HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Dampak Praktik Akuntansi Mismatching trhdp Persistensi Earnings

Judul Tesis : Dampak Praktik Akuntansi Mismatching terhadap Persistensi Earnings (Perusahaan-Perusahaan Manufaktur listing di BEJ)

 

A. Latar Belakang

Motivasi borrowing income from the future jelas bahwa manejemen ingin membuat agar profitabilitas tampak lebih baik dari pada yang sesungguhnya. Sedangkan motivasi Saving income for the future mungkin timbul jika bonus manajemen diikatkan pada earnings yang akan datang. Versi ekstrimnya dinamakan “taking a big bath”.

Penelitian telah menemukan bahwa manajemen dapat mendistorsi earnings melalui pemilihan metode akuntansi tertentu, misalnya mengubah dalam struktur modal dan manajemen akrual (Jones, 1991: 206) yang dapat menjadikan kos rendah (DeFond dan Jiambalvo, 1994: 149). Agency theory yang menunjukkan bahwa manajer me-manage earnings, untuk alasan oportunistik atau perkontrakan efisien, termasuk alasan kos politis (DeChow dan Sloan, 1991; Jones, 1991; Rutledge, 1995; DeAngelo, 1986; Moses, 1987; McNichols dan Wilson, 1988; Christie dan Zimmerman, 1994, Healy, 1985).

 

B. Rumusan Masalah

  • Apakah terdapat pengaruh praktik akuntasi mismatching terhadap persistensi earnings?
  • Apakah terdapat pengaruh praktik akuntansi metode penyusutan aktiva produksi mismatching terhadap persistensi earnings?

 

C. Landasan Teori Tesis

Matching

Pengertian yang lebih jelas tentang matching ditunjukkan dalam Statement of Accounting Concept Number 3 dan 6. Dalam paragraf 86-89 disebutkan bahwa matching biaya dan pendapatan adalah kombinasi atau pengakuan simultan dari pendapatan dan biaya sebagai akibat secara langsung atau secara bersama dari transaksi atau kejadian lain yang sama (FASB SFAC No 3, 1978: paragraf 86-89; dan FASB SFAC No 6, 1978: paragraf 146-149).

 

Kualitas Earnings

Earnings berdasarkan faktor temporer dinamakan earnings tidak biasa (unusual earnings) atau earnings transitori (Penman, 2001: 376-377). Contoh pospos unusual: special charge, special liability accruals, komponen tidak berulang (non recurring), penghapusan aktiva, pembebanan start-up cost, perubahan estimasi, earnings atau rugi penjualan aktiva tetap, beban restrukturisasi, perubahan akuntansi, pos-pos operasi luar biasa, dividen dari subsidiaries, keuntungan karena penerbitan saham dalam subsidiaries, laba rugi currency, alokasi pajak pos-pos tidak biasa, dan lainnya.

 

Matching terhadap Kualitas Earnings

Beberapa mismatch pendapatan dan biaya yang dapat mengaburkan kebermanaan profitabilitas (Penman, 2001: 651-653), misalnya biaya penelitian dan pengembangan yang seringkali secara langsung dibebankan dalam laba rugi tahun berjalan; advertensi dan promosi yang dapat terjadi pada penjualan tahun berjalan dan tahun yang akan datang, tetapi dibebankan dalam laba rugi tahun berjalan; biaya pendirian dan pra-operasi yang sebenarnya bermanfaat pada perolehan pendapatan jangka panjang, namun dibebankan dalam laba rugi tahun berjalan; metode amortisasi dan penyusutan yang tidak sesuai dengan pengakuan pendapatan.

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian adalah perusahaan yang listed di BEJ. Teknik pengambilan sample adalah purposive sampling.

Penelitian ini menggunakan data sekunder.

Jenis data yang dipakai merupakan data dokumenter yang dieksplorasi dari teori tentang matching.

 

E. Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip akuntansi matching yang tidak dilakukan secara tepat (atau mismatching) akan berakibat pada kenaikan (penurunan) besarnya pendapatan dan atau kenaikan (penurunan) besarnya biaya, akhirnya mempengaruhi besar (kecil) earnings. Dengan kata lain beberapa mismatch pendapatan dan biaya akan dapat mengaburkan kebermanaan profitabilitas, hasil penelitian ini juga serupa dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Penman (2001: 651-653). Selanjutnya jika earnings dari hasil penerapan prinsip ini tidak dapat dipakai sebagai indikator earnings yang akan datang hal ini mencerminkan kualitas earnings yang rendah.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Penerimaan Kas dari Penjualan Ekspor pada CV Mugiharjo Furniture
  2. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pengeluaran Kas di PT. Batik Keris Sukoharjo
  3. Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Pengukuran Kinerja Pada RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali
  4. Dampak Praktik Akuntansi Mismatching terhadap Persistensi Earnings
  5. Pengaruh Kepemilikan Institusional, Likuiditas Aset dan Tangibility Terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur dalam Bidang Food And Baverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007 dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Kontrol.

 

 

Leave a Reply