HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Teori Lengkap Tentang Komunikasi Pemasaran Pariwisata menurut Teori dan Pendapat Ahli dan Contoh Tesis tentang Komunikasi Pemasaran Pariwisata

Gambaran dari Komunikasi Pemasaran Pariwisata

Definisi Komunikasi Pemasaran Pariwisata

Harsono Suwardi menyatakan bahwa dasar dari pemasaran adalah komunikasi dan pemasaran bisa akan begitu powerful jika dipadukan dengan komunikasi yang efektif dan efisien. Bagaimana menarik konsumen atau khalayak menjadi aware, kenal dan mau membeli suatu produk atau jasa melalui saluran komunikasi adalah bukan sesuatu yang mudah (Prisgunanto, 2006:7)

 

Komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen langsung atau tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual. Komunikasi pemasaran menggambarkan “suara” merek dan merupakan sarana yang dapat digunakan untuk membangun dialog dan membangun hubungan dengan konsumen (Kotler, 2008:204).

Komunikasi pemasaran adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual, dan merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan di bidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik. Jadi komunikasi pemasaran itu merupakan pertukaran informasi dua arah antara pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang terlihat dalam pemasaran. (Basu Swastha dan Irawan, 2001:345).

Komunikasi pemasaran memegang peranan sangat penting bagi pemasar. Tanpa komunikasi, konsumen maupun masyarakat secara keseluruhan tidak akan mengetahui keberadaan produk di pasar. Penentuan siapa saja yang menjadi sasaran komunikasi akan sangat menentukan keberhasilan komunikasi. Dengan penentuan sasaran yang tepat, proses  komunikasi akan berjalan efektif dan efisien. (Sutisna, 2002:268).

 

Model Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk di pasar. Konsep yang secara umum sering digunakan untuk menyampaikan pesan disebut sebagai bauran promosi (promotional mix). Disebut bauran promosi karena biasanya pemasar sering menggunakan berbagai jenis promosi secara simultan dan terintegrasi dalam suatu rencana promosi produk. Terdapat lima jenis promosi yang biasa disebut sebagai bauran promosi (Sutisna, 2002:267), yaitu :

  1. Iklan (advertising)
  2. Penjualan tatap muka (personal selling)
  3. Promosi penjualan (sales promotion)
  4. Hubungan masyarakat dan publisitas (publicity and public relation)
  5. Pemasaran langsung (direct marketing)

Model komunikasi pemasaran yang biasa dikembangkan pada umumnya tidak jauh berbeda. Model komunikasi pemasaran meliputi sender atau juga disebut sumber (source). Pertama kali pesan komunikasi datang dari sumber. Dalam pemsaran sumber berarti pihak yang mengirim pesan pemasaran kepada konsumen. Pihak yang mengirim pesan dalam hal ini tentu saja pemasar. Proses selanjutnya yaitu pemasar menentukan bagaimana pesan itu disusun agar bisa dipahami dan direspons secara positif oleh penerima dalam hal ini konsumen. Pada proses tersebut ditentukan pula jenis komunikasi apa yang akan digunakan. Apakah pesan akan disampaikan melalui iklan, personal Selling, promosi penjualan, public relation atau dengan direct marketing. Keseluruhan proses dari perancangan pesan sampai penentuan jenis promosi yang akan dipakai disebut proses encoding. Proses encoding ini juga disebut sebagai proses menerjemahkan tujuan-tujuan komunikasi ke dalam bentuk-bentuk pesan yang akan dikirimkan kepada penerima.

Proses selanjutnya yaitu menyampaikan pesan melalui media. Jika pesan dirancang dalam bentuk iklan, maka pesan harus disampaikan dalam media cetak   atau media elektronik. Pesan yang disampaikan dalam media cetak akan berbeda bentuk dan strukturnya dengan pesan yang disampaikan dalam media elektronik. Pesan dalam media cetak biasanya bersifat detail dan menjelaskan karakteristik produk secara lengkap. Sedangkan pesan yang disampaikan dalam media elektronik seperti radio dan televise tidak boleh secara detail menerangkan produk karena akang sangat memakan biaya. Proses penyampaian pesan melalui media ini disebut sebagai proses transmisi.

