HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap Tentang Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa menurut Teori dan Pendapat Ahli dan Contoh Tesis Tentang Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa

Gambaran Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa

Definisi Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Pembentukan dan pelaksanaan BUMDes bertujuan Membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.

 

 

 

 

 

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan di bentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.

 

Faktor-faktor Badan Usaha Milik Desa

Faktor-faktor yang menyebabkan keberhasilan BUMDes Gerbang Lentera antara lain adalah sumberdaya yang baik, dari sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan potensi-potensi desa yang lainnya. Selain itu adanya dukungan baik dari Pemerintah Desa, Pemerintah Page 10 Kabupaten dan Provinsi hingga Pemerintah Pusat.

 

Contoh Tesis tentang Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa

Contoh Tesis 1 : EFEKTIVITAS PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUM DESA) BERBASIS EKONOMI KERAKYATAN DI DESA WARUNGBAMBU KECAMATAN KARAWANG TIMUR KABUPATEN KARAWANG

Keberadaan BUM Desa sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), diharapkan Pemerintah Desa dapat memahami tentang pembentukan dan pengelolaan BUM Desa, sehingga dapat dijadikan sebagai penggerak perekonomian masyarakat desa dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya desa tertinggal atau desa yang tingkat perekonomiannya rendah. Desa Warung Bambu adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang yang telah memiliki BUM Desa namun selama ini belum mampu memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat desanya.

 

Contoh Tesis 2 : OPTIMALISASI PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN PADES DI KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR (STUDI KASUS DI DESA SUKOREJO KECAMATAN BOJONEGORO)

Badan Usaha Milik Desa merupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh Desa yang bertujuan salah satunya untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Namun sering ditemukan tujuan tersebut belum terpenuhi karena antara pendapatan dan kontribusi yang diberikan tidak signifikan. Oleh karena itu dibutuhkan optimalisasi pengelolaan BUMDes dalam meningkatkan PADes. BUMDes Guyub Reksa Dana milik Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro merupakan salah satu BUMDes yang perlu dilakukan optimalisasi karena setelah mengalami mati suri dan kembali beroperasi selama 2 tahun terakhir kontribusi yang diberikan ke dalam PADes hanya 10 juta per tahun. Angka tersebut tidak mencapai 10% dari total Pendapatan Asli Desa Sukorejo. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis optimalisasi pengelolaan BUMDes dalam meningkatkan PADes di Desa Sukorejo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BUMDes sudah berjalan baik namun masih belum optimal, dikarenakan belum terpenuhi beberapa indikator yaitu tenaga kerja, modal, pangsa pasar, akuntable dan peningkatan laba/rugi. Saran yang diberikan peneliti yaitu: (1) Dilakukannya perbaikan dan peningkatan terhadap dimensi dan indikator yang belum terpenuhi, (2) Menarik minat masyarakat terhadap BUMDes dengan membuat acara dan (3) Pemerintah Desa melakukan pendampingan intensif terhadap BUMDes agar memacu pendapatan.

 

Contoh Tesis 3 : PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA DI DESA TEGAL ARUM KECAMATAN RIMBO BUJANG KABUPATEN TEBO

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Pembentukan dan pelaksanaan BUMDes bertujuan Membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomian. BUMDes Arum sudah berdiri sejak tahun 2017 dan sudah dapat menjalankan semua program programnya. Usaha yang dimiliki oleh BUMDes Arum di antaranya di tahun 2017 BRILink dan usaha pertanian dan di tahun 2018 BUMDes menbambah dua unit usaha lagi yaitu usaha pemasaran program unggulan desa dan sewa peralatan pesta. Unit-unit usaha ini berlanjut sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung, observasi, dan dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif Kualitatif. Kemudian analisa data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis diperoleh hasil dan kesimpulan penelitian sebagai berikut: Pertama, di dalam pelaksanaannya BUMDes Arum memilili mekanisme pengelolaan dan sudah terlaksana dengan baik dilihat dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasannya berjalan dengan baik. Kedua, kehadiran BUMDes di Desa Tegal Arum memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. BUMDes menjadi wadah perekonomian masyarakat, mampu memberdayakan masyarakat serta mengurangi pengangguran, dan setiap unit-unit usaha tersebut cukup memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Contoh Tesis 4 : PEMBENTUKAN DAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA YOGA MESARI DESA MENGWI MENURUT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENDIRIAN DAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA

