HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Komite Audit:Efektifitas Komite Audit dlm Rangka Penerapan Good Corporate Governance

Judul Tesis : Analisis Efektifitas Komite Audit dalam Rangka Penerapan Good Corporate Governance pada PT Permodalan Nasional Madani (Persero)

 

A. Latar Belakang

Berbicara mengenai komite audit, hal yang sangat mendasar adalah terkait dengan Corporate Accountability yakni peran dan tanggung jawab perusahaan dalam menjamin keseimbangan kepentingan manajemen, pemegang saham dan juga kepentingan non pemegang saham lainnya. Akuntabilitas ini merupakan salah satu dari empat unsur penting dalam corporate governance yakni keadilan (fairness), Transparansi (transparancy), akuntabilitas (accountability) dan pertanggungjawaban (responsibility).

Komite audit menjadi sangat penting bagi proses audit (Braiotta, L. 2004; 6). Komite audit dibentuk untuk tujuan membantu komisaris agar lebih efektif dalam menjalankan tugasnya yang berhubungan dengan pihak manajemen, internal auditor perusahaan dan juga pihak eksternal auditor. Komite audit diharapkan bisa membantu komisaris dalam pengawasan terhadap perusahaan dan kebijakan direksi. Komite audit bisa melakukan analisis terhadap laporan manajemen dan menyampaikannya kepada komisaris sebagai bahan rapat komisaris. The Corporate Organization Policy Committee of The Business Rountable menyimpulkan bahwa komisaris harus dibantu oleh komite audit karena anggota komite bisa lebih fokus perhatiannya terhadap permasalahan perusahaan secara lebih mendalam dibanding komisaris (Braiotta Jr. L. 2004; 43).

 

B. Rumusan Masalah Tesis 

”Sampai sejauh mana efektifitas komite audit terkait dengan penerapan good corporate governance pada PNM”?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Corporate Governance

Dalam bahasa Indonesia “Corporate Governance” diterjemahkan menjadi Tata Kelola Perusahaan. Dari literatur ditemukan definisi Corporate Governance (CG) antara lain menurut Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yakni:

“Corporate governance is the system by which business corporations are directed and controlled. The corporate governance structured specifies the distribution of rights and responsibilities among different participants in the corporation, such as, the board, managers, shareholders and other stakeholders, and spell out the rules and procedures for making decisions on corporate affairs. By doing this , it also provides the structure though which the company objectives are set and the means of attaining those objectives and monitoring performance.”(OECD, 2004;11).

Corporate Governance dan Komite Audit

Braiotta (2004; 29-30) menyatakan bahwa komite audit memiliki peran kritikal dalam Corporate Governance karena yurisdiksi dari komite audit adalah untuk mengawasi dan memonitor aktivitas sistem pelaporan keuangan perusahaan serta proses audit internal maupun eksternal. Komite audit membantu Dewan Komisaris dengan perancangan dan pemeliharaan rerangka Corporate Governance. Oleh karena itu menurut Braiotta, komite audit membantu menciptakan suatu lingkungan dimana aktivitas manajemen perusahaan dijalankan dengan pengawasan yang ketat.

Membangun Efektifitas Komite Audit

Komite audit dibentuk oleh Board of Director atau oleh Komisaris kalau di Indonesia, untuk membantu tugas dan tanggung jawab Komisaris terutama dalam hal pengawasan laporan keuangan, internal control dan proses audit. Arthur Levit, chairman Securities and Exchange Commission, menyebutkan bahwa: “pengawasan yang efektif terhadap perusahaan, sangat tergantung kepada kekuatan komite audit, kualifikasi komite audit, indipendensi, dan cara berpikir komite audit yang ditunjukkan dengan perlindungan yang terbaik terhadap kepentingan publik”

 

D. Metodelogi Penelitian

Proses penelitian menggunakan metode kuantitatif yang memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yakni, konkrit, obyektif, terukur, rasional dan sistematis.

Rancangan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas komite audit PT PNM dan kemudian diukur tingkat efektifitasnya.

Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah karakteristik yang melekat pada komite audit PT PNM.

 

E. Kesimpulan

  1. Terkait dengan “isu risiko perusahaan”, analisis dari hasil penelitian mencatat bahwa komite audit PNM masih berfokus pada risiko yang terkait dengan ”pembiayaan dan penyertaan” (aktivitas utama PNM adalah pembiayaan melalui LKM). Perhatian lebih belum diberikan kepada hal-hal lain mendasar yang juga merupakan potensial risiko bagi perusahaan yang mempengaruhi kinerja perusahaan dan terkait dengan fungsi komite audit dalam mewujudkan ”no suprise environment”. Risiko yang dimaksudkan antara lain berhubungan dengan perubahan kondisi pasar dan persaingan yang menuntut PNM lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya yang ada serta merancang sistem dan organisasi bisnis yang efisien dan efektif. Selain itu penelitian juga menemukan bahwa belum ada sesi khusus yang bersifat rutin antara manajemen dengan komite audit untuk membahas eksposur risiko perusahaan. Secara umum penilaian responden terhadap efektifitas komite audit PNM terkait dengan isu risiko perusahaan adalah berada diantara C (cukup) – B (Baik) dengan kecendrungan C (cukup).
  2. Untuk pelaksanaan “tanggung jawab komite audit”, analisis atas hasil penelitian mencatat hal yang mendasar yakni komite audit secara khusus belum melakukan penilaian terhadap sistem internal kontrol perusahaan. Selain itu komite audit juga belum memiliki agenda rutin pertemuan dengan satuan pengawas internal (SPI) tanpa kehadiran manajemen. Namun demikian secara umum penilaian responden terhadap efektifitas komite audit dalam hal pelaksanaan tanggungjawab komite audit adalah berada C (cukup) – B (Baik) dengan kecendrungan B (baik).
  3. Terkait ”struktur komite audit”, penilaian responden terhadap komite audit PNM adalah berada pada C (cukup) – B (Baik) dengan kecendrungan B (baik). Selain itu, penelitian mencatat beberapa hal penting yakni sebagai berikut:
    • Pada dasarnya “piagam” komite audit PNM sudah sesuai dengan peraturan dari kementrian BUMN, namun belum dilakukan penyesuaian agar sejalan dengan kebutuhan organisasi perusahaan.
    • Dalam hal “indipendensi”, komite audit PNM merupakan orang yang indipenden terhadap keputusannya . Namun demikian diketahui bahwa PNM belum memiliki komisaris indipenden yang idealnya menjadi ketua komite audit.
    • Untuk “keanggotaan komite audit” hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota komite audit PNM sudah memiliki kriteria yang diharapkan yakni mengetahui tugas dan tanggung jawabnya, menyediakan waktu bagi urusan komite audit serta memiliki pengetahuan bisnis dan keuangan.

 

Contoh Tesis Komite Audit

  1. Analisis Efektifitas Komite Audit dalam Rangka Penerapan Good Corporate Governance pada PT Permodalan Nasional Madani (persero)
  2. Analisa Yuridis Komite Audit dalam Sistematika Hukum Perseroan Terbatas dalam Usaha Menegakkan Good Corporate Governance (GCG)
Incoming search terms:

Leave a Reply