Pesan yang disampaikan melalui media akan ditangkap oleh penerima. Ketika pesan diterima, penerima akan memberikan respons terhadap pesan yang disampaikan. Respons yang diberikan bisa positif, negatif atau netral. Respon positif tentu saja adalh respons yang diharapkan olej pengirim pesan. Respon positif identic dengan terjadinya keserasian antara harapanpengirim pesan dengan tanggapan penerima pesan. Dengan kata lain, pesan yang dirancang direspons sesuai dengan keinginan perancang pesan. Kesesuaian antara harapan pengirim dengan tanggapan penerima inilah yang diharapkan terjadi, karena hal ini akan mempengaruhi perilaku konsumen secara positif. Hal yang tidak diharapkan terjadi adalah respons negatif atau netral dari konsumen (penerima pesan). Respon negative ini terjadi karena tidak terjadi keserasian antara harapan pengirim pesan dengan respons yang dilakukan oleh penerima. Pengirim mengharapkan A, konsumen mengharapkan B. Jadi ada ketidaksesuaian antara harapan pengirim pesan dengan tanggapan konsumen. Proses memberikan respons dan mengiterpretasikan pesan yang ditema disebut sebagai proses decoding. Proses decoding berarti penerima pesan memberi interpretasi atas pesan yang diterima.

Proses decoding ini akan dilanjutkan dengan tindakan konsumen sebagai penerima pesan. Jika pesan yang sampai diterima secara positif, maka hal ini akan memberikan pengaruh positif pada sikap dan perilaku konsumen. Sikap positif konsumen terhadap suatu produk akan mendorong konsumen untuk melakukan tindakan pembelian. Tentu saja tidak semua sikao positif diakhiri dengan pembelian, karena dibatasi oleh kemampuan daya beli. Sedangkan sikap negatif tgerhadap produk akan menghalangi konsumen untuk melakukan tindakan pembelian. Oleh karena itu, pembentukan sikap positif terhadap produk sangat penting dilakukan oleh pemasar.

Proses terakhir yaitu umpan balik (feedback) atas pesan yang dikirimkan. Pemasar mengevaluasi apakah pesan yang disampaikan sesuai dengan harapan, artinya mendapat respons dan tindakan yang positif dari konsumen, atau justru tidak sampai secara efektif. Pengukuran efektifitas pesan tentu saja harus melalui proses penelitian. Namun indicator yang dengan mudah bisa dipakai sebagai ukuran efektifitas pesan adalah tinfak penjualan produk yang ditawarkan ke pasar. Pesan (iklan, brosur, hubungan masyarakat, direct mail, dll) disebut efektif (berhasil mencapai tujuan) jika tingkat penjualan produk setelah proses penyampaian pesan meningkat secara signifikan. Sebaliknya, jika pesan yang disampaikan disebut tidak efektif jika setelah pesan disampaikan penjualan produk tidak menigkat. Secara menyeluruh pesan tahapan proses komunikasi pemasaran di atas digambarkan sebagai berikut:

Contoh Tesis tentang Komunikasi Pemasaran Pariwisata

Contoh Tesis No.1 STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN KEMENTERIAN PARIWISATA INDONESIA DALAM PESONA INDONESIA MELALUI YOUTUBE

