencapai tujuannya. Pengukuran kinerja akan bermanfaat bagi banyak organisasi. Salah satu manfaatnya adalah menyediakan suatu pendekatan yang terfokus pada rencana strategis, tujuan dan performansi. Selain itu terdapat pula suatu pelaporan kinerja pada top management. Pengukuran kinerja tingkat korporasi merupakan tolak ukur penting yang dapat menunjukkan bagaimana performansi perusahaan secara keseluruhan.Pada penelitian ini dilakukan pengukuran kinerja tingkat korporasi perusahaan yang bertujuan untuk mengetahui nilai performansi perusahaan secara keseluruhan. Hasil penelitian menggunakan metode Performance Prism didapatkan nilai indeks total sebesar 8,269 yang masuk dalam katagori hijau, sehingga dapat dinyatakan kinerja perusahaan secara keseluruhan telah memenuhi performa yang diharapkan.

 

 

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?