HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Dampak Ekspor: Dampak Ekspor Kopi trhdp Nilai Tambah di Sulawesi Selatan

Judul Tesis : Dampak Ekspor Kopi terhadap Nilai Tambah Regional Bruto, Upah Pekerja dan Penyerapan Tenaga Kerja di Sulawesi Selatan

 

A. Latar Belakang

Program kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkebunan Propinsi Sulawesi Selatan ialah dengan ingin mencapai sasaran pembangunan perkebunan. Terkait dengan hal tersebut, maka dibentuklah kawasan Agribisnis perkebunan yang utuh yang disebut dengan Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan (KIMBUN). Di setiap lokasi dikembangkan sentra-sentra produksi dengan azas kebersamaan ekonomi melalui Gerakan Pengembangan Ekonomi Masyarakat (GERBANG EMAS). Untuk mencapai sasaran tersebut, maka diperlukan program-program yang dapat mendukung tercapainya sasaran yang telah ditetapkan.

Pada saat ini hasil tanaman perkebunan yang cukup dominan di Sulawesi Selatan pada tahun 2009 adalah tanaman Kakao dan Kelapa Dalam (daging kelapa) yang masing-masing berproduksi sebesar 163 ribu ton dan 76 ribu ton. Sebagian besar hasil perkebunan tersebut dihasilkan oleh perkebunan rakyat dan dapat dikatakan peran perkebunan besar swasta sangat kecil. Selain tanaman Kakao dan Kelapa Dalam yang menjadi primadona sektor perkebunan, ada sektor perkebunan lain yang juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di propinsi tesebut yakni kopi (Sulsel Dalam Angka 2010, hal 238-239).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Seberapa besar dampak ekspor kopi terhadap Nilai Tambah Regional Bruto di Propinsi Sulawesi Selatan.
  2. Seberapa besar dampak ekspor kopi terhadap upah atau gaji tenaga kerja di sektor tersebut, serta surplus usaha di perkebunan kopi Propinsi Sulawesi Selatan.
  3. Seberapa besar dampak ekspor kopi terhadap penyerapan tenaga kerja di Propinsi Sulawesi Selatan.

 

C. Kajian Teori dan Konsep

Pertumbuhan Ekonomi Regional

Teori pertumbuhan ekonomi regional merupakan bagian penting dalam analisis Ekonomi Regional (Sjafrizal, 2008), karena pertumbuhan merupakan salah satu unsur utama dalam pembangunan ekonomi regional dan mempunyai kebijakan yang cukup luas. Analisis pertumbuhan ekonomi regional ini adalah untuk menjelaskan mengapa suatu daerah dapat tumbuh cepat dan ada pula yang tumbuh lambat. Hal ini disebabkan potensi ekonomi yang dimiliki oleh masingmasing daerah berbeda. Disamping itu, analisis pertumbuhan ekonomi regional ini juga dapat menjelaskan mengapa terjadi pertimbangan pembangunan ekonomi antar wilayah.

Input Output

Analisis Input output pertama kali dikembangkan oleh Wassily Leontief pada 1930an (Suahasil, 2005). Idenya sangat sederhana namun mampu menjadi salah satu alat analisis yang ampuh dalam melihat hubungan antar sektor dalam suatu perekonomian. Hubungan antar sektor ini mulai menjadi penting di pertengahan abad ini, sejak analisis pembangunan ekonomi tidak lagi hanya mementingkan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mulai melihat pembagian pertumbuhan di antara faktor-faktor produksi, dan juga sumbersumber pertumbuhan itu sendiri.

Ketahanan Nasional

Konsepsi Ketahanan Nasional merupakan pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan terpadu yang berlandaskan Pancasila, UUD 45 serta wawasan nusantara (Lemhanas, 1999). Lebih lanjut Usman (2001) berpendapat Ketahanan Nasional merupakan suatu kajian ilmu tentang upaya nasional untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan suatu bangsa, jadi Ketahanan Nasional berarti berbicara tentang pembangunan segala aspek kehidupan bangsa. Dalam kesempatan lain, di buku “Daya Tahan Bangsa”, Usman (2003), mengemukakan bahwa Ketahanan Nasional dapat pula didifinisikan sebagai kondisi dinamis suatu bangsa, meliputi semua aspek kehidupan untuk tetap jaya, ditengah keteraturan dan perubahan yang selalu ada.

 

D. Metodelogi Penelitian

Disain penelitian ini menggunakan model input output regional Propinsi Sulawesi Selatan sebanyak 30 sektor ekonomi serta data yang digunakan tahun dasar 2009.

Analisis ini digunakan untuk melihat dampak yang terjadi terhadap output suatu sektor sebagai akibat dari perubahan permintaan akhir pada masing masing sektor perekonomian.

Analisis yang dapat dilakukan dengan menggunakan tabel input output adalah analisis keterkaitan antar sektor yaitu dampak ekspor terhadap PDRB/NTB dan daya serap tenaga kerja yang dihasilkan.

 

E. Kesimpulan

  1. Dampak ekspor kopi terhadap nilai tambah regional bruto Sulawesi Selatan cukup berarti pada ketahanan ekonomi regional Sulawesi Selatan. Elastisitas ekspor produk kopi Sulawesi Selatan cukup tinggi yakni e = 2,32 > 1, ini berarti tiap satu persen naiknya ekspor kopi mampu meningkatkan nilai tambah regional bruto sebesar 2,32 persen di Sulawesi Selatan, dengan demikian elastis.
  2. Dampak ekspor kopi terhadap upah/gaji tenaga kerja di Propinsi Sulsel sepertiga dari bagian yang diterima oleh surplus pengusaha perkebunan kopi. Dilihat dari sudut pandang pembagian nilai tambah yang dihasilkan, cukup baik, karena pengusaha perkebunan kopi menerima dua pertiga bagian. Adapun pengusaha mendapat dua pertiga bagian, bukan merupakan merupakan “Take Home Pay” karena masih termasuk untuk investasi kembali seperti pembelian pupuk, pembelian bibit, pembelian pestisida sehingga wajar bila pengusaha mendapatkan bagian yang lebih.
  3. Dampak ekspor kopi terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor perkebunan kopi di Sulawesi Selatan sangat dipengaruhi oleh volume ekspor kopi. Terdapat korelasi positif antara jumlah ekspor kopi dengan penyerapan tenaga kerja di sektor kopi. Hipotesis yang diajukan terbukti, yakni terdapat korelasi positif antara ekspor kopi dengan penyerapan tenaga kerja dengan koefisien korelasi 0,845 > 0,5.

 

Contoh Tesis Dampak Ekspor

  1. Dampak Ekspor Kopi terhadap Nilai Tambah Regional Bruto, Upah Pekerja dan Penyerapan Tenaga Kerja di Sulawesi Selatan
  2. Dampak Liberalisasi Indonesia-Uni Eropa terhadap Ekspor Furniture Indonesia
  3. Dampak Ketidakpastian Nilai Tukar Indonesia terhadap Pertumbuhan Ekspor Periode 1979.1-1998.4 (Suatu Pendekatan Teknik Kointegrasi dan Model Koreksi Kesalahan)
  4. Dampak Depresiasi Nilai Tukar Rupiah terhadap Ekspor Komoditi Pertanian Tahun 1997-2001
Incoming search terms:

Leave a Reply