Pariwisata di Indonesia terus dikelola dengan serius oleh pemerintah Indonesia guna meningkatkan dan mengembangkan obyek-obyek wisata yang ada di Indonesia dengan maksud dan tujuan tidak lain untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik dari wisatawan mancanegara ataupun nusantara. Pariwisata di indonesia sendiri di kelola oleh Kementerian Pariwisata Indonesia yang memiliki brandingWonderful Indonesia yang ditujukan bagi wisatawan mancanegara dan Pesona Indonesia yang di tujukan untuk wisatawan nusantara. Dimana dalam penelitian ini akan lebih lanjut dibahas mengenai strategi komunikasi pemasaran Kementerian Pariwisata Indonesia melalui Pesona Indonesia dalam Youtube, dimana Youtube merupakan salah satu media promosi yang dimiliki Kementerian Pariwisata Indonesia dan merupakan media yang efektif untuk digunakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan paradigma konstruktivis. Data-data dalam penelitian diperoleh melalui wawancara yang dilakukan secara offline. Dimana informan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang merupakan bagian dari Tim Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara. Hasil penelitian yang didasarkan pada teori Public Relationsdan karakteristik media sosial Youtube menunjukanbahwa strategi komunikasi pemasaran Kementerian Pariwisata Indonesia melalui Pesona Indonesia dalam Youtube menggunakan kampanye digital yang didukung dengan penggunaan endorse berupa artis ataupun vlogger guna meningkatkan ketertarikan khalayak baik menyaksikan video yang ada di Youtube ataupun melakukan perjalanan wisata.

 

Contoh Tesis No.2 STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN JEPARA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH PENGUNJUNG PANTAI TIRTA SAMUDRA

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan penjodohan pola terhadap teori yang diprediksikan dengan pola yang ditemukan di lapangan yaitu dengan obyek penelitian yaitu strategi komunikasi Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Jepara dalam meningkatkan jumlah pengunjung Pantai Tirta Samudra, dapat disimpulkan bahwa 1) Mengkomunikasikan program atau hal baru di berbagai objek wisata sebagai bentuk publikasi dan promosi. 2) Menjalin Komunikasi dengan public internal dan eksternal. 3) Memperbanyak event-event Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara. 4) Promosi melalui media publikasi; internet, media luar ruang, sales trip dll..5) Menjalin komunikasi dengan media massa dan pers guna membina hubungan baik.

Contoh Tesis No.3 STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PARIWISATA BANYU MILI DALAM PENINGKATAN JUMLAH PENGUNJUNG

Pariwisata menjadi sumber pendapatan utama yang menggeser eksistensi bisnis pertambangan. Objek wisata di kabupaten wonosalam kabupaten jombang sangat beragam namun didominasi oleh potensi wisata alam. Salah satu tempat wisata alam yang populer di kabupaten wonosalam adalah desa djawi, banyu mili dan hutan pinus yang semuanya berada di desa carang wulung. Namun fakta jumlah pengunjung yang meningkat jumlah tersebut menjadi masalah krusial yang dialami pengelola. Salah satu upaya untuk dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan adalah dengan strategi pemasaran komunikasi pemasaran. Penelitian ini berfokus pada penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen penting dalam bauran pemasaran adalah penjualan personla, periklanan, publikasi, penjualan promotoin, dan sponsorship. Kampung djawi menunjukkan bahwa kelima bauran tersebut telah diterapkan dan terus ditingkatkan dari berbagai aspek, berbeda dengan banyu mili dan hutan pinus yang kapabilitas pemasarannya selama ini hanya diterapkan pada publikasi dan personal selling. Sedangkan keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan menjadi penghalang dalam penerapan sponsorship, periklanan, dan promosi penjualan. Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa jumlah kunjungan wisatawan kampung djawi cenderung meningkat secara bertahap, sedangkan banyu mili dan hutan pinus cenderung stabil dan stagnan.