Badan Usaha Milik Desa Yoga Mesari didirikan melalui musyawarah desa dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa Mengwi melalui Sumber Daya yang ada di Desa, baik sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya modal serta berperan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa Mengwi. Karya tulis ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pendirian dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Desa Mengwi serta peranan Badan Usaha Milik Desa Yoga Mesari terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa dan kesejahteraan masyarakat desa Mengwi. Dalam penulisan ini, digunakan metode penilitian hukum empiris. Desa Mengwi sudah mendirikan Badan Usaha Milik Desa pada Bulan Desember Tahun 2015 yang ditetapkan dengan Peraturan Desa Mengwi Nomor 11 Tahun 2015 tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa Yoga Mesari Desa Mengwi. Pelaksanan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pendirian Badan Usaha Milik Desa di Desa Mengwi belum secara keseluruhan sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam Perda tersebut, hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa hambatan yang dialami dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Yoga Mesari yaitu kesulitan dalam menentukan ide usaha baru dan menentukan Sumber Daya Manusia pengelola Badan Usaha Milik Desa. Badan Usaha Milik Desa Yoga Mesari berperan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa Mengwi serta berperan terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Mengwi melalui pelayanan umum, menciptakan lapangan pekerjaan dan sebagai motor penggerak perekonomian desa.

 

Contoh Tesis 5 : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes)

Pengabdian ini bertujuan untuk Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bagi aparatur desa dan Pengelola BUMDes sebagai dasar untuk meningkatkan kemampuan baik secara individu maupun secara lembaga desa di Desa Gentuma Kecamatan Gentuma Raya Kabupaten Gorontalo Utara. Tujuan khusus dari pengabdian ini adalah 1). Pengelolaan BUMDes Meliputi semua Penerimaan Dana BUMDes dalam 1 (satu) tahun anggaran, 2). Penyaluran Dana BUMDes, apakah sudah tepat saran dalam 1 (satu) tahun anggaran yang dikelolah oleh desa dan diteruskan ke Pengelola BUMDes kemudian dari penelolaan BUMDes diteruskan ke penerima sesuai ketentuan dan juknis penegelolaan dana yang disalurkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dana BUMDes dipergunakan dalam rangka mendanai Usaha Kecil dan Menengah yang ada didesa diklasifikasikan menurut kelompok, kegiatan, dan jenis usaha di Desa Gentuma Kecamatan Gentuma Raya Kabupaten Gorontalo Utara, 3). Pembiayaan Dana BUMDes meliputi kegiatan produktif yang dikelola masyarakat dengan tujuan mengembangkan usaha mereka menuju kemandirian kelompok-kelompok usaha tersebut., baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan Dana BUMDes terdiri atas Pinjaman Bergulir daN Bantuan Peningkatan Usaha (Hibah) yang diklasifikasikan menurut kelompok dan jenis Usaha di Desa Gentuma Kecamatan Gentuma Raya Kabupaten Gorontalo Utara. Tujuan inti dari pengabdian ini adalah Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga pengelola BUMDes memilki kemampuan dalam menjalankan program yang tepat sasaran agar bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku, khususnya di desa Gentuma Kecamatan Gentuma Raya Kabupaten Gorontalo Utara. Sehingga diharapkan program ini dapat meningkatkan kontribusi Universitas Negeri Gorontalo melalui LPM UNG dalam bidang pengabdian pada masyarakat. Dan hal ini pun menjadi resolusi tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Gorontalo Utara dimasa mendatang.

