HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Tesis STAD dgn Pengamatan Audiovisual dan Obyek Nyata dari Kreativitas dan Kemampuan Berpikir

Judul Tesis : Pembelajaran Kimia Model STAD (Student Teams Achievment Divisons) dengan Pengamatan Audiovisual (Video) dan Obyek Nyata Ditinjau dari Kreativitas dan Kemampuan Berpikir Abstrak

A. Latar Belakang Masalah

Kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam karya yang baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. (Reni Akbar Hawadi dkk, 2001:5). Mengingat pentingnya kreativitas belajar siswa, maka dalam kegiatan belajar mengajar lebih banyak melibatkan kreativitas belajar siswa. Sedangkan siswa itu sendiri hendaknya dapat memotivasi dirinya sendiri untuk ikut kreatif dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya kreativitas belajar ini kemungkinan besar prestasi belajar yang dicapai akan memuaskan.

Berdasarkan uraian di atas maka akan dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode STAD dengan pengamatan menggunakan media obyek nyata dan audio visual (video) terhadap prestasi belajar pada pembelajaran kimia pokok bahasan larutan sistem koloid dengan memperhatikan kreativitas dan kemampuan berpikir abstrak siswa. Penelitian ini dilakukan di SMK Ganesha Tama Boyolali pada kelas XI semester genap tahun pelajaran 2010/2011.

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh media obyek nyata dan audio visual (video) terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Apakah ada pengaruh kemampuan berpikir abstrak siswa terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Apakah ada pengaruh tinggi rendahnya kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa?

C. Landasan Teori

Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivis.Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran.

Media Audio Visual (Video)

Menurut Arsyad (2003:36) Video ádalah sistem penyimpanan dan rekaman video di mana signal audiovisual direkam pada disket plastik, bukan pada pita magnetik. Media Video mempunyai dua perangkat, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Adapun perangkat keras dari adalah player atau alat yang memproses perangkat lunak ke dalam tampilan gambar. Sedangkan perangkat lunak adalah berupa kepingan disk, yang berisi data atau rekaman.

Media Obyek Nyata

Media obyek nyata atau specimen merupakan obyek sebenarnya yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Cakupan media nyata dalam pembelajaran kimia sangat luas, mulai dari bagian kecil dari suatu obyek sampai ke obyek utuh lengkap. Berdasarkan ukurannya mulai dari obyek yang besar sampai dengan obyek mikroskopis yang hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Media nyata sering juga disebut sebagai realia karena media tersebut adalah obyek nyata.

Kreativitas

Kreativitas adalah ketrampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek dari perspektif baru dan mebentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran. (James R Evan, 1994). Pengertian kreativitas juga dapat dijelaskan melalui berbagai dimensi pribadi (person), dimensi proses, dimensi produk dan dimensi pendorong (pres).

Kemampuan Berpikir Abstrak

Kemampuan berpikir merupakan sekumpulan ketrampilan yang kompleks yang dapat dilatih sejak usia dini. Berpikir menurut Suryabrata merupakan proses aktif dinamis yang bersifat ideasional dalam rangka pembentukan pengertian, pembentukan pendapat, dan penarikan kesimpulan (Suryabrata, 1993:54).

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yang dilaksanakan dari bulan September 2010 s.d. Mei 2011.

Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMK Ganesha Tama Kabupaten Boyolali.

Sample diambil dengan sistem acak yang teridiri dari dua kelas yaitu kelas XIA dan XIB. Kelas XIA diberi pembelajaran dengan menggunakan media obyek nyata dan XIB menggunakan media audiovisual.

Analisis data menggunakan teknik anava tiga jalan dengan jumlah sel tidak sama dan dilanjutkan menggunakan General Linear Model (GLM) pada program Minitab 15.

E. Kesimpulan

 

1. Pembelajaran menggunakan metode STAD dengan media obyek nyata membuat siswa berinteraksi langsung dengan lingkungan, mempergunakan pemikiran konkret dan abstrak serta semua panca indera untuk memperoleh informasi dengan mengadakan observasi terhadap lingkungan. Oleh karena itu ada pengaruh pembelajaran yang signifikan metode STAD dengan media obyek nyata dan audiovisual terhadap prestasi belajar pada materi Sistem Koloid di SMK Gabesha Tama Boyolali, pada kelas yang diberi pembelajaran metode STAD dengan media obyek nyata diperoleh rata-rata 74,29, sedangkan pada kelas yang diberi pembelajaran metode STAD dengan media audiovisual diperoleh rata-rata 67,93.

2. Aktifitas dan kegiatan pengamatan yang dilakukan siswa dengan menggunakan kreativitas siswa dapat mengoptimalkan kemampuan siswa sehingga meningkatkan prestasi belajar. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kreativitas tinggi rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Koloid di SMK Gabesha Tama Boyolali. Untuk kelompok siswa yang mempunyai kreativitas tinggi memperoleh ratarata prestasi belajar 78,15, sedangkan kelompok siswa yang mempunyai kreativitas rendah memperoleh rata-rata prestasi belajar 67,60.

3. Kemampuan berfikir abstrak merupakan faktor internal siswa yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa pada materi Sistem Koloid. Siswa yang mempunyai kemempaun berfkir abstrak tinggi prestasinya lebih baik dibandingkan dengan siswa yang kemampuan berpikir abstraknya rendah. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan ada pengaruh yang signifikan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Koloid di SMK Gabesha Tama Boyolali. Rata-rata prestasi belajar pada kelompok siswa yang berkemampuan berpikir abstrak tinggi adalah 74,65. Sedangkan rata-rata prestasi kelompok siswa yang berkemampuan berpikir abstrak rendah adalah 65,11.

Incoming search terms:

Leave a Reply