Contoh Tesis No.4 Strategi komunikasi pemasaran pariwisata kota semarang

Kota  Semarang  menduduki  peringkat  keempat  kota  pariwisata  terbaik  di  Indonesia dalam  event Yokatta  Wonderful  Indonesia  Tourism  Award  tahun  2018.  Hal  ini  dapat  dilihat melalui meningkatnya jumlah wisatawan dari 2,09 juta wisatawan pada 2011 menjadi 5,02 juta wisatawan  pada  2017.  Perkembangan  ini  juga  tidak  lepas  dari  strategi  pemasaran  yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Semarang yang saat ini juga telah mengembangkan Program Semarang Smart City. Artinya, peran teknologi, dalam hal ini media digital, menjadi satu acuan yang akan digunakan untuk dapat mengakses segala informasi, salah satunya aspek pariwisata, yang disebut dengan tourism  4.0.  Teori yang digunakan dalam  penelitian  ini adalah Marketing Public  Relations  oleh  Thomas  El  Harris. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam melakukan promosi wisata  melalui  media  digital.  Peneliti  menggunakan  metode  penelitian  deskriptif  kualitatif dengan teknik pengambilan data melalaui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa,  Pemerintah  Kota  Semarang  memiliki  berbagai  platform  untuk mempromosikan pariwisata, yaitu aplikasi WisSemar dan My Semarang Travel Guide, Facebook, Instagram, Twitter  dan  Youtube.  Tujuannya  adalah  agar masyarakat datang dan berkunjung ke Semarang  baik  untuk  menghadiri  acara  maupun  mengunjungi  tempat  wisata.  Pull  strategy digunakan  oleh  Disbudpar  Kota  Semarang  untuk  menarik perhatian  masyarakat  dengan  cara mengunggah informasi tentang semua acara yang diselenggarakan di Semarang melalui  media sosial

Contoh Tesis No.5 STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN KEMENTERIAN PARIWISATA INDONESIA DALAM PESONA INDONESIA MELALUI YOUTUBE

Pariwisata  di  Indonesia  terus  dikelola  dengan  serius  oleh  pemerintah  Indonesia  guna meningkatkan dan mengembangkan obyek-obyek wisata yang ada di Indonesia dengan maksud dan tujuan tidak lain untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik dari wisatawan mancanegara ataupun nusantara. Pariwisata di indonesia sendiri di kelola oleh Kementerian Pariwisata  Indonesia  yang  memiliki  brandingWonderful  Indonesia  yang  ditujukan  bagi wisatawan mancanegara dan Pesona Indonesia yang di tujukan untuk wisatawan nusantara. Dimana  dalam  penelitian  ini  akan  lebih  lanjut  dibahas  mengenai  strategi  komunikasi pemasaran  Kementerian  Pariwisata  Indonesia  melalui  Pesona  Indonesia  dalam  Youtube, dimana Youtube merupakan salah satu media promosi yang dimiliki Kementerian Pariwisata Indonesia dan merupakan media yang efektif untuk digunakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan paradigma konstruktivis. Data-data dalam penelitian diperoleh melalui  wawancara  yang  dilakukan secara  offline.  Dimana informan  dalam  penelitian  ini berjumlah tiga orang  yang  merupakan  bagian dari  Tim Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata  Nusantara.  Hasil  penelitian  yang  didasarkan  pada  teori  Public  Relations  dan karakteristik  media  sosial  Youtube  menunjukanbahwa  strategi  komunikasi  pemasaran Kementerian Pariwisata Indonesia melalui  Pesona Indonesia dalam Youtube menggunakan kampanye digital yang didukung dengan penggunaan  endorse berupa artis ataupun vlogger guna  meningkatkan  ketertarikan  khalayak  baik  menyaksikan  video  yang  ada di  Youtube ataupun melakukan perjalanan wisata.

Contoh Tesis No.6 Strategi Komunikasi Pemasaran Wisata Nagari Koto Hilalang, Solok, Sumatera Barat

Nagari Koto Hilalang merupakan salah satu desa wisata potensial di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Kawasan ini memiliki pemandangan yang indah, rumah adat Minang sebagai peninggalan dan artefak kuno berusia ratusan tahun serta gaya hidup masyarakat lokal yang masih menjaga sistem sosial budaya dan kearifan lokal yang unik. Potensi tersebut hingga saat ini belum dimanfaatkan, dikelola dan dikembangkan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep strategi komunikasi pemasaran Nagari Koto Hilalang di Kecamatan Kubung Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat untuk menarik minat wisatawan.

