HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Tentang Prestasi Belajar Siswa

Skripsi Tentang Prestasi Belajar Siswa ~ Hubungan Bimbingan Guru Dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Anak Tuna Grahita SMALB Di SLB C Setya Darma Surakarta Tahun Ajaran 2005-200

tuna grahita Skripsi Tentang Prestasi Belajar Siswa

A.   Latar Belakang Masalah

Upaya pengembangan pendidikan dalam gerak pembangunan nasional merupakan suatu yang wajar dan harus tetap dilakukan. Hal ini dilandasi pemikiran bahwa pendidikan merupakan faktor strategis dalam menunjang keberhasilan pembangunan. Pendidikan luar biasa sebagai salah satu bentuk pendidikan yang khusus mengenai anak-anak berkelainan dari berbagai jenis termasuk juga anak tuna grahita. Di dalam pasal 31 Batang Tubuh UUD 1945 ditegaskan bahwa setiap Warga Negara Indonesia berhak mendapatkan pengajaran yang diupayakan pemerintah baik formal maupun non formal. Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 5 ayat 2, juga ditegaskan bahwa “Warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak mendapat pendidikan khusus”.

Anak tuna grahita dapat memenuhi kebutuhan pendidikannya di sekolah luar biasa bagian C atau lebih dikenal dengan singkatan SLB C. SLB C Setya Darma Surakarta merupakan salah satu bentuk pendidikan sekolah khusus bagi anak tuna grahita. Di sekolah luar biasa ini dimulai dari tingkat permulaan atau biasa disebut taman kanak-kanak sampai tingkat menengah atas. Sehingga anak yang dididik dan dibantu dapat menyiapkan diri memasuki dunia luar sekolah yang lebih luas, karena tidaklah mungkin anak yang telah lulus dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Hambatan-hambatan yang dialami anak tuna grahita dalam peralihan dari lingkungan keluarga ke lingkungan sekolah berasal dari “konsep diri anak akan ketunaannya yang timbul dari dalam diri anak akibat cacatnya diperkuat perlakuan orang lain terhadapnya”. (Muh. Bandi, 1999: 11)

B.   Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan di atas dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:

  1. Pola asuh orang tua terhadap anak tuna grahita pada umumnya banyak mengalami kekeliruan. Dari kekeliruan itu maka orang tua gagal menciptakan kondisi yang baik dalam proses belajar anak tuna grahita.
  2. Dalam pelaksanaan bimbingan guru pada umumnya belum melaksanakan bimbingan yang sebenarnya, guru lebih banyak melakukan kegiatan belajar mengajar yang sifatnya klasikal.

C.   Pembatasan Masalah

Supaya masalah dapat dikaji dan dijawab secara mendalam serta tidak terlalu luas, maka penulis membatasi masalah sebagai berikut:

  1. Pola asuh orang tua adalah seperangkat sikap dan perilaku yang ditata yang diterapkan oleh orang tua dalam berinteraksi dengan anak di rumah. Pola asuh orang tua dalam penelitian ini merupakan pola asuh orang tua yang sifatnya positif yang meliputi: permissivenesess (pembolehan) dan acceptance (penerimaan).
  2. Bimbingan guru dalam penelitian ini penulis batasi dengan bimbingan belajar guru yang sifatnya positif

D.   Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah ada hubungan antara pola asuh orang tua dan prestasi belajar anak tuna grahita SMALB di SLB C Setya Darma Surakarta tahun ajaran 2005/2006?
  2. Apakah ada hubungan antara bimbingan guru dan prestasi belajar anak  tuna grahita SMALB di SLB C Setya Darma Surakarta tahun ajaran 2005/2006?
  3. Apakah ada hubungan antara pola asuh orang tua dan bimbingan guru dengan prestasi belajar anak tuna grahita SMALB di SLB C Setya Darma Surakarta tahun ajaran 2005/2006?

E.    Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya hubungan antara pola asuh orang tua dan bimbingan guru dengan prestasi belajar anak tuna grahita SMALB di SLB C Setya Darma Surakarta tahun ajaran 2005/2006.

F.   Manfaat Penelitian

  1. Memberikan masukan kepada orang tua agar lebih memperhatikan kebutuhan dan kemampuan-kemampuan yang dimiliki anak tuna grahita di rumah sehingga dapat memberikan pola asuh dan bimbingan secara tepat.
  2. Sebagai masukan pada Lembaga Pendidikan Luar Biasa guna meningkatkan kualitas Pendidikan Luar Biasa, khususnya pendidikan bagi anak tuna grahita.

Tinjauan Pustaka

A. Tinjauan Tentang Pola Asuh Orang Tua

  1. Pengertian Orang Tua

Rumah dan keluarga adalah lingkungan hidup pertama, dimana anak memperoleh pengalaman-pengalaman pertama yang sudah mempengaruhi jalan hidupnya. Di dalam keluarga anak mendapat pengalaman dari orang tua. Sanyoto (1999: 10) menyatakan bahwa, “Orang tua berarti orang yang sudah tua, ibu atau bapak atau orang yang dianggap tua”.

Thamrin Nasution. (1986: 1) berpendapat bahwa “Orang tua adalah setiap orang yang bertanggung jawab dalam suatu keluarga atau rumah tangga, dan dalam kehidupan sehari-hari lazim disebut ibu.

IDtesis merupakan solusi, konsultasi, dan refrensi bagi anda yang sedang mengalami kendala dalam Pembuatan Disertasi, Tesis, dan Skripsi

Incoming search terms:

Leave a Reply