 

Contoh Tesis 6 : Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Di Jawa Timur: Analisis Inferensial Kinerja Pengelola Badan Usaha Milik Desa

Segenap puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Segenap doa dan terima kasih juga penulis sampaikan pada seluruh rekan kerja dan tim yang membantu terselesaikannya penelitian yang mengkaji kebijakan pemerintah tentang pendirian dan pengelolaan BUMDesa, yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pengelolaan pemerintahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberda- yaan di sektor perekonomian secara mandiri. Penelitian tentang sumber daya manusia di bidang pengelolaan lembaga atau institusi bisnis seperti BUMDesa yang pengelolaan dan pengawasannya secara otonomi diserahkan pada pemerintahan desa bukan suatu hal yang mudah, apalagi di Jawa Timur yang memiliki potensi IDT (Indeks Desa Tertinggal), maka bukan hanya soal penggalangan dana sebagai modal saja yang menjadi kendala awal, namun ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi kemampuan mengelola suatu badan usaha juga relatif sulit dipenuhi standartnya. Namun demikian tentu pihak aparatur pemerintahan desa akan bijak dan selektif untuk melakukan rekrutmen pengelola BUMDesa, karena menyangkut kredibilitas kepemimpinan desa, nilai politik, dan masalah tanggung jawab keuangan yang memiliki dampak langsung dengan pengawasan dari masyarakat. Untuk itu standart paling awal yang secara naluriah dilakukan oleh para stakeholder dalam melakukan rekrutmen sumber daya manusia untuk mengelola BUMDesa adalah warga masyarakat yang memiliki moral kerja dan motivasi kerja, yang targetnya adalah hasil kerja atau kinerja. Pertimbangan itulah yang mendorong penulis memilih tema tersebut, dan melalui analisis inferensial diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih detail, sistematik, inspiratif, dan memenuhi syarat analisis ilmiah. Terselesaikannya laporan penelitian ini diharpkan dapat menjadi kajian dan acuan untuk penelitian berikutnya terutama untuk peneliti yang memiliki perhatian pada sumber daya manusia dan pengelolaan badan usaha milik desa (BUMDesa), atau badan usaha dalam kategori mikro di daerah pedesaan. Diharapkan pula dapat menginspirasi para penglola usaha, khususnya BUMDesa terkait dengan hal-hal yang melatar belakangi karakteristik anggota atau pengurus, serta hal-hal lain yang memiliki keterkaitan dengan masalah motivasi kerja dan moral kerja. Penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya pada seluruh partisipan BUMDesa yang berkenan membantu dan memberikan keterangan serta pengisian data penelitian sebagai subjek sampling. Semoga karya penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, khususnya mahasiswa yang hendak menyusun program penelitian.

 

Contoh Tesis 7 : Strategi Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Dalam Upaya Pengembangan BUMDesa Surya Sejahtera Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya hambatan-hambatan dalam upaya pengelolaan dan pengembangan BUMDesa Surya Sejahtera Desa Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Dalam praktek pengelolaan BUMDesa Surya Sejahtera Desa Kedungturi terlihat tidak mengacu pada tahap pengembangan BUMDesa melalui strategi pengelolaan BUMDesa yang termuat dalam pasal 25 Permendesa, PDTT No. 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan Dan Pengelolaan, Dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelolaan BUMDesa Surya Sejahtera Desa Kedungturi untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menyebabkan hambatan pengembangan BUMDesa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah strategi pengelolaan BUMDesa yang termuat dalam pasal 25 Permendesa, PDTT No. 4 Tahun 2015 Tentang Pendirian, Pengurusan Dan Pengelolaan, Dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang menyebabkan adanya hambatan dalam pengelolaan dan pengembangan BUMDesa Surya Sejahtera di Desa Kedungturi yakni (1) Sosialisasi dan pembelajaran tentang BUMDesa yang belum dijalankan maksimal, (2) Pembentukan BUMDesa dengan maksud untuk menaungi usaha desa yang sudah berdiri dan berkembang di Desa Kedungturi sehingga pengelola BUMDesa tidak mendapatkan pembelajaran manajerial yang cukup, (3) Pendirian dan pengembangan usaha BUMDesa yang tidak menjalankan bisnis pelayanan/sosial maupun penyewaan, (4) Inisiatif membangun BUMDesa Surya Sejahtera dilakukan dengan pendekatan intervensi, (5) Pengembangan usaha BUMDesa Surya Sejahtera yang tidak didahului analisis kelayakan usaha, (6) Diversifikasi usaha yang dilakukan BUMDesa Surya Sejahtera tidak berorientasi pada bisnis keuangan maupun usaha bersama (holding).

