HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Strategi Marketing Communication dalam Merespon Kebutuhan Pelanggan

Strategi Marketing Communication Dalam Merespon Dinamika Kebutuhan Pelanggan, Pengiklan dan Mitra Kerja Di PT Kompas Media Nusantara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Persaingan media semakin menunjukkan dinamika dan kompleksitas dalam bisnis media di Nusantara. Globalisasi dapat membentuk masyarakat yang global dengan di dukung kemajuan teknologi informasi yang telah menghadirkan perubahaan besar dalam kehidupan masyarakat dunia. Akses informasi semakin mudah dan cepat serta bersifat instant untuk mencapai tempat lain tanpa melihat jarak dan batas Negara membuat media semakin berlomba merebut pasar baru. Media massa memiliki pengaruh yang besar terhadap public dan peristiwa yang terjadi di dunia. Dinamika media yang semakin global, serentak dan interaktif pernah menjadi tema sentral dalam Forum Asia Pasific Media Forum (APMF) di Bali pada tanggal 14 Maret 2005 dengan tema “Powering The Media Dynamics”. Media cetak, surat kabar harian dan majalah mendapat pesaing sejak adanya revolusi teknologi informasi. Industri surat kabar nasional mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Berdasarkan data dari Departement Komunikasi & Informasi tahun 2003 jumlah penerbit pers sekitar 450 penerbit, dengan jumlah surat kabar sekitar 4,3 juta eksempar dan jumlah majalah sekitar 1,4 juta eksempar dan tabloid sekitar 1,1 juta eksempar. Dari data diatas, dapat dilihat peta persaingan industri surat kabar di Indonesia semakin ketat dan terbuka, agar media tetap mampu bertahan hidup di tengah persaingan bisnis tersebut. Situasi yang demikian melahirkan bentuk kompetensi surat kabar yang semakin nyata. Maka dari itu, para pembisnis membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang bisnis dan komunikasi untuk dapat mempertahankan kelangsungan bisnis media cetak. Salah satunya adalah bisnis iklan dalam media surat kabar. Pada dasarnya, iklan merupakan bentuk komunikasi untuk memperkenalkan suatu produk / jasa melalui promosi kepada pembeli potensial guna mempengaruhi dan memenangkan pendapat public untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan keinginan pemasang iklan. Iklan sebagai bagian dari seni komunikasi yang efektif yaitu suatu bentuk penyampaian informasi berisi pesan tertentu yang mengandung makna untuk memikat perhatian, mengajak serta menarik public atas suatu barang/jasa/ ide tanpa penjualan langsung.

Iklan mempunyai berbagai fungsi, baik untuk meningkatkan awareness, mendorong knowledge, merubah asosiasi serta membuat loyal terhadap suatu produk/jasa yang ditawarkan. Salah satu wahana belanja iklan terbesar adalah suratkabar. Diketahui bahwa suratkabar merupakan media komunikasi yang efektif dalam penyebaran informasi.

Surat kabar bersifat dokumentatif, dapat menjangkau daerah-daerah perkotaan dengan cakupan pasar lokal, nasional, maupun ragional. Surat kabar juga merupakan sarana yang paling murah bagi para pengiklan untuk mendapatkan sejumlah calon pembeli. Bisnis iklan di media surat kabar menjadi tujuan yang menarik bagi para pengusaha media. Diakui bahwa iklan merupakan unsur penting dalam kehidupan suatu suratkabar. Periklanan mendominasi sebagian koran lebih kurang 30 persen dari ruang keseluruhan. Iklan dibutuhkan oleh persuratkabaran untuk mempertahankan hidupnya, karena selain daripada penghasilan dari para pelanggan koran, iklan menjadi sumber pokok keuangan persuratkabaran.

Melihat persaingan bisnis media yang semakin ketat, para pembisnis harus berpikir keras untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan, pengiklan, mitra kerja agar dapat menarik perhatian khalayak luas untuk selalu loyal terhadap suatu media cetak/persuratkabaran. Hal ini dibangun dari penciptaan image baik terhadap suratkabar serta menciptakan hubungan baik terhadap pelanggan, pengiklan, mitra kerja.

PT Kompas Media Nusantara merupakan surat kabar nasional terbesar dengan sebaran terluas ke seluruh propinsi Indonesia Kompas bergerak dalam bidang pers untuk menawarkan informasi, kredibilitas dan profesionalisme. Kompas membentuk Marketing Communication guna mengkomunikasikan identitas koerporat dengan melakukan komunikasi yang terpadu. Marketing Communication yang selalu berhubungan langsung dengan Account Executive. Kerjasama antara Marketing Communication dengan Account Executive sangat kuat. Hal ini dikarenakan adanya hubungan yang dibangun untuk dapat menarik calon pengiklan. Apalagi untuk pengiklan yang sudah sering beriklan di surat kabar maupun calon pengiklan dengan omset iklan yang cukup besar. Pelayanan yang diberikan harus sangat baik.

Penciptaan pelayanan ini dilakukan oleh Marketing Communication. Marketing Communacation gencar melakukan terobosan promosi untuk menciptakan image dan daya tarik calon pengiklan untuk mengiklankan produknya di media surat kabar tersebut. Komunikasi yang dibangun melalui berbagai strategi yang dilakukan oleh Marketing Communication harus tepat sasaran. Komunikasi yang dibangun melalui kegiatan iklan promosi perusahaan, event, pameran, pelayanan hotline, pelayanan kepuasan pelanggan dan mitra kerja, serta penciptaan brand awarness. Komunikasi tersebut merupakan strategi-strategi yang dibangun oleh Marketing Communication untuk dapat mempertahankan brand Kompas di mata pembaca, pengiklan dan mitra kerja Kompas. Maka dari itu, Marketing Communication merupakan bagian yang penting untuk membangun dan mempertahankan bisnis perusahaan. Dalam hal ini, penulis mengambil judul untuk Tugas akhir yaitu “Strategi Marketing Communication dalam Merespon Dinamika Kebutuhan Pembaca, Pengiklan dan Mitra Kerja di PT Kompas Media Nusantara”. Penulis akan memaparkan bagaimana membangun brand image dan awareness serta kerjasama dalam membangun komunikasi pemasaran yang baik dengan pembaca, pengiklan, dan mitra kerja.

Untuk dapat mencetak pekerja komunikasi yang berkualitas, maka institusi pendidikan melalui program D III Komunikasi Terapan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret turut serta mempersiapkan pekerja komunikasi, khususnya dalam bidang periklanan, penyiaran, dan public relations. Untuk menerapkan ilmu yang telah ditempuh semasa perkulihaan dan untuk melengkapi kurikulum serta membekali mahasiswa menghadapi dunia kerja yang nyata. Oleh karena itu, program DIII berinisiatif untuk melaksanakan studi komunikasi dengan metode praktek yang direalisaikan dalam bentuk Kuliah Kerja Media (KKM), untuk mempersiapkan tenaga ahli dalam bidang komunikasi.

Incoming search terms:

Leave a Reply