HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Akuntansi: Analisis Faktor- Faktor yg Mempengaruhi Stock Split

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stock Split

 

A. Latar Belakang

Pada umumnya stock split merupakan tindakan memecah saham menjadi n lembar saham dengan harga per lembar saham baru sebesar 1/n harga saham sebelumnya, yang dilakukan oleh manajer perusahaan untuk menata kembali harga pasar saham dengan meningkatkan jumlah saham yang beredar (Wahyu Anggraini dan Jogiyanto, 2000).

Harga merupakan salah satu faktor yang sangat diperhatikan karena harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran saham. Bila saham tersebut dinilai terlalu tinggi oleh pasar, maka jumlah permintaannya akan berkurang. Sebaliknya bila pasar menilai bahwa harga saham tersebut rendah, maka jumlah permintaannya akan meningkat. Tingginya harga saham akan mengurangi kemampuan para investor untuk membeli saham tersebut. Hukum permintaan dan penawaran akan kembali berlaku, dan sebagai konsekuensinya harga saham yang tinggi tersebut akan menurun sampai tercipta posisi keseimbangan yang baru. Dan cara yang dilakukan oleh emiten untuk mempertahankan agar sahamnya tetap berada dalam rentang perdagangan yang optimal sehingga daya beli investor meningkat yaitu melalui pemecahan saham ini.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah harga saham dan frekuensi perdagangan saham berpengaruh terhadap stock split?
  2. Apakah terdapat korelasi antara frekuensi perdagangan saham sebelum stock split dengan frekuensi perdagangan sesudah stock split?
  3. Apakah terdapat korelasi antara abnormal return sebelum stock split dengan abnormal return sesudah stock split?

 

C. Landasan Teori

Pemecahan Saham (Stock Split)

Kegiatan stock split pada umumnya dilakukan apabila harga pasar saham dirasakan terlalu tinggi dan perusahaan merasa bahwa harga saham yang lebih rendah akan menghasilkan pasaran yang lebih baik dan distribusi kepemilikan yang lebih luas. Dengan kondisi ini maka perusahaan dapat mengesahkan untuk mengganti saham yang beredar dengan cara yang dikenal sebagai pemecahan saham atau stock split. Stock split merupakan kegiatan memecah selembar saham menjadi n lembar saham, dimana harga per lembar saham baru setelah stock split adalah 1/n dari saham per lembar sebelumnya. (Jogiyanto, 2003).

Harga Saham

Harga pasar saham mencerminkan nilai suatu perusahaan. Semakin tinggi harga saham, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan tersebut dan terjadi sebaliknya. Harga saham yang terlalu rendah sering diartikan bahwa kinerja perusahaan kurang baik. Namun bila harga saham terlalu tinggi dapat mengurangi minat investor untuk berinvestasi sehingga harga saham sulit untuk meningkat lagi.

Frekuensi Perdagangan Saham

Frekuensi perdagangan saham adalah berapa kali terjadinya transaksi jual beli pada saham yang bersangkutan pada waktu tertentu (Rohana dkk, 2003). Dalam aktivitas bursa efek ataupun pasar modal, aktivitas frekuensi perdagangan saham merupakan salah satu elemen yang menjadi salah satu bahan untuk melihat reaksi pasar terhadap sebuah informasi yang masuk pada pasar modal.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Penelitian ini menggunakan 36 sampel perusahaan go public yang melakukan stock split antara tahun 2000 – 2004 yang tergabung dalam berbagai jenis industri dan 36 sampel perusahaan go public yang tidak melakukan stock split untuk tahun yang sama yang ditentukan secara acak. Metode analisis data menggunakan analisis regresi logistic untuk mengetahui apakah variable independent ( harga sahan dan frekuensi perdagangan saham) mempunyai pengaruh terhadap variable dependent (stock split). Dan menggunakan pengujian parametric paired t test guna menunjukkan peran tiap variable independent secara individu terhadap variable dependent.

 

E. Kesimpulan

  1. Harga saham tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan keputusan perusahaan untuk melakukan stock split dengan tingkat signifikan sebesar 0,619 dan nilai Beta 0,000.
  2. Frekuensi perdagangan saham mempunyai hubungan yang signifikan dengan keputusan perusahaan untuk melakukan stock split dengan tingkat signifikan sebesar 0,016 dan nilai Beta -0,009.
  3. Terjadi kecenderungan perbedaan frekuensi perdagangan saham yang signifikan antara dua kuartal sebelum stock split dengan dua kuartal sesudah stock split.

 

Contoh Skripsi Akuntansi

  1. Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Stock Split
  2. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Laba pada Perusahaan Go Publik di Bursa Efek Jakarta
  3. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilik Usaha Kecil Menengah dalam Pelaporan Kewajiban Perpajakan di Daerah Jogjakarta (Studi Kasus pada Usaha Coffeeshop di Daerah Jogjakarta)
  4. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Underpriced di Bursa Efek Jakarta
  5. Analisis Likuiditas Saham Sebelum dan Sesudah Stock Split di Bursa Efek Jakarta Periode 2003-2005
Incoming search terms:

Leave a Reply