HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Ekonomi: Keragaan Sektor Ekonomi Primer Kabupaten Madiun Sebelum dan Selama OTODA

Judul Skripsi : Analisis Keragaan Sektor Ekonomi Primer Kabupaten Madiun Sebelum dan Selama Otonomi Daerah Periode 1997-2007

 

A. Latar Belakang

UU No. 32 Tahun 2004 menyebutkan bahwa Pemerintahan Daerah dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan otonomi daerah, perlu memperhatikan hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintahan daerah, potensi dan keanekaragaman daerah, supaya mampu menjalankan perannya tersebut, daerah diberikan kewenangan yang seluasluasnya disertai dengan pemberian hak dan kewajiban untuk menyelenggarakan otonomi daerah dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sejalan dengan hal ini, maka perlu upaya agar setiap kabupaten memiliki keunggulan tertentu yang berbeda dengan kabupaten yang lain (Ropingi dan Dyah Listiarini, 2003: 57).

Diberlakukannya otonomi daerah, diharapkan setiap daerah yang kondisi perekonomian terutama sektor primer yang sudah berkembang dapat lebih mengoptimalkan potensi tersebut, oleh karena itu pemerintah daerah harus bisa membuat kebijakan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki oleh daerah-daerah tersebut, ditinjau dari pelaksanaan otonomi daerah melalui prioritas pembangunan untuk mempercepat pembangunan daerah dan kondisi di suatu wilayah, khususnya Kabupaten Madiun maka pengembangan dan pembinaan sektor-sektor perekonomian yang menjadi sektor basis sangat diperlukan.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Bagaimana pertumbuhan sektor ekonomi primer di Kabupaten Madiun sebelum dan selama Otonomi Daerah periode 1997-2007?
  2. Apakah sektor primer dan sub-sub sektornya termasuk menjadi sektor basis di Kabupaten Madiun sebelum dan selama Otonomi Daerah periode 1997-2007?
  3. Apakah sektor ekonomi primer dan sub-sub sektornya menjadi sektor yang potensial di Kabupaten Madiun sebelum dan selama Otonomi Daerah periode 1997-2007?

 

C. Tinjauan Pustaka Skripsi

Pembangunan Ekonomi

Pembangunan bukan sekadar bagaimana menaikkan PDB per tahun saja. Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil per kapita penduduk suatu negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.(Mudrajat Kuncoro, 1997:37).

Perencanaan Pembangunan daerah

Perencanaan pembangunan daerah merupakan perencanaan untuk memperbaiki penggunaan sumberdaya-sumberdaya publik yang tersedia di daerah yang bersangkutan dan untuk memperbaiki kapasitas sektor swasta dalam menciptakan nilai sumberdaya-sumberdaya swasta secara bertanggung jawab. Terdapat tiga (implikasi) pokok dari perencanaan pembangunan ekonomi daerah yaitu (Lincolin Arsyad,1999:115).

 

Tinjauan tentang Otonomi Daerah

Otonomi Daerah secara etimologi berasal dari bahasa yunani “autos”yang berarti sendiri dan “nomos” yang berarti aturan. Daerah otonom sebagai kesatuan masyarakat hukum, dengan batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini berbentuk survei atas data-data atau variabel makro ekonomi (khususnya variabel PDRB) yang telah dikumpulkan oleh Badan Pusat Stastistik dalam Kabupaten Madiun dalam angka.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari periode 1997-2007.

Dalam analisis ini digunakan analisis kuantitatif dan didukung oleh Analisis kualitatif.

Tujuan analisis ini adalah untuk menentukan kinerja atau produktifitas kerja perekonomian Daerah dengan membandingkan dengan Daerah yang lebih besar (regional atau nasional).

 

E. Kesimpulan

  • Dari hasil analisis laju pertumbuhan dapat diketahui bahwa pada masa sebelum diterapkannya otonomi daerah (tahun 1997-2000, dalam kurun waktu 4 tahun), sektor yang mengalami pertumbuhan positif adalah sektor pertanian dengan sub sektor tanaman bahan makanan; sub sektor perikanan serta sektor pertambangan dan penggalian.

Pada masa selama diterapkannya otonomi daerah (tahun 2001-2007, dalam kurun 7 tahun ), sektor yang mengalami pertumbuhan positif adalah sektor pertanian meliputi sub sektor tanaman bahan makanan; sub sektor tanaman perkebunan; sub sektor peternakan; sub sektor kehutanan; sub sektor perikanan serta pertambangan dan penggalian. Dengan laju pertumbuhan tertinggi adalah sub sektor perikanan.

  • Dari hasil analisis Matrik Potensi Daerah di Kabupaten Madiun dapat diketahui bahwa pada masa sebelum diterapkannya otonomi daerah (tahun 1997-2000, dalam kurun waktu 4 tahun), dapat diketahui bahwa sektor ekonomi primer yang menjadi sektor potensial adalah sektor pertanian dengan sub sektor tanaman bahan makanan. Sedangkan untuk kategori sektor berkembang dialami oleh sektor pertanian dengan sub sektor perkebunan; sub sektor kehutanan; sub sektor perikanan serta sektor pertambangan dan penggalian. Untuk kategori sektor terbelakang di alami oleh sub sektor peternakan.

Pada masa selama diterapkannya otonomi daerah (tahun 2001- 2007, dalam kurun 7 tahun), dapat diketahui bahwa sektor ekonomi primer yang menjadi sektor potensial adalah sektor pertanian dengan sub sektor tanaman bahan makanan. Sedangkan yang menjadi kategori sektor berkembang adalah sektor pertanian dengan sub sektor tanaman perkebunan; sub sektor kehutanan; sub sektor perikanan serta sektor pertambangan dan penggalian.

  • Berdasarkan perhitungan analisis location quotient pada masa sebelum diterapkannya otonomi daerah (tahun 1997-2000), dalam kurun waktu 4 tahun), dapat diketahui bahwa sektor ekonomi primer yang merupakan sektor basis di Kabupaten Madiun adalah sektor pertanian dengan sub sektor tanaman bahan makanan; sub sektor peternakan dan sub sektor kehutanan.

Pada masa selama diterapkannya otonomi daerah (tahun 2001-2007, dalam kurun waktu 7 tahun), dapat diketahui bahwa sektor ekonomi primer yang merupakan sektor basis di Kabupaten Madiun adalah sektor pertanian dengan sub sektor tanaman bahan makanan; sub sektor kehutanan.

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Evaluasi Terhadap Penentuan Harga Pokok Produk Pesanan dengan Metode Full Costing pada Bengkel Mesin
  2. Analisa Konsumsi Rumah Tangga di Kabupaten Brebes tahun 2004
  3. Proses Ekspor-Impor pada Kawasan Berikat Tanjung Emas Export Processing Zone (Tepz)
  4. Peran Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dalam Mengembangkan Produktifitas
  5. Analisis Permintaan Jepang terhadap Komoditas Udang Indonesia Tahun 1978-2003

 

Leave a Reply