HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Evaluasi Kinerja: Evaluasi Kinerja Saham Jangka Pendek stlh Merjer dan Akuisisi

Judul Tesis : Evaluasi Kinerja Saham Jangka Pendek Setelah Merjer dan Akuisisi pada Industri Perbankan di Indonesia (Event Study Periode 2000 – 2008)

 

A. Latar Belakang

Krisis moneter berkepanjangan yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah menjadikan Indonesia mengalami krisis ekonomi. Krisis ekonomi ini ditandai dengan lumpuhnya kegiatan perekonomian terutama di sektor keuangan dan termasuk didalamnya adalah industri perbankan yang ditandai dengan banyaknya bank yang kolaps (Simorangkir, 2011). Saat krisis moneter tahun 1997, misalnya sebanyak 16 bank ditutup yang kemudian diikuti dengan penutupan 38 bank pada tahun 1999 (Sugiarto, 2009). Salah satu cara untuk menyelamatkan perbankan nasional adalah dengan melakukan restrukturisasi perbankan. Salah satu strategi dalam restrukturisasi perbankan tersebut adalah dengan merjer dan akuisisi bank-bank yang tidak sehat agar tidak menjadi kolaps dan memperparah kondisi perekonomian (Publikasi BPK).

Beberapa bank yang merupakan hasil merjer dari beberapa bank tidak sehat ketika terjadi krisis ekonomi dan sampai sekarang sahamnya masih tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara lain adalah Bank Mandiri yang merupakan hasil merjer antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Expor Impor Indonesia (Bank Exim) pada tahun 1999; Bank Artha Prima yang merjer dengan Bank Artha Graha pada tahun 1999; Bank Danamon hasil merjer delapan bank yang diambil alih pemerintah (Bank Take Over) pada tahun 2000; serta Bank Permata yang dibentuk dari merjer lima bank di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yaitu PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Express, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot pada tahun 2002. Bank-bank hasil merjer tersebut diharapkan akan dapat memberikan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah tren abnormal return serta cumulative abnormal return di sekitar tanggal pengumuman merjer dan akuisisi di industri perbankan Indonesia?
  2. Apakah tindakan merjer dan akuisisi pada industri perbankan di Indonesia dapat memberikan rata-rata cumulative abnormal return yang positif bagi bank pengakuisisi?

 

C. Tinjauan Pustaka

Penggabungan Usaha

Terdapat beberapa pilihan cara untuk tumbuh perusahaan, yaitu dengan pertumbuhan organik atau anorganik dan external revenue growth (Sherman dan Hart, 2006). Selanjutnya dijelaskan bahwa dengan pertumbuhan organik, perusahaan dapat melakukan berbagai upaya seperti menambah jumlah karyawan di bagian penjualan, mengembangkan produk baru, atau memperluas usaha secara geografis dengan membuka cabang. Cara lain agar perusahaan dapat tumbuh adalah secara anorganik, misalnya mengakuisisi perusahaan lain untuk mendapatkan akses ke lini produk serta segmen pasar yang baru atau lokasi ditribusi yang baru. Selain cara-cara di atas, terdapat pilihan lain untuk perusahaan tumbuh adalah dengan external revenue growth melalui franching, licensing, joint ventures, strategic alliance, dan perjanjian dengan distributor di negara lain dimana cara-cara tersebut merupakan alternatif dari merjer dan akuisisi.

Pengertian Bank

Menurut Arthesa dan Edia (2006), pertumbuhan perekonomian negara sangat ditentukan oleh peran perbankan dan lembaga keuangan lainnya karena bank sebagai lembaga intermediasi mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat melalui aktivitas bank. Terdapat berbagai pendapat dan defisi mengenai bank, namun dapat kesemuanya dapat disimpulkan menjadi badan dengan tugas utamanya adalah menghimpun dana dari pihak ketiga dan untuk kemudian disalurkan kembali ke masyarakat. Terkait dengan tugas utama dari bank tersebut maka bank disebut juga sebagai lembaga intermediasi.

