HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Analisa Bisnis IPTV : Analisa Bisnis IPTV di Indonesia

Judul Tesis : Analisa Bisnis IPTV (Internet Protocol TV) di Indonesia- Studi Kasus Telkom Divre II Jakarta)

 

A. Latar Belakang

Dengan teknologi IPTV yang memberikan peluang bisnis baru untuk industri telekomunikasi dan jumlah pasar broadband yang masih tumbuh terus maka Indonesia merupakan peluang sangat potensial untuk mendesign dan mengembangkan layanan IPTV. Untuk mengimplementasikan IPTV memerlukan mata rantai yang panjang yang melibatkan beberapa perusahaan untuk bekerja sama dalam mengembangkan teknologi IPTV tersebut. Mata rantai tersebut dapat dimulai dari content provider, content agregator, service provider, jaringan layanan provider, jaringan akses provider dan pelanggan broadband. Hal ini menarik bagi operator telekomunikasi dalam negeri maupun asing untuk investasi dalam mengembangkan layanan tersebut.

Bisnis pertelevisian di Indonesia sekarang ini sudah dimulai dengan munculnya promo-promo dari operator TV berlangganan (Pay TV) baru seperti ASTRO sehingga semakin meramaikan kompetisi industri pertelevisian. Operator Pay TV pertama kali diawali dengan munculnya Kabel Vision kemudian diikuti Indovision, Telkom Vision, Indosat M2 dan ASTRO. Kondisi persaingan dan pertumbuhan pasar Pay TV tersebut akan menyerupai pertumbuhan telepon seluler yang tumbuh relatif cepat.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Bagaimana konsep layanan IPTV dengan model bisnis IPTV.
  2. Bagaimana bisnis IPTV di Indonesia khususnya Telkom Jakarta dengan memperhatikan infrastruktur teknologi akses yang ada dan customer base yang akan digunakan serta menggunakan pembanding (benchmark) dari bisnis IPTV di Hong Kong dan Perancis.

 

C. Landasan Teori

Layanan IPTV

IPTV merupakan gabungan dari beberapa teknologi yang terkait untuk mengirimkan program TV dengan koneksi broadband melalui Internet. Teknologi tersebut seperti software dan hardware yang masih terus dikembangkan. IPTV menjamin dikembangkannya fleksibilitas dan skalabilitas teknologi IP untuk mengubah televisi dengan menyediakan akses terhadap lebih banyak content dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan Broadcast TV tradisional yang dapat disesuaikan selera dan memungkinkan layanan interaktif. IPTV menggunakan arsitektur switch digital video daripada arsitektur channel based dari broadcast TV. Perbedaannya adalah arsitektur channel based mengirimkan ratusan program ke pelanggan sedangkan arsitektur switch digital video hanya mengirimkan kanal atau content sesuai permintaan pelanggan.

Arsitektur IPTV

Sistem IPTV terdiri dari beberapa segmen, yaitu content network, core network, access network dan home network. Elemen penting dalam jaringan IPTV adalah DSLAM ( Digital Subscriber Line Access Multiplexer). Perangkat ini pada umumnya berada pada local exchange/POP (point of presence) dan dipergunakan untuk mengkonsentrasikan traffic pada jaringan akses (last mile)selanjutnya terhubung pada core IP network yang memiliki bandwidth jauh lebih besar, misalnya berupa STM-1 (Synchronous Transmission Module-1) yang memiliki kecepatan 155 Mbit/s setara dengan OC-3 (Optical Carrier-3 pada Synchronous Optical Networking).

Fleksibilitas Layanan IPTV

Perusahaan telekomunikasi (Telco) seharusnya mengembangkan jaringan IPTV untuk memasuki Complete Digital Service Providers (CDSP) dan menangkal layanan – layanan yang maju dari pesaingnya mulai untuk menawarkan, memasukkan layanan “triple play” voice, data dan video. Dengan menambahkan IPTV pada portofolio layananya, perusahaan telekomunikasi mungkin sekali untuk memelihara pelanggannya yang mungkin mematikan salurannya dan menggunakan voice, internet kecepatan tinggi dan layanan TV dari operator mobile (MSO) , provider satelit atau ISP (Internet Service Provider).

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian dilakukan dengan metode deskriptif analitik.  Studi literatur yang berhubungan dengan teori dan konsep IPTV serta literatur tentang kelayakan bisnis.

Menganalisis permasalahan dengan aspek-aspek yang mempengaruhi untuk memperoleh model bisnis dan kelayakan dari IPTV.

 

E. Kesimpulan

  1. Bisnis IPTV merupakan bisnis yang layak diimplementasikan PT. Telkom di wilayah cakupan DIVRE II Jakarta dengan sasaran pelanggan yang mempunyai kehidupan sosial ekonomi kelas atas dan kelas menengah, menyukai hiburan dan menggunakan layanan broadband Speedy.
  2. Berdasarkan data pertumbuhan pelanggan IPTV di France Telecom dan PCCW Hong Kong maka jumlah pelanggan dan pertumbuhan pelanggan IPTV di Indonesia bisa diproyeksikan sebagai pelanggan pesimis sesuai France Telecom dan pelanggan optimis sesuai PCCW Hong Kong.
  3. IPTV layak diimplementasikan di Telkom DIVRE II Jakarta dengan menggunakan proyeksi jumlah pelanggan optimis yang menghasilkan NPV sebesar Rp. 61,5 milyar, IRR sebesar 42,46% dan PP selama 3 tahun.

 

Contoh Tesis Bisnis IPTV

  1. Analisa Bisnis IPTV (Internet Protocol TV) di Indonesia- Studi Kasus Telkom Divre II Jakarta)

Leave a Reply