HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis Akutansi: Reaksi Pasar trhdp Peristiwa Stock Split yg terjadi di BEJ

Judul Tesis : Reaksi Pasar terhadap Peristiwa Stock Split yang terjadi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)

 

Pengumuman stock split sendiri merupakan salah satu seni informasi pada pasar dengan efisiensi semi kuat, Weston dan Copeland (1995) menegaskan, secara iA. Latar Belakang Tesisnformasional sebuah pasar modal dikatakan efisien jika harga saham yang berlaku mencerminkan informasi yang relevan yang tersedia. Dalam pasar dengan bentuk efisiensi semi kuat, harga surat berharga mencerminkan semua informasi yang tersedia secara umum. Ketika dalam pasar modal tersebut terdapat beberapa penyimpangan sehubungan dengan informasi yang akan dipublikasikan tersebut, maka akan menciptakan kesempatan bagi investor untuk memperoleh keuntungan di atas normal (abnormal return).

Berkaitan dengan stock split sebagai salah satu informasi publik yang marak dilakukan di BEJ, Konrandus (1999) menyatakan bahwa hasil kompilasi Sigma Research, menunjukkan bahwa gelombang stock split yamg melanda BEJ tersebut merupakan terobosan baru untuk membangkitkan gairah investasi di BEJ dan merupakan strategi jangka pendek perusahaan untuk meningkatkan likuiditas sahamnya di pasar bursa. Karena suatu saham yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, akan mendorong investor untuk terus melakukan transaksi, karena investor mempercayai bahwa cash-flownya akan menjadi lebih baik (Bisnis Indo-nesia, 1999). Dengan demikian,dapat dikatakan bahwa terdapat reaksi positif ter-hadap return saham setalah perusahaan tersebut melakukan pengumuman.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Apakah terdapat perbedaan volatilitas harga saham (stock price vola-tility) sebelum dan setelah perusahaan melakukan stock split di BEJ?
  2. Apakah terdapat perbedaan volume perdagangan saham relatif (rela-tive trading volume) sebelum dan setelah perusahaan melakukan stock split di BEJ?

 

C. Landasan Teori

Informasi Pasar Modal

Informasi bersifat informatif apabila memiliki kriteria kelengkapan, relevansi dan tepat waktu sehingga mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai keadaan perusahaan pada masa lampau, dan kelangsungan perusahaan di masa yang akan datang.

Pengertian Pemecahan Saham

Pemecahan saham (stock split) secara sederhana dapat diartikan sebagai kebijakanyang dilakukan oleh emiten untuk memecah satu lembar saham menjadi n lembar saham sesuai dengan faktor pemecahannya. Pemecahan saham dapat mengakibatkan bertambahnya jumlah saham yang beredar tanpa adanya transaksi jual beli saham yang mengubah modal. Harga per lembar saham setelah adanya pemecahan saham menjadi sebesar 1/n dari harga sebelumnya. Menurut Brigham dan Gapenski (1994) pemecahan saham merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang telah go public untuk menaikkan jumlah saham yang bere-dar. Aktivitas tersebut biasanya dilakukan pada saat harga per lembar dirasakan terlalu tinggi, sehingga akan mempengaruhi kemampuan investor untuk membe-linya. Stock split pada umumnya dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan agar perdagangan saham menjadi lebih likuid, karena jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak dan harganya lebih randah atau lebih murah (Darmadji dan Fakhruddin, 2001; 131).

 

Hipotesis Pasar Modal Efisien

Konsep pasr modal yang efisien (efficient capital markets) menjadi dominan pada tahun 1960-an di kalangan akdemis. Pada saat itulah pasar modal efisien sering dipergunakan dengan arti atau maksud yang berbeda-beda. Sebagai misal, di kalangan para pelaku di bursa efek yang mengartikan pasar modal efisien sebagai pasar yang menyediakan jasa-jasa yang diperlukan oleh para pemodal dengan biaya yang minimal. Sementara itu efisiensi pasar dapat dibeda-kan menjadi internal dan external efficiency. External efficiency menunjukkan bahwa pasar berada dalam keseimbangan sehingga keputusan perdagangan saham berdasarkan atas informasi yang tersedia di pasar tidak bisa memberikan tingkat keuntungan diatas tingkat keuntungan keseimbangan. Internal efficiency menun-jukkan bahwa pasar modal bukan hanya memberikan harga yang “benar” tetapi juga memberikan berbagai jasa yang diperlukan oleh para pembeli dan penjual dengan biaya serendah mungkin (Foster 1980, 313).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian bertujuan untuk mengetahui reaksi pasar terhadap peristiwa stock split yang terjadi di BEJ.

Variabel amatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: protifabilitas emiten (yang diukur dengan ROA), volatilitas harga saham dan volume perdagangan saham relatif atau likuiditas saham.

Penelitian dilakukan terhadap perisitiwa stock split yang terjadi selama tahun 2001-2003.

Jumlah sampel yang digunakan dan telah terbebas dari event-event lain (pembagian dividen, right issue dan lain-lain) sebanyak 38 perusahaan.

Periode jendela (event window) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 61 hari yang terdiri atas 30 hari sebelum, pada saat, dan 30 hari setelah stock split.

 

E. Kesimpulan

  1. Stock split yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di BEJ pada tahun 2001-2003, secara statistika tidak mengakibatkan adanya perubahan volatilitas harga saham yang signifikan. Hal ini didukung oleh bukti empiris berikut:

Pada tahun 2001 nilai thitung=-1.029; dengan p-value=0.321; tahun 2002 thitung=-1.481; dengan p-value=0.162; tahun 2003 thitung=2.805; dengan p-value=0.023; dan tahun 2001-2003 thitung=-1.376; dengan p-value=0.177.

  1. Stock split yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di BEJ pada tahun 2001-2003, secara statistika tidak mengakibatkan adanya perubahan volume perdagangan saham relatif yang signifikan. Hal ini didukung oleh bukti empiris berikut:

Pada tahun 2001 nilai thitung=-2.396; dengan p-value=0.031; tahun 2002 thitung=0.045; dengan p-value=0.965; tahun 2003 thitung=-1.544; dengan p-value=0.161; dan tahun 2001-2003 thitung=-1.791; dengan p-value=0.081.

  1. Stock split yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di BEJ pada tahun 2001-2003, secara statistika tidak mengakibatkan adanya perubahan profitabilitas perusahaan yang signifikan. Hal ini didukung oleh bukti empiris berikut:

Pada tahun 2001 nilai thitung=1.715 dengan p-value=0.108; tahun 2002 thitung=1.421; dengan p-value=0.179; tahun 2003 thitung=-1.169; dengan p-value=0.276; dan tahun 2001-2003 thitung=0.749; dengan p-value=0.459.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta (2003)
  2. Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Metode Eva, Roa, dan Pengaruhnya terhadap Return Saham
  3. Persepsi Publik terhadap Kinerja Lembaga Ombudsman Daerah Propinsi DIY Dalam Perbaikan
  4. Reaksi Pasar Terhadap Peristiwa Stock Split yang Terjadi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)
  5. Risiko Return Saham Mengikuti Perubahan Struktur Modal untuk Kasus Pengumuman Obligasi dan Right Issue

 

 

Leave a Reply