 

Efficient Market Hypothesis

Metode yang paling sering digunakan untuk menguji efisiensi pasar adalah metode event study. Menurut Damodaran (2002), event study didesain untuk menilai reaksi pasar terhadap excess return di sekitar informasi mengenai peristiwa tertentu. Oleh karena event study digunakan untuk menguji efisiensi pasar, maka perlu dipahami terlebih dahulu mengenai pengertian pasar yang efisien yang didasarkan pada efficient market hypothesis. Terdapat beberapa definisi mengenai pasar yang efisien, misalnya Damodaran (2002) mendefinisikan pasar yang efisien sebagai suatu pasar dimana harga pasar merupakan estimasi tidak bias dari nilai investasi yang sebenarnya. Ross, Westerfield, dan Jaffe (2011) juga mengemukakan bahwa dalam sebuah pasar yang efisien, harga saham suatu perusahaan akan segera menyesuaikan dengan adanya informasi baru.

 

D. Metode Penelitian Tesis 

Sampel yang dipilih pada penelitian ini adalah bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang bertindak sebagai perusahaan pengakuisisi dalam merjer dan akusisi selama kurun 2000 hingga 2008.

Untuk melihat kinerja jangka pendek, pada penelitian ini digunakan metode event study.

Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan publik yang terdaftar pada BEI yang pernah melakukan aktivitas merjer dan akuisisi selama periode 2000-2008.

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber seperti Bursa Efek Indonesia dan publikasi laporan keuangan masing-masing bank.

Untuk metode analisis data pada penelitian ini akan digunakan uji statistik t karena sampel yang akan diamati kurang dari 30 sampel, yaitu 10 sampel.

 

E. Kesimpulan

  1. Tren abnormal return serta cumulative abnormal return sangat bervariasi untuk masing-masing bank, namun terlihat bahwa fluktuasi sudah terjadi pada periode sebelum pengumuman yang menandakan bahwa informasi mengenai rencana merjer dan akuisisi bank-bank tersebut sudah diketahui oleh publik terlebih dahulu sebelum adanya pengumuman resmi di surat kabar. Tercerminnya informasi tersebut ke dalam harga saham sesuai dengan hipotesis efisiensi pasar bentuk setengah kuat.
  2. Untuk kinerja jangka pendek dari merjer dan akuisisi yang dilihat dari pengaruh pengumuman merjer dan akuisisi terhadap rata-rata cumulative abnormal return ternyata belum dapat memberikan hasil yang positif. Dengan kata lain rata-rata cumulative return harian pada periode sebelum dan sesudah pengumuman lebih kecil atau sama dengan nol. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Vidyani pada tahun 2008 bahwa nilai rata-rata cumulative abnormal return setelah pengumuman merjer dan akuisisi bank-bank lebih kecil dari nol. Tidak berdampaknya kejadian pengumuman merjer dan akuisisi terhadap pemegang saham ini, kemungkinan dapat disebabkan periode merjer dari beberapa sampel terdapat pada awal tahun 2000-an dan karena pada awal tahun 2000-an bursa belum seaktif sekarang sehingga harga harian saham cenderung sama untuk setiap harinya.

 

Contoh Tesis Evaluasi Kinerja

  1. Evaluasi Kebijakan Modal Dikaitkan dengan Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi kasus PT. Jakarana Tama)
  2. Evaluasi Kinerja Saham Jangka Pendek Setelah Merjer dan Akuisisi Pada Industri Perbankan di Indonesia (Event Study Periode 2000-2008)
  3. Evaluasi Kinerja Rumah Sakit X Periode 1998-2001 Menggunakan Modifikasi Balanced Scorecard
  4. Evaluasi Kinerja Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Atma Jaya Berdasarkan Balanced Scorecard 2002
  5. Evaluasi Kinerja Portofolio Investasi Penyertaan Langsung PT. Jasa Raharja (Persero}
  6. Evaluasi Kinerja Manajemen Sistem Jaringan Transportasi Umum di Wilayah DKI Jakarta (Studi pada Ditlantas Polda Metro Jaya, Dinas LLAJ dan Dinas Pekerjaan Umum)

Leave a Reply