Contoh Tesis No.7 STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DINAS PARIWISATA PEMERINTAH KOTA MAKASSAR DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA DI KOTA MAKASSAR

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor peningkatan dan penurunan Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Makassar dalam melakukan pemasaran ada dua, pertama faktor peningkatan, yaitu Makassar sudah dikenal luas oleh masyarakat, objek-objek wisata yang menarik untuk dikunjungi serta event-event yang diselenggarakan di Kota Makassar, kedua faktor penurunan, yaitu adanya isu sara, demo yang membuat kemacetan, bencana alam, gangguan pada saat penerbangan serta double flight. (2) Strategi komunikasi Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di Kota Makassar yaitu dengan melakukan berbagai bentuk komunikasi pemasaran seperti melalui Advertising (periklanan), personal selling (penjualan tatap muka) dan Direct Marketing (Pemasaran Langsung).

Contoh Tesis No.8 STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MENGEMBANGKAN OBJEK WISATA RELIGI KOTA MAGELANG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Pemerintah Kota Magelang dalam mengembangkan objek wisata religi makam Syekh Subakir yaitu bauran komunikasi pemasaran yang meliputi pemasangan iklan, pembuatan promosi, pemanfaatan humas sebagai publikasi, penjualan tatap muka, dan penjualan langsung. (2) Faktor pendukung internal adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya finansial yang memadahi, keleluasaan pengelolaan, totalitas juru kunci sebagai profesinya, dan lokasi yang strategis. Sedangkan faktor pendukung eksternal adalah antusias peziarah dan dukungan masyarakat dalam menjamin keamanan. Adapun factor penghambat internal adalah kurangnya intensitas promosi dan kerjasama. Sedangkan faktor penghambat eksternal adalah kurangnya dukungan media dan akses jalan yang sempit.

Contoh Tesis No.9 Strategi Komunikasi Pemasaran Ekowisata pada Destinasi Wisata Dolphin Hunting Lovina

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi marketing komunikasi yang tepat bagi Destinasi Ekowisata Dolphin Hunting Lovina, agar berkelanjutan. Design metodelogi yang digunakan adalah pendekatan marketing komunikasi dengan mengadopsi teori konsep basic elemen marketing komunikasi, pergeseran pendekatan marketing terpadu menuju marketing komunikasi, tantangan organisasi dan khalayak dalam menciptakan brand awareness. Riset kualitatif dan wawancara mendalam dilakukan kepada beberapa nara sumber yang berkompeten terhadap Destinasi Wisata Dolphin Hunting Lovina. Temuan yang dihasilkan bahwa penciptaan image dan brand awareness Destinasi Wisata Lovina ditentukan oleh marketing komunikasi organisasi dan khalayak internal.

Contoh Tesis No.10 Strategi Komunikasi Pemasaran Objek Wisata Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Strategi Komunikasi Pemasaran objek wisata Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung serta hal-hal yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pemasaran oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan metode fonomenologi. Informan terdiri dari para pengunjung lokasi penelitian, para pelaku wisata, organisasi wisata dan Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah kombinasi dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam memenuhi keabsahan data penelitian ini digunakan triangulasi dengan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Karo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah melakukan strategi komunikasi pemasaran yang dirancang oleh internal tanpa melibatkan para pelaku wisata dalam perencanaan. Dalam pemasaran objek wisata Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung dilakukan komunikasi pemasaran terpadu (IMC) melalui advertising, public relations, sales promotion dan personal selling. Strategi komunikasi pemasaran antara lain berfokus pada: image, daya tarik alam, dukungan masyarakat dan kemajuan teknologi informasi. Strategi komunikasi pemasaran yang menonjolkan keunikan Karo yaitu seni budaya dan daya tarik alam untuk memenangkan persaingan dengan daerah lain.

 

Leave a Reply

Open chat
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?