HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Ekonomi: Potensi Ekonomi Daerah Kabupaten Pati pd Periode Pelaksanaan OTODA

Judul Skripsi : Analisis Potensi Ekonomi Daerah Kabupaten Pati pada Periode Sebelum dan Selama Pelaksanaan Otonomi Daerah (Periode 1995-2006)

 

A. Latar Belakang

Berkembangnya demokratisasi kehidupan berbangsa dan bernegara serta komitmen nasional untuk mewujudkan pola kepemerintahan yang baik (good governance) mendorong adanya pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah sebagai salah satu pola pokok penyelenggaraan berbagai aktivitas pembangunan. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (Pasal 1 UU No 32 Tahun 2004). Pengertian desentralisasi ini tidak dapat dipisahkan dari otonomi daerah karena sesuai dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Otonomi daerah diwujudkan sebagai hasil dari pendelegasian sebagian urusan pusat berdasarkan perspektif yang bertujuan mencapai kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Penerapan otonomi daerah ini ditandai dengan keluarnya UU No. 22 tahun 1999 yang telah direvisi menjadi UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 yang telah direvisi menjadi UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Implikasi terpenting bagi daerah dengan diberlakukannya kedua Undang-undang tersebut adalah daerah memiliki wewenang dan tanggungjawab untuk mengatur, dan mengurus rumah tangganya sendiri, kepadanya diberikan juga sejumlah kewenangan untuk mengupayakan dan mengelola sumber-sumber keuangan guna pembiayaan pemerintah dan pembangunan daerah.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Bagaimana perubahan struktur ekonomi prioritas yang diukur dengan analisis Shift Share (SS) dan LQ (Location Quotient) di Kabupaten Pati pada masa sebelum (1995-2000) maupun selama pelaksanaan otonomi daerah (2001-2006)?
  2. Bagaimana kondisi kegiatan ekonomi yang potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Pati yang diukur dengan parameter MRP (Model Rasio Pertumbuhan) pada masa sebelum (1995-2000) maupun selama pelaksanaan otonomi daerah (2001-2006)?

 

C. Landasan Teori

Arti Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi adalah usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang seringkali diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan riil per kapita (Irawan dan M. Suparmoko, 1993 :5).

Pengertian Pembangunan Ekonomi Daerah

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya-sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut (Arsyad, 1999: 108). Dalam pembangunan ekonomi daerah, pemerintah daerah berperan dan bertanggung jawab dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

 

Pengertian Otonomi Daerah

UU No 32 Tahun 2004 menjelaskan bahwa otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

D. Metode Penelitian

Dari hasil perhitungan uji beda dua mean didapat hasil bahwa komponen Dij dan Mij yang berbeda secara significant (thit < ttsb) pada periode sebelum dan selama pelaksanaan otonomi daerah, sedangkan komponen Cij dan Nij tidak berbeda secara significant pada kedua era tersebut. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan sektor basis pada kedua periode, hal ini diperkuat dengan uji beda dua mean. Berdasarkan analisis MRP menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan sektor potensial pada kedua periode, hal ini diperkuat dengan uji beda dua mean. Hasil analisis Overlay menunjukkan bahwa sektor unggulan pada periode sebelum otonomi daerah adalah sektor pertanian; pertambangan dan penggalian; listrik, gas dan air bersih; dan keuangan, sewa dan jasa perusahaan.

 

E. Kesimpulan

  1. Berdasarkan analisis Location Quotient (LQ), dapat diketahui bahwa di Kabupaten Pati tidak terdapat perubahan secara meyakinkan berdasarkan pengujian dua beda mean dalam hal sektor basis dan non basis ekonomi di Kabupaten Pati periode sebelum dan selama diterapkannya otonomi Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa kondisi basis sektoral di Kabupaten Pati diduga mengalami perubahan baik sebelum otonomi dan selama otonomi daerah adalah tidak terbukti.
  2. Berdasarkan analisis MRP, dapat diketahui bahwa di Kabupaten Pati sebelum dan selama diterapkannya otonomi daerah, tidak terdapat perubahan secara meyakinkan berdasarkan pengujian dua beda mean dalam hal dalam sektor unggulan dan kegiatan ekonomi yang potensial baik ditingkat propinsi Jawa Tengah maupun di Kabupaten Pati. Sehingga hipotesis ketiga bahwa kegiatan ekonomi potensial untuk di kembangkan di Kabupaten Pati diduga mengalami perubahan baik pada era sebelum otonomi daerah dan selama otonomi daerah adalah tidak terbukti.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Strategi Pemasaran Eksport pada PT. Iskandar Indah Printing Textile di Surakarta
  2. Analisis Potensi Ekonomi Daerah Kabupaten Pati pada Periode Sebelum dan Selama Pelaksanaan Otonomi Daerah (Periode 1995-2006)
  3. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah
  4. Evaluasi Terhadap Penentuan Harga Pokok Produk Pesanan dengan Metode Full Costing pada Bengkel Mesin
  5. Analisis Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Bencana Gempa Bumi dan Strategi-Strategi yang diterapkan dalam Menghadapi Peristiwa tersebut (Studi Kasus pada Kabupaten Klaten)

Leave a Reply