Contoh Tesis 8 : PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA

Berbagai pengertian tentang desa telah banyak dikemukakan oleh para ahli dari berbagai macam disiplin ilmu, dan setiap pemahaman tentang desa tampaknya memiliki berbagai macam perbedaan terpisah tergantung pada sudut pandang apa atau pendekatan mana yang digunakan oleh ahli dalam memandang, mendeskripsikan dan menilai tentang desa, seperti dari segi sosiologi, administrasi, politik, sudut pandang kebijakan dan dalam hal ekonomi. Reformasi di Indonesia Tahun 1998 telah membawa banyak perubahan di desa-desa di Indonesia, salah satunya dengan desa keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. Desa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan kesejahteraan penduduk desa setempat. Oleh karena itu, desa juga diekspresikan sebagai kelompok alam terorganisir yang memiliki objek material dan bukan material (geordnede groupen van eigen blijvend karakter meth mengikat en eigen marericel vermogen). Desa itu punya potensi dan kekayaan yang diatur sesuai dengan sistem kelembagaan dikembangkan dan dipelihara oleh penduduk desa setempat. Sehingga desa yang lebih tinggi bergantung pada kekuatan potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh desa itu sendiri melalui berbagai macam bentuk partisipasi masyarakat desa itu sendiri, jadi tanpa terlalu melekat dan bergantung pada bantuan dari unsur-unsur seperti instansi pemerintah daerah atau pihak lain (perusahaan) yang lebih banyak memberikan bantuan lebih kepada warga desa itu sendiri secara pribadi dan kelembagaan dari desa. Sehubungan dengan penerapan Konsep otonomi desa, untuk itu perlu dilakukan penguatan terhadap upaya menuju pemerintahan desa. Oleh karena itu, Badan Usaha Milik Desa perlu dikelola dan dikembangkan dengan baik oleh pemerintah desa, sehingga BUMDES dapat dijadikan salah satunya potensi yang dapat dijadikan sebagai indikator peningkatan ekonomi masyarakat pemerintah dan penduduk desa.

 

Contoh Tesis 9 : Pendampingan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dalam Kaitannya Sebagai Infant Organisasi

Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) “Mitra Jaya Mandiri” Desa Cinangka Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang merupakan organisasi yang baru berdiri tahun 2016. Pembentukan BUMdes Mitra Jaya Mandiri (MJM) sebagai bentuk dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan pendapat asli desa serta meningkatkan tarap hidup warga Desa Cinangka. Namun demikian tanpa pengelolaan yang baik dan dukungan pemerintah serta masyarakat harapan untuk menjadikan BUMdes sebagai lokomotip perekonomian desa dapat tidak terwujud. Pada sisi lain keberlangsungan BUMds MJM sebagai infant organisasi akan sangat ditentukan bagaimana BUMdes dapat melewati tahun-tahun pertama berdirinya BUMdes yang merupakan tahapan paling kritis dengan tingkat kegagalan tertinggi dalam siklus hidup organisasi. Phenomena ini disebut liability of newness, kegagalan yang tinggi bagi organisasi baru disebabkan belum ada struktur formal dalam proses menghasilkan nilai tambah serta adanya system prosedure kerja baku dan pasti. Melalui program pendampingan pengelolaan BUMdes dengan menekankan pada profesionalisme dalam pengelolaan. Penyusunan perencanaan kerja sebagai acuan kerja dan didukung prosedure kerja yang terdokumentasi serta pembagian tugas, wewenang dan pelaporan menjadi kekuatan BUMdes MJM dalam menjamin keberlangsungan organisasi.

 

Contoh Tesis 10 : Peningkatan Kapasitas Badan Usaha Milik Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bertujuan untuk melakukan inovasi pembangunan desa, khususnya peningkatan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa untuk memperkuat perekonomian dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensinya. Pengabdian masyarakat di Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan sosialisasi: memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang peran BUMDes serta melakukan FGD berbasis kelompok kepentingan di desa tersebut. Tujuan program ini adalah untuk membawa perubahan sosial ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil observasi, permasalahan mitra adalah: 1) Pendirian BUMDes di Desa Janji belum sepenuhnya membentuk semua jenis usaha di wilayah tersebut tetapi baru membentuk satu jenis usaha, 2) Adanya keberatan dari anggota masyarakat yang sudah memiliki industri rumah tangga. Sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi di pedesaan, BUMDes harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada umumnya agar keberadaan dan kinerja BUMDes dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Indonesia. Janji Village.

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?