HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Kompetensi Jabatan: Kompetensi Jabatan Staf Sekretariat Inspektorat

Judul Tesis : Analisa Kompetensi Jabatan Staf Sekretariat Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional

 

A. Latar Belakang Masalah

Organisasi pemerintah akhir-akhir ini banyak memberikan perhatian terhadap efisiensi, efektivitas, dan produktivitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Buktinya, kegiatan pengembangan sumber daya manusia menjadi perhatian atau prioritas aktivitas manajemen SDM oleh organisasi. Inspektorat Jenderal Depdiknas sudah membuktikan komitment tersebut dengan mengalokasikan anggaran pengembangan dan peningkatan SDM yang besar pada tahun 2007. Data dari Daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Inspektorat Jenderal Depdiknas tahun 2007 diketahui anggaran yang tersedia untuk pendidikan dan pelatihan pegawai besarnya lebih dari 4,4 milyar rupiah atau sekitar 4,5 % dari keseluruhan anggaran. Hal ini cukup beralasan karena Inspektorat Jenderal Depdiknas mengharapkan semua pegawainya dapat melakukan tugas dan pekerjaannya dengan efektif atau outstanding.

Tujuan pengembangan dan peningkatan SDM adalah agar pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat Jenderal Depdiknas dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu Inspektorat Jenderal Depdiknas bermaksud meningkatkan kinerja pegawainya supaya memenuhi persyaratan atau kriteria yang telah ditetapkan, yakni menunjukkan penguasaan pengetahuan, kemampuan, dan sikap atau perilaku kerja yang cocok atau sesuai dengan tuntutan jabatan.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Kompetensi apakah yang dibutuhkan staf Sekretariat Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional agar pekerjaan yang dilakukan lebih efektif ?
  2. Bagaimanakah kondisi (peta) kompetensi staf Sekretariat Inspektorat Jenderal Depdiknas, dan kompetensi apakah yang perlu dikembangkan untuk menghadapi tantangan pekerjaan di masa kini dan mendatang ?

 

C. Tinjauan Literatur

Sejarah dan Pandangan tentang Kompetensi

Konsep kompetensi bukan merupakan sesuatu yang baru. Di kalangan psikologi organisasi industri di Amerika Serikat khususnya, gerakan kompetensi telah muncul semenjak akhir tahun 1960-an dan pada awal-awal tahun 1970-an (Mitrani, Dalziel, dan Fitt, 1992:25). Pada masa itu, dunia bisnis menuntut peningkatan manajemen kinerja dan pengukuran kinerja yang lebih efektif. Tuntutan tersebut mendorong dilakukan berbagai penelitian untuk mencari faktor-faktor, dan variabel-variabel kompetensi yang akan memperkirakan penyebab orang menjadi efektif melakukan pekerjaan.

Mengidentifikasi Kompetensi SDM

Kompetensi, menurut Noe dan kawan-kawan, (2003:266), dapat diketahui berdasarkan kemampuan cognitive atau kemampuan teori yang dimiliki individu, kemampuan ini dibagi menjadi tiga dimensi, yaitu pemahaman lisan, kemampuan kuantitatif, dan kemampuan berargumentasi. Pemahaman lisan mengacu pada kapasitas orang untuk memahami dan menggunakan kemampuan menulis dan berbicara, kemampuan kuantitatif mengacu pada seberapa cepat dan teliti seseorang dapat memecahkan soal matematis, dan kemampuan berfikir mengacu pada kapasitas orang untuk menemukan solusi permasalahan.

Kompetensi Sumber Daya Manusia

Performa individu dalam melakukan pekerjaan, amat dibutuhkan karena lingkungan pekerjaan cepat sekali berubah. Dengan demikian, organisasi juga dituntut untuk beradaptasi apabila ingin survive di tengah persaingan dengan kemajuan teknologi. Penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan organisasi salah satunya melalui penyesuaian sumber daya manusia.

 

D. Metode Penelitian Tesis 

Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dikumpulkan sendiri dengan berbagai cara yaitu wawancara, focus group discussion, dan menyebarkan angket (kuesioner) kepada responden di kantor Inspektorat Jenderal Depdiknas.

Penelitian ini termasuk dalam tipe penelitian deskriptif.

Data atau informasi merupakan unsur penting dalam suatu penelitian. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu data primer dan sekunder.

Alat pengumpul data/instrumen penelitian yang utama adalah peneliti sendiri.

Data kualitatif hasil wawancara dan focus group discussion diolah dengan menganalisis respon dari nara sumber.

Teknik analisis data penelitian dilakukan dengan dua cara yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.

 

E. Kesimpulan

a. Kompetensi yang dibutuhkan staf Sekretariat Inspektorat Jenderal Depdiknas berdasarkan hasil penelitian menghasilkan 2 (dua) kesimpulan pokok sebagai berikut :

  1. Kompetensi inti, yaitu kompetensi yang wajib dimiliki oleh semua staf Sekretariat Inspektorat Jenderal Depdiknas agar sanggup melakukan pekerjaannya dengan efektif atau outstanding yang terdiri dari kompetensi pengetahuan dan keahlian.
  2. Kelompok kompetensi yang spesifik, merupakan kompetensi pengetahuan, keahlian, dan perilaku yang relevan untuk masing-masing jabatan.

 

b. Peta Kompetensi Jabatan Staf Sekretariat Inspektorat Jenderal Depdiknas. Staf Sekretariat Inspektorat Jenderal Depdiknas belum memenuhi persyaratan kompetensi jabatan untuk melakukan pekerjaannya dengan efektif (kinerja outstanding). Agar memiliki performa efektif dalam melakukan pekerjaan, staf Sekretariat Inspektorat Jenderal Depdiknas memerlukan pengembangan kompetensi satu sampai dua tingkat.

 

Contoh Tesis Kompetensi Jabatan

  1. Analisa Kompetensi Jabatan Staf Sekretariat Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional

 

Leave a Reply