HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Skripsi Ekonomi: Abnormal Return Saham di BEJ Sebelum dan Sesudah Peristiwa Peledakan Bom

Judul Skripsi : Abnormal Return Saham di Bursa Efek Jakarta Sebelum dan Sesudah Peristiwa Peledakan Bom di Bali 12 Oktober 2002

 

A. Latar Belakang Skripsi

Abnormal return saham merupakan selisih antara actual return (keuntungan yang sesungguhnya yang terjadi) saham dengan expected return (keuntungan yang diharapkan) saham. Expected Return saham merupakan return yang harus diestimasi. Ada tiga model yang dapat digunakan untuk mengestimasi expected return saham yaitu menggunakan mean-adjusted model (model disesuaikan ratarata), market model (model pasar) dan market-adjusted model (model disesuaikanpasar) (Hartono, 2000: 416).

Penelitian ini menggunakan ketiga model penghitungan expected return saham untuk melihat apakah ketiga model menghasilkan hasil yang sama, karena berdasarkan penelitian Gunarsih dan Bambang (2002), market model dan market adjusted model menghasilkan hasil yang berbeda.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat abnormal return saham yang signifikan atas peristiwa peledakan bom di Bali 12 Oktober 2002?
  2. Apakah terdapat perbedaan rata-rata abnormal return saham yang signifikan antara sebelum dan sesudah peristiwa peledakan bom di Bali 12 Oktober 2002?

 

C. Landasan Teori

Pasar Modal

Pasar modal didefinisikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkan, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.”

Event Study

Definisi event study, menurut Hartono (2000:392) event study merupakan “studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman.” Peterson dalam Suryawijaya dan Setiawan (1998) mendefinisikan event Study sebagai “suatu pengamatan mengenai pergerakan harga saham di pasar modal untuk mengetahui apakah ada abnormal return yang diperoleh pemegang saham akibat dari suatu peristiwa tertentu.”

Indeks LQ 45

Indeks LQ 45 merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham yang telah memenuhi kriteria tertentu.Indeks LQ 45 diperkenalkan mulai tanggal 13 Juli 1994. Indeks LQ 45 tidak dimaksudkan untuk mengganti IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang ada saat ini, tetapi justru sebagai pelengkap IHSG dan indeks sektoral. Indeks LQ 45 khususnya bertujuan untuk menyediakan sarana yang objektif dan terpercaya bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan pemerhati pasar modal lainnya dalam memonitor pergerakkan harga dari saham-saham yang aktif diperdagangkan (Katoppo, 1997: 507).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan event study (studi peristiwa). Penghitungan expected return saham dilakukan dengan tiga metode yaitu mean adjusted model, market model dan market adjusted model. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling (pengambilan sampel berdasarkan tujuan), sehingga diperoleh sampel sebanyak 35 saham LQ 45.

 

E. Kesimpulan

  • Pengujian hipotesis pertama dengan t-test untuk ketiga kelompok menghasilkan hasil yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut:
  1. Hasil t-test untuk kelompok mean-adjusted model menunjukkan adanya average abnormal return saham yang signifikan pada hari pertama setelah peristiwa, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan tersebut menyatakan bahwa terdapat abnormal return yang signifikan atas peristiwa peledakan bom di Bali 12 Oktober 2002.
  2. Hasil t-test untuk kelompok market model menunjukkan adanya average abnormal return saham yang signifikan pada hari kelima sebelum peristiwa, hari kedua, ketiga dan kelima setelah peristiwa, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan tersebut menyatakan bahwa terdapat abnormal return saham yang signifikan atas peristiwa peledakan bom di Bali 12 Oktober 2002.
  • Pengujian hipotesis kedua untuk ketiga kelompok menghasilkan hasil yang sama, yaitu Ho diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan ratarata abnormal return saham yang signifikan antara sebelum dan sesudah peristiwa peledakan bom di Bali 12 Oktober 2002.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisis Metode Perhitungan Bagi Hasil Pada Pembiayaan Mudharabah Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) di BMT Khonsa Cilacap
  2. Analisis Elastisitas Permintaan Jagung di Jawa Tengah
  3. Strategi Pemasaran Ekspor Shopping Bag pada PT Wangsa Jatra Lestari di Kartasura
  4. Strategi Pemasaran Ekspor pada PT. Kusumahadi Santoso Jaten Karanganyar
  5. Abnormal Return Saham di Bursa Efek Jakarta Sebelum dan Sesudah Peristiwa Peledakan Bom di Bali 12 Oktober 2002

 

